PKMK-Bogor. National Critical Care and Trauma Response Centre (NCCTRC), sebuah lembaga kesiapsiagaan bencana di bawah Pemerintah Australia bekerja sama dengan MULTHEOR (Multi Country Training and Knowledge Hub for Health Emergency Operational Readiness) Universitas Pertahanan Indonesia mengadakan pelatihan bertajuk “Training Public Health Emergency” pada 11-12 Desember 2024 bertempat di Aula Serbaguna Fakultas Farmasi Militer Universitas Pertahanan RI.
Blog
Reportase
Acara Puncak dan Doa Bersama Peringatan 20 Tahun Tsunami Aceh di Meulaboh
Kamis, 26 Desember 2024
PKMK-Meulaboh. Tim Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada hadir di Meulaboh untuk mengikuti rangkaian acara peringatan 20 tahun tsunami Aceh. Acara ini diadakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Barat dan dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas Bupati Aceh Barat, Danrem 012 Teuku Umar, Ketua DPRK Aceh Barat, dan Dandim 0105 Aceh Barat, perwakilan Polres Aceh Barat, Sekda Kabupaten Aceh Barat, dan para jajaran Pemerintah Daerah kabupaten Aceh Barat. Acara bertempat di Babul Jannah, Meulaboh pada Kamis, 26 Desember 2024.

Sebelum hadir ke tempat puncak acara peringatan, seluruh delegasi tim Universitas Gadjah Mada dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berkumpul di Kantor Bupati Aceh Barat. Di kantor tersebut, tim Universitas Gadjah Mada berkesempatan melakukan advokasi sistem kesehatan di Kabupaten Aceh Barat khususnya Meulaboh serta memaparkan hasil diskusi yang telah dilaksanakan pada 25 Desember 2024 kepada Pelaksana Tugas Bupati Aceh Barat. Kemudian, seluruh rombongan beranjak menuju lokasi tabur bunga dan ziarah kubur tempat bersemayamnya seluruh korban tsunami di wilayah Meulaboh. Rombongan lalu menuju Masjid Babul Jannah untuk mengikuti acara puncak peringatan 20 tahun tsunami di Aceh Barat.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Tengku Ikhwan dilanjutkan dengan shalawat dan dzikir bersama. Selanjutnya, dipimpin oleh Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D menampilkan video dokumentasi rekam jejak kegiatan FK UGM dan RSUP Dr. Sardjito pada fase tanggap darurat dan pemulihan pasca bencana tsunami Aceh 2004. Prof. Laksono juga memperkenalkan tim yang hadir pada acara antara lain Dr. dr. Bambang Hasta Yoga, Sp.KJ; Santo Tri Wahyudi, Ns., S.Kep; dan Dr. dr. Ida Safitri Laksanawati, Sp.A(K). Pihaknya menyampaikan bahwa selain tim yang hadir di Masjid Babul Jannah, terdapat tim lain yang menghadiri undangan rektor Universitas Teuku Umar untuk melakukan audiensi dan penjajakan kerjasama.

Kemudian, sesi dilanjutkan oleh Abdul Roni, S.Pd., M.Pd selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Aceh Barat dan merupakan Ketua Panitia Kegiatan memberikan laporan pelaksanaan kegiatan. Selesainya penyampaian laporan, dilakukan kegiatan pemberian santunan kepada kaum disabilitas oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Barat dan FK-KMK UGM. Acara kemudian diakhiri dengan tausiyah, dzikir, dan doa bersama yang dipimpin oleh Ust. Abdullah Akib, Lc., Al Hafidz.

