Benua Eropa tengah menghadapi anomali cuaca paling mematikan dalam sejarah modern akibat terbentuknya fenomena heat dome (kubah panas). Sistem tekanan udara tinggi yang statis terperangkap di atas Eropa Barat selama berminggu-minggu, menahan sirkulasi atmosfer dan menekan udara panas ke permukaan tanah. Studi dari lembaga sains World Weather Attribution (WWA) menegaskan bahwa fenomena ini murni dipicu oleh pemanasan global akibat emisi bahan bakar fosil, bukan karena siklus alamiah El Nino. Karakteristik gelombang panas tahun 2026 ini sangat tidak biasa karena menggabungkan suhu ekstrem di atas 40°C dengan tingkat kelembapan udara tertinggi yang pernah tercatat. Kombinasi ini memicu kondisi heat stress (stres panas) parah karena keringat manusia tidak dapat menguap dengan efektif untuk mendinginkan suhu tubuh secara alami. Para ilmuwan menyatakan peristiwa ekstrem ini hampir mustahil terjadi di bulan Juni tanpa adanya intervensi kerusakan iklim oleh aktivitas manusia.
Sumber: Fortune IDN | World Weather Attribution

