logo2

ugm-logo

Blog

Dedi Mulyadi Ungkap Penyebab Bencana Alam di Sukabumi: Hutan Gundul dan Tambang Jadi Sorotan

SUKABUMI – Gubernur Jawa Barat,  Dedi Mulyadi, mengungkap sejumlah faktor penyebab tingginya intensitas bencana alam di Kabupaten Sukabumi. Dalam kunjungannya baru-baru ini, ia menyoroti kerusakan lingkungan sebagai akar dari berbagai bencana seperti gempa bumi, banjir, dan tanah longsor yang kerap melanda wilayah selatan Jawa Barat tersebut. 

Menurut Dedi, Sukabumi merupakan salah satu daerah rawan bencana di Jawa Barat. Ia menyebutkan bahwa penebangan liar, eksploitasi tambang, dan aktivitas kendaraan berat pengangkut pasir dan batu menjadi pemicu utama kerusakan ekosistem yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Coba pikir sama kalian, sungai jebol, jembatan runtuh, mobil yang mengangkut batu dan pasir besar-besar di sini,” ujar Dedi dalam logat khas Sunda yang disambut antusias warga.

Dedi menegaskan bahwa banyaknya tambang yang beroperasi tanpa kontrol ketat telah merusak hutan dan mengganggu keseimbangan alam. Ia menyayangkan minimnya kontribusi para pelaku tambang terhadap masyarakat terdampak.

“Rumahnya roboh, dibantu sama yang nambang pasir tidak? Rumahnya longsor dibantu sama yang nambang batu tidak? Ditolong tidak sama yang nambang emas?” tegasnya.

Ia juga mengkritisi kondisi jalan raya yang macet akibat kendaraan besar, serta lingkungan yang kotor karena sampah berserakan. Menurutnya, ini adalah bukti nyata bahwa eksploitasi sumber daya alam tidak dibarengi dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Sebagai solusi, Dedi Mulyadi meminta Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, untuk segera melakukan revisi tata ruang wilayah. Ia menekankan pentingnya mengembalikan fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan dan pelindung dari bencana.

BPBD Akan Launching Mitigasi Bencana Melalui Didong

KBRN, Redelong: Bertepatan dengan Hari Didong Sedunia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah gelar launching mitigasi bencana melalui kesenian Didong Gayo pada Selasa 5 Agustus 2025.

Kalaksa BPBD Bener Meriah Safriadi kepada RRI Senin (4/8/2025) mengatakan hal itu dilakukan untuk mensosialisasikan resiko, pemahaman dan penanganan bencana sekaligus peningkatan status Waspada Gunung Api Burni Telong dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat. 

Karena itu, Safriadi mengundang para maestro Ceh Didong dari dataran tinggi Tanoh Gayo untuk menampilkan kesenian asal Gayo tersebut.

"Kita akan sosialisasikan mitigasi bencana melalui Didong Gayo kepada masyarakat, sekaligus kita peringati Hari Didong Sedunia, para Maestro Ceh Didong akan tampil nantinya, " jelasnya. 

Klub Didong yang tampil pada launching tersebut tambah Safriadi akan melantunkan syair terkait kebencanaan dalam upaya meminimalisir terjadinya bencana di Kabupaten  kopi tersebut. 

Launching itu akan disiarkan secara langsung oleh youtube RRI Takengon Channel dan RRI Rimba Raya.

Kabupaten Sampang Punya Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana

KBRN, Sampang: Kabupaten Sampang kini memiliki Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD PB) yang hadir untuk memberikan layanan khusus bagi penyandang disabilitas. 

Ketua ULD PB Sampang, Zahruddin menjelaskan bahwa unit ini dibentuk untuk memastikan kelompok rentan tidak tertinggal dalam penanganan bencana.

“Selama ini kita belum memisahkan bagaimana cara penyandang disabilitas menangani bencana. Komunikasi dengan mereka harus khusus, misalnya menggunakan simbol atau tanda tertentu,” ujarnya, saat dialog interaktif di RRI Sampang, Selasa (5/8/2025).