Seusai acara, tim FK-KMK UGM diundang untuk melakukan kenduri atau makan bersama seluruh perangkat Pemda Kabupaten Aceh Barat dengan hidangan khas Meulaboh dan berbincang serta bersilaturahmi bersama para undangan dan tokoh publik yang hadir pada acara tersebut. Acara berjalan dengan lancar dan menguatkan memori perjuangan saat bencana tsunami Aceh melanda serta bagaimana upaya pertumbuhan dan perkembangan sistem kesehatan di Aceh Barat harus terus digaungkan.
Reporter: dr. Alif Indiralarasati (PKMK UGM)
Reportase Seminar Peringatan 20 Tahun Tsunami Aceh
“Rekam Jejak Manajemen Bencana Kesehatan Pasca Tsunami: Bagaimana Perkembangan Sistem Manajemen Kesehatan di Indonesia dalam Menghadapi Bencana dan Krisis Kesehatan”
PKMK - (Senin, 23 Desember 2024) Banda Aceh. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala dan Tsunami Disaster Management Center (TDMRC) Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala mengadakan seminar peringatan 20 tahun tsunami Aceh dengan tema “Rekam Jejak Manajemen Bencana Kesehatan Pasca Tsunami: Bagaimana Perkembangan Sistem Manajemen Kesehatan di Indonesia dalam Menghadapi Bencana dan Krisis Kesehatan”. Seminar ini dilaksanakan di Aula Gedung D Lantai 2 Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala dan disiarkan secara langsung melalui Zoom meeting dan Youtube. Hingga akhir acara, sekitar 500 peserta hadir secara daring dan 150 peserta hadir secara luring.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan oleh Dekan FK Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. dr. Safrizal Rahman, M.Kes., Sp.OT yang menyampaikan apresiasi atas upaya tim Universitas Gadjah Mada untuk hadir dan menginisiasi kegiatan ini. Sebuah momentum yang berharga untuk dapat bertemu kembali dengan para punggawa dan inisiator program bantuan dan pendampingan pada masa pasca tsunami Aceh 2004. Sambutan kedua diberikan oleh Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH selaku Dekan FK-KMK UGM yang menyampaikan bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan menjadi kunci dan dasar kerjasama yang terbentuk di atas api optimisme masyarakat Aceh sehingga menjadi pemantik dalam perkembangan sistem manajemen bencana kesehatan di Indonesia. Beliau juga menambahkan bahwa seminar ini dapat menjadi dasar untuk merumuskan perjalanan ke depan dan inisiatif baru di dunia pengetahuan, kebijakan, dan praktik manajemen bencana kesehatan di Indonesia.

Prof. Yodi kemudian melanjutkan dengan penyampaian pengantar seminar dengan judul “Institutionalizing Disaster Health Management in Higher Education Institutions”. Pada 2004, belum banyak orang yang memikirkan bagaimana manajemen bencana kesehatan di masa respon tanggap darurat. UGM termasuk dalam pionir dalam ilmu dan praktik baik ini. Setelah respon pada bencana tsunami Aceh 2004, civitas akademika UGM terus terlibat dalam penanggulangan bencana dan mengembangkan institusionalisasi manajemen bencana kesehatan di dalam kurikulum bagi pendidikan sarjana. Tak hanya itu, UGM juga melakukan penguatan di berbagai level. Seperti UGM, pihaknya menyampaikan bahwa USK juga telah berupaya dalam proses institusionalisasi manajemen bencana kesehatan. Namun, karena belum ada kebijakan yang mengikat maka proses melembagakan ini masih dapat berubah. Terdapat enam pilar yang dapat membantu proses ini, antara lain; governance, SOP, leadership and commitment, resources, budaya, kerjasama dan dukungan serta aksi kolektif.

Memasuki acara utama, yakni talkshow sesi satu bertajuk “Kontribusi Akademi dalam Perkembangan Kurikulum Manajemen Bencana Kesehatan untuk Pendidikan Tenaga Kesehatan” yang dipandu oleh dr. Rovy Pratama, MBA. Dalam sesi ini, pembicara pertama, Dr. dr. Safrizal Rahma, M.Kes., Sp.OT selaku Dekan FK USK menuturkan bagaimana implementasi kurikulum manajemen bencana kesehatan di tingkat sarjana, pascasarjana, dan pendidikan doktor di FK USK yang menjawab pentingnya pendidikan ini dilakukan karena tingginya risiko dan besarnya ancaman di Indonesia yang menuntut kesiapsiagaan setiap waktu. Kedua, Direktur Poltekkes Aceh, Dr. Abdurrahman, SKP., M.Pd, bahwa Poltekkes Aceh yang tersebar di 8 area berbeda memiliki visi besar untuk menjadi center of excellence pusat studi manajemen kebencanaan di Indonesia. Maka, untuk mencapai visi tersebut, kurikulum yang tertata telah diimplementasikan di 7 jurusan dan 21 program studi. Terakhir, Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc., Ph.D menyampaikan bagaimana UGM dahulu bergerak dari aksi menuju sains padahal perguruan tinggi memiliki modal dan sarana prasarana untuk membantu mitigasi dan penanggulangan secara baik. Maka, kini, dengan pertumbuhan keilmuan yang semakin pesat, sudah saatnya sistem manajemen bencana kesehatan bergerak dari sains menuju aksi yang nyata, berdasar keilmuan, dan berdampak.

