logo2

ugm-logo

Pemkab Bima tetapkan status darurat bencana banjir

Bima, NTB (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat resmi menetapkan status tanggap darurat bencana setelah banjir bandang dan longsor melanda Kecamatan Wera dan Ambalawi.

"Bupati sudah menetapkan status siaga tanggal bencana terhitung dari 4 sampai 17 Februari mendatang," ungkap Kabag Prokopim Kabupaten Bima Syuriadin yang diwawancara ANTARA di lokasi banjir, Selasa.

Menurutnya, keputusan ini diambil untuk mempercepat penanganan dan distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak.

"Status ini untuk memastikan proses rekonstruksi dan penanganan pasca-banjir dan longsor yang terjadi di dua kecamatan tersebut," jelasnya.

Syuriadin menegaskan, penetapan status tanggap darurat itu mengacu berbagai indikator, seperti bencana banjir dan tanah longsor beruntun yang terjadi di Kabupaten Bima pada tanggal 19, 20, 23 Desember lalu dan awal Februari ini.

Pemkab Bima, lanjut Syuriadin, akan berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan dasar penduduk yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor.

Ia juga mengimbau kepada seluruh warga Bima untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan bencana yang terjadi seperti banjir bandang, angin puting beliung, hingga tanah longsor.

"Segera laporkan langsung ke BPBD, kantor camat, kantor desa, dan Babinsa, Bhabinkamtibmas apabila ada kejadian bencana di wilayah masing-masing," katanya.

Sebelumnya banjir bandang yang terjadi pada hari Minggu (2/2), menyebabkan beberapa rumah di Kecamatan Wera terhanyut, bahkan banjir bandang membuat dua desa di kecamatan itu terisolir.

Banjir itu menghanyutkan 8 orang diantaranya satu orang lansia, dua orang ibu muda beserta tiga anaknya dan seorang ibu.

Banjir juga menghilangkan puluhan traktor tangan, dan merendam puluhan hektare lahan persawahan beserta tanaman padi yang baru ditanam beberapa sebelumnya.

Pencarian terhadap korban lainnya saat masih terus dilakukan warga setempat bersama tim penyelamat, dibantu oleh petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima.

577 Jiwa Terdampak Banjir Bandang dan Longsor di Bima

BIMA, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), melaporkan sebanyak 577 jiwa dari 270 kepala keluarga (KK) terdampak akibat banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Ambalawi dan Wera, Minggu (2/2/2025).

Bencana tersebut mempengaruhi warga di 10 desa, termasuk Desa Tolowata, Rite, Nipa, Mawu, Talapiti, dan Kole di Kecamatan Ambalawi.

Sementara itu, di Kecamatan Wera, banjir berdampak pada warga di Desa Nangawera, Wora, Nunggi, dan Oi Tui.

"Hasil pendataan yang kami lakukan ada 577 jiwa yang terdampak dari 270 KK," ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bima, M Nurul Huda, saat dikonfirmasi pada Selasa (4/2/2025) malam.

Nurul Huda menambahkan bahwa bencana hidrometeorologi ini tidak hanya berdampak langsung pada warga, tetapi juga menyebabkan kerusakan signifikan, termasuk 19 unit rumah.

Rincian kerusakan mencakup delapan unit rumah yang terbawa arus banjir, lima unit yang tertimbun longsor, dan enam unit yang rusak sedang akibat luapan air.

Selain itu, infrastruktur umum juga mengalami kerusakan parah.

Tercatat enam jembatan rusak berat, tujuh bendung jebol, 400 meter saluran irigasi jebol, serta akses jalan penghubung Wera-Bima yang terkikis.

Pagar sekolah sepanjang 10 meter ambruk, dan bangunan gedung serba guna juga mengalami kerusakan berat.

"Talud permukiman warga sepanjang enam meter juga rusak akibat terjangan banjir kemarin," ujarnya.

Dalam insiden ini, lahan sawah yang sudah memasuki masa panen juga tertimbun longsor, namun luasannya masih dalam proses pendataan.

Nurul Huda menginformasikan bahwa dua hari setelah kejadian, Selasa (4/2/2025) sore, banjir kembali melanda Desa Nangawera akibat curah hujan yang tinggi.

Kondisi ini mengakibatkan penghentian sementara aktivitas pencarian lima dari delapan orang yang masih hilang.

"Banjir di Desa Nangawera terjadi lagi pukul 16.00. Upaya perbaikan jalan darurat sejak pagi tadi sampai pukul 15.00 kembali rusak akibat diterjang banjir, untuk pengungsian tidak ada," kata Nurul Huda.

BPBD Bima terus memantau situasi dan berupaya memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.

More Articles ...