logo2

ugm-logo

Manajemen Logistik Bencana

 

https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2018/08/05/0f6b496c-3ddb-4df6-a5cf-b6a944fee865_169.jpeg?w=780&q=90

Selamat berjumpa lagi pembaca website bencana kesehatan. Edisi minggu ini akan membahas tentang logistik bencana kesehatan. Manajemen logistik ini penting untuk diperhatikan karena saat terjadi bencana, bantuan yang datang berlimpah sementara di satu sisi koordinasi untuk manajemen logistik tersebut sering sekali bermasalah. Misalnya belajar dari pengalaman bencana yang terjadi di Indonesia, kerap sekali ditemukan bantuan logistik berupa obat - obatan sudah mendekati masa kadaluarsa, kemudian ada juga yang menggunakan bahasa asing misalnya bahasa Rusia atau Mandarin, dan menerima semua jenis bantuan yang datang sementara tidak dibutuhkan lagi. Hal - hal tersebut tentu berakibat fatal dalam penanganan bencana. Jika bantuan obat yang datang menggunakan bahasa lain dan dalam jumlah banyak maka penerima bantuan harus mengeluarkan biaya besar untuk menghanguskan obat tersebut.

Selanjutnya bagaimana strategi untuk mengurangi kejadian di atas? Dalam dokumen perencanaan penanggulangan bencana, salah satu komponen yang harus dilengkapi adalah Standar Prosedur Operasional (SPO). Penting menyusun prosedur manajemen logistik kesehatan pada saat bencana untuk mengatur penerimaan, penyimpanan dan pendistibusian logistik. Dalam SPO tersebut tertulis jelas alur penerimaan sampai dengan pendistribusian logistik serta wewenang penerima logistik. Wewenang yang dimaksud misalnya, penerima berhak menolak bantuan obat - obatan yang mendekati masa kadaluarsa, menggunakan bahasa lain atau obat yang tidak dibutuhkan. Penerima logistik harus melakukan pengecekan terhadap bantuan logistik dan jika logistik tersebut layak guna maka dilakukan pencatatan lengkap (jenis, jumlah, harga, masa kadaluarsa dan nama donatur). Sehingga sebaiknya yang bertugas sebagai penerima bantuan logistik adalah orang yang sudah kompeten memahami manajemen logistik tersebut. Selengkapnya Klik Disini tekait peraturan bantuan logistik pada PERKA BNPB NO. 22 tahun 2010 “Pedoman peran serta lembaga internasional dan lembaga asing non-pemerintah pada saat tanggap darurat”.

Konferensi TOPCOM Malaysia 2019

Table Top Exercise & Communication in Disaster Medicine (TOPCOM) merupakan konferensi internasional tahunan yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit Selayang, Departemen Darurat dan Trauma berkolaborasi dengan beberapa lembaga dan organisasi lain. Konferensi ini dilaksanakan pada 1 - 6 Juli 2019 di UiTM Selayang Campur, Selangor Malaysia. Pra konferensi dimulai pada 2 hari pertama (1 - 2 Juli) mencakup berbagai topik perawatan kritis, perawatan pra rumah sakit dan trauma, kedokteran taktis dan sebagainya. Kemudian dilanjutkan 4 hari berikutnya (3 - 6 Juli) sesi khusus “Temu Para Ahli” dimana peserta dapat berinteraksi langsung dengan pembicara internasional yang ahli dan berkenaan dengan pengobatan darurat dan manajemen bencana.

Konferensi ini juga menyajikan Table Top Exercise untuk memfasilitasi diskusi dan analisis konstruktif dari berbagai situasi darurat yang umumnya terjadi saat bencana. Sebuah skenario dijelaskan kepada peserta pelatihan yang kemudian akan memutuskan tindakan apa yang akan mereka ambil. Konferensi ini akan menantang pemikiran lebih dari 400 peserta secara internasional dari semua bidang perawatan kesehatan dan manajemen darurat. Selengkapnya bisa dibaca di https://www.topcommalaysia.com.  Tim Pokja Bencana Kesehatan FK - KMK UGM yang terdiri dari perwakilan  Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK dan  RSUP Dr. Sardjito juga ikut serta menghadiri konferensi ini. Mereka juga akan presentasi oral dan poster. Reportasi kegiatan konferensi akan kami sajikan di website bencana kesehatan setiap harinya. Reportase konferensi selengkapnya Klik Disini

 

More Articles ...