Talkshow sesi kedua dengan topik “Rekam Jejak Dinas Kesehatan, Organisasi, dan Kementerian Kesehatan dalam Perkembangan Sistem Manajemen Bencana Kesehatan” dipimpin oleh apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid. Pemateri pertama, Herlina, SKM., MPH. selaku Kepala Seksi Yankes primer dan Kestra Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, menyampaikan bagaimana transformasi sistem kesehatan terjadi di Dinas Kesehatan Provinsi Aceh selama 20 tahun terakhir dan bagaimana sistem kesiapsiagaan terus diupayakan oleh segenap pihak bekerja sama dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dan berbagai sektor. Kedua, Dr. apt. I Gede Made Wirabrata, S.Si, M.Kes, MM, MH perwakilan dari Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, menjelaskan bagaimana pengelolaan krisis kesehatan telah berkembang di Indonesia dan rencana serta program-program untuk memperkuat ketahanan tanggap darurat di Indonesia yang telah terlaksana dan langkah ke depan. Pemateri ketiga, Sutono, S.Kp., M.Sc., M.Kep selaku Ketua Pokja Bencana FK-KMK UGM memaparkan bagaimana peran Pokja Bencana dalam kerangka Academic Health System berkontribusi untuk penguatan dan pengembangan sistem manajemen bencana kesehatan melalui berbagai pelatihan peningkatan kapasitas yang diinisiasi dengan berjejaring dalam kerangka AHS, peran dalam fase respon dengan berkolaborasi bersama lintar institusi, serta riset implementatif yang telah dilakukan sebagai aktualisasi dari Tri Dharma perguruan tinggi.

Tak kalah menarik, sesi talkshow terakhir dalam rangkaian seminar ini mengangkat pembahasan mengenai “Perkembangan RS dalam Sistem Manajemen Bencana Kesehatan” yang dipandu oleh dr. Meilya Silvalila, Sp.EM, KPEC., FICEP. Dalam sesi ini, Prof. Dr. dr. Azharuddin, Sp.OT(K)Spine., FICS selaku Ketua PERSI Aceh dan narasumber pertama menyampaikan bagaimana konsep safe hospital diterapkan di Provinsi Aceh berkembang sejak 2004 hingga saat ini. Meskipun secara regulasi telah dituangkan dan diwajibkan bagi rumah sakit memiliki dokumen perencanaan kesiapsiagaan atau Hospital Disaster Plan (HDP), namun jika dilakukan pemetaan bisa jadi belum banyak yang sudah melaksanakan hingga tahap simulasi atau pengembangan kapasitas bagi tenaga kesehatan medis dan non medis di institusinya. Di sisi lain, para staf di rumah sakit tempatnya bekerja harus mengetahui kapasitas institusinya agar dapat memahami dan merencanakan tindakan yang tepat ketika terjadi situasi bencana dan krisis kesehatan. Kemudian, dr. Hendro Wartatmo, Sp.B-KBD selaku anggota Pokja Bencana FK-KMK UGM dan konsultan manajemen bencana kesehatan menyatakan bagaimana upaya untuk membantu rumah sakit mempersiapkan diri dan mengimplementasikan dokumen perencanaannya dengan menyusun pedoman penyusunan HDP.
Di akhir sesi seminar, Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D selaku Guru Besar FK-KMK UGM menyampaikan rumusan dan kesimpulan dari kegiatan ini. 20 tahun adalah periode yang cukup panjang. Prof Laksono menekankan pentingnya mengingat kembali peristiwa yang telah terjadi, jangan sampai lupa dan melupakan kejadian tersebut. Momentum ini untuk mengingatkan kembali dan menjadi pemantik bagi universitas yang membawa obor pengetahuan agar tidak hanya menjadi penonton namun menjadi aktor yang aktif berperan dalam mengatasi masalah kesehatan, khususnya manajemen bencana kesehatan di Indonesia. Maka, pengembangan kapasitas, knowledge management, knowledge practice, dan knowledge dissemination harus terus dilakukan oleh para akademisi dan civitas akademik di institusi pendidikan tempatnya berada.
Selama sesi talkshow dan penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab terus dijalankan dan berjalan dengan hangat. Para partisipan terlibat aktif di dalam forum dan dengan besarnya angka partisipasi, diharapkan dampak dari seminar ini dapat menjadi pemantik bersama bahwa perkembangan sistem manajemen bencana kesehatan di Indonesia harus terus dilanjutkan dan dikembangkan untuk membentuk ketahanan dalam menghadapi bencana dan krisis kesehatan.
Reporter: dr. Alif Indiralarasati (PKMK UGM)
Reportase
Diskusi Riset Manajemen Bencana dan Dampaknya di Sektor Kesehatan:
Refleksi 20 Tahun Pasca Tsunami Aceh
Forum Alumni, Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran-Kesehatan FK-KMK UGM dan Program Studi Doktor Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala
Selasa, 24 Desember 2024 | Pukul 08.00-16.00 WIB
PKMK-Banda Aceh. Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran-Kesehatan FK-KMK UGM bekerja sama dengan Program Studi Doktor Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) mengadakan kegiatan diskusi riset bertajuk “Manajemen Bencana dan Dampaknya di Sektor Kesehatan: Refleksi 20 Tahun Pasca Tsunami Aceh” bertempat di Aula Gedung D Lantai 2 FK USK. Acara juga disiarkan secara langsung melalui Zoom meeting dan kanal Youtube FK-KMK Official.

