logo2

ugm-logo

Mengenal Mass Gathering Sebagai Salah Satu Risiko Terjadinya Kejadian Kegawatdaruratan

https://cdn.sindonews.net/dyn/940/photos/2015/07/19/13533/49593_highres.jpgMenurut WHO mass gathering merupakan kegiatan yang telah terorganisir maupun tidak dimana jumlah orang yang berkumpul banyak dan cukup untuk membebani sumber daya komunitas atau pemerintah dalam merencanakan maupun memberikan respon dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Contoh mass gathering yang sering kita jumpai yaitu kegiatan olahraga, festival musik, demonstrasi politik dan kegiatan keagaamaan. Arus mudik dan balik setiap tahunnya merupakan contoh yang kita jumpai di Indonesia.

Risiko kesehatan yang dapat dialami oleh seseorang yang berada pada mass gathering disebabkan oleh tingginya kepadatan orang, terbatasnya kontrol yang dapat dilakukan terhadap kerumunan orang, tidak adekuatnya perawatan medis di tempat kejadian, serta kurangnya persiapan terhadap kemungkinan perubahan iklim yang ekstrim. Keluhan yang sering dialami ada kejadian seperti cedera, penyakit terkait dengan temperatur, intoksikasi, penyakit gastrointestinal, serta gangguan respirasi. Perawatan medis di tempat biasanya dapat memberikan perawatan untuk cidera ringan. Penanganan yang lebih besar membutuhkan kerja sama multi sektor.

SELENGKAPNYA

Rapat Koordinasi Penyiapan Skenario dan Rencana Penanganan Erupsi Merapi saat Libur Lebaran 2018

rakor persiapan bencana 2018 merapi 01

Yogyakarta memiliki potensi terjadi bencana yang bermacam-macam dan salah satu yang kerap terjadi yaitu Gunung Merapi, dengan siklus 4 tahun sekali. Dari bulan Mei sampai dengan Juni sudah terjadi 3 kali letusan freatik dan status Gunung Merapi sudah meningkat dari Normal menjadi Waspada. Letusan freatik pertama terjadi pada 11 Mei 2018 kemudian terjadi kembali pada 21 Mei 2018. Update terakhir letusan freatik terjadi pada 1 Juni 2018 pukul 08.20 WIB dengan ketinggian kolom 6000 meter kearah barat laut dengan durasi 2 menit dan amplitudo 77mm. Fenomena ini tidak terlalu berbahaya, tetapi kita tetap perlu selalu siap dalam menghadapinya. Persiapan yang dilakukan sudah harus dimulai sejak sebelum terjadinya bencana. Sebentar lagi umat muslim di Indonesia akan merayakan libur Lebaran dan seluruh pegawai baik negeri maupun swasta akan mendapatkan libur nasional mulai dari 12 Juni 2018 sampai 20 Juni 2018. Oleh karena itu, sangat diperlukan rapat koordinasi untuk mempersiapkan skenario dan rencana penanganan bencana Erupsi Merapi saat libur Lebaran untuk mengantisipasi jika terjadi Erupsi Merapi pada saat jangka waktu.

SELENGKAPNYA

More Articles ...