Banjir dan tanah longsor melanda Provinsi Aceh pada pertengahan November 2025. Bencana Hidrometeorologi terjadi sejak 18 November 2025 telah berdampak pada 18 kabupaten/kota di Aceh, tersebar di 226 kecamatan dan 3.310 desa. Ratusan korban meninggal dan hilang serta puluhan ribuan orang harus diungsikan akibat dari bencana tersebut. Informasi dari website Badan Penanggulangan Bencana Aceh, selama periode 18 November 2025 hingga 2 Desember 2025, Provinsi Aceh mencatat 156 jiwa meninggal dunia dan 181 jiwa masih hilang. Korban tersebar di Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya. Data ini diduga akan terus bertambah seiring pencarian korban yang terus dilakukan.
Kondisi di sejumlah wilayah sangat kritis, bantuan logistik dan pelayanan kesehatan terhambat karena keterbatasan akses transportasi dan jaringan komunikasi. Beberapa jalan terputus dan tidak dapat diakses karena dampak dari banjir dan tanah longsor. Dinas Kesehatan Provinsi Aceh telah mengoperasikan Health Emergency Operation Center (HEOC) untuk mengatur pelayanan kesehatan di daerah terdampak. Dalam hal ini Dinas Kesehatan sebagai Ketua Klaster Kesehatan/HEOC yang terintegrasi dengan klaster lainnya dalam satu sistem komando Penanganan Darurat Bencana Aceh. Operasi HEOC ini belum maksimal dapat dilakukan karena masalah akses pelayanan kesehatan, sistem komunikasi dan jaringan serta keterbatasan Bahan Bakar Minyak. Sementara didapatkan informasi bahwa Rumah Sakit, Puskesmas banyak terdampak dan terdapat beberapa RS dan Puskesmas tidak dapat beroperasi. Kondisi semakin diperberat dengan banyak tenaga kesehatan yang terdampak.
Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK dan Pokja Bencana FK - KMK UGM bekerja sama dengan AHS UGM, dan kapasitas lokal Universitas Teuku Umar di Aceh untuk memberi bantuan baik medical maupun management support. Melalui laman ini kami hadir untuk berbagi informasi selama penanganan bencana hidrometeorologi Aceh. Selain laporan kegiatan yang dilakukan tim, laman ini juga akan menampilkan aturan kebijakan, dan infografis. Harapannya informasi ini bermanfaat sebagai referensi pengambilan kebijakan serta untuk pengembangan penanganan manajemen bencana dan krisis kesehatan.
Laporan Harian
Tim Aceh 1: Tim Asesmen dan Pendampingan HEOC Dinkes Prov. Aceh
Minggu, 30 November 2025
Rapat Koordinasi Persiapan Keberangkatan Tim

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK, Tim Pokja Bencana FK-KMK UGM bersama dengan AHS UGM menggelar rapat koordinasi untuk merespon kejadian bencana hidrometeorologi Aceh. Banjir dan tanah longsor yang mengakibatkan banyak korban dan lumpuhnya layanan kesehatan di beberapa fasyankes menjadi pertimbangan yang kuat untuk pengiriman tim relawan kesehatan. Rapat koordinasi dilakukan melalui online zoom, tim dari UGM juga mengundang rekanan dari Aceh dan Pusat Krisis Kesehatan untuk dapat mengikuti rapat tersebut. Beberapa informasi yang didapatkan dari hasil koordinasi awal :
-
Di Aceh banyak lokasi yang tidak bisa diakses dan mengalami kendala dimana jaringan tidak optimal. Hal ini membuat sistem komunikasi terganggu. Terdapat 18 dari 23 kab/kota yang terdampak dan dari 18 wilayah yg terdampak terdapat 7 kabupaten kota yang belum bisa diakses baik itu secara komunikasi maupun transportasi.
-
Perkiraan 127 puskesmas di 18 kab/kota ada beberapa tidak berfungsi. Informasi jumlah korban perhari masih didapatkan dari posko pertama di kantor gubernur.
-
HEOC dibuka di Dinkes prov Banda Aceh. Informasi sementara terdapat 1264 luka ringan, 330 luka berat, 70 meninggal dunia, 57 hilang
-
SDM di daerah terdampak sudah kelelahan, namun jenis kebutuhan SDM ini belum dapat diketahui. Pemda sudah mengupayakan bisa diakses dengan perbaikan jembatan.
Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK, Tim Pokja Bencana FK-KMK UGM dan AHS UGM bergabung dalam satu tim yaitu TCK-EMT AHS UGM. Rencana sementara dari hasil diskusi adalah pengiriman tim manajemen terlebih dahulu yang dapat melakukan assessment dan membantu di HEOC.
Senin, 1 Desember 2025
Persiapan Keberangkatan Tim Manajemen