Kegiatan dibuka dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Sambutan Alumni Program Studi Doktor FK-KMK UGM/ Ketua Program Studi Doktor FK USK yakni Prof. Dr. dr. Herlina Dimiati, Sp.A(K) yang menyampaikan harapan untuk perbaikan prodi doktoral di FK USK dan kolaborasi riset seperti yang menjadi impian para guru besar baik FK-KMK UGM dan FK USK. Sambutan juga disampaikan oleh Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si selaku Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama yang menekankan pentingnya kolaborasi untuk knowledge management terutama di bidang manajemen bencana kesehatan.
Selanjutnya, Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc., Ph.D memberikan pengantar kegiatan dengan judul “Kontribusi Riset Manajemen Bencana dan Dampaknya di Sektor Kesehatan”. Meski terdapat beberapa tantangan dalam mengembangkan riset manajemen bencana kesehatan, sejak tahun 1976 hingga 2023 ditemukan pertumbuhan riset yang menjanjikan di bidang ini. Melalui sains, dapat memberi manfaat jangka panjang, kolaborasi interdisipliner, meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam fase mitigasi hingga rehabilitasi dalam bencana kesehatan.

Memasuki agenda pertama, yakni diskusi panel dengan tajuk “Riset di bidang Kesehatan Masyarakat dan Kebijakan Manajemen Kesehatan dan Gizi serta Dampaknya untuk Kebijakan Publik”. Sesi ini dipandu oleh Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D. Sebagai narasumber antara lain Prof. dr. Azharuddin, Sp.OT(K)Spine, FICS. yang membahas “Kesiapan Rumah Sakit dalam Menghadapi Bencana Internal dan Eksternal”; Prof. Dr. dr. Sulaiman Yusuf, Sp.A(K). tentang “Imunisasi Anak Pada Saat Bencana”; Prof. Dr. dr. Rajuddin, Sp.OG(K)Fer mengenai “Kesehatan Reproduksi Saat Bencana”; dan Prof. Dr. dr. M. Yani, M.Kes., Sp.KKLP. mengenai “Ide-ide, Topik Riset Kesehatan Masyarakat” khususnya mengenai Jaminan Kesehatan Nasional.

Berikutnya, diskusi panel berjudul “Riset di Bidang Keperawatan dan Pendidikan Kedokteran-Kesehatan serta Dampaknya bagi Kebijakan Publik” dengan moderator Dr. Fitri Haryanti, S.Kp., M.Kes. Sesi ini dibersamai oleh empat narasumber antara lain Prof. Dr. Hajjul Kamil, S.Kp., M.Kep tentang “Kepemimpinan Perawat dalam Manajemen Bencana”; Dr. Ns. Wirda Hayati, M.Kep. mengenai “Pendidikan dan Kesiapsiagaan Bencana oleh Perawat Komunitas”; dan Prof. Dr. dr. Taufik Suryadi, Sp.F(K)., Dipl.BE tentang “Aspek Etik dalam Penanggulangan Bencana”.

Sesi ketiga, dipimpin oleh Dr. dr. Ida Safitri Laksanawati, Sp.A(K) dengan judul topik “Riset di Bidang Biomedis dan Klinis, serta Keterkaitannya dengan Kebijakan Publik”. Sesi ini mengundang narasumber antara lain Prof. Dr. dr. Kurnia Fitri Jamil, Sp.PD-KPTI dengan materi “Emerging and Re-Emerging Infectious Disease : The Role of Clinical Research, Laboratory in Early Diagnosis and Its Prevention”; dr. Harapan, DTM&H, M.Infect.Dis., Ph.D tentang “Infectious Disease Research: What Have Been Done and What Need to Be Done?”; Prof. Dr. dr. Maimun Syukri, Sp.PD-KGH dengan materi “Disaster Preparedness for Haemodialysis Patients”; dan Prof. Dr. dr. Dessy Rahmawati Emeril, Sp.S dengan materi “Regenerative Medicine for Pain Management”.

