Aceh meluncurkan dashboard digital untuk mempercepat penanganan bencana dan melibatkan masyarakat dalam pelaporan kondisi lapangan secara real-time, mendukung koordinasi dan pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran.
Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, saat meluncurkan Dashboard Peta Aksi dan Partisipasi Masyarakat untuk penanggulangan bencana Aceh di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Banda Aceh, Jumat (7/2/2026) I Dok. Humas Pemprov Aceh
PINTOE.CO – Pemerintah Aceh resmi meluncurkan Dashboard Peta Aksi dan Partisipasi Masyarakat untuk penanggulangan bencana melalui laman tanggapi.acehprov.go.id. Peluncuran dilakukan Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh pada Jumat, 27 Februari 2026.
Dalam sambutannya, M. Nasir menegaskan kehadiran dashboard ini merupakan langkah strategis untuk membangun sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi dan kolaboratif.
“Tantangan utama dalam penanganan bencana selama ini bukan hanya pada kecepatan respons, tetapi juga pada sinkronisasi data dan koordinasi lintas sektor,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Sistem digital ini terhubung secara real-time sehingga setiap kejadian dapat terpetakan dengan cepat, kebutuhan di lapangan teridentifikasi secara akurat, dan kebijakan dapat ditetapkan berdasarkan data yang terukur.
Dashboard tersebut mencakup enam klaster utama penanggulangan bencana, yakni pencarian dan pertolongan, logistik, pengungsian, kesehatan, pendidikan, serta pemulihan dan rehabilitasi.
Integrasi seluruh klaster dalam satu sistem terpadu memudahkan pemantauan progres penanganan secara menyeluruh, sehingga mengurangi risiko tumpang tindih informasi dan keterlambatan distribusi bantuan akibat kurangnya koordinasi.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kominsa) Aceh, Fauza Morisan, menjelaskan bahwa dashboard ini juga membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas dan terstruktur.
Masyarakat dapat menyampaikan laporan kejadian secara cepat, yang langsung terdokumentasi dalam basis data kebencanaan sehingga memperkuat pengambilan keputusan yang lebih responsif dan tepat sasaran.
Fauza menambahkan bahwa sebelum peluncuran, sistem telah melalui pengembangan teknologi, uji coba, simulasi, dan sosialisasi terbatas kepada aparatur daerah serta relawan untuk memastikan platform siap digunakan di lapangan.
Peluncuran Dashboard Peta Aksi dan Partisipasi Masyarakat ini menegaskan komitmen Pemerintah Aceh dalam membangun tata kelola kebencanaan yang modern, transparan, dan akuntabel.
Platform ini tidak hanya berfungsi sebagai inovasi digital, tetapi juga sebagai pusat kendali informasi kebencanaan daerah dan jembatan kolaborasi antara pemerintah, relawan, lembaga kemanusiaan, serta masyarakat luas.
Dengan sistem yang semakin terkoordinasi dan partisipatif, Aceh optimistis memperkuat ketangguhan daerah menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.[]

