logo2

ugm-logo

Blog

Pemkab Aceh Selatan Terima Bantuan Alat Penunjang Bencana Alam

Prof Dr M. Mas'ud, secara simbolik memberikan bantuan kendaraan penunjang operasional penanggulangan bencana alam.

Nanggroe Aceh Darussalam Kementrian Sosial Republik Indonesia memberikan bantuan berupa alat penunjang operasional penanggulangan bencana alam kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, NAD, Selasa (15/02/2016) siang waktu setempat.

Kondisi topografi Kabupaten Aceh Selatan yang terdiri dari dataran rendah, bergelombang, berbukit, hingga pegunungan dengan tingkat kemiringan sangat curam/terjal menjadikannya sebagai salah satu daerah yang rawan akan bencana alam.

Faktor alam serta seringnya terjadi bencana alam di daerah tersebut menjadi salah satu alasan penting mengapa Kementrian Sosial memberikan perhatian khusus berupa alat-alat penunjang operasional penanggulangan bencana alam.

Prof Dr M. Mas'ud, Staf Khusus Menteri Bidang Pengembangan SDM dan Program Kemensos, dalam hal ini mewakili Menteri Sosial memberikan kata sambutan, sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolik kepada warga setempat di Kampung Siaga Bencana (KSB) yang berlokasi di Trumon Tengah, Kab. Aceh Selatan.

Anggota TAGANA sedang mencba satu dari tujuh dapur umum lapangan yang diberikan oleh Kemensos RI.
Bantuan yang diberikan antara lain, 1 unit RTU (Rescue Tactical Unit ), 7 Unit Dapur Umum Lapangan, 1 unit truk kayu, 1 unit tangki air, dan 21 unit motor trail.

"Dari total 514 kabupaten dan kota seluruh Indonesia, Aceh Selatan menjadi daerah yang mendapat perhatian khusus dari menteri sosial. Hal itu juga selaras dengan tugas pokok kementrian sosial, yaitu selalu ada dalam memberikan bantuan kepada warga miskin, terkena bencana alam, maupun bencana sosial."


Tak hanya bantuan alat penunjang operasional, Kemensos turut serta dalam merehabilitasi rumah-rumah penduduk tak layak huni melalui program Rutilahu (Rumah tidak layak huni). Progrma tersebut ditujukanuntuk mewujudkan tempat tinggal yang layak bagi segelintir warga miskin di Aceh Selatan.

Saat ini telah ada lima puluh rumah di pantai timur dan utara yang telah direhabilitasi. Kedepannya jumlah ditargetkan mencapai sepuluh kali lipat dari jumlah saat ini atau sekitar lima ratus rumah.

Prof Dr M. Mas'ud, Staf Khusus Menteri Bidang Pengembangan SDM dan Program Kemensos berfoto bersama anggota TAGANA (Taruna Siaga Bencana).
Dalam hal penangulangan bencana, Kemensos mengajak masyarakat untuk proaktif ikut menanggulangi bencana melalu Tagana (Taruna Siaga Bencana). Tagana ialah perwujudan dari penanggulangan bencana bidang bantuan sosial berbasis masyarakat. Anggotanya merupakan relawan dari masyarakat yang memiliki kepedulian dan aktif dalam penanggulangan bencana bidang bantuan sosial.

"Situasi alam di Aceh Selatan terbilang aneh, bahkan cuaca terik seperti ini bisa tiba-tiba datang banjir bandang. Untuk menghadapi banjir kami membuat tanggul-tanggul besar untuk mencegah banjir. Dengan bantuan dari Kemensos sangat membantu tapi belum cukup bila mengingat luasnya wilayah Aceh Selatan" kata Sekda Aceh Selatan, Hermaini.

Lebih lanjut Mas'ud mengatakan bahwa tahun ini merupakan tahun kedua bagi Kementrian Sosial Republik Indonesia dalam bekerja keras membantu kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Kedepannya ia berharap seluruh elemen masyarakat, TNI, Polri, dan lembaga lain untuk bahu membahu menanggulangi segala bentuk bencana alam maupun sosial yang terjadi di masyarakat.