Sesi terakhir dengan topik “Pengembangan Agenda Riset Bersama (UGM-USK) untuk Sistem Kesehatan dan Bencana berdasarkan UU Kesehatan 2023” menjadi penutup rangkaian disusi riset dengan dipandu oleh Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., MSi. Pemateri di sesi ini antara lain Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D dengan judul materi “Pengembangan Agenda Riset Bersama (UGM-USK) untuk Sistem Kesehatan dan Bencana berdasarkan UU Kesehatan 2023”; Prof. Dr. dr. Herlina Dimiati, Sp.A(K) mengenai “Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran FK USK”; Prof. Dr. dr. Syahrul, Sp.S(K) mengenai “Manajemen Pendidikan dan Sumber Daya Manusia”; serta dr. Nelly Marisa, M.Biomed mengenai “Bagaimana Upaya Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat Banda Aceh dalam Mendukung Riset S3”.

Di akhir acara, Prof. Adi Utarini menyampaikan penutup mengenai pengembangan agenda riset S3 kerjasama antara UGM dan USK. Prof. Adi Utarini menyampaikan bagaimana acara ini dapat berlangsung dan dukungan berbagai pihak. Dari diskusi ini, ditemukan ide-ide awal yang dapat dikembangkan menjadi riset S3 dan harapannya tindak lanjut dari diskusi dapat direalisasikan dan kerjasama diteruskan antara UGM dan USK.
Reporter: dr. Alif Indiralarasati (PKMK UGM)
Reportase
“Silaturahmi dan Diskusi Tim Universitas Gadjah Mada dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Barat”
Rabu, 25 Desember 2024
PKMK-Meulaboh. Tim Universitas Gadjah Mada yang terdiri dari perwakilan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan dan Fakultas Psikologi, dibersamai perwakilan dari RSUP Dr. Sardjito berkunjung ke Kabupaten Meulaboh dan melakukan silaturahmi serta diskusi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Barat. Tim Universitas Gadjah Mada yang terdiri dari 22 orang yang sebelumnya telah berkegiatan di Banda Aceh, melanjutkan perjalanan untuk memperingati 20 tahun tsunami Aceh 2004 dan melakukan napak tilas jejak perjuangan dan karya yang telah dihasilkan dalam rentang waktu empat tahun pasca bencana tsunami di Meulaboh.

Diskusi dalam pertemuan tersebut dipimpin oleh Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D yang memulai dengan perkenalan seluruh perwakilan UGM yang hadir mulai dari Dekan Fakultas Psikologi, Wakil Dekan bidang Kerjasama Alumni dan Pengabdian kepada Masyarakat FK-KMK UGM, para guru besar, klinisi, dan dosen yang pernah terlibat dalam misi tsunami Aceh 2004-2008. Dalam diskusi tersebut dijelaskan kilas balik perjalanan tim UGM dengan pemutaran video dan penyampaian langsung dari para delegasi yang hadir. Tujuan utama dari kegiatan tersebut untuk menilik kembali hasil kerja tim UGM setelah 20 tahun berkecimpung membantu bangkitnya kembali Meulaboh serta membahas tantangan, peluang, dan solusi untuk pertumbuhan dan perbaikan Meulaboh serta Aceh Barat ke depannya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Aceh Barat diwakili oleh Marhaban, S.E., M.Si yang merupakan Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Barat, Syarifah Junaidah, SKM., M.Si selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat, dr. Ilum Anam, Sp.PD-KGEH selaku Direktur Utama RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh. Disampaikan bahwa hasil karya tim UGM sangat membantu dalam proses rehabilitasi dan restrukturisasi sistem kesehatan yang ada di Aceh Barat, khususnya Meulaboh. Pemerintah Aceh Barat juga menerima dengan tangan terbuka kesempatan untuk terus bekerjasama dan berkolaborasi dengan UGM.

Di akhir acara, tim UGM memberikan kenang-kenangan berupa buku perjalanan misi tsunami Aceh dengan harapan menjadi bukti nyata karya-karya dan upaya yang telah dilakukan oleh FK UGM, RSUP Dr. Sardjito, dan Fakultas Psikologi dalam membangun Meulaboh dan Aceh Barat.
Reporter: dr. Alif Indiralarasati (PKMK UGM)
More Articles ...
- Reportase “Training Public Health Emergency"
- Webinar Konsepsi Manajemen Bencana Kesehatan Dan Implementasi Dalam Kurikulum Pendidikan Bagi Calon Tenaga Kesehatan
- Reportase Pelatihan Manajemen Emergency Medical Team (EMT) Batch 2
- Reportase Finalisasi Pendampingan Penyusunan “Dinkes Disaster Plan” Kabupaten Magelang

