logo2

ugm-logo

Blog

Relokasi Korban Bencana Ditarget Tuntas Empat Bulan

BANGLI,  – Pemerintah Kabupaten Bangli kini tengah berupaya menyiapkan lahan yang aman untuk merelokasi warga korban bencana alam yang selama ini tinggal di kawasan zona merah bencana. Rencananya para warga korban bencana tersebut akan direlokasi ke lahan hutan milik pemerintah yang ditukar guling dengan lahan milik warga yang terkena bencana.

Selain menyiapkan lahan, Pemkab Bangli rencananya juga bakal membantu pembangunan rumah untuk korban bencana alam yang sebagian biayanya diambil dari sumbangan para donatur.

“Kalau pindah ke daerah hutan hukumnya harus ada pengganti satu kali tiga. Satu are tanah hutan nanti ditukar dengan 3 are tanah milik warga. Tanah yang akan dibanguni rumah di tempat yang rawan diserahkan ke pemerintah, nanti pemerintah akan membebaskan hutannya,” jelasnya.

Meski sudah mendapat izin untuk memanfaatkan lahan hutan sebagai tempat merelokasi warganya, namun rencananya Bupati Made Gianyar akan menawarnya kembali. “Kita akan tawar. Karena ini bencana bukan untuk kepentingan bisnis, kita akan tawar 1-1 (satu are tanah hutan ditukar dengan satu are tanah milik warga yang terkena bencana),” ujarnya.

Kalau nantinya tidak disetujui menukar 1-1 dan hanya disetujui 1-2, maka pihak Pemkab nantinya akan berupaya mencarikan satu are lagi untuk pengganti lahan hutan milik Pemerintah.

“Mengenai lokasi lahan hutannya sejauh ini belum ada kepastian. Tim masih turun. Yang jelas lahan hutan yang akan kita mohonkan adalah lahan hutan yang tidak masuk zona merah. Kita targetkan penyiapan lahan termasuk pembangunan rumah untuk korban bencana selesai dalam waktu empat bulan,” tegasnya. (dayu rina/balipost)

Bupati Bangli I Made Gianyar saat ditemui di Posko Utama Tanggap Darurat di Kantor Camat Kintamani, menjelaskan, pasca status tanggap darurat dicabut, pihaknya sempat melakukan pertemuan dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika Sabtu lalu.

Pemprov Bali sangat memberikan perhatian besar terhadap bencana alam di Bangli dengan membantu memfasilitasi pemulihan kondisi korban, infrastruktur jalan, serta jembatan yang rusak akibat bencana alam. Hal itu dilakukan agar perekonomian masyarakat yang beberapa lebih dari sepekan terakhir tersendat akibat bencana bisa segera pulih, katanya, Minggu (19/2).

Gianyar mengatakan, dalam pertemuan itu dibahas juga soal rencana perelokasian warga korban bencana yang selama ini tinggal di kawasan zona merah bencana ke tempat yang lebih aman.

sumber: BALIPOST.com

10 Geolog Asal Jepang Tertarik dengan Gempa Bumi yang Melanda Kota Medan

MEDAN - Kabar gempa yang simultan terjadi di Sumatera ternyata sampai ke mancanegara. Bahkan, sejumlah geolog asal Jepang tertarik ingin melakukan penelitian di Sumatera Utara.

"Ada 10 ahli geologi asal Jepang yang sudah turun ke lokasi gempa. Mereka tertarik dan ingin mempelajari lebih lanjut kenapa belakangan ini gempa sering terjadi di Sumatera Utara," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Riadil Akhir Lubis, Rabu (15/2/2017).

Menurut Riadil, kedatangan ahli geologi asal Jepang ini cukup membantu tim pemantau gempa bumi di Sumatera Utara.

Para peniliti dari Sumatera Utara bisa berbagi ilmu dan informasi menyangkut antisipasi bencana gempa.

"Tentu kedatangan para geolog ini bisa memperkaya informasi menyangkut ilmu lempeng bumi bagi geolog di Sumatera. Kita juga dapat belajar, bagaimana menghadapi gempa bumi jika getarannya berkekuatan cukup besar," ungkap Riadil.

Sementara itu, tim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan turut mengirimkan tim analisisnya ke kawasan Tanah Karo, tepat di titik gempa. Mereka juga membawa suatu alat untuk mengukur aktivitas seismik di lokasi pusat gempa.

sumber: TRIBUN-MEDAN.com

Drones could save your life in a natural disaster

With Japan's track record of natural disasters, the country is understandably always on the lookout for ways to better prepare itself.

Japan is now looking to the skies, working to develop drones to help out in the case of an earthquake or other trouble.

The country last week trialled special drones mounted with speaker systems that can direct citizens to nearby evacuation areas, reports Jiji Press. These busy bees also monitor wind speeds around skyscrapers, taking images of the streets below.

With GPS built into the devices, self-flying was also tested, with the drones moving along set flight paths through the high-rise area.

The trials took place in Shinjuku, a highly populated area in Tokyo, with radio channels built specially for the test.

It's not the first attempt by Japan to use new tech for disaster prevention -- a university in the country last year looked to Oculus Rift to train citizens on how to act in the case of a tsunami, for instance. Meanwhile, drones last were in the spotlight at the Super Bowl, when Intel-powered drones lit the sky up.

