logo2

ugm-logo

Blog

Reportase

Persiapan tim Pokja Bencana FK-KMK UGM untuk Peringatan 20 tahun Tsunami Aceh di Meulaboh dan Banda Aceh


 

Hari 1

 

Persiapan Keberangkatan

Pasca tsunami Aceh 2004, tim Pokja Bencana FK-KMK UGM telah mencoba untuk memfasilitasi rehabilitasi dan konstruksi sistem kesehatan di Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Barat (Meulaboh). Menyambut peringatan 20 tahun terjadinya tsunami, tim UGM akan melakukan napak tilas respon Bencana 2004 yang lalu. Tim UGM kemudian mengirimkan tim aju yang bertujuan untuk (1). Mempersiapkan peringatan acara 20 tahun bencana tsunami Aceh (2004-2024) berupa penyusunan video testimoni dari penerima manfaat tim respon bencana UGM dan pendampingan UGM selama masa rehabilitasi pasca tsunami Aceh 2006-2009 dan acara seminar tanggal 23 Desember 2024; (2). Mengadvokasi perkembangan kebijakan dan penanganan manajemen bencana sektor kesehatan di rumah sakit dan dinas kesehatan (merencanakan kemungkinan acara peningkatan kapasitas terkait rencana kesiapsiagaan bencana di RSUD dan Dinkes dan jadwal konkritnya sebagai bagian dari institutional legacy UGM ke Aceh Barat). Tantangan pertama yang dihadapi tim UGM adalah dalam menentukan (1) Personel tim aju yang akan diberingkatkan untuk persiapan; (2) Stakeholder yang akan dijumpai di Meulaboh dan Banda Aceh; (3). Rute keberangkatan secara detail memperhatikan dan menyesuaikan personel yang diberangkatkan.

 aceh30th

Gambar 1: Dua alternatif keberangkatan ke Meulaboh mempertimbangkan feasibilitas jadwal dan rute tersingkat.

Berdasarkan hasil rapat tim Pokja Bencana FK-KMK bersama tim FK Universitas Syah Kuala (Prof. Dr. dr. M. Yani, MKes, PKK, SpKKLP dan dr Okta), tim yang diberangkatkan adalah dr. Hendro Wartatmo, Sp.B-KBD, Dr. dr. Hasta Yoga, Sp.KJ., apt. Gde Yulian, M.Epid., dengan jadwal keberangkatan 27 Augustus 2024. Mengingat kesibukan dan rutinitas tim, serta kompleksitas birokrasi di FK-KMK, jadwal keberangkatan disesuaikan menjadi 9 September 2024 dengan menempuh rute Yogyakarta-Jakarta menggunakan kereta malam selama 7 jam, Jakarta-Banda Aceh dengan pesawat selama 3 jam dan Banda Aceh- Meulaboh dengan jalan darat selama 5 jam.

 

Dokumen KAK Persiapan

 

Peringatan 20 tahun Tsunami Aceh di Meulaboh dan Banda Aceh

 

 

SEPTEMBER

Hari 1

 

Persiapan Keberangkatan

Pasca tsunami Aceh 2004, tim Pokja Bencana FK-KMK UGM telah mencoba untuk memfasilitasi rehabilitasi dan konstruksi sistem kesehatan di Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Barat (Meulaboh). Menyambut peringatan 20 tahun terjadinya tsunami, tim UGM akan melakukan napak tilas respon Bencana 2004 yang lalu. Tim UGM kemudian mengirimkan tim aju yang bertujuan untuk (1). Mempersiapkan peringatan acara 20 tahun bencana tsunami Aceh (2004-2024) berupa penyusunan video testimoni dari penerima manfaat tim respon bencana UGM dan pendampingan UGM selama masa rehabilitasi pasca tsunami Aceh 2006-2009 dan acara seminar tanggal 23 Desember 2024; (2). Mengadvokasi perkembangan kebijakan dan penanganan manajemen bencana sektor kesehatan di rumah sakit dan dinas kesehatan (merencanakan kemungkinan acara peningkatan kapasitas terkait rencana kesiapsiagaan bencana di RSUD dan Dinkes dan jadwal konkritnya sebagai bagian dari institutional legacy UGM ke Aceh Barat). Tantangan pertama yang dihadapi tim UGM adalah dalam menentukan (1) Personel tim aju yang akan diberingkatkan untuk persiapan; (2) Stakeholder yang akan dijumpai di Meulaboh dan Banda Aceh; (3). Rute keberangkatan secara detail memperhatikan dan menyesuaikan personel yang diberangkatkan.