 

Antisipasi Banjir, Adira Insurance Bentuk Tim Tanggap Bencana

Peta wilayah potensi banjir di Jakarta dan Bodetabek pada Februari 2016.

Jakarta - PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) telah membentuk tim tanggap bencana untuk mengantisipasi bencana banjir tahun ini. Dengan adanya tim tanggap bencana ini, diharapkan masyarakat bisa terbantu ketika banjir melanda.

"Setiap tahunnya, kami selalu membentuk tim tanggap bencana, terutama menjelang musim penghujan. Tim tanggap bencana Adira Insurance juga selalu berkoordinasi dengan tim bencana Danamon sebagai holding company kami," ujar Guntur Pramudhya, Contact Center Department Head Adira Insurance dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily, Senin (15/2).

Bantuan utama yang diberikan, kata Guntur, berupa evakuasi kendaraan ke lokasi yang lebih aman serta perbaikan kendaraan atas kerusakan akibat banjir, sesuai jaminan yang tercatat di dalam polis. Selain itu, lanjut dia, perseroan juga memberikan bantuan logistik bagi para korban banjir melalui posko-posko banjir yang ada.

"Terkait dengan proses evakuasi tersebut, kami selalu mengarahkan pelanggan untuk menghubungi call center Adira Care 1500 456 agar Pelanggan dapat segera memperoleh pertolongan dari kami,” ujar Guntur.

sumber: beritasatu

Seribu Lebih Korban Banjir Solok Selatan Terserang Penyakit

Seribu Lebih Korban Banjir Solok Selatan Terserang Penyakit

Padang - Warga mulai terserang penyakit sepekan setelah banjir dan longsor melanda sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Mereka diantaranya menderita penyakit kulit, diare, dan inspeksi saluran pernafasan atas (ISPA).

Kepala Dinas Kabupaten Solok Selatan, Novirman, mengatakan ada sekitar 1.362 warga yang sudah terserang berbagai penyakit itu sejak tiga hari setelah banjir dan longsor melanda. Kebanyakan menderita penyakit kulit.

"Hingga hari ini, ada sekitar 421 warga terkena penyakit kulit, 200-an menderita ISPA dan demam, selebihnya, diare, luka-luka, darah tinggi, asma dan penyakit lainnnya," ujarnya, Ahad 14 Februari 2016.

Menurutnya, warga rentan terkena penyakit karena rumahnya digenangi lumpur pascabanjir. Mereka juga kekurangan air bersih.

Saat ini, kata dia, cuaca mulai panas, debu-debu pun bertebaran. Apalagi, alat berat mengangkat tanah dan kayu bekas banjir dan longsor di jalan. "Kami sudah bagikan 2.000-an masker ke masyarakat," ujar Novirman lagi.

Dia juga mengatakan kalau Dinas Kesehatan setempat sudah membuka posko-
posko kesehatan di tiga kecamatan, yaitu Sungai Pagu, Pauh Duo, dan Sangir. "Kami juga mendapatkan bantuan obat-obatan dari provinsi," ujarnya.

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Sumatera Barat, Irene, mengatakan, korban banjir yang mengalami ISPA dan penyakit kulit terus bertambah. "Diare belum ada peningkatan," kata dia.

ANDRI EL FARUQI

sumber: TEMPO.CO

Banjir Bandang Ancam Lereng Merapi-Merbabu

Banjir Bandang Ancam  Lereng Merapi-Merbabu

, KLATEN-– Pemerintah daerah diminta mengidentifikasi sungai-sungai di wilayahnya yang berpotensi menghadirkan bencana banjir bandang. Pemerintah dan juga masyarakat harus mengenalinya karena banjir bandang bersifat merusak (destruktif) dan berlangsung cukup cepat.

 “Sungai-sungai yang berhulu di lereng Gunung Merapi dan Merbabu serta di wilayah Dieng termasuk berkarakter banjir bandang,” ujar anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Kelompok Kerja Banjir dan Kekeringan, Agus Maryono.

