logo2

ugm-logo

Waspada Potensi Banjir Rob di Pesisir Jateng, Kaltim, dan Sulut

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat di kawasan pesisir untuk waspada potensi banjir rob. Terutama di tiga wilayah. Potensi banjir rob diperkirakan terjadi di tiga wilayah pesisir utama, yaitu:

"Pesisir Jawa Tengah (Jateng), Pesisir Kalimantan Timur (Kaltim), dan Pesisir Sulawesi Utara (Sulut)," ujar Prakirawan BMKG Rira A Damanik, melalui kanal YouTube infoBMKG, yang dikutip Senin, 6 Januari 2025. 

BMKG juga melaporkan adanya sirkulasi siklonik yang terdeteksi di beberapa wilayah, termasuk di Laut Cina Selatan (sebelah timur Laut Natuna), Samudra Hindia (barat Aceh), Laut Sawu, dan Laut Arafuru. Kondisi ini, kata dia, memicu pembentukan daerah konvergensi di berbagai wilayah, seperti Laut Natuna Utara, perairan barat Aceh, hingga Papua Selatan.

Dia menerangkan bahwa suhu hari ini diprakirakan mulai dari 16 hingga 33 derajat Celsius, dengan kelembapan 61 hingga 100 persen. Sementara itu, kecepatan angin diramalkan mulai dari 10 hingga 50 km/jam.

"Dominan angin dari arah barat," ucap Rira. 

Sementara itu, tinggi gelombang laut hari ini, umumnya mulai dari 0,5 meter hingga 2,5 meter. Sementara itu, untuk wilayah Laut Natura Utara dan perairan di Kepulauan Natuna, tinggi gelombang diprakirakan mulai dari 2,5 meter hingga 4 meter. 

"Masyarakat diharap tetap waspada cuaca esktrem," kata Rira. 

Puluhan Rumah Warga Wuluhan Jember Banjir, 300 Warga Terdampak

Jember - Puluhan rumah di Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, Jember, terendam banjir akibat hujan seharian yang mengguyur wilayah tersebut. Banjir terjadi akibat sabuk Gunung Manggar yang berada di wilayah itu tak mampu menampung debit air.

"Terjadi hujan lebat di Desa Kesilir yang mengakibatkan sabuk Gunung Manggar yang dialiri air tidak muat," jelas Camat Wuluhan Andri Purnomo, Sabtu (4/1/2025).

Puluhan rumah warga Desa Kesilir yang terendam banjir berada di dua Dusun, yakni Dusun Krajan dan Demangan. Ada sekitar 300 jiwa terdampak. Termasuk 10 balita dan 19 lansia.

Selain menggenangi rumah warga, luberan air dari sabuk gunung juga menggenangi area persawahan. Belum diketahui secara pasti luasan area persawahan yang terendam banjir. Warga telah mencoba menahan luberan air dengan alat seadanya.

"Air tersebut meluap ke sawah warga dan pemukiman warga, hingga luapan air tersebut masuk ke rumah warga. Yang terdampak di dua dusun," ujar Andri.

 Dia menambahkan, mMuspika dan pihak desa setempat saat ini tengah membantu warga. Sebab ketinggian air telah mencapai setinggi lutut orang dewasa.

"Tim BPBD Jember sudah meluncur ke lokasi untuk melakukan penanganan dan evakuasi jika memang diperlukan," katanya.

More Articles ...