Dalam laporan tanggal 6 Januari 2026, BNPB mencatat berbagai kejadian banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang di beberapa wilayah Indonesia sejak 5 Januari 2026. Banjir yang dominan terjadi karena luapan sungai dan curah hujan tinggi melanda wilayah seperti Grobogan, Grobogan, dan beberapa titik lain di Jawa dan Kalimantan. Laporan mencerminkan sifat hidrometeorologi basah pada awal musim hujan yang memicu banyak kejadian.
Tim BPBD setempat bekerja intens dengan aparat desa serta unsur terkait untuk melakukan kaji cepat lokasi terdampak serta pendataan dampak awal dalam rangka penanganan darurat. Upaya mitigasi awal termasuk evakuasi warga, pengamanan titik rawan, dan pendistribusian bantuan dasar dilakukan untuk meringankan dampak sosial sekaligus mencegah kejadian berulang.