Dok Pokja Bencana FK-KMK UGM “Pertemuan Persiapan Keberangkatan Tim Manajemen”
Tim Jejaring AHS UGM mengadakan koordinasi kembali pada 1 Desember pukul 13.00 secara hybrid yang diikuti oleh jejaring UGM. Beberapa agenda yang dibahas adalah rencana keberangkatan tim manajemen dan kesiapan tim medis. Telah disepakati tim yang berangkat di awal adalah Gde Yulian Yogadhita dan dr. Agung Widianto untuk melakukan assessment dan membantu operasi HEOC sembari dengan penyiapan keberangkatan Tim 1 untuk pelayanan medis. Peta risiko juga ditampilkan pada pertemuan untuk menampilkan daerah-daerah yang terdampak sebagai pertimbangan lokasi penugasan tim. Setelah penugasan tim manajemen, rencana profesi Tim selanjutnya yang dikirimkan adalah dokter spesialis anestesi, dokter spesialis orthopedi, perawat, farmasi, gizi, dokter spesialis bedah. Namun kebutuhan tenaga tersebut akan difixkan setelah mendapatkan laporan dari tim manajemen di lapangan.
Selasa, 2 Desember 2025
Keberangkatan Tim Manajemen dan Rapat Koordinasi Harian

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM “Identifikasi kebutuhan logistik medis”

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM “Laporan dari Tim Assessment di lapangan”
Pukul 04.20 WIB tim Manajemen yaitu Gde Yulian Yogadhita berangkat ke Banda Aceh dan dr. Agung Widianto berangkat pukul 11.45 WIB. Tim yang berangkat dibekali dengan kebutuhan logistik personal dan manajemen kit disaster seperti peta risiko banjir Aceh, formulir RHA, formulir penerimaan relawan, formulir penerimaan bantuan logistik medis dan lain-lain.
Pukul 19.00 Tim kembali melakukan koordinasi harian. Beberapa poin yang dibahas adalah :
Catatan rapat :
1. Pendataan kebutuhan logistik medik tim I yang akan diberangkatkan sudah dilakukan, namun ini masih perlu di review ulang berdasarkan hasil assessment tim awal yang sudah berangkat. Paket bedah per pasien.
2. Proposal 1 terkait kebutuhan manajemen HEOC dan pelayanan pre hospital sudah selesai. Selanjutnya ide pengembangan proposal kedua terkait kelistrikan dan WASH, terdapat juga pelayanan pre hospital. Kegiatan tersebut untuk mem-backup kebutuhan puskesmas khususnya dalam penyediaan air bersih. Power supply bisa dimasukkan ke proposal kedua.
Reportase kegiatan Tim Manajemen di HEOC Dinkes Provinsi Aceh
dilaporkan dari lapangan oleh Gde Yulian Yogadhita
ditulis oleh Happy R Pangaribuan

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM “ Pendampingan HEOC Subklaster Pelayanan Kesehatan dan Subklaster Kesehatan Reproduksi”
Gde Yulian Yogadhita sebagai ahli manajemen bencana kesehatan ditugaskan di Dinkes Provinsi DIY untuk mendampingi Dinkes mengoperasikan HEOC. Beberapa kegiatan pendampingan yang dilakukan adalah mendampingi sub klaster yankes, baik primer dan rujukan. Demikian juga dengan kespro. Peta respon sudah disusun. Dari 86 RS ada 10 RS yang perlu didampingi oleh TCK-EMT AHS. Tim AHS bisa dikirimkan ke RS terdampak di daerah Bener Meriah. Tantangan di lapangan adalah kekurangan BBM dan listrik sehingga RS tidak mampu melakukan pelayanan karena tidak ada bensin, listrik dan air bersih.

