logo2

ugm-logo

Mengenal Gempa Bumi dan Tsunami

Selamat bertemu kembali pembaca website bencana kesehatan. Dalam kesempatan ini, kami akan membagikan buku saku gempa bumi dan tsunami yang disusun oleh BMKG. Pengantar website 2 minggu lalu sudah membahas tentang School in Earthquake Threat”. Mengenalkan gempa bumi dan tsunami di sekolah merupakan salah satu bentuk pengetahuan dasar bagi siswa. Pengetahuan dasar pengenalan gempa pada buku saku ini diantaranya apa yang dimaksud dengan gempa; skala merusak gempa bumi; dan apa yang dilakukan sebelum gempa, pada saat dan setelah gempa bumi terjadi. Salah satu yang harus dilakukan sebelum gempa terjadi adalah mengenali lingkungan sekolah dan tempat tinggal seperti memperhatikan letak pintu, lift serta tangga darurat sehingga mengetahui tempat yang aman untuk berlindung. Pada saat gempa terjadi, yang harus dilakukan misalnya jika berada dalam ruangan melindungi kepala dan badan dengan bersembunyi di bawah meja.

Selanjutnya pengetahuan dasar pengenalan tsunami diantaranya apa yang dimaksud dengan tsunami, penyebab tsunami dan langkah tanggap tsunami. Tsunami bisa terjadi ketika dasar lautan bergerak secara tiba - tiba akibat gempa tektonik, letusan gunung berapi, longsor bawah laut, dan meteor yang jatuh ke bumi. Mewaspadai gempa bumi yang kuat atau yang berlangsung lama merupakan bentuk tanggap tsunami sehingga pada saat itu juga menjauhi pantai.

Selengkapnya Klik Disini

Media in Disaster

https://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/berita-hoaks-_181011211412-721.png

Media merupakan sumber informasi tercepat dan efektif. Namun terdapat beberapa menyampaikan informasi bencana secara berlebihan yang dapat menimbulkan kepanikan masyarakat. Sering juga dijumpai informasi tidak benar yang dapat mengakibatkan kepanikan masyarakat. Informasi seputar bencana sangat harus dilakukan mengingat konsumsi informasi via media sosial yang dilakukan masyarakat termasuk tinggi. Bagaimana sebaiknya memanfaatkan media dalam penanganan bencana? Artikel berikut sudah lama namun menarik untuk dibahas. Artikel ini menekankan bahwa media memainkan peran penting dalam keadaan darurat dan bencana. Saat bencana, umumnya media digunakan untuk memperingatkan masyarakat tentang area yang tidak aman, memberitahukan kerabat bahwa seseorang aman dan mengumpulkan dana untuk bantuan bencana. Terdapat dua metode penggunaan media yaitu pertama media dapat digunakan agak pasif untuk menyebarkan informasi dan kedua melibatkan penggunaan sistematis media sosial sebagai manajemen darurat alat. Sebagian besar organisasi manajemen darurat membatasi penggunaan media sosial untuk penyebaran informasi untuk menghindari berita hoax dan penyalahgunaan gambar atau video. Selengkapnya Klik Disini

Artikel berikut tergolong artikel baru dan membahas topik yang sama yaitu pemanfaatan media sosial saat situasi emergency. Media sosial memberikan peluang untuk melibatkan warga dalam manajemen darurat. Saat tanggap darurat, individu dihadapkan pada sejumlah besar informasi tanpa menyadari validitasnya atau berisiko salah informasi. Namun pengguna biasanya cepat memperbaikinya setelah mengetahui ada kesalahan sehingga secara tidak langsung media sosial mengajarkan masyarakat untuk “kelola diri”. Selengkapnya Klik Disini

More Articles ...