logo2

ugm-logo

Anak Krakatau Kembali Mengingatkan: Indonesia Hidup di Atas Ring of Fire

Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali mengingatkan bahwa Indonesia hidup di tengah ancaman bencana geologi, dengan erupsi menerus yang berlangsung sekitar 25 jam pada 4–6 September 2026 dan status gunung api masih berada pada Level III (Siaga). Dampak erupsi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas vulkanik, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, transportasi, keselamatan, dan aktivitas sosial-ekonomi. Sebagai negara yang berada di kawasan Ring of Fire dengan banyak gunung api aktif, Indonesia perlu memandang erupsi sebagai ancaman yang membutuhkan kesiapan sistem secara menyeluruh. Bagi sektor kesehatan, abu vulkanik, pengungsian, gangguan layanan, kebutuhan obat dan logistik, surveilans penyakit, kesehatan mental, serta perlindungan kelompok rentan dapat muncul secara bersamaan. Karena itu, manajemen krisis kesehatan dan Health Emergency Operation Center (HEOC) menjadi penting untuk memastikan informasi kebencanaan dapat diterjemahkan menjadi keputusan dan koordinasi operasional yang cepat. Indonesia mungkin tidak dapat menghentikan gunung api untuk erupsi, tetapi Indonesia dapat memastikan sistem kesehatannya tidak ikut “erupsi” ketika krisis datang.

Selengkapnya:

1.     Berita:

2.     Jurnal: https://doi.org/10.3389/fpubh.2025.1658384 

 

Para Relawan Datang, Siapa yang Mengatur? HEOC dan Seni Mengelola Tenaga Kesehatan Saat Bencana

tim ahs NTT h22 1

Ketika bencana terjadi, tenaga kesehatan dan relawan bergerak untuk membantu masyarakat terdampak, tetapi mobilisasi tanpa koordinasi dapat membuat sumber daya tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Pada respons gempa Nusa Tenggara Timur, misalnya, Kementerian Kesehatan memberangkatkan 206 Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) untuk memperkuat layanan di enam wilayah terdampak berat. Di sinilah Health Emergency Operation Center (HEOC) memiliki peran penting dalam mengoordinasikan informasi, sumber daya, penempatan, dan pergerakan tenaga kesehatan agar respons lebih tepat sasaran. Kajian tentang PHEOC di Indonesia juga menunjukkan bahwa pusat operasi kedaruratan kesehatan dibutuhkan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus mendukung mobilisasi sumber daya pada tingkat regional. Karena itu, keberhasilan respons bencana bukan hanya ditentukan oleh berapa banyak tenaga yang dapat dikerahkan, tetapi apakah tenaga dengan kompetensi yang tepat dapat ditempatkan di lokasi yang benar sesuai kebutuhan. HEOC menjadi simpul penting yang mengubah data kebutuhan di lapangan menjadi keputusan operasional.

Selengkapnya:

1.     Berita: https://www.kemkes.go.id/id/kemenkes-terjunkan-206-relawan-tck-pulihkan-layanan-kesehatan-korban-gempa-ntt     

2.     Jurnal: https://doi.org/10.3389/phrs.2023.1604899

More Articles ...