logo2

ugm-logo

Bantuan Presiden dalam Penanganan Darurat Cuaca Ekstrem Tiba di Bandara Internasional Minangkabau

PADANG - Bantuan cepat yang dikirimkan atas instruksi Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara (Bandara) Internasional Minangkabau, Padang Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar), pada Jumat (28/11). Pengiriman tersebut untuk mendukung penanganan darurat cuaca ekstrem yang memicu banjir dan longsor.

Bantuan presiden ini diangkut melalui pesawat militer C-130 Hercules yang terbang dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 12.00 WIB. Penyerahan bantuan pangan dan non-pangan ini diserahkan Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari kepada Wakil Gubernur Sumatra Barat di bandara. Sekretaris Utama BNPB Dr. Rustian turut menyaksikan serah terima bantuan tersebut. Setibanya di bandara, bongkar-muat bantuan logistik dilakukan untuk selanjutnya didistribusikan ke wilayah terdampak

Sekretaris Utama BNPB Rustian menyampaikan bantuan Presiden ini merupakan tahap awal. Selanjutnya bantuan yang dikirimkan akan disesuaikan dengan hasil kaji kebutuhan setiap daerah.

“Ini merupakan bantuan awal. Jadi akan ada bantuan-bantuan Presiden berikutnya,” jelas Rustian di bandara.

Lebih lanjut, BNPB menegaskan bantuan yang tiba ini harus segera didistribusikan ke wilayah terdampak.

“Bantuan jangan sampai menumpuk di gudang logistik,” tegasnya. 

Bersumber dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden (28/11), data dari para kepala daerah tersebut menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan jenis bantuan yang dikirimkan pada pagi ini. Bantuan yang diterbangkan terdiri dari peralatan darurat hingga kebutuhan vital bagi evakuasi dan pemulihan cepat.

Bantuan yang dikirimkan untuk penanganan bencana di Sumbar berupa internet satelit, genset, perahu LCR, tenda, makanan olahan kering dan paket bantuan sosial.

Bantuan yang dibawa ke Sumbar ini merupakan bagian dari empat hercules yang diterbangkan bersamaan dengan bantuan presiden ke provinsi lain. Pesawat pengirim bantuan diterbangkan juga menuju wilayah Sumatra Utara dan Aceh.

BNPB Gelar OMC Serentak di Aceh, Sumut, dan Sumbar Guna Penanganan Bencana Hidrometeorologi

SILANGIT – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), didukung oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta Badan Penanganan Bencana Daerah, secara serentak memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai respons terhadap peningkatan risiko bencana hidrometeorologi, yaitu banjir dan tanah longsor, yang kini tengah dihadapi oleh Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Operasi lintas kementerian dan lembaga ini berfungsi sebagai dukungan mitigasi dan penanganan darurat dengan tujuan utama mengurangi potensi curah hujan di kawasan rawan bencana melalui rekayasa pengalihan awan hujan ke wilayah yang lebih aman.

Di Aceh, OMC baru resmi dimulai hari ini, Jumat (28/11), menggunakan pesawat PK-SNP dari Posko Bandara Sultan Iskandar Muda. Sementara itu, di Sumatera Utara, operasi telah dimulai lebih awal pada Kamis (27/11) dari Posko Bandara Kualanamu, di mana hingga saat ini telah diselesaikan empat sortie penerbangan dengan total 3.200 kilogram bahan semai Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO).

Adapun operasi di Sumatera Barat dijadwalkan akan mulai beroperasi besok, Sabtu (29/11), dengan mengerahkan pesawat PK-DPI dan PK-SNK dari Posko Bandara Internasional Minangkabau.

Intervensi Modifikasi Cuaca ini menjadi sangat krusial mengingat kondisi darurat terkini, di mana intensitas hujan ekstrem telah memicu banjir meluas di wilayah Aceh, meningkatkan ancaman longsor dan banjir bandang di sebagian besar Sumatera Utara, serta menimbulkan dampak serius pada infrastruktur dan pemukiman di Sumatera Barat. BNPB menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya mitigasi risiko bencana demi menjaga keselamatan masyarakat di tiga provinsi tersebut, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

More Articles ...