logo2

ugm-logo

Blog

Ciliwung Meluap, Kampung Pulo Banjir 150 Cm

Jakarta - Hujan yang turun secara terus-menerus sejak semalam membuat permukaan Kali Ciliwung naik. Rumah-rumah warga Kampung Pulo di sepanjang bantaran sungai terendam banjir setinggi 120 sentimeter.

Camat Jatinegara Syofian Taher mengungkapkan ketinggian banjir di Kampung Pulo, Jakarta Timur, bervariasi.

"Banjirnya kira-kira 20-150 sentimeter sampai 15 meter dari bibir sungai," kata dia kepada Tempo, Kamis, 19 Februari 2015.

Syofian menambahkan, banjir lokal akibat luapan Kali Ciliwung merendam rumah di tujuh rukun warga yang memaksa 3.427 orang mengungsi. Kebanyakan dari mereka masih mengungsi di loteng rumah.

Akibat banjir itu pula, ruas Jalan Jatinegara Barat di sisi barat ditutup polisi. Pengendara hanya boleh melintas di ruas jalan sisi timur. Mobil patroli parkir melintang di depan Rumah Sakit Hermina, Jakarta Timur.

"Satu ruas jalan itu dipakai untuk evakuasi kendaraan warga Kampung Pulo," kata Kepala Bagian Humas Kepolisian Jakarta Timur Komisaris Sri Bhayakari.

Warga memanfaatkan fasilitas itu dengan memarkirkan sepeda motornya di Jalan Jatinegara Barat. Ratusan sepeda motor berjajar hingga dua baris memenuhi ruas jalan sisi barat hingga di dekat Pasar Jatinegara.

sumber: TEMPO.CO,

Jepang Dihantam Gempa, Tak Timbulkan Tsunami

Tokyo - Sebuah getaran bumi menghantam Jepang dengan kekuatan 6,9 skala Richter di sebelah timur laut Jepang, Selasa, 17 Februari 2015. Namun gempa tersebut, jelas badan Survei Geologi Amerika Serikat, hanya menimbulkan gelombang kecil di sepanjang pantai timur Jepang. Meskipun demikian, Jepang sempat mengeluarkan peringatan tsunami.

Televisi Jepang NHK dalam siarannya mengatakan, ada gelombang kecil berkisar antara 10 hingga 20 sentimeter menyeruak ke pantai Iwate, yang berjarak sekitar 600 kilometer dari Tokyo. "Ribuan warga di kawasaan tersebut diperintahkan mengungsi."

Belum ada laporan kerusakan atau korban luka di daerah tersebut. "Kami menggunakan siaran televisi untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat agar menghindar jauh dari laut," kata Kozo Hirano, pejabat Kota Otsuchi kepada NHK.

Siaran langsung dari pantai Iwate menunjukkan adanya gelombang kecil baku pukul ke arah pantai. Kota yang terletak di sepanjang pantai timur Jepang itu pernah luluh lantak akibat tsunami pada Maret 2011.

Gempa yang terjadi pada Selasa itu terjadi di kedalaman sekitar sepuluh kilometer. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik di Hawaii mengatakan, tidak ada yang membahayakan dari gerakan tsunami di Pasifik, tetapi, Badan Meteorologi Jepang tetap berjaga-jaga dengan mengeluarkan peringatan dini soal tsunami di Iwate seusai terjadi getaran gempa di kawasan itu.

Tohoku Electric Power Co, sebuah perusahan yang mengoperasikan reaktor nuklir Onagawa dan Higashidori di dekat Miyagi dan Aomori mengatakan, mereka tidak melihat gangguan di fasilitas nuklir yang dikelola. Sebanyak 48 reaktor nuklir Jepang tak berfungsi setelah dihantam gempa bumi dan tsunami pada Maret 2011, termasuk reaktor nuklir Fukushima di pantai sebelah timur laut Jepang.

sumber: tempo

BNPB imbau masyarakat antisipasi bencana sampai Maret

BNPB imbau masyarakat antisipasi bencana sampai Maret

Kediri - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat mewaspadai ancaman bencana baik banjir, tanah longsor, ataupun angin puting beliung yang diprediksi sampai Maret.