Mensos Kofifah Tinjau Lokasi Bencana di Desa Songan

BANGLI, BALIPOST.com- Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, mengunjungi korban bencana alam tanah longsor di Desa Songan Kintamani, Bangli, Senin (13/2). Selain meninjau langsung lokasi longsor di Banjar Bantas, Mensos dalam kesempatan tersebut juga memberikan sejumlah bantuan kepada korban luka dan ahli waris korban meninggal.

Kedatangan Mensos Khofifah Indar Parawansa bersama sejumlah pejabat di Kementerian Sosial disambut Wabup Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Dandrem Kolonel Inf. Nyoman Cantiasa, Dandim Bangli Letkol Inf. Susanto Lastua Manurung, Kapolres dan sejumlah pejabat Pemkab Bangli dan masyarakat setempat.

Sebelum meninjau lokasi longsor di Banjar Bantas, Mensos menyempatkan diri mengecek logsitik dan meninjau langsung kondisi dapur umum serta tenda pengungsian yang lokasinya tak jauh dari setra adat setempat.

Kedatangan Mensos Kofifah menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya terhadap masyarakat yang menjadi korban bencana alam di Kintamani. Dalam kesempatan tersebut Mensos meminta masyarakat untuk sabar dan tabah atas musibah yang terjadi.

Mensos menyatakan bahwa belakangan ini Indonesia mendapat banyak ujian bencana alam seperti banjir dan longsor. Atas kondisi itu pihaknya meminnta langkah antisipasi kini harus lebih ditingkatkan.

Program kampung siaga bencana yang di inisiasi Kementerian Sosial harus dibangun dan dikuatkan kembali supaya masyarakat yang ada di daerah-daerah rawan bencana bisa lebih waspada.

Mensos mengatakan, sebagaimana hasil kajian dari asesor bahwa wilayah di kaldera Kintamani yang sebagian besar berupa lereng, masuk dalam kategori zona merah. Sehingga dibutuhkan kehati-hatian dan kewaspadaan masyrakat untuk tetap menjadikan kawasan tersebut sebagai lahan berproduksi dan hunian.

“Ketika sudah kita lihat ada longsoran tanah yang akhirnya menimbulkan korban termasuk juga ada rumah yang tertimbun tentu akan dilakukan proses asesmen kembali, di titik mana yang masih bisa dilakukan untuk bercocok tanam dan hunian dan dititik mana yang memang sudah harus dibebaskan dari hunian,” jelasnya.

Sementara, kebutuhan logistik untuk korban bencana, Mensos mengatakan, dalam kondisi darurat seperti sekarang maka Bupati bisa mengeluarkan cadangan beras pemerintah (CBP) sampai 100 ton.

“Setiap kabupaten atau kota dimana ada bencana alam dan bencana sosial, dan sudah dikeluarkan SK darurat maka bupati/walikota bisa mengeluarkan CBP sampai 100 ton. Kalau yang 100 ton sudah terpakai maka bisa mengeluarkan SK dari gubernur bisa mengeluarkan cadangan beras 200 ton. Kalau yang 200 ton pun sudah habis baru mennggunakan SK menteri sosial. Pada dasarnya bahwa pada saat tanggap darurat tidak boleh ada masyarakat yang tidak tercukupi logistiknya,” tegasnya. (dayu rina/balipost)

Data Bencana di Jakarta pada Januari 2017

Jumlah Bencana DKI

Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menunjukkan kebakaran mendominasi kejadian bencana di DKI Jakarta pada bulan lalu, Januari 2017.
Sepanjang Januari, tercatat terdapat 66 kejadian kebakaran di ibu Kota dengan total kerugian mencapai Rp 21,6 miliar dan menyebabkan 350 kepala keluarga atau 1.324 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Jakarta Januari 2017

Kebakaran di Jakarta sepanjang Januari 2017. (Foto: BPBD DKI Jakarta)
Hari ini (9/2), BPBD DKI Jakarta melalui akun Twitter-nya mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional. Menyambut Hari Pers Nasional, BPBD DKI Jakarta merilis laporan kejadian bencana yang terjadi di DKI Jakarta sepanjang Januari 2017.
Kejadian bencana yang paling banyak terjadi setelah kebakaran adalah jalan tergenang akibat banjir. Ketinggian banjir tersebut menimbulkan genangan air setinggi 10-70 sentimeter yang berdampak di 4 Kecamatan, 5 Kelurahan, 7 Rukun Warga (RW), dan 7 Rukun Tetangga (RT).

Jakarta Januari 2017

Dampak banjir Jakarta sepanjang Januari 2017. (Foto: BPBD DKI Jakarta)
Selain bencana-bencana di atas, ada pula 2 Kejadian Luar Biasa (KLB) yang terjadi di DKI Jakarta sepanjang Januari 2017. Kedua kejadian itu adalah terbakarnya Kapal Zahro Express dan tenggelamnya perahu sampan pemancing di Pulau Tidung.

Jakarta Januari 2017

KLB di DKI Jakarta sepanjang Januari 2017. (Foto: BPBD DKI Jakarta)
Selain KLB, ada pula 4 konflik sosial yang terjadi di DKI Jakarta sepanjang Januari 2017. Kejadian tersebut menyebabkan 2 warung rusak.

Jakarta Januari 2017

Konflik sosial di Jakarta sepanjang Januari 2017. (Foto: BPBD DKI Jakarta)
Banyaknya kejadian bencana, kejadian luar biasa, dan konflik sosial yang terjadi di DKI Jakarta sepanjang bulan kemarin, semoga menjadi pelajaran bagi pemerintah dan masyarakat Jakarta agar kejadian-kejadian tersebut tidak terjadi lagi.