 aceh30th

Gambar 1: Dua alternatif keberangkatan ke Meulaboh mempertimbangkan feasibilitas jadwal dan rute tersingkat.

Berdasarkan hasil rapat tim Pokja Bencana FK-KMK bersama tim FK Universitas Syah Kuala (Prof. Dr. dr. M. Yani, MKes, PKK, SpKKLP dan dr Okta), tim yang diberangkatkan adalah dr. Hendro Wartatmo, Sp.B-KBD, Dr. dr. Hasta Yoga, Sp.KJ., apt. Gde Yulian, M.Epid., dengan jadwal keberangkatan 27 Augustus 2024. Mengingat kesibukan dan rutinitas tim, serta kompleksitas birokrasi di FK-KMK, jadwal keberangkatan disesuaikan menjadi 9 September 2024 dengan menempuh rute Yogyakarta-Jakarta menggunakan kereta malam selama 7 jam, Jakarta-Banda Aceh dengan pesawat selama 3 jam dan Banda Aceh- Meulaboh dengan jalan darat selama 5 jam.

 

Dokumen KAK Persiapan

 

Reportase “Pelatihan Penyusunan Dinas Kesehatan (Dinkes) Disaster Plan Kabupaten Magelang”

Selasa-Kamis, 9-11 Juli 2024

ddp magelang 1

PKMK-Magelang. Kelompok Kerja Bencana (Pokja Bencana) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) diundang oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang untuk memberikan pelatihan untuk menyusun dokumen Dinkes Disaster Plan. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Rapat Hotel Armada Town Square selama tiga hari pada Selasa, 9 Juli 2024 hingga Kamis, 11 Juli 2024.

Dalam kegiatan tersebut, Pokja Bencana menyampaikan materi dan pendampingan penugasan sebagai inisiasi dalam penyusunan dokumen tersebut di dinas kesehatan. Materi yang disampaikan antara lain Konsep Penanganan Bencana dan Krisis Kesehatan di Daerah dan Kebijakan dan Komponen Penyusunan Dinkes Disaster Plan, Sistem Komando dan Pengorganisasian, Analisis Risiko dan Pengembangan Skenario, Standar Pelayanan Minimal berdasarkan kapasitas Dinkes, Logistik Medik dan Manajemen Relawan, SOP dan Penentuan Fasilitas untuk Bencana, serta materi mengenai Data Informasi, Form dan Peta Respon. Tim Pokja Bencana yang hadir antara lain Sutono, S.Kp., M.Sc., M.Kep.; Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid; dr. Bella Donna, M.Kes; Happy R. Pangaribuan, SKM., MPH.; dan dr. Alif Indiralarasati.

