logo2

ugm-logo

Blog

Kemenpora Tantang Pemuda Menjadi Relawan Tanggap Bencana

Relawan Tenggap Bencana dan Peduli Sosial bentukan Kemenpora, Senin (23/11)

OGAN ILIR -- Para pemuda di daerah-daerah titik api didorong untuk menghijaukan kembali lahan dan hutan yang beberapa waktu lalu terbakar serta menimbulkan bencana kabut asap.

"Alhamdulillah sekarang sudah musim hujan, asap sudah hilang, api sudah padam, saatnya kita hijaukan kembali lahan yang kemarin terbakar," ujar Deputi I Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora RI Yuni Purwanti meneruskan pesan Menpora Imam Nahrawi dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Senin (23/11).

Di hadapan ratusan pemuda yang tergabung dalam Relawan Tanggap Bencana dan Peduli Sosial, Yuni mengatakan, tugas para relawan pemuda terkait bencana asap tidak boleh berhenti hanya karena hujan telah turun. Justru, katanya, saat ini menjadi awalan untuk penataan ulang penanganan musibah kabut asap yang terjadi setiap tahun.

"Sekarang kita tanam pohon, sambil menyiapkan antisipasi musibah banjir dan konsolidasi untuk penanggulangan kabut asap secara dini musim kemarau tahun depan. Semoga bisa lebih baik," tambah Yuni.

Staf Khusus Menpora Zainul Munasichin ikut menyampaikan, mulai tahun 2016, pihaknya akan menyiapkan 3.400 relawan pemuda tanggap bencana yang siaga untuk membantu penanganan bencana alam di sejumlah daerah, termasuk kabut asap.

"Mereka akan kita rekrut, kita latih dan kita tugaskan di daerah bencana, sebagai bagian dari kepeloporan dan voluntary pemuda sekaligus mem-back up BNPB," jelasnya.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaha Citra Damai bekerjasama dengan KNPI Kabupaten Ogan Ilir tersebut, Kemenpora menyerahkan santunan untuk biaya pengobatan kepada keluarga yang sempat dirawat di rumah sakit akibat kabut asap. Serta penyerahan 250 bibit pohon mahoni sumbangan dari Pertamina Foundation.

Kabupaten Ogan Ilir mendapat perhatian karena menjadi salah satu kabupaten di Sumatra yang memiliki titik api paling banyak dalam musibah kabut asap, yakni sekitar 370 titik api.

 “Memang kami membutuhkan banyak sekali tenaga-tenaga pemuda untuk ikut menanggulangi musibah asap," terang Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata Pemkab Ogan Ilir Fuadi.

sumber: REPUBLIKA.CO.ID,

BPBD Sumedang Siagakan Penanggulangan Bencana Longsor dan Banjir

BPBD Sumedang Siagakan Penanggulangan Bencana Longsor dan Banjir

SUMEDANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, sudah menyiagakan para personel dan relawan siaga bencana berikut peralatan dasar penanggulangan bencana.

Upaya itu, guna mengantisipasi terjadinya bencana alam terutama banjir dan longsor di musim hujan saat ini. Selain itu, BPBD pun akan mengirimkan surat edaran kepada semua camat untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap ancaman bencana alam. Terlebih di wilayah Kabupaten Sumedang, ada beberapa daerah yang rawan pergerakan tanah dan longsor.

“Surat edaran kepada para camat tak lama lagi akan kami kirimkan. Dengan surat edaran itu, diharapkan para camat meningkatkan kewaspadaannya terhadap ancaman bencana alam. Sekaligus juga, memantau serta melaporkan apabila terjadi bencana alam di wilayahnya, terutama banjir dan longsor,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sumedang, Ayi Rusmana ketika ditemui di kantornya, Kamis (12/11/2015).

Menurut dia, hingga kini baru ada satu laporan bencana alam dari Kecamatan Cimanggung. Bencana alam tersebut, yakni terjadinya pergerakan tanah di Dusun Cibulakan, Desa Sirnagalih.

