Kabupaten Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi bermagnitudo 5.0 yang terjadi pada pukul 09.41 WIB hingga mengakibatkan sebanyak 491 rumah mengalami kerusakan.
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan penetapan status tanggap darurat ini dilakukan untuk mempermudah pemberian bantuan kepada para korban agar menggunakan dana Belanja Tak Terduga (BTT).
“Hari ini juga saya minta untuk diadakan rapat gabungan dengan Forkopimda Kabupaten Bandung untuk memutuskan dalam kategori tanggap darurat sehingga secara anggaran kita bisa luncurkan," kata Dadang di Kabupaten Bandung, Rabu.
Dia menyebutkan pemberlakuan status tanggap darurat bencana akibat gempa ini dilakukan selama dua pekan mulai dari 18 September sampai 2 Oktober 2024.
Dia menambahkan keputusan ini akan membuat pemerintah daerah lebih fokus terhadap penanganan masyarakat yang terdampak oleh bencana tersebut.
“Dan tentunya kita akan panggil semua para kepala dinas yang kaitannya dengan penyelamatan untuk bisa menanggulangi kebencanaan ini,” katanya.
Dia mengatakan hingga saat ini terdapat enam desa yang terdampak gempa dengan ratusan rumah yang mengalami rusak ringan, rusak berat dan sedang. Ia menyebut korban gempa akan terlebih dahulu harus dievakuasi.
"Imbauan sementara ini, kita menyiapkan tempat evakuasi. Saya sarankan bagi warga penduduk di sekitar Kecamatan Kertasari kalau bisa langsung ke tempat evakuasi yang sudah disediakan oleh tim," kata dia.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat melaporkan jumlah korban luka-luka dari kejadian tersebut berjumlah 82 orang. Mereka yang luka-luka teridentifikasi di Kabupaten Bandung 81 orang, dan satu orang warga Kabupaten Garut.
“Dengan rincian 59 warga mengalami luka ringan dan 23 orang luka berat. Hingga kini tidak ada laporan adanya korban jiwa dampak gempa magnitudo 5.0 tersebut,” kata Pranata Humas Ahli BPBD Jabar Hadi Rahmat.
Untuk warga yang mengalami luka berat, kata dia, saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bedas Kertasari dan Puskesmas Bedas untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
“Korban yang tertimpa reruntuhan sudah dilarikan ke RS Bedas Kertasari dan ke Puskesmas Kertasari,” kata dia.*
Blog
Jutaan Penduduk di Indo-China Berjuang Melawan Banjir, Ratusan Korban Tewas
HANOIS, KAMIS — Jutaan orang berjuang melawan banjir, pemadaman listrik, dan infrastruktur yang hancur setelah topan Yagi melanda wilayah Vietnam, Laos, Thailand, dan Myanmar. Sedikitnya 300 orang tewas hingga Kamis (12/9/2024).
Vietnam menjadi wilayah paling parah terdampak topan dengan korban tewas sampai 226 orang. Sembilan orang tewas di Thailand utara yang mengalami bencana banjir terburuk dalam 80 tahun. Di sejumlah daerah, banjir menyebabkan tanah longsor dan luapan air sungai.
Penambangan Ilegal di Sungai Alolonggo Riung Marak. Warga Diminta Waspada Kerusakan Lingkungan Hidup dan Bahaya Banjir
KBRN, Ngada : Sungai Alolonggo yang berada di Kecamatan Riung kini terancam mengalami kerusakan parah akibat penambangan illegal yang dilakukan masyarakat dengan mengeruk pasir serta batu tanpa seijin dinas terkait.
Penambangan ilegal semakin marak terjadi di sungai Alolonggo Kecamatan Riung akibat ketiadaan kesadaran masyarakat akan bahaya kerusakan lingkungan yang dapat mengancam keselamatan warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai walau sering ditegur oleh aparat Polsek dan babinsa yang bertugas di Riung.
Saat ini terlihat bekas penambangan illegal dengan mengeruk pasir dan batu dari sungai yang tidak terkendali sehingga lebar sungai yang kering di saat musim kemarau ini semakin lebar dan akan membahayakan lingkungan dan pemukiman warga ketika saat musim penghujan tiba nanti. Jika kondisi ini dibiarkan dikwatirkan dapat merusak jembatan dan lingkungan serta pemukiman warga lainnya yang berada di sekitar bantaran sungai Alolonggo.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ngada Emanulel Kora mengatakan kerusakan yang ditimbulkan akibat penambangan ilegal sangat memprihatinkan dan merusak lingkungan hidup di sepanjang bantaran sungai. Dirinya berharap agar ada koordinasi bersama semua dinas terkait termasuk pihak kepolisian untuk melakukan pencegahan dengan melarang aksi tambang illegal.
