logo2

ugm-logo

84 Tewas dalam Bencana dan Kecelakaan di Kolombia, Pakistan, dan Sudan

TEMPO.CO, Jakarta - Sepanjang pekan lalu bermunculan kabar duka dari berbagai belahan dunia. Beragam bencana dan kecelakaan telah merenggut setidaknya 84 nyawa. Ada tanah longsor di Kolombia, banjir besar di Pakistan, dan kecelakaan tambang emas di Sudan.

Inilah rangkumannya, seperti dikutip dari Antara dan Anadolu:

Longsor di Kolombia, 22 Tewas

Tanah longsor yang melanda wilayah Antioquia, Kolombia, akibat hujan lebat pada 24 Juni telah menewaskan 22 orang hingga 29 Juni. Delapan orang masih dinyatakan hilang dalam bencana itu, kata otoritas setempat.

Menurut pernyataan kantor gubernur Antioquia, beberapa korban baru telah ditemukan di daerah Bello dan Altos de Oriente di Medellin.

Australia dan BNPB Memperluas Kerja Sama dalam Manajemen Risiko Bencana

Upaya pencarian dan penyelamatan pun terus dilakukan dengan melibatkan 391 personel untuk menemukan mayat-mayat lain yang mungkin masih terkubur di bawah tanah.

Di tengah upaya pencarian itu, otoritas setempat dalam pernyataannya mengingatkan bahwa banyak rumah yang dibangun di medan miring rawan longsor sehingga bangunan-bangunan rumah tinggal tersebut diklasifikasikan sebagai berisiko tinggi.

 
BNPB Rancang Skema Dana Bersama untuk Bencana, Begini Alur Pencairannya
 
Hujan deras sejak Maret itu telah menyebabkan bencana alam yang menelan korban jiwa dan kerugian harta benda di berbagai wilayah di Kolombia.

Bencana longsor terjadi pada 24 Juni di daerah pegunungan Bello, Medellin, kota terbesar kedua di Kolombia, setelah hujan lebat menyebabkan air sungai di dekatnya meluap. Terletak di Andes bagian barat, Antioquia sering mengalami tanah longsor selama musim hujan.

Banjir di Pakistan, 12 Meninggal

Banjir bandang terjadi di dekat kota Mingora di distrik SWAT, bagian dari provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, Jumat, 27 Juni 2025. Korban tewas akibat kejadian ini mencapai 12 orang.

Jumlah korban itu diketahui setelah otoritas Pakistan pada menemukan 4 mayat lagi dari Sungai Swat, Minggu. Operasi pencarian masih berlangsung untuk satu orang yang hilang "Sejauh ini, penyelamatan 1122 tim menemukan empat mayat dan satu orang masih hilang," kata juru bicara tim penyemata, Bilal Ahmed Faizi.

Banjir bandang itu menyapu setidaknya 16 orang, sementara tiga diselamatkan. Pihak berwenang juga mengevakuasi sekitar 80 wisatawan yang terdampar dari berbagai lokasi di sepanjang sungai. 

Bencana ini muncul ketika Pakistan menghadapi awal yang mematikan untuk musim hujan. Setidaknya 22 orang tewas dalam kecelakaan terkait hujan di seluruh negeri selama seminggu terakhir. Banjir bandang dan hujan lebat sering kali terjadi di Pakistan selama musim hujan, menyebabkan korban dan kerusakan yang meluas, terutama di wilayah utara dan barat laut.

Tambang Runtuh di Sudan, 50 Tewas

Setidaknya 50 orang tewas setelah tambang emas runtuh di timur laut Sudan. Kecelakaan itu terjadi pada hari Sabtu, 28 Juni, di Howaid Desert di Negara Bagian Sungai Nil, kata surat kabar lokal Alrakoba. 

Saksi mata mengatakan volume besar pasir dan batu runtuh menimpa para penambang yang bekerja di situs penambangan ilegal itu. Upaya penyelamatan terhambat oleh tidak adanya mesin berat dan tim penyelamat profesional.

Runtuhnya serupa terjadi di lokasi yang sama dua bulan lalu, menyebabkan sejumlah penambang cedera. Tragedi ini telah memperbarui kritik atas pengawasan pemerintah yang lemah dan infrastruktur yang buruk di lokasi penambangan, tempat ribuan orang bekerja dalam kondisi berbahaya tanpa regulasi formal atau standar keselamatan.

Bencana Hidrometeorologi Ancam Wilayah Maluku, Waspada

KBRN, Ambon : Pemerintah kabupaten/kota se-Maluku dihimbau meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku Sadali Ie mengatakan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan pada bulan Juli 2025 di Maluku berada pada kategori menengah hingga sangat tinggi. 

Olehnya itu, pemerintah kabupaten/kota melalui BPBD dan instansi terkait lainnya diminta melakukan upaya kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana hidrometrologi dengan melaksanakan upaya koordinasi secara intensif dengan pihak BMKG dan instansi teknis kebencanaan lainnya, serta berperan dalam pemantauan dan penyebarluasan informasi peringatan diri cuaca yang diterima dari BMKG kepada masyarakat.

Disamping itu, melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat yang tinggal didaerah rawat bencana seperti daerah lereng bukit hingga bantaran sungai.

"BPBD kabupaten/kota harus lakukan penyiapan logistik dan peralatan yang dapat dikerahkan pada saat kedaruratan bencana," kata Sekda Maluku dalam imbauan yang disampaikan kepada kabupaten/kota.

Upaya lainnya kata Sekda, yakni pelarangan penggunaan moda transportasi laut jika ada peringatan dini gelombang tinggi, serta mewaspadai adanya potensi pohon tumbang di kawasan umum maupun pemukiman masyarakat dengan pengecekan pohon oleh instansi terkait serta penyiapan lokasi evakuasi.

More Articles ...