Akibat pergerakan tanah tersebut, terjadi tanah retak sepanjang 20 meter dengan kedalaman 5 meter. Pergerakan tanah tersebut menyebabkan satu rumah warga rusak berat.

“Memang sampai sekarang, warga korban masih bertahan di rumahnya. Akan tetapi, kami sudah menyarankan kepada camat untuk segera mengevakuasi warga korban ke tempat aman, khawatir terjadi pergerakan tanah susulan,” ujar Ayi.

Kewaspadaan terhadap ancaman bencana alam banjir, pergerakan tanah dan longsor, kata dia, harus lebih ditingkatkan. Sebab, pergantian musim dan iklim tahun ini dinilai ekstrim. Sebelumnya, terjadi musim kemarau yang berkepanjangan dengan suhu udara yang cukup panas.

Kini, berganti dengan musim hujan. Perubahan cuaca yang ekstrim ini, bisa menyebabkan pergerakan tanah, terutama di daerah yang kondisi tanahnya labil. Pergerakan tanah itu, bisa memicu terjadinya longsor. “Jadi, masyarakat harus berhati-hati,” katanya.

Dikatakan, di Kabupaten Sumedang ada beberapa daerah rawan bencana banjir dan longsor. Untuk banjir, terjadi di wilayah Kec. Jatinangor dan Cimanggung. Bahkan musibah banjir tersebut menjadi langganan setiap tahunnya pada musim hujan.

Sementara daerah rawan longsor dan pergerakan tanah, di antaranya di Dusun Singkup Desa Ciherang dan daerah Anjung Tirta Kelurahan Pasanggrahan Baru, Kecamatan Sumedang Selatan.

Selain itu, di Desa Sukamaju Kec. Rancakalong, Desa Sukamukti Kec. Tanjungmedar, Desa Cipeundeuy dan Desa Cimanintin Kec. Jatinunggal serta Desa Banyuresmi Kec. Sukasari.

“Bagi warga yang ada di daerah rawan bencana ini, mesti meningkatkan kewaspadaannya. Para camat juga perlu melakukan monitoring langsung di lapangan untuk melakukan berbagai langkah antisipasi,” kata Ayi.

Lebih jauh ia menjelaskan, selain akan mengirimkan surat edaran kepada para camat, BPBD pun terus berkomunikasi secara intensif dengan sejumlah relawan siaga bencana.

Misalnya, relawan Jercy (Jatinangor Emergency Response Community) yang selalu siaga membantu penanggulangan banjir di Jatinangor dan Cimanggung dan Gares (gabungan relawan Sukasari) yang siaga mengantisipasi bencana longsor di wilayah Kecamatan Sukasari.

“Dengan para relawan di lapangan, kami selalu berkomunikasi. Bahkan mereka sudah terlatih dalam melakukan penanggulangan bencana,” ujarnya.

Ayi menambahkan, untuk persediaan logistik dan berbagai peralatan dasar penanggulangan bencana sudah disiapkan. Untuk logistik, di antaranya persediaan beras, sembako, selimut dan baju seragam.

Sementara peralatan dasar, seperti tenda darurat, pelbed, perahu karet dan alat komunikasi. Bahkan kendaraan multi fungsi yang dilengkapi dapur umum, sudah disiagakan. “Jadi, berbagai langkah antisipasi dan penanggulangan bencana alam di musim hujan saat ini sudah kami siapkan,” ucapnya. (Adang Jukardi/A-89)

sumber: PRLM

Penerbangan Delay Akibat Abu Vulkanik Gunung Rinjani

Dampak Abu Vulkanik Gunung Rinjani, 5 Penerbangan Garuda Delay, Citilink 2 Penerbangan

DENPASAR -  Sekitar Tujuh penerbangan dari dua maskapai Garuda Indonesia dan grupnya Citilink mengalami penundaan penerbangan (delay) akibat abu vulkanis Anak Gunung Rinjani, Lombok, NTT.

Tujuh penerbangan ini, untuk tujuan Jakarta dan Surabaya.

Seorang petugas Garuda mengatakan, bahwa sekitar lima‎ penerbangan dari Bali ke daerah lain yang mengalami delay.