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM “Rapat koordinasi dengan lintas sektor”
Kurang lebih pukul 20.00 WIB tim manajemen mengikuti rapat dengan lintas sektor yang dipimpin oleh Wakil Menteri Kesehatan. Secara umum pembahasan dalam rapat tersebut adalah untuk mengidentifikasi kapasitas daerah khususnya asesmen kapasitas Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin
Notulen : Happy R Pangaribuan
Pokja Bencana FK-KMK UGM, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM
Rabu, 3 Desember 2025
Reportase kegiatan Tim Manajemen di HEOC Dinkes Provinsi Aceh
dilaporkan dari lapangan oleh Gde Yulian Yogadhita
ditulis oleh Happy R Pangaribuan

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM “Pendampingan penyusunan laporan sub klaster kesehatan (kiri) dan peta respon (kanan)
Pagi hari ini tim manajemen AHG UGM melanjutkan pendampingan operasi HEOC Dinkes Prov Aceh. Membantu sub klaster kespro untuk melakukan pendataan dan kaji kebutuhan pelayanan kespro di daerah terdampak. Peta respon di update sesuai dengan laporan yang datang ke HEOC termasuk relawan kesehatan. HEOC Dinkes Provinsi Aceh membuka desk relawan kesehatan. Melalui peta respon tersebut, memudahkan HEOC menempatkan relawan kesehatan bertugas di daerah terdampak. Selanjutnya tim manajemen AHG UGM juga membantu memfasilitasi komunikasi sub klaster pengendalian penyakit dan kesehatan lingkungan.
Siang hari tim manajemen AHS UGM melakukan koordinasi dengan BBPOM untuk penerimaan donasi obat bencana dari bantuan internasional dan potensi penyusunan SOP pengelolaan obat bantuan oleh BPOM terintegrasi HEOC daerah. Kemudian dilanjutkan dengan fasilitasi pertemuan dengan wamenkes di HEOC dan pertemuan dengan pengurus KAGAMA Aceh. Tim juga mengikuti rapat di pos komando tanggap darurat bersama Sekretaris Daerah dan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital.
Kamis, 4 Desember 2025
Keberangkatan TIM EMT-TCK AHS 1

Dok. Tim AHS UGM “Pemberangkatan Tim AHS UGM oleh Wakil Dekan FK-KMK UGM dan Ketua Pokja Bencana FK-KMK UGM”
Hari ini TCK-EMT AHS UGM diberangkatkan oleh Wakil Dekan FK-KMK UGM bertugas dalam penanganan banjir dan tanah longsor Aceh. Tim berkumpul pukul 03.30 WIB di FK-KMK UGM. Perjalanan dimulai dengan KAI Jogja-Jakarta dan lanjut melakukan penerbangan ke Bandara Banda Aceh. Tim yang berangkat juga membawa logistik medik yang dibutuhkan dalam melakukan pelayanan medis. Logistik medik dan kelengkapan administrasi sudah disiapkan dan di packing oleh tim pendukung yaitu Dewi Catur Wulandari dan Susy Heri Pertiwi dari FK-KMK UGM pada hari sebelumnya. Semua anggota yang terlibat saling berbagi tugas, ada yang bertugas untuk pemesanan tiket, packing logistik, penyusunan form atau template laporan harian, fungsi koordinasi dan sebagainya.

Dok Pokja Bencana FK-KMK UGM “Persiapan Packing Logistik Medik dan Kebutuhan Administrasi”
Jumlah personil yang berangkat sebanyak 14 orang dengan keterangan sebagai berikut :
| No | Nama | Profesi/Jabatan | Asal Rumahsakit |
| 1 | dr. Ardariswara Wikantyasa,Sp. OT | Dokter Orthopedi | RSUP dr. Sardjito |
| 2 | dr. Wicaksono Sigit Prasetyo | Dokter Umum | RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten |
| 3 | dr. Ulinna'ma Hayati Wardhani | Dokter Umum | RSUP dr. Sardjito |
| 4 | dr.Dian Novita Hermawati | Dokter Ilmu Penyakit Dalam | RSUP dr. Sardjito |
| 5 | dr. Reza Syahputra, Sp. A | Dokter Anak | RSUP dr. Sardjito |
| 6 | dr. R. Wahyu Kartiko Tomo, Sp.B, Subsp. Onk (K) | Dokter Bedah | RSA UGM |
| 7 | dr. Kamala Kan Nur Azza, Sp.An., M.Sc | Dokter Anastesi | RSA UGM |
| 8 | Novriadi Herzani.,AMK | Perawat Anestesi | RSUP dr. Sardjito |
| 9 | Agus Damar Septiaji S.Tr.Kep.,Ners | Perawat bedah | RSA UGM |
| 10 | Fendy Mahardhian,Amk | Perawat IGD | RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten |
| 11 | apt. Samsul Alam, M.Clin.Pharm | Farmasi | RSA UGM |
| 12 | Marjudi | Gizi | RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten |
| 13 | Nandang Tri Pujianto | Sanitasi | RSUP dr. Sardjito |
| 14 | Candra Ardian, ST | IPSRS Teknik | RSA UGM |