Zahruddin menyatakan penyandang disabilitas bukan sekadar penerima bantuan, tetapi memiliki kemampuan untuk berperan aktif dalam penanggulangan bencana.

“Selama ini masyarakat memandang disabilitas sebagai beban. Padahal, mereka punya potensi. Teman-teman disabilitas harus dilibatkan agar bisa membantu saat bencana,” ucapnya.

Sebagai langkah awal, ULD PB Sampang akan melakukan sosialisasi kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar memahami keberadaan unit ini sekaligus melakukan pendataan penyandang disabilitas. 

“Kami akan melibatkan OPD untuk mendata penyandang disabilitas di semua kecamatan, karena data yang ada belum terkoordinasi,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan BPBD Sampang dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai inisiator pembentukan ULD PB. Dirinya berharap pemerintah dan komunitas turut memberikan dukungan maksimal agar kegiatan ini berjalan cepat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pemkot Bekasi Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Banjir-Longsor

Bekasi - Pemkot Bekasi menetapkan status siaga darurat bencana banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor. Status siaga ini berlaku hingga akhir Agustus.
"Betul," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Kota Bekasi, Priadi Santoso, kepada wartawan, Senin (4/8/2025).

Informasi siaga darurat bencana banjir hingga longsor juga diunggah akun resmi BPBD Kota Bekasi. Penetapan status siaga darurat ini berdasarkan Keputusan Wali Kota Bekasi Nomor: 400.9.10/Kep.448-BPBD/VII/2025.

"Pemerintah Kota Bekasi menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Cuaca Ekstrem, dan Tanah Longsor terhitung sejak tanggal 25 Juli hingga 31 Agustus 2025," tulis BPBD Kota Bekasi di keterangan unggahannya.

Warga diimbau waspada terhadap potensi banjir, angin kencang, dan tanah longsor. Warga juga diimbau melapor jika ada situasi darurat.

"Status siaga darurat ini ditetapkan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basar, seperti banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor yang masih dapat terjadi di tengah kemarau yang mundur dan cenderung bersifat basah," demikian keterangan unggahan BPBD Kota Bekasi.


PPDI Sampang Dorong Disabilitas Aktif Dalam Penanggulangan Bencana

KBRN, Sampang: Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Sampang menyampaikan pentingnya peran penyandang disabilitas dalam penanggulangan bencana, khususnya dengan adanya Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD PB) yang baru terbentuk. 

Sekretaris PPDI Sampang, Nur Illiati mengatakan bahwa informasi kebencanaan harus sampai ke seluruh pelosok agar semua pihak siap menghadapi situasi darurat.

“Peran PPDI adalah memberikan pemahaman tentang kebencanaan. Dengan adanya bencana banjir, kita harus menginformasikannya melalui pengurus dan media agar tersebar luas,” ujarnya, saat dialog interaktif di RRI Sampang, Selasa (5/8/2025).

Nur Illiati menyatakan bahwa PPDI siap memanfaatkan media sosial dan jaringan multimedia agar edukasi kebencanaan menjangkau penyandang disabilitas. 

“Kami perlu berkolaborasi dengan media sosial agar pesan kebencanaan sampai ke pelosok desa. Edukasi juga harus disesuaikan, misalnya bagi tunanetra dan tuna wicara yang membutuhkan pendamping serta penerjemah bahasa isyarat,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa keterlibatan penyandang disabilitas harus lebih aktif, bukan sekadar penerima manfaat.“Teman-teman disabilitas harus paham penanggulangan bencana. Jangan hanya sebatas penerima manfaat, tetapi juga harus mampu menjadi anggota ULD PB,” ujarnya.

Menurutnya, upaya ini diharapkan dapat menyemangati penyandang disabilitas agar lebih mandiri dan ikut berperan dalam menghadapi bencana. “Kita harus mengajak semua pihak agar mendukung keberadaan ULD PB, termasuk sekolah luar biasa dan komunitas disabilitas,” katanya, mengakhiri.