Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi bencana yang besar. Indonesia menduduki peringkat 5 besar kejadian bencana di Asia. Hal ini menunjukkan tingginya potensi bencana yang dihadapi oleh masyakarat di Indonesia. Sepanjang 2017, terdapat beberapa kejadian yang menjadi sorotan khalayak ramai. Dua diantaranya yaitu gempa Pidie Jaya hingga status terkini Gunung Agung. Gempa Pidie Jaya terakhir terjadi pada Februari lalu, mengingatkan kembali kejadian yang sama pada 7 Desember 2016 . Hingga saat ini, proses rehabilitasi dan rekonstruksi terus dilakukan. Bantuan hingga mencapai miliyaran rupiah disalurkan untuk mempercepat proses ini. kejadian terkini yang menjadi topik utama di berbagai media adalah Gunung Agung. Erupsi pertama yang terjadi pada 25 November 2017 lalu tidak hanya menimbulkan dampak bagi masyarakat sekitar gunung Agung namun juga masyarakat Bali. Pendistribusian masker juga akan dilakukan bagi masyarakat Lombok karena lokasinya yang dekat dengan Bali. Pemahaman masyarakat terkait dengan perubahan iklim dan faktor lainnya harus dipupuk melalui disaster risk reduction, sehingga dapat meminimalisir dampak kejadian yang berulang tersebut. Informasi selengkapnya Klik Disini


Pada 7 Desember 2017, Magister Manajemen Bencana UGM bekerja sama dengan Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) melaksanakan “Rountable Discussion: Evaluasi dan Ancaman Siklon Tropis”. Kegiatan ini ditujukan untuk membahas siklon dan evaluasi tindakan penanganan yang telah dilakukan. Siklon tropis Cempaka yang terjadi di sebelah selatan Jawa Tengah berdampak pada pola cuaca di sekitar lintasannya. Hujan lebat terjadi di wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Pembicara menyebutkan bahwa peringatan dini telah diberikan sejak 25 November 2017 oleh BMKG pusat terkait 2 potensi siklon. BMKG menggandeng berbagai media antara berhadap peringatan dini tersebut dapat dijadikan acuan masyarakat untuk siap siaga dalam menghadapi dampak siklon yang berupa banjir, tanah longsor, banjir bandang, dan lain-lain. Bencana tersebut membuat aktivitas masyarakat terhentime dan menimbulkan kerugian moril dan materil. Pada kesempatan ini juga dijelaskan penanganan dampak siklon di berbagai daerah di Yogyakarta. Lemahnya sistem peringatan dini terkait cuaca ekstrim, pengenalan resiko, analisis wilayah yang mengalami dampaknya serta penyampaian informasi merupakan pembelajaran yang diperoleh dari kejadian ini. Informasi selengkapnya