logo2

ugm-logo

Kelaparan di Wilayah Afrika, Sudan Selatan, dan Daerah Lainnya

Krisis makanan atau kelaparan terjadi di wilayah Afrika, Ethiopia, Kenya, Somalia hingga Sudan Selatan. Sejak akhir 2016, wilayah Afrika mengalami kekurangan pangan. Kenaikan harga barang dan ketidakstabilan situasi yang dialami membutuhkan bantuan kemanusiaan yang besar dari negara-negara lainnya. Jutaan orang di wilayah Afrika mengalami kelaparan akibat berbagai kondisi yang ada. Perhatian utama pada 2018 adalah 76 juta orang yang tersebar di 45 negara (terbesar di wilayah Afrika) membutuhkan bantuan pangan, ketidakamanan pangan memiliki dampak negatif dalam jangka panjang seperti pada mata pencaharian, perdagangan maupun keluarga. Fokus utama tindakan yang dapat dilakukan adalah keamanan pangan dan mata pencaharian; kesehatan dan nutrisi; air, sanitasi dan kebersihan; resiliansi komunitas serta pembangunan kapasitas keamanan nasional.

SELENGKAPNYA

Dampak Masalah Nutrisi di Asia dan Afrika

Kekurangan nutrisi dapat meningkatkan resiko kematian akibat infeksi, peningkatan frekuensi dan keparahan akibat infeksi, maupun tertundanya kesembuhan. Menurut data Unicef 2018, terdapat 3 juta balita dalam setahun meninggal akibat kekurangan nutrisi. Nutrisi yang buruk selama 1000 hari perrtama kehidupan seseorang dapat menyebabkan terjadinya stunting atau kekerdilan. Prevalensi terjadinya stuting pada 2000-2016 menurun dari 32,7% menjadi 22,9%. Penurunan angka ini merupakan suatu kabar baik sesuai dengan tujuan SDGs yang kedua tentang menghentikan terjadinya kelaparan, pencapaian keamanan pangan dan peningkatan nutrisi serta kestabilan agrikultural. Namun, penurunan tersebut tidak merata di seluruh wilayah Asia dan Afrika menilik kejadian di Asmat awal 2018 lalu. Hal tersebut menunjukkan dibutuhkannya pengkajian secara komprehensif terhadap daerah-daerah yang membutuhkan perhatian khusus. Informasi selengkapnya KLIK DISINI

More Articles ...