“Kalau ini tidak dihentikan maka akan terjadi bencana. Ada pengambilan material secara illegal oleh masyarakat. Dinas Lingkungan hidup juga sudah memberi teguran kepada pelaku tapi samapi saat ini kegiatan atau aktivitas pengambilan material berupa pasir dan batu masih terus dilakukan,”kata Emanuel.
Pengehentian penambangan illegal sangat penting demi menjaga keselamatan lingkungan hidup serta warga agar tidak terjadi musibah akibat kerusakan lingkungan yang ditimbulkan dari aksi penambangan illegal oleh sejumlah masyarakat yang tidak bertanggung jawab.
Topan Yagi Sudah Tewaskan 226 Orang di Vietnam, Lebih dari 100 Lainnya Hilang
HANOI - Topan Yagi yang menerjang Vietnam telah memicu tanah longsor dan banjir bandang. Korban tewas hingga Kamis telah meningkat menjadi 226 orang dan lebih dari 100 lainnya dinyatakan hilang.
Lonjakan jumlah korban tewas tersebut diumumkan badan bencana pemerintah Vietnam, yang menyatakan banjir bandang mulai mereda di ibu kota; Hanoi.
Negara Asia Tenggara telah terguncang akibat dampak Topan Yagi—badai terkuat yang melanda Asia tahun ini—yang menerjang pantai timur laut Vietnam sejak Sabtu lalu.
Menurut badan bencana Vietnam, selain lebih dari 100 orang masih hilang, sekitar 800 orang lainnya terluka.
Kendati demikian, banjir bandang dan tanah longsor terus melanda berbagai wilayah di Vietnam utara.
Wilayah-wilayah tersebut sebelumnya telah mengevakuasi ribuan orang yang tinggal di dekat Sungai Merah yang meluap karena airnya naik ke level tertinggi dalam 20 tahun.
"Banyak kesedihan di kota ini dan ada banyak kekhawatiran hingga malam hari," kata salah satu CEO Blue Dragon Children's Foundation, Skye Maconachie.
"Banyak orang yang hampir tidak memiliki apa pun telah kehilangan segalanya," ujarnya, seperti dikutip Reuters, Jumat (13/9/2024).
Fenomena Supermoon 18 September, BMKG Imbau Waspada Potensi Banjir di Pesisir Banten
TRIBUNBANTEN.COM - Fenomena Supermoon akan terjadi pada 18 September 2024.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau waspada potensi banjir di pesisir Banten serta sejumlah wilayah lainnya.
Fenomena supermoon terjadi saat Bulan berada pada jarak terdekat dengan Bumi. Bulan purnama ini membuat cahaya bulan tampak lebih terang.
Fenomena supermoon yang bertepatan dengan fase purnama diperkirakan akan memicu peningkatan tinggi pasang maksimum air laut di sejumlah wilayah pesisir di Indonesia.
BMKG juga menegaskan bahwa banjir pesisir ini memiliki potensi dampak berbeda di setiap wilayah, bergantung pada waktu dan lokasi terjadinya.
Beberapa aktivitas seperti bongkar muat di pelabuhan dan kegiatan pemukiman di sepanjang pantai diprediksi akan terganggu oleh kenaikan permukaan air laut.
Selain itu, tambak garam dan kegiatan perikanan darat juga harus bersiap menghadapi kemungkinan air rob yang lebih tinggi dari biasanya.
Wilayah dengan Potensi Banjir Rob
Melansir akun Instagram @infobmkg, Jumat (13/9/2024), beberapa wilayah pesisir yang diprediksi mengalami banjir rob pada periode 12 hingga 23 September 2024, antara lain:
1. Pesisir Sumatera Utara (17-23 September 2024)
Medan Belawan
Medan Marelan
Medan Labuhan
2. Pesisir Sumatera Barat (19-23 September 2024)
Kota Padang
Padang Pariaman
3. Pesisir Banten (19-23 September 2024)
Pesisir barat Banten
Pesisir selatan Banten
4. Pesisir Utara Jakarta (12-14 September 2024)
5. Pesisir Jawa Barat (18-21 September 2024)
Sukabumi
Cianjur
6. Pesisir Jawa Tengah
Pesisir utara Jawa Tengah (13-17 September 2024)
Pesisir selatan Jawa Tengah (18-21 September 2024)
7. Pesisir Jawa Timur (18-21 September 2024)
Surabaya Barat
8. Pesisir Kalimantan Timur (18-23 September 2024)
Balikpapan Barat
Balikpapan Timur
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memperhatikan informasi terbaru mengenai cuaca maritim di laman maritim.bmkg.go.id serta mengambil tindakan pencegahan guna meminimalisir dampak yang mungkin terjadi.