 Agus memberikan peringatannya itu dalam forum diskusi tentang banjir bandang di Klaten, Sabtu pekan lalu. Dalam forum itu, Kepala Bidang Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pembuatan Hujan Unit Pelaksana Teknis Hujan Buatan BPPT, Tri Handoko Seto, mengungkap potensi bencana, seperti banjir bandang, tanah longsor, dan angin ribut, menjelang puncak musim hujan pada Maret mendatang.

 “Menguatnya angin di wilayah barat sejak Kamis lalu berdampak pada masifnya pertumbuhan awan di Indonesia bagian selatan, seperti Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,” ujar Tri.

 Terkait dengan kondisi itu, Agus menganggap perlu masyarakat mendapat banyak informasi khusus ihwal banjir bandang. Sungai berkarakter banjir bandang, ujar Agus, biasa berada di tekukan lereng tebing kritis dengan komposisi batuan lemah serta banyak timbunan material sisa tanah longsor dan pohon-pohon mati.

 Menurut dia, banjir bandang berpotensi memakan korban karena masyarakat sering tidak menyadari jika di daerah hulu sedang terjadi hujan deras dalam durasi lama. Selain memetakan sungai rawan banjir bandang, Agus menambahkan, pemerintah harus membuat sistem peringatan dini (early warning system).


Penjabat Bupati Klaten, Jaka Sawaldi, menyatakan pemerintahan setempat telah berupaya meminimalkan dampak banjir. Mereka meluncurkan Gerakan Kali Bersih yang melibatkan ribuan anggota masyarakat, relawan, TNI, Polri, BPBD, dan sejumlah satuan kerja perangkat daerah.

 Gerakan gotong-royong membersihkan sungai dari sampah yang dimulai sejak Sabtu lalu itu disebutkannya sudah menyasar sepanjang daerah aliran Kali Lunyu, Grogok, Jaliden, Kacang Ijo, dan Jalidin. “Dua pekan lalu banjir merendam belasan desa di Klaten. Penyebabnya adalah jebolnya sejumlah tanggul dan meluapnya sungai-sungai yang tersumbat sampah,” kata Jaka.

sumber: TEMPO.CO

Menteri Desa Marwan Jafar Perkuat Program Daerah Tangguh Bencana

Menteri Desa Marwan Jafar Perkuat Program Daerah Tangguh Bencana

JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Marwan Jafar berencana memperkuat program Daerah Tangguh Bencana guna mengurangi risiko bencana di daerah tertinggal.

Pasalnya, masih banyak daerah yang belum memiliki regulasi yang baik dalam menghadapi bencana, termasuk banjir.

"Program ini bertujuan untuk mengantisipasi kelemahan daerah dalam mengatasi bencana. Melalui program ini, kita mencoba untuk mengkonversi daerah rawan bencana menjadi daerah tangguh bencana," ujar Marwan.

Menurut Marwan, dari 122 daerah tertinggal saat ini, terdapat 96 daerah yang masuk kategori rawan bencana.
Tingginya jumlah tersebut, mendorong Menteri Marwan untuk mempercepat realisasi program tersebut.

"Karena anggaran kita terbatas, program ini akan dilakukan bertahap. Kita juga bisa manfaatkan dana desa untuk pembangunan infrastruktur yang dapat mengurangi risiko bencana," ujarnya.

Terdapat tiga esensi yang akan dilakukan dalam daerah tangguh bencana. Hal tersebut berkaitan dengan regulasi, pendekatan kelembagaan dan investasi.

"Regulasi penanggulangan bencana harus jelas. Ketika planning sudah siap, pelaksanaan secara kelembagaannya bagaimana. Kemudian investasi berkaitan dengan fasilitas seperti DAM dan sebagainya. Fasilitas yang bisa dibantu akan kita bantu, seperti halnya early warning system untuk mendeteksi bencana misalnya," ujarnya.

Selain itu, Menteri Marwan juga akan melakukan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah, melalui bimbingan teknis bencana.

Melalui hal tersebut, daerah diharapkan memiliki pemahaman dan peka terhadap bencana.

"Pemahaman dan kepekaan masyarakat dalam menghadapi bencana ini juga investasi. Akan kita bantu melalui Bimtek (Bimbingan Teknis)," ujarnya.

sumber: tribunnews