Gerakan tanah besar terjadi di lereng Gunung Burangrang, menimbun 34 rumah dan menyebabkan sedikitnya 25 orang tewas, sementara 72 lainnya dinyatakan hilang dalam kondisi yang penuh ketidakpastian. Hujan musiman yang masih intensif dipicu oleh pola cuaca ekstrem menjadi faktor utama yang memperlemah stabilitas tanah di kawasan pemukiman tersebut, memperparah risiko longsor. Tim SAR terdiri dari lebih 250 personel, termasuk unit K-9 dan drone, terlibat dalam upaya pencarian di lokasi dengan medan yang sangat tidak stabil, memperlambat akses alat berat dan menambah kompleksitas operasi. Pemerintah daerah bersama BNPB memprioritaskan evakuasi dan pemulihan sementara bagi lebih dari 230 warga yang dievakuasi, serta memperketat regulasi penggunaan lahan untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.
? https://apnews.com/article/d453d653fdd6f05ab7ebe85979c2a61b