ddp magelang 2

Pada hari ketiga pelatihan, kegiatan difokuskan pada penugasan dan penyusunan outline dokumen Dinkes Disaster Plan yang difasilitasi oleh dr. Bella Donna, M.Kes; Happy R. Pangaribuan, SKM., MPH; dan dr. Alif Indiralarasati. Di dalam sesi tersebut peserta yang merupakan tim penyusun pedoman dibagi menjadi tiga kelompok yang terdiri dari kelompok struktur organisasi, kelompok analisis risiko dan pengembangan skenario, serta kelompok fasilitas saat bencana. Di akhir kegiatan, disusun rencana tindak lanjut oleh peserta. Disimpulkan bahwa akan dilaksanakan pendampingan penyusunan pedoman Dinkes Disaster Plan hingga terbentuk dokumen yang ditargetkan selesai pada November 2024. Para peserta sangat antusias dan menilai bahwa materi serta sesi yang diberikan oleh Pokja Bencana FK-KMK UGM implementatif dan membantu dalam memahami dan menyusun pedoman. Mereka berharap FK-KMK UGM dapat terus melakukan pendampingan hingga dokumen dapat tersusun.

Reporter: dr. Alif Indiralarasati (Divisi Manajemen Bencana Kesehatan, PKMK)

Reportase

FIELD TRAINING EXERCISE (FTX) PUBLIC HEALTH EMERGENCY OPERATION CENTER (PHEOC)

DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Manajemen Bencana PKMK UGM

Selasa-Kamis, 27-29 Agustus 2024


PKMK-Yogyakarta – Uji coba pedoman berupa Table Top Exercise (TTX) sebelumnya telah dilakukan, kali ini PKMK FK-KMK UGM kembali bekerja sama dengan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaksanakan Field Training Exercise (FTX) Penanggulangan Krisis Kesehatan (Health Emergency/ HE) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa-Kamis, 27-29 Agustus 2024.

pheoc diy 1

Field Training Exercise (FTX) pada hari pertama mencakup 2 agenda yaitu pembukaan dan academic session. Sambutan pertama diberikan oleh dr. Muhammad Hardantyo, MPH, Ph.D sebagai perwakilan dari PKMK FK-KMK UGM menyampaikan bahwa FTX sebagai bentuk peningkatan kapasitas dalam mempersiapkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan bencana yang bisa terjadi. Kegiatan yang dilakukan berupa simulasi untuk mengetahui koordinasi lintas sektor dalam menghadapi kegawatan public health. Sambutan kedua diberikan oleh perwakilan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), yang menyampaikan terima kasih kepada seluuh peserta dan juga panitia karena sudah melaksanakan kegiatan TTX dan juga FTX. Disampaikan pula bahwa kegiatan ini adalah yang pertama di Indonesia, sehingga diharapakan dengan kegiatan ini akan menjadi contoh bagi wilayah yang lain. Sambutan ketiga diberikan oleh drg. Pembayun Setyaningastuti, M.Kes, selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DIY menyampaikan terima kasih kepada para peserta dan pemain yang meluangkan waktunya untuk mengikuti kegiatan FTX selama 3 hari ke depan. Pembayun berharap dengan adanya kegiatan ini ketika terjadi bencana atau KLB di suatu wilayah di DIY, seluruh bagian dan institusi dapat menjadi satu kesatuan agar dapat melakukan respon dengan cepat dan tepat. Kemudian kegiatan Field Training Exercise (FTX) secara resmi dibuka oleh Pembayun dan dilanjutkan dengan foto bersama.

pheoc diy 2

Kegiatan dilanjutkan dengan academic session, sesi dipandu oleh Andriani Yulianti, MPH. Sesi pertama diisi oleh Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DIY, Setiyo Harini, S.K.M., M.Kes., yang menyampaikan materi mengenai “Kebijakan Penanganan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat akibat Anthrax”. Setiyo menjelaskan Indonesia merupakan salah satu hot spot untuk zoonosis dan penyakit infeksi. Salah satu ancaman zoonosis di DIY adalah antraks dilihat dari jumlah kasus selama ini dan juga faktor risiko yang ada di masyarkat sehingga perlu adanya strategi dan kebijakan dalam menanggulangi kasus antraks.

Materi kedua disampaikan oleh TRC BPBD DIY, Agus Riyanto, yang menyampaikan materi mengenai “Kebijakan Penanggulangan Bencana Non Alam di Daerah”. Agus menjelaskan dalam penanggulangan bencana yang utama dilakukan adalah mitigasi bencana. Kemudian dalam mitigasi bencana diperlukan adanya komunikasi yang baik antar stakeholder.

