logo2

ugm-logo

Extreme Temperature : Pengkajian Efek Kesehatan dan Pengembangan Strategi Adaptasinya di Kawasan Asia-Pasifik

extreme temperatureSalah satu project yang didukung oleh Asia-Pasific Network (APN) untuk Global Change Research adalah terkait temperatur yang ekstrim. Judul project ini “Assessing the health effects of extreme temperatures and the development of adaptation strategies to climate change in the Asia-Pacific region”. Temperatur yang ekstrim merupakan sumber paling signifikan terkait dengan masalah kesehatan masyarakat yang berhubungan dengan cuaca. Terdapat 3 tujuan utama pelaksanaan project ini yaitu menganalisis total beban kematian yang disebabkan oleh suhu lingkungan yang tidak optimal di Cina, Vietnam, Thailand dan Bangladesh; memeriksa apakah resiko kesehatan terkait suhu bervariasi sesuai dengan karakteristik individu dan masyarakat; serta merumuskan strategi adaptasi lokal dalam menghadapi efek kesehatan yang terkait dengan termperatur dan mengurangi kerentanan. Project ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam membuat strategi dalam memproteksi kesehatan saat ini dan generasi selanjutnya di kawasan Asia-Pasifik.

Informasi selengkapnya Klik Disini

Climate Change Adaptation Toolkit Untuk Memperbaiki Resiliansi Komunitas

simposium perubahan iklimPerubahan pola musim, kejadian cuaca ekstrim yang semakin banyak dan mencairnya glacier di dataran tinggi Himalaya - Tibet yang terus menerus memiliki implikasi jangka panjang untuk kualitas air, energi, dan keamanan pangan atau makanan pada negara yang berkaitan langsung dengan dataran tinggi ini. Glacier merupakan bongkahan es di puncak gunung dan tidak mencair selama musim panas. Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan iklim diperlukan untuk tetap bertahan. Terdapat toolkit yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Toolkit yang dikembangkan ini dinamakan IAP toolkit (the ICLEI ACCRN PRocess). Toolkit ini memiliki 6 fase yang terdiri dari tools yang dapat digunakan oleh pemerintah lokal untuk mengevaluasi resiko iklim dari berbagai sistem terkait dengan kerentanannya. Berdasarkan hal tersebut dapat diformulasikan dan diimplementasikan berbagai intervensi untuk merespon kelemahan dari sistem yang telah teridentifikasi. Secara keseluruhan fase-fase tersebut adalah fase engagement atau fokus pada mendapatkan dukungan secara politik dari pihak yang memiliki otoritas dan kelompok komunitas, penelitian terkait dengan perubahan iklim dan pengkajian dampak, pengkajian kerentanan, strategi resiliansi, implementasi serta monitoring dan review. Setiap fase ini harus dilalui untuk memperoleh strategi yang tepat dalam menciptakan resiliansi komunitas. 

Informasi selengkapnya Klik Disini

More Articles ...