logo2

ugm-logo

BNPB: Gempa 7,6 magnitudo di Bitung picu gelombang tsunami kecil

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeteksi gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, memicu gelombang tsunami kecil di sejumlah wilayah pesisir.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis, mengatakan gempa terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan pusat di laut pada koordinat 1,25 derajat Lintang Utara (LU) dan 126,25 derajat Bujur Timur (BT) pada kedalaman 62 kilometer.

Berdasarkan pemantauan sistem peringatan dini, terdeteksi gelombang tsunami setinggi sekitar 0,3 meter di wilayah Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB.

“Meski relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi,” kata dia.

Guncangan gempa dirasakan kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya, serta juga dirasakan di Kota Ternate (Maluku Utara) yang menyebabkan masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah.

selengkapnya:  https://sulteng.antaranews.com/berita/380153/bnpb-gempa-76-magnitudo-di-bitung-picu-gelombang-tsunami-kecil

BNPB Kembali Gelar OMC di Riau, 4 Ton Garam Sudah Disemai

Pekanbaru, InfoPublik – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau. Langkah ini dilakukan untuk memicu hujan buatan guna membasahi lahan yang mulai mengering seiring masuknya musim kemarau.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, M Edy Afrizal, mengatakan OMC yang berlangsung saat ini merupakan pelaksanaan tahap kedua. Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar pada awal Februari 2026.

“OMC sudah kembali dilaksanakan di Riau. Kali ini kegiatan OMC difokuskan di daerah pesisir timur Riau, yakni di wilayah Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan, dan Kota Dumai,” kata Edy di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Selasa (31/3/2026).

Ia menjelaskan, hingga saat ini total 4 ton garam telah disemai di langit Riau dalam rangkaian OMC. Dalam setiap penerbangan, sebanyak 1 ton garam disebarkan untuk merangsang pertumbuhan awan hujan.

“Dalam setiap kegiatan OMC sebanyak 1 ton garam disemai di langit Riau. Hingga saat ini sudah 4 ton garam yang disemai,” ujarnya.

Selain pesawat OMC, Riau saat ini juga telah didukung satu unit helikopter water bombing untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah daerah juga telah mengajukan penambahan armada mengingat luas area kebakaran terus bertambah.

“Kami sudah mengajukan kembali untuk helikopter water bombing. Saat ini sedang diproses karena untuk helikopter water bombing itu perizinannya cukup panjang,” paparnya.

Terkait kondisi terkini karhutla, BPBD Riau menerima laporan kebakaran masih terjadi di tiga daerah, yakni Kabupaten Bengkalis, Pelalawan, dan Indragiri Hilir.

Dari tiga wilayah tersebut, kebakaran di Pelalawan dan Indragiri Hilir dilaporkan telah memasuki tahap pendinginan. Sementara itu, kebakaran di Bengkalis masih dalam proses pemadaman oleh tim gabungan.

“Karhutla dilaporkan masih terjadi di tiga daerah di Riau, yakni di Bengkalis, Pelalawan, dan Inhil. Di Inhil dan Pelalawan laporannya tinggal pendinginan, sedangkan di Bengkalis masih dilakukan pemadaman,” kata Edy.

sumber: https://infopublik.id/kategori/prioritas-nasional-2026/963987/bnpb-kembali-gelar-omc-di-riau-4-ton-garam-sudah-disemai

More Articles ...