Materi ketiga disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi DIY, dr. Gregorius Anung Trihadi , M.P.H., yang menyampaikan materi mengenai “Pedoman HEOC Dinas Kesehatan Provinsi DIY”. Gregorius menyampaikan bahwa pedoman HEOC merupakan pedoman dalam mengendalikan operasi kesehatan penanggulangan krisis kesehatan/bencana. Pihaknya juga menyampaikan bagaimana struktur dan juga tugas dari tiap bagian dalam susunan HEOC Dinas Kesehatan Provinsi DIY.

Materi keempat disampaikan oleh SKM PHEOC Nasional, Rendy Manuhutu, yang menyampaikan materi mengenai “Public Health Emergency Operation Center”. Rendy menyampaikan Indonesia sudah memiliki Public Health Emergency Operation Center (PHEOC) dengan tugas melakukan koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi dengan institusi dan juga wilayah. Kemudian beliau juga menyampaikan interoperabilitas serta kegiatan kegiatan operasional dari PHEOC dalam merespon dan menanggulangi Kejadian Luar Biasa maupun Krisis Kesehatan Masyarakat.

pheoc diy 3

Materi keenam disampaikan oleh Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid. mengenai “Tactical Floor Game Field Training Exercise”. Gde menyampaikan bagaimana mekanisme dan juga alur Field Training Exercise yang akan dilakukan. Kegiatan hari pertama ditutup dengan gladi bersih untuk menjelaskan alur kegiatan, pos-pos kegiatan, dan seluruh instrumen yang akan digunakan selama gladi. Gladi bersih dipandu oleh tim PKMK FK-KMK UGM bertempat di West Lake Resort, Gamping, Sleman.

pheoc diy 4

Pada Rabu (28//2024) dilaksanakan Field Training Exercise (FTX) PHEOC DIY. Kegiatan ini dihadiri oleh Dinas Kesehatan Provinsi DIY dan juga perwakilan dari lintas sektor yaitu Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Puskesmas Gedangsari 2, BB Veteriner Wates, BPBD DIY, BB Labkesmas Yogyakarta, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, FETP UGM, PAEI Yogyakarta, Dinas Peternakan Gunungkidul, Dinas Sosial DIY, Dinas Kebudayaan DIY, BPBD Kabupaten Gunungkidul, Puskeswan Nglipar, dan Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yang berperan sebagai korban. Kegiatan kali ini mengangkat topik Complex Disaster dimana terjadi KLB dalam kasus ini antraks yang dikombinasikan dengan bencana gempa bumi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan berjalan dengan lancar dan memunculkan kasus GEDSI (Kesetaraan Gender, Disabilitas dan Inklusi Sosial) dengan korban simulasi.

Pada Kamis (29/8/2024) atau hari terakhir kegiatan, dilaksanakan After Action Review (AAR) yang digunakan untuk memberikan evaluasi dan masukan terhadap penyusunan dokumen pedoman PHEOC. Disimpulkan bahwa perlu ada rekomendasi terkait perbaikan pedoman penanggulangan kasus antraks di DIY. Kemudian perlu dibuat sebuah policy brief di tingkat Provinsi DIY dengan topik penetapan kasus KLB. Selain itu perlu ada penyempurnaan SOP terkait mobilisasi sumber daya terkait teknis pencegahan dan pengendalian penyakit melalui promosi kesehatan dan deteksi dini serta mekanisme komunikasi dan koordinasi.

