logo2

ugm-logo

Blog

Pameran Ilmiah "Manajemen Bencana Kesehatan" Resmi Dibuka

Pameran Ilmiah

YOGYA - Fakultas Kedokteran (FK) UGM bekerjasama dengan Pokja Bencana FK UGM dan Divisi Manajemen Bencana, Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan FK UGM resmi membuka pameran ilmiah manajemen bencana kesehatan di Indonesia, pada Senin (2/11/2015) siang di Lobby Auditorium FK UGM.

Pameran ilmiah ini akan berlangsung hingga (4/11/2015) nanti dengan menampilkan berbagai hal informasi maupun dokumentasi tentang sebuah manajemen kesehatan saat terjadi bencana.

Pameran ini resmi dibuka oleh Prof. Dr. dr. Teguh Aryandono Sp.B(k) Onk, Dekan Fakultas Kedokteran UGM. (sumber: tribunjogja.com)

 

UGM Gelar Pameran Ilmiah Manajemen Bencana Kesehatan

UGM Gelar Pameran Ilmiah Manajemen Bencana Kesehatan

KBRN, Yogyakarta: Banyaknya bencana yang terjadi saat ini menuntut peran perguruan tinggi untuk dapat memasukkan kurikulum pendidikan bencana bagi mahasiswa sehingga mereka mampu memahami perannya di masa depan dalam penanggulangan bencana.

Sayangnya, masih banyak tantangan dalam memahami pembelajaran manajemen bencana kesehatan bagi mahasiswa, seperti kesulitan mahasiswa dalam membayangkan kejadian bencana, bagaimana proses koordinasi, bagaimana memberikan layanan kesehatan, bagaimana cara bergabung dalam upaya penanggulangan bencana dan banyak tantangan lainnya.

Dokter Bella Donna, Kepala Divisi Manajemen Bencana Fakultas Kedokteran (FK) UGM megatakan, pameran yang sedang berlangsung lebih diarahkan untuk membantu mahasiswa kedokteran maupun masyarakat umum lebih memahami tentang menejemen bencana.

"pameran itu setiap tahunnya berbeda-beda, untuk tahun ini kita lebih kearah konsep, baik konsep bencana di rumah sakit seperti apa, konsep manajemen di simulasi seperti apa, agar mahasiswa lebih paham seperti apa kosep manajemen bencana," ungkap dokter Bella.

sementara Dokter Handoyo Pramusinto, Ketua Pokja Bencana Fakultas Kedokteran UGM mengatakan, FK UGM merupakan satu-satunya fakultas kedokteran yang memasukkan manejemen bencana kedalam kurikulum pembelajaran calon dokter.

"pameran ini sebetulnya tidak hanya sekedar pameran tapi ini bagian dari proses pembelajaran, sekarang ini sedang berlangsung namanya blok-blok bencana dan sistem kesehatan, ada kluiah, praktikum, diskusi, nah kuiliah ini masuk dalam kurikulum," tutur doketer Handoyo.

Ikut dalam pameran tiga hari dan akan berakhir hari ini rabu (4/11/2015) itu antara lain Pusat Kebijakan dan manajemen kesehatan FK UGM, Palang Merah Indonesia dan Muhammadiyah Disaster Management Center.(MUN/BSL)

sumber: rri

Probolinggo Siaga Bencana Erupsi Bromo

Malang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur telah menyiapkan rencana darurat bencana erupsi Gunung Bromo. Ini sebagai antisipasi lantaran aktivitas vulkanik Gunung Bromo terus naik. Bahkan saat ini status gunung tersebut siaga level III.
 
"Rencana kontingensi atau prosedur penanganan meliputi siapa melakukan apa jika terjadi bencana, sudah kami siapkan. Simulasi juga sudah pernah kita lakukan," kata Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, Dwijoko Jayadi dikonfirmasi di Malang, Rabu (9/12/2015).
 
Di Kabupaten Probolinggo, ada 3 desa yang masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) I di radius 5 kilometer. Ketiga desa itu yakni Desa Ngadirejo yang didiami 1.499 jiwa, Desa Ngadas dihuni 651 jiwa dan Desa Ngadisari didiami 1.555 jiwa.