Empat ke Jakarta dan satu ke Surabaya. Sedangkan, yang akan masuk untuk totalnya tidak diketahui. Hanya saja, ada beberapa yaitu dari Surabaya, Yogyakarta dan Jakarta.

"‎Airport close Yogyakarta sekitar pukul 22.00 Wita. Tapi, kalau untuk berapa pesawat Garuda yang masuk ke Ngurah Rai kami tidak tahu," ungkap petugas yang tidak mau disebut namanya, Selasa (3/11/2015)

Sementara itu, District Sales Manager Denpasar Citilink, Jerrymias,‎ mengatakan bahwa sekitar dua penerbangan dari maskapai Citilink yang mengalami delay.

Yaitu penerbangan untuk ke Jakarta dan Surabaya. Dan yang datang sekitar satu maskapai.

"Ada tiga, dua yang berangkat delay dan satu yang datang juga delay," ungkapnya.

Di sisi lain, Hiparkus Epi, penumpang Garuda Indonesia mengatakan, bahwa semoga saja penerbangan untuk pagi hari bisa dilakukan.

Alias, bandara Ngurah Rai dibuka. Kalau tidak maka, pekerjaannya di Jakarta pastinya akan mengalami kendala.

"Ya sudah menunggu besok pagi kalau bisa, boleh lah. Karena, nanti pukul 23.30 Wita itu juga belum jelas," ujarnya. (ang).

sumber: TRIBUN-BALI.COM

Alat Penyaring Asap FRESH ON 2015

Imam Prasojo salah seorang Dosen Universitas Indonesia dalam video ini menyampaikan Solusi untuk penyebaran asap. Rabu (21/10/2015), Imam mendapat telpon dari ahli membran ITB yaitu Prof. Dr. I Gede Wenten. Wenten berhasil membuat alat peenyaring udara dengan teknologi hollow fiber membran. Alat ini akan diproduksi massal. Alat penyaring ini terlihat sederhana dan berasal dari material Polipropilena Hidrofobik yang diletakkan di dalam tabung putih. Membran penyaring berdiameter sangat kecil yaitu 50 nanometer.

Kemudian, alat ini diberi nama Fresh On 2015 yang artinya menyegarkan oksigen dan nitrogen.Harapannya partikel asap bisa disaring dan menjadi bersih kembali. Simak video selengkapnya di sini (video).

PMI Kirim Bantuan Tanggap Darurat Bencana Kabut Asap

PMI Kirim Bantuan Tanggap Darurat Bencana Kabut Asap

SEHUBUNGAN dengan makin bertambahnya jumlah anggota masyarakat yang terkena bencana kabut asap, kehidupan dan kesehatan masyarakat masih terganggu. Untuk itu, Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan operasi tanggap darurat yang akan dilaksanakan sampai tiga bulan ke depan.

Pengiriman bantuan operasi tanggap darurat PMI ini dilepas oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, selaku Ketua Umum PMI di kantor PMI Pusat, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (29/10/2015).

"Kita ketahui bahwa bencana kebakaran hutan yang menimbulkan kabut asap ini sudah berlangsung tiga bulan. Sebenarnya PMI daerah sudah bekerja sekuat tenaga membantu, tapu setelah lihat kondisi ini makin besar, maka PMI Pusat membantu melaksanakan operasi yang lebih besar dengan mengirim bantuan dari berbagai daerah menjadi operasi nasional," jelasnya.

Operasi ini dimulai dengan pengiriman 10 kendaraan tangki air, dua alat penjernih air, sepuluh ambulans, yang dilengkapi dengan 100 ribu masker N95, 150 masker Evo, penyaring udara (air purifier), dan obat tetes mata yang akan difokuskan ke wilayah terdampak kabut asap di Sumatera. Untuk wilayah Kalimantan juga akan dikirimkan bantuan yang sama dari gudang regional PMI di Surabaya.

"Ini adalah langkah kemanusiaan yang harus dikerahkan secara bersama-sama untuk membantu secara nasional," pungkasnya.