logo2

ugm-logo

Inovasi Peredam Gempa Cerdas BRIN Percepat Pemulihan Pascabencana

Tangerang Selatan - Humas BRIN. Di tengah tingginya risiko gempa bumi di Indonesia, kebutuhan akan teknologi bangunan yang adaptif dan tangguh menjadi semakin krusial.

Menjawab tantangan tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan inovasi peredam (damper) gempa cerdas berbasis shape memory steel. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan ketahanan struktur sekaligus mempercepat pemulihan pascagempa.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Metalurgi BRIN, Efendi, mengatakan gempa bumi merupakan bencana yang sulit diprediksi dan dapat menimbulkan kerusakan serius pada bangunan serta dampak sosial-ekonomi yang luas.

“Gempa bisa terjadi tanpa peringatan dan berdampak pada kerusakan permanen struktur. Hal ini sering kali membutuhkan biaya perbaikan besar dan waktu pemulihan yang tidak singkat,” katanya, saat diwawancara Tim Humas BRIN, Selasa (28/4).

Selama ini, penggunaan damper gempa konvensional memang telah membantu meredam energi getaran. Namun, teknologi tersebut masih memiliki keterbatasan karena mengandalkan deformasi plastis yang bersifat permanen. Akibatnya, performa damper menurun setelah digunakan dan memerlukan penggantian.

selengkapnya https://brin.go.id/news/127873/inovasi-peredam-gempa-cerdas-brin-percepat-pemulihan-pascabencana

Tak Sekadar Panas, Ini Dampak El Nino Godzilla di Jakarta dan Sekitarnya

KOMPAS.com - Fenomena El Nino “Godzilla” diprediksi berpotensi memengaruhi cuaca Indonesia, termasuk Jakarta dan wilayah sekitarnya, seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, pada April-Oktober 2026. Dampak dari El Nino Godzilla ini beragam, terutama berupa penurunan curah hujan, suhu lebih panas, hingga risiko gangguan kesehatan.

Berdasarkan penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), istilah “Godzilla” bukanlah kategori ilmiah resmi dalam klimatologi. Secara ilmiah, El Nino hanya dibagi menjadi lemah, moderat, dan kuat. Istilah “Godzilla” digunakan untuk menggambarkan El Nino yang sangat kuat dan berdampak luas, seperti yang pernah terjadi pada 2015. Istilah ini pertama kali dipopulerkan oleh ilmuwan Bill Patzert untuk menggambarkan anomali El Nino ekstrem.

Di Indonesia, konsep ini kemudian dikaitkan dengan kombinasi El Nino Southern Oscillation (ENSO) positif dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang berpotensi memperparah kondisi kering.

Sumber: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/04/13/12203781/tak-sekadar-panas-ini-dampak-el-nino-godzilla-di-jakarta-dan-sekitarnya.

More Articles ...