Reporter: dr. Muhammad Alif Seswandhana (Divisi Manajemen Bencana Kesehatan, PKMK UGM)

Reportase Table Top Exercise (TTX) Public Health Emergency Operation Center (PHEOC) di Daerah Istimewa Yogyakarta

Reportase

Table Top Exercise (TTX) Public Health Emergency Operation Center (PHEOC)

di Daerah Istimewa Yogyakarta

Selasa-Rabu, 13-14 Agustus 2024


TTX diy 2024 2

PKMK-Yogyakarta. Dalam membentuk ketahanan dan kesiapan dalam penanggulan bencana diperlukan adanya uji coba dokumen pedoman yang ada. Pada kesempatan kali ini, PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan enters for Disease Control and Prevention (CDC) melaksanakan Table Top Exercise (TTX) Penanggulangan Kegawatdaruratan Kesehatan Masyarakat (Public Health Emergency/PHE) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa-Rabu, 13-14 Agustus 2024.

A. Proses Persiapan

Sebelum melaksanakan uji coba TTX dilakukan beberapa persiapan agar kegiatan dapat berjalan secara efektif, efisien, dan lancar. Proses persiapan uji coba TTX di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dapat dikatakan berjalan dengan cukup baik karena semua pihak dapat memberikan masukan dan usulan yang membangun. Proses persiapan ini, terhitung sejak akhir Juli hingga awal Agustus 2024, dengan total 4 kali pertemuan yang menghasilkan:

  1. Menentukan peran masing-masing tim penyusun sebagai panitia lokal, evaluator, dan observer
  2. Menentukan jadwal pelaksanaan TTX
  3. Pembuatan matriks skenario dan melengkapinya (membuat inject, menentukan alur pemain, SOP yang diujikan, peserta yang terlibat, hingga peralatan yang dibutuhkan)
  4. Memastikan setiap peserta yang terlibat mendapatkan peran
  5. Mengidentifikasi instansi dan jumlah peserta yang dilibatkan dalam TTX
  6. Pembuatan kerangka acuan kegiatan dan draft undangan
  7. Penentuan lokasi dan susunan acara kegiatan TTX
  8. Menyusun alat evaluasi dan lembar jawab bagi peserta
  9. Finalisasi teknis dan strategi pelaksanaan TTX

TTX diy 2024 1

Selama kegiatan persiapan TTX, ditemukan bahwa dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta belum memiliki SOP khusus untuk menangani kasus yang masuk ke scenario. Sebagai gantinya, SOP atau pedoman yang akan digunakan adalah pedoman-pedoman yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat dan juga Keputusan Gubernur. Kemudian ketika menilik dari pedoman yang ada, ternyata banyak lintas sektor yang akan terlibat dibandingkan dengan PHEOC itu sendiri. Namun untuk menghindari terlalu banyak pemain, akhirnya dari tim PKMK FK-KMK UGM memberikan solusi untuk mengutamakan lintas sector yang langsung berhubungan dengan PHEOC.

B. Tahap Pelaksanaan

Uji coba TTX dilaksanakan pada Selasa, 13 Agustus 2024 pukul 9.30-16.30 WIB di Hotel Alana Malioboro. Acara diawali dengan seremonial pembukaan. Sambutan pertama disampaikan oleh perwakilan dari Tim PKMK FK-KMK UGM, dr. Bella Donna, M.Kes, menyampaikan bahwa kegiatan uji coba TTX ini merupakan salah satu bentuk peningkatan kapasitas bagi PHEOC dan juga lintas sektor untuk dapat mempersiapkan ketahanan dan juga kesiapan dalam menghadapi kasus yang terjadi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bella juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh tamu undangan yang terdiri dari akademisi, ahli, dan lintas sektor. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Setiyo Harini, S.KM, M.Kes, menyampaikan uji coba TTX ini dilaksanakan agar apa yang sudah dimiliki oleh daerah dan juga lintas sektor menjadi semakin sempurna. Kemudian Gunungkidul sudah memiliki One Health Crisis Center (OHCC), sehingga diharapkan setelah kegiatan TTX ini, akan muncul rekomendasi sebagai masukan untuk perbaikan tata kelola yang nantinya akan disesuaikan dengan Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri yang terbaru. Terakhir pihaknya menyampaikan bahwa evaluasi yang ada akan menjadi finalisasi dengan lintas sector dan akan ada pertemuan untuk melakukan finalisasi akhir.

