logo2

ugm-logo

Sesar Lembang ‘Meledak’, Jutaan Warga Bandung Terancam Gempa Besar

CNBC Indonesia pada 6 September 2025 menyoroti potensi bahaya dari Sesar Lembang, patahan aktif yang membentang di utara Kota Bandung. Meski pergerakannya hanya sekitar 2–3 milimeter per tahun, akumulasi energi bisa memicu gempa besar dengan magnitudo 6,5–7,0.

Para ahli mengingatkan, jika gempa besar benar terjadi, jutaan warga di Bandung Raya bisa terdampak. Penelitian paleoseismologi bahkan menemukan jejak gempa dahsyat di masa lalu, dengan siklus ulang antara 170 hingga 670 tahun. Artinya, secara geologis saat ini Bandung memang sudah masuk periode rawan.

Namun, para peneliti menegaskan tidak ada teknologi yang mampu memprediksi kapan gempa akan datang. Guncangan kecil yang belakangan terasa di Bandung Barat bisa saja hanya “pemanasan”, bisa juga pertanda menuju gempa lebih besar—belum ada kepastian.

Di sisi lain, pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung terus mendorong warga untuk lebih siap menghadapi bencana. Edukasi titik aman, program keluarga tangguh, hingga simulasi evakuasi berbasis komunitas kini digencarkan.

Relawan Rumah Zakat Ikuti Edukasi Mitigasi Bencana Sesar Lembang

Lembang, 24 Agustus 2025 – Sebagai bagian dari komitmen dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, Relawan Rumah Zakat mengikuti kegiatan Geotrack Sesar Lembang yang dilaksanakan di kawasan Gunung Batu, Lembang. Kegiatan ini diinisiasi oleh BPBD Kota Bandung dengan menghadirkan narasumber dari BRIN.

Geotrack ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam kepada relawan kemanusiaan terkait potensi bencana gempa bumi di wilayah sekitar Sesar Lembang. Relawan diajak untuk mengenal lebih dekat kondisi geologi, potensi ancaman gempa, serta langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan untuk melindungi masyarakat.

Melalui edukasi ini, mitigasi bencana Sesar Lembang diharapkan tidak hanya menjadi wacana, tetapi juga praktik nyata yang dapat diterapkan di masyarakat. Para relawan belajar mengenai tanda-tanda aktivitas geologi, cara evakuasi yang aman, hingga strategi membangun kesadaran bersama agar masyarakat lebih siap menghadapi bencana.

Kegiatan ini menjadi bukti kolaborasi yang kuat antara lembaga pemerintah, lembaga riset, dan relawan kemanusiaan dalam menyiapkan masyarakat menghadapi potensi gempa bumi. Menurut BPBD, kesiapsiagaan harus dimulai sejak dini dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk komunitas relawan, agar langkah penanganan bencana lebih cepat dan tepat.

Dengan adanya edukasi mitigasi bencana Sesar Lembang ini, diharapkan para relawan dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya, menyebarkan ilmu yang diperoleh, dan mengajak masyarakat untuk selalu Siap Untuk Selamat.

 

More Articles ...