logo2

ugm-logo

Koordinasi Lintas Instansi Guna Membuka Akses Jalan Aceh - Sumut

Koordinasi Lintas Instansi Guna Membuka Akses Jalan Aceh - Sumut

Foto : Kondisi banjir yang melanda wilayab Kabupaten Aceh Tenggara, pada Kamis (27/11). (BPBD Aceh Tenggara)

MEDAN - Banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa wilayah di Provinsi Aceh menyebabkan akses jalan dari Sumatera Utara (Sumut) menuju Aceh terganggu. Material longsor dan limpasan banjir menutup beberapa ruas jalan.

Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansah segera melakukan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mengerahkan alat berat. Dirinya menilai, bahwa kondisi saat ini sangat diperlukan pengerahan alat berat untuk membuka akses jalan.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, info sementara akses jalan terputus yakni :

  • Batas Sumut - Aceh masih terputus sampai dengan saat ini (hari ke 3), akibat longsor di beberapa titik jalan nasional. Saat ini dalam proses tindaklanjut pendataan oleh pihak BPJN Wilayah Aceh Kementerian PU.
  • Banda Aceh - Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang terputus. Terputus akibat runtuhnya jembatan di Meuredu yaitu perbatasan Kab. Bireuen dan Pidie Jaya. Upaya pemda saat ini untuk ruas jalan Bireuen - Pidie Jaya menggunakan jalan Alternatif dari Samalangan - tringgadeng Pidie Jaya.
  • Kab. Gayo Lues sampai saat ini belum bisa terakses jalur darat dikarenakan ruas jalan Nasional (Gayo lues-Aceh Tenggara putus total di 4 titik) terputus, yaitu jalan Nasional (Gayo Lues-Aceh Tengah), jalan Provinsi (Gayo Lues - Aceh Barat Daya putus), jalan Provinsi (Gayo Lues-Aceh Timur). salah satu alternatif jalur udara tersedia melalui Bandara Perintis di Gayo lues. Saat ini dalam proses tindaklanjut pendataan oleh tim BPJN Aceh Kementerian PU.
  • Kab. Aceh Tengah untuk saat ini belum bisa diakses via Darat dikarenakan Ruas jalan Nasional Bireuen - Takengon putus total dan jembatan tepin mane Bireuen putus,  akses jalan Nasional (Aceh Tengah - Nagan Raya jembatan putus total). Akses jalan Nasional (Takengon-Ise ise-Gayo Lues putus total).
  • Kab. Bener Meriah akses jalan putus total akses ruas jalan Nasional putus (Bener Meriah-Aceh tengah dan Bener Meriah - bireuen) sementara Akses Jalan Provinsi Bener meriah - lhokseumawe Eks jalan KKA putus total. Salah satu alternatif via udara melalui Bandara Rembele Bener meriah yg bisa mengcover kabupaten Bener meriah dan Aceh tengah.

Selain pembukaan akses jalan yang terputus, tim BNPB juga berupaya membangun jalur komunikasi. Salah satunya dengan membawa penyedia internet satelit yang memungkinkan internet broadband di lokasi terdampak.

BNPB Sosialisasikan Instalasi Sistem Lumbung Air Hujan bagi Warga Mojokerto

MOJOKERTO – Sebagai bagian dari rangkaian Bulan Pengurangan Risiko Bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktorat Mitigasi Bencana berkolaborasi dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk melalui BNI Berbagi telah melaksanakan kegiatan Instalasi Sistem Lumbung Air Hujan (ISLAH).

Hal ini merupakan bentuk komitmen untuk terus melakukan upaya pengurangan risiko bencana yang berkelanjutan pascakegiatan Bulan Pengurangan Risiko bencana yang diselenggarakan di Mojokerto Raya pada Oktober 2025 lalu. Kegiatan ISLAH ini telah diimplementasikan pada tiga (3) lokasi di Kabupaten Mojokerto. Ketiga lokasi ini terdiri dari Kantor Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Mojokerto, Balai Desa Ngrame dan SMK 2 Pesantren Terpadu Yayasan Darut Taqwa.

Menurut penelitian Balai Litbang Sumber Daya Air, potensi air hujan di wilayah Mojokerto mencapai 2.000–2.500 mm/tahun. Jika dikelola dengan baik, air hujan yang ditampung kemudian diolah dapat dimanfaatkan menjadi cadangan air oleh masyarakat di saat musim kemarau. Selain itu, air yang ditampung saat curah hujan tinggi juga dapat mengurangi risiko banjir.

BNPB, FPRB Kabupaten Mojokerto, Komunitas Banyubening dan Yayasan Bambu Lestari juga telah menyelenggarakan kegiatan edukasi dan sosialisasi ISLAH. Dengan Aminudin Hamzah selaku Analis Kebijakan Ahli Muda BNPB, Sri Wahyuningsih dari Komunitas Banyu Bening, dan Syaiful Anam sebagai Ketua Forum PRB. Kegiatan ini berlangsung di Pasar Keramat, Mojokerto pada hari Minggu, 23 November 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai konsep konservasi air melalui pemanenan air hujan serta mensosialisasikan manfaat ekonomi, lingkungan dan sosial dari pemanfaatan air hujan.

Ratusan pengunjung Pasar Keramat terlihat sangat tertarik dengan penjelasan mengenai pemanfaatan air hujan. Hal ini terlihat juga dari banyaknya pengunjung yang bergantian untuk mencoba meminum dan membawa pulang sampel air hujan hasil elektrolisasi. Salah satu pengunjung mengatakan sampel air hujan hasil elektrolisasi tersebut juga tidak berbeda dengan air yang biasa diminum olehnya.

Kedepannya, diharapkan pemanfaatan ISLAH ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan direplikasi oleh berbagai pihak serta dapat membangun komitmen bersama untuk menerapkan instalasi sistem lumbung air hujan sebagai bagian dari pengelolaan air bersih yang berkelanjutan.

More Articles ...