Pelaksanaan uji coba diawali dengan pengkondisian pemain, observer, dan juga evaluator. Fasiitator dalam uji cob aini ialah dr. Bella Donna, M.Kes.; Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid.; dan Happy R. Pangaribuan, MPH. Sedangkan notulen uji coba adalah dr. Alif Indiralarasati dan dr. Muhammad Alif Seswandhana. Tata letak ruang dibuat melingkar dengan lingkaran pertama diisi oleh pemain dan lingkaran kedua diisi oleh observer dan evaluator yang duduk secara acak agar para peserta dapat menjaga konfidensialitasnya dalam menjawab.

TTX diy 2024 3

Uji coba TTX dibagi menjadi 3 fase, yakni pra krisis, krisis, dan resolusi. TTX kali ini mengangkat topik kasus antraks di Kabupaten Gunungkidul yang akan diperberat dengan kasus gempa bumi. Pedoman PHEOC yang diujikan kali ini banyak melibatkan lintas sektor dibandingkan komponen internal Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sendiri. Tugas-tugas kelompok kerja serta alur koordinasi dan komunikasi menjadi fokus uji coba pedoman pada kesempatan kali ini. Tampak perbedaan dari pemain yang memiliki pedoman dan sudah pernah latihan sebelumnya dengan pemain yang belum memahami dokumen dan berpegang pada pengalaman selama ini. Namun dalam pelaksanaannya, jawaban dan diskusi yang dilontarkan pemain berjalan dengan sangat aktif dan hidup dikarenakan pemain yang diundang merupakan ahli pada bidang masing-masing.

Evaluator pada kegatan kali ini menghadirkan ahli dari multi sektor, yakni Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, One Health Collaborating Center (OHCC) DIY, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta, dan dr Citra Indriani (Pusat Kedokteran Tropis UGM). Sedangkan untuk observer kegiatan kali ini menghadirkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DIY, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DIY, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Yogyakarta, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DIY.

TTX diy 2024 4

TTX ditutup dengan After Action Review (AAR), yaitu sesi penyampaian hasil evaluasi dan hasil observasi yang berisi masukan, kesan, dan pesan terhadap jawaban dan alur diskusi hari ini. Semua input didokumentasi dan menjadi bahan evaluasi untuk mempersiapkan uji coba tahap selanjutnya, yaitu Field Training Exercise (FTX) yang bertujuan untuk menguji secara spesifik tugas dan fungsi setiap komponen dengan melakukan demonstrasi lapangan.

C. Evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut

Rapat evaluasi dari kegiatan TTX dilaksanakan pada hari selanjutnya yakni Rabu, 14 Agustus 2024. Rapat dihadiri oleh panitia lokal yang terdiri dari tim penyusun pedoman dan skenario serta tim PKMK FK-KMK UGM. Agenda yang dibahas pada pada rapat kali ini adalah:

  1. Evaluasi pelaksanaan kegiatan TTX berdasarkan hasil jawaban pemain serta koreksi oleh evaluator dan observer
  2. Persiapan kegiatan FTX
    1. Menyamakan persepsi tujuan pelaksanaan FTX
    2. Menentukan jadwal rapat rutin persiapan FTX
    3. Menentukan fase-fase FTX, detail skenario, dan pemain yang diundang
    4. Menentukan lokasi kegiatan dan waktu pelaksanaan

Koordinasi selanjutnya dari pembahasan kali ini kemudian dilakukan melalui grup WhatsApp dan rapat rutin secara daring hingga mendekati hari H.

Reporter: dr. Muhammad Alif Seswandhana (Divisi Manajemen Bencana Kesehatan, PKMK UGM)