Dwijoko menambahkan BPBD telah memasang papan informasi yang memuat titik kumpul, titik evakuasi, jalur evakuasi hingga persiapan penetapan posko. Namun sejauh ini, situasi di ketiga desa itu berjalan normal. Aktivitas warga tetap berjalan seperti biasa.

"Sempat ada abu vulkanik tipis saat Jumat 4 Desember lalu, tapi tak begitu mengganggu aktivitas warga," ujar Dwijoko.
 
Status Bromo naik dari waspada level II menjadi siaga level III pada 4 Desember lalu. Masyarakat dilarang mendekat dalam radius 2,5 kilometer dari kawah.

Kaldera Bromo yang terdiri dari lautan pasir, savana dan kawah pun ditutup untuk kegiatan pariwisata. Semua jalur masuk ke Bromo, kecuali melalui Wonokitri, Pasuruan, ditutup oleh BB TNBTS.

suimber: liputan6

BPBD Boyolali Siapkan Posko Bencana di 19 Kecamatan

BOYOLALI - Status Kabupaten Boyolali, Jateng, 'siaga bencana'. Memasuki musim hujan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat membangun Posko bencana di 19 kecamatan. Hal itu dilakukan untuk memaksimalkan koordinasi ketika terjadi bencana melanda daerah.

Kepala BPBD Boyolali, Nur Kamdani, menyebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pemerintah Propinsi (Pemprov) Jateng memprediksi musim hujan di sana mulai turun sejak pekan ketiga November. ''Ternyata hujan sudah mulai turun sejak awal bulan,'' katanya, Rabu (3/12).

''Dengan datangnya musim hujan ini, BPBD harus bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pihak terkait sebelum bencana datang''.

BMKG melihat pergerakan angin dari Kota Salatiga menuju ke Kabupaten Boyolali berputar-putar. Kemudian, angin mengarah ke Kabupaten Sragen. Dampak arus angin kencang ini mengakibatkan puluhan rumah rusak, beberapa waktu lalu.

Angin kencang, beberapa hari lalu, merobohkan pohon turus jalan di Kecamatan Andong, Kemusu, dan Banyudono. ''Alhamdulillah. tak ada korban jiwa akibat roboh sejumlah pohon di sana. Kami meminta warga selalu waspada selama peralihan musim kemarau ke musim hujan, karena sering terjadi angin ribut,'' pinta Nur.

Tercatat 19 kecamatan berpotensi terkena bencana angin ribut. Sedang potensi bencana banjir ada di tiga kecamatan, Ngemplak, Nogosari, dan Juwangi. Potensi longsor di Kecamatan Cepogo, Selo, Musuk, dan Ampel. BPBD juga mendekteksi potensi retakan tanah dapat menyebabkan longsor di Kecamatan Klego dan Kemusu.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Boyolali, Purwanto, dari 19 posko bencana yang akan dibangun nanti posko induk ada di Kantor BPBD. Potensi bencana, seperti, banjir, angin ribut, dan longsor mengancam seluruh wilayah kecamatan.

sumber: REPUBLIKA.CO.ID

Chennai floods: Over 200 health camps to check outbreak

Fearing an outbreak of diseases, the state health department is running about 200 medical camps in various parts of the city as well as in Tiruvallur and Kancheepuram — two other flood-hit districts in northern Tamil Nadu.

The water is contaminated with sewage water at many places raising a major health threat.

State Health Secretary J Radhakrishnan told The Indian Express that over 1,700 doctors were on duty.

“Patients at the Tambaram government hospital were rescued and shifted to advanced facilities. The Global hospital in the city had to shut down after water entered the wards. The health minister, who is also a doctor, led the evacuation efforts. All other hospitals are operational in full strength, “ he said.

The dean of the Madras Medical College, Dr Vimala, said all medical colleges were running with full strength of doctors, nurses and resources. “Besides, several doctors have joined from other districts to run over 200 fever camps and disaster management camps. Senior doctors from medical colleges have been deputed to the camps in flood-hit areas,” she said.

See more at: http://indianexpress.com