"Masih perlu diantisipasi sampai Maret, terjadi banjir, tanah longsor, puting beliung. Saat ini, puting beliung juga sering terjadi, ini karena hujan yang ekstrem," kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho saat di Kediri, Jatim, Kamis.

Ia mengatakan, kondisi itu merata di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Jawa Timur. Bahkan, di Jatim sudah darurat siaga sejak Desember dan masih berlangsung sampai sekarang.

Pihaknya mengatakan, di sejumlah titik sudah terjadi bencana, baik banjir, tanah longsor, ataupun angin puting beliung. Namun, sampai saat ini belum ada laporan resmi terjadi banjir besar di Jatim.

Laporan banjir besar, kata Sutopo yang ditemui dalam kegiatan workshop dan pameran foto, satu tahun erupsi Gunung Kelud di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri itu mengatakan, justru terjadi di luar Pulau Jawa, salah satunya di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Ketinggian banjir di tempat ini mencapai empat meter, bahkan terdapat dua orang meninggal karena tersetrum.

Ia menilai, bencana alam yang terjadi di Jatim masih bisa diatasi oleh pemerintah daerah. Walaupun begitu, BNPB akan terus memantau, dan siap memberikan bantuan jika terjadi bencana alam besar.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengatakan sejumlah daerah di Jatim memang dilaporkan sudah terjadi banjir, seperti di Kabupaten Bojonegoro, Lamongan, Gresik, dan sejumlah daerah lain.

sumber: (ANTARA News)

Ia mengatakan, daerah yang terjadi banjir itu menjadi langganan setiap tahun, seperti di Bojonegoro. Hal itu terjadi karena bendungan yang dibangun belum sepenuhnya mampu menampung air.

Selain itu, juga di Kabupaten Gresik, tepatnya di daerah kali lamong. Lokasi itu menjadi langganan banjir, sebab belum ada tanggul. Sungai yang ada tidak mampu menampung debit air yang masuk, sehingga meluap.

Ia mengatakan, sebenarnya di sekitar kali lamong itu sudah pernah disiapkan untuk pembangunan tanggul pada 2011. Namun, nilai yang ditawarkan ditolak warga, dan mereka meminta lebih tinggi. Warga meminta Rp100 ribu per meter, sementara dari pemerintah Rp35 ribu per meter (2011). Namun, karena tidak terealisasi, akhirnya menjadi silpa.

Pihaknya berharap, warga yang mempunyai lahan di tempat itu bersedia lahannya dibebaskan dan ke depan akan dibangun tanggul, sehingga bisa mengurangi resiko terjadinya banjir.

Editor: Ruslan Burhani

Hari Ini, Hujan Deras dan Banjir Rob Landa Jakarta

JAKARTA — Pada Kamis (12/2/2015) ini, hujan dengan tingkat intensitas tinggi seperti pada Minggu (8/2/2015) malam diprediksi akan kembali mengguyur wilayah Jakarta. Selain intensitasnya tinggi, cakupan wilayah yang akan diguyur hujan juga lebih luas.

Kepala Bidang Cuaca Ekstrem Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kukuh Rubidianto mengatakan, apabila pada Minggu malam lalu hujan dengan intensitas tinggi hanya berfokus di wilayah utara Jakarta, maka hujan yang turun hari akan mencakup seluruh wilayah DKI Jakarta sampai dengan Bogor.

"Jadi pada tanggal 12 (Februari) malam hingga 13 dini hari, diperkirakan akan turun hujan dengan intensitas yang tinggi dan lebih luas, mungkin sampai ke Bogor. Kemarin (Minggu) kan Bogor hujan, tapi intensitasnya ringan hingga sedang," kata Kukuh kepada Kompas.com, Rabu (11/2/2015).

