logo2

ugm-logo

Gempa Tewaskan 116 Orang, Taiwan Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Gempa Tewaskan 116 Orang, Taiwan Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Taipei - Bendera setengah tiang dikibarkan di gedung-gedung pemerintahan Taiwan sebagai tanda berkabung atas tewasnya 116 orang akibat gempa bumi 6,4 SR. Keluarga korban menyerukan ditegakkannya keadilan atas robohnya apartemen 16 lantai, lokasi sebagian besar korban tewas ditemukan.

Seperti dilansir AFP, Senin (15/2/2016), banyak penghuni kompleks apartemen Weikuan Jinlong yang tertimpa reruntuhan sejak gedung itu roboh akibat gempa pada 6 Februari. Dari 116 korban tewas, menurut media setempat Focus Taiwan News Channel, sebanyak 114 jasad di antaranya ditemukan di antara reruntuhan apartemen tersebut.

Pada akhir pekan lalu, petugas penyelamat telah menghentikan upaya pencarian korban hilang yang telah berlangsung selama sepekan ini. Otoritas setempat meyakini ada lebih dari 380 orang di dalam kompleks apartemen Weikuan ketika gempa melanda. Apartemen Weikuan yang ada di distrik Yongkang, Tainan itu, terdiri atas 96 unit yang dibangun pada tahun 1994 lalu.

Tidak hanya mengibarkan bendera setengah tiang, perayaan Imlek di sejumlah kantor pemerintahan yang seharusnya digelar pada Senin (15/2), hari kerja pertama setelah libur panjang, juga dibatalkan karena Taiwan masih berduka. Kantor presiden dan juga kantor kabinet Taiwan termasuk yang membatalkan perayaan Imlek antar karyawan.

Otoritas setempat tengah melakukan penyelidikan atas robohnya apartemen tersebut, setelah penyelidikan awal menyebut adanya cacat pada konstruksi bangunan. Tiga orang termasuk pejabat tinggi perusahaan pengembang apartemen Weikuan telah ditangkap dan diinterogasi. Temuan-temuan cacat pada gedung apartemen 16 lantai itu memicu kemarahan keluarga korban dan juga publik.

"Pihak pengembang benar-benar tidak memiliki kesadaran saat membangun sebuah gedung, dia harus dihukum berat," ucap salah satu keluarga korban, Liu Kun-min, yang kakak laki-lakinya, juga saudara iparnya dan kedua anaknya tewas akibat robohnya apartemen itu.

Pemerintah kota Tainan tengah berusaha membekukan aset senilai 220 juta dolar Taiwan atau Rp 88 miliar milik 9 orang yang diyakini bertanggung jawab atas cacatnya konstruksi apartemen 16 lantai itu. Termasuk, sang pengembang Lin Ming-hui, para pemegang saham, dua arsitek dan seorang kontraktor. Dalam hal ini, pemerintah mewakili 93 keluarga yang menjadi korban dalam insiden tragis ini.

Sedangkan aset lainnya senilai 30 juta dolar Taiwan (Rp 12 miliar) telah dibekukan pengadilan Tainan pekan lalu, atas permintaan pemerintah kota Tainan.

sumber: detik.com

Gempa 6,6 SR Guncang Asia Bagian Selatan

Gempa 6,6 SR Guncang Asia Bagian Selatan

Jakarta - Gempa bumi berkekuatan 6,6 SR mengguncang kawasan Asia Selatan. Gempa terasa begitu kuat di Pakistan, Afghanistan dan India. Sejumlah orang di Kota Pakistan dilaporkan mengalami luka-luka.

Dikutip dari Reuters, berdasarkan informasi dari US Geological Survey (USGS), gempa berpusat sekitar 40 km atau 25 mil barat dari Ashkasham di Afghanistan timur laut, dekat perbatasan Tajikistan dan Provinsi Chitral Pakistan barat laut. Gempa berkedalaman 210 km atau 130 mil.

Para warga di Kabul dan Islamabad berhamburan keluar rumah karena kuatnya goncangan gempa. Kondisi serupa juga terjadi di Pakistan utara, timur dan tengah.

Di kota perbatasan barat laut Pakistan Peshawar, Khalid Khan, direktur darurat di Rumah Sakit Lady Reading utama kota, mengatakan tiga orang dirawat karena luka-luka, beberapa di antaranya anak-anak.

Seorang saksi Reuters di Chitral mengatakan gempa kuat tapi tidak ada kerusakan besar yang terlihat.

Di Kabul, juru bicara Otoritas Manajemen Bencana Nasional Afghanistan, Omar Mohammadi mengatakan, sejauh ini tidak ada laporan tentang korban atau kerusakan.

Tremor juga dirasakan di ibukota India dan di Kashmir, dengan beberapa orang yang bekerja di gedung-gedung bertingkat tinggi di ibukota India bergegas ke jalan-jalan.

Wilayah Hindu Kush yang berbatasan dengan Pakistan dan Afghanistan merupakan daerah seismik aktif, dengan gempa sering merasa seluruh wilayah. Hanya lebih dari satu dekade yang lalu, gempa 7,6 skala Richter di bagian lain dari Pakistan utara menewaskan sekitar 75.000 orang.
(kff/imk)

sumber: detik.com

More Articles ...