Selain hujan deras, kata Kukuh, selama tiga hari berturut-turut, tepatnya dari tanggal 12 hingga 14 Februari, banjir rob dengan ketinggian tertinggi, yakni sekitar satu meter, diprediksi juga akan terjadi di wilayah pantai Jakarta. Banjir rob diprediksi akan terjadi dari pukul 07.00-09.00.

"Jadi hujan derasnya berbarengan dengan rob. Cuma hujan derasnya satu malam, kalau robnya tiga hari berturut-turut dan terjadi dari pukul 07.00-09.00," ucapnya.

sumber: KOMPAS.com

DPRD Depok Minta Pemkot Tetapkan Status Tanggap Bencana

DEPOK – DPRD Kota Depok mendesak Pemerintah Kota menetapkan status tanggap bencana kepada masyarakat. Hal itu mengingat dua bencana alam seperti longsor dan banjir telah melanda beberapa tempat dipemukiman warga.

Bahkan, bantuan bencana dan penanggulangannya pun belum dilakukan aparatur pemerintah kota berikon belimbing ini.
Ketua Komisi D, DPRD Kota Depok, Lahmudin Abdulah mengatakan, status tanggap bencana itu perlu dilakukan agar masyarakat waspada terhadap bencana alam. Ditambah, hal itu terjadi pada saat musim penghujan. Dan juga bencana longsor yang sudah melanda warga di Kecamatan Pancoranmas.

"Harusnya sudak sejak kemarin Pemkot menetapkan status tanggap bencana. Sekarang sudah muncul bencana longsor di pemukiman warga. Jangan nanti sudah ada korban jiwa baru bergerak," katanya kepada indopos.co.id, saat dihubungi, Selasa (10/02).

Menurutnya, perlunya penetapan status tanggap bencana itu agar diberlakukan untuk memberitahuan warga dalam meningkatkan ke waspadaan. Apalagi, bagi mereka yang bermukim di titik rawan longsor dan banjir. Karena musibah tersebut akan terjadi setiap saat pada saat musim penghujan.

"Sekarang kasus tebing yang ambrol karena tanah longsor di Kampung Mangga sudah terjadi. Ini yang tidak bisa diwaspadai dan buat dua rumah warga hampir amles. Harusnya sejak kemarin dipantau lokasi rawan bencana," ujar Lahmudin.

Oleh karena itu, sambung Lahmudin, pihaknya akan segera memanggil dua dinas yakni Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) serta Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Dinaskersos) terkait dalam penanggulangan bencana itu.

Pemanggilan itu untuk mempertanyakan pemetaan kawasan rawan longsor dan memberikan bantuan kepada korban. Selain itu juga mereka meminta pembangunan turap dan saluran air diperbaiki.

"Harus ditanyakan sejauh mana pemantauan mereka dengan bencana longsor dan banjir. Jangan sampai nanti bencananya meluas mereka tidak bisa diatasi," ungkapnya.

Sementara itu, korban tanah longsor, Jarot Muksin, 45, mengaku terkejut dengan kejadian bencana yang melanda pemukimannya itu. Apalagi tebing setinggi 20 meter di RT01/22, Kampung Mangga, Kelurahan Depok itu bertepatan dengan hujan deras pada Selasa (10/02), dini hari yang menyebabkan sebagian rumahnya longsor ke bagian perumahan.

"Pas mau nutup pintu bagian samping yang ambles sama kamar mandi. Ya suaranya agak keras dan semua warga bangun. Pas saya lihat sudah habis bagian samping runtuh," tuturnya.

Kata Jarot, tak hanya rumahnya yang terkena tanah longsor. Dua tetangganya yang lain pun ikut menjadi korban tanah longsor. Bahkan, bencana itu membuat beberapa barang berharga milik tetangganya itu terseret ke bawah. Dan saat ini bantuan berupa penanganan tersebut belum juga dilakukan Pemkot.

"Sudah dilaporkan kelurah kejadiannya, barang elektronik yang tertimbun tanah. Sekarang pun hanya menunggu saja, dan anak istri sudah diungsikan," imbuhnya.(cok)

sumber: http://www.indopos.co.id/