Dok. Tim AHS UGM “TCK-EMT AHS tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh”
Tim tiba di Bandara Aceh pukul 18.30 WIB. Tim manajemen yang sudah ditugaskan sebelumnya yaitu dr. Agung Widianto dan Gde Yulian menjemput TCK-EMT AHS UGM di Bandara dan selanjutnya saling berkoordinasi (briefing) untuk persiapan penugasan selanjutnya. Diinformasikan tim esok pagi akan berangkat ke Aceh Utara melalui jalur udara dan jalur laut.
Laporan Kegiatan Tim Manajemen di HEOC Dinkes Provinsi Aceh
dilaporkan dari lapangan oleh Gde Yulian Yogadhita
ditulis oleh Happy R Pangaribuan

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM “Asistensi sub klaster kesehatan gizi dengan Kemenkes RI (kiri) dan asistensi tim logistik (kanan)
Hari ini pagi sampai siang hari, Gde Yulian Yogadhita melakukan asistensi tim logistik dengan Pak Dede Bromici dari Instalasi Farmasi terkait monitoring donasi obat obatan dan alkes. Asistensi ini bertujuan untuk memastikan donasi obat-obatan dan alkes dapat didistribusikan ke daerah yang membutuhkan dan juga untuk mengetahui ketersediaan logistik yang ada. Selanjutnya melakukan asistensi sub klaster kesehatan gizi dengan pak Adam dari Kemenkes RI bersama dengan Kepala Bidang Yankes, bu Yenni, terkait monitoring dukungan logistik PMT Ibu Hamil dan PMT ASI dan Vitamin A.

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM “Koordinasi dengan KAGAMA Aceh”
Siang sampai sore hari, kegiatan yang dilakukan adalah koordinasi dengan Bidang Yankes terkait penempatan tim TCK-EMT AHS-UGM. Dalam koordinasi tersebut hadir juga dari KAGAMA Aceh Prof Yani dan dr Arifatul yang membantu mencarikan akses untuk pengiriman tim EMT AHS UGM yang akan ditugaskan ke Aceh Utara. Selanjutnya dilakukan asistensi sub klaster jiwa terkait pelibatan IPKJI, IPJI,PDSKJI, Poltekkes untuk screening masalah kejiwaan dan menginisiasi laporan kuantitatif untuk memunculkan perhitungan kebutuhan asesmen kejiwaan di pengungsian.
Reporter : Happy R Pangaribuan
Pokja Bencana FK-KMK UGM, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM
Tim Aceh 2: Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara batch 1
Jumat, 5 Desember 2025
Laporan harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara batch 1
“RSUP dr. Sardjito, RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten, RSA UGM”
Dilaporkan dari lapangan oleh Ketua TCK-EMT AHS UGM 1: dr. R. Wahyu Kartiko Tomo, Sp.B, Subsp. Onk (K)

Dok. Tim AHS UGM “Keberangkatan tim menggunakan pesawat Pegasus ke Aceh Utara”
Malam sebelumnya, 4 Desember pada pukul 18.30 WIB tim sudah tiba di Bandara Malikul Saleh Aceh, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan briefing persiapan keberangkatan tim ke Aceh Utara. Tim ditugaskan di RSUD Muchtar Hasbi dan RS Zahra yang berlokasi di Aceh Utara, Lhoksukon. Keberangkatan tim dibagi menjadi 2 yaitu 9 orang menggunakan pesawat penerbangan pukul 07.30 dan 5 orang naik kapal cargo. Tim memilah barang logistik yang dapat dibawa melalui pesawat dan kapal.
Transportasi keberangkatan tim dari Banda Aceh ke Aceh Utara difasilitasi oleh Pemda Aceh
Jumlah personil yang berangkat sebanyak 14 orang dengan keterangan sebagai berikut :
| No | Nama | Profesi/Jabatan | Asal Rumahsakit |
| 1 | dr. Ardariswara Wikantyasa,Sp. OT | Dokter Orthopedi | RSUP dr. Sardjito |
| 2 | dr. Wicaksono Sigit Prasetyo | Dokter Umum | RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten |
| 3 | dr. Ulinna'ma Hayati Wardhani | Dokter Umum | RSUP dr. Sardjito |
| 4 | dr.Dian Novita Hermawati | Dokter Ilmu Penyakit Dalam | RSUP dr. Sardjito |
| 5 | dr. Reza Syahputra, Sp. A | Dokter Anak | RSUP dr. Sardjito |
| 6 | dr. R. Wahyu Kartiko Tomo, Sp.B, Subsp. Onk (K) | Dokter Bedah | RSA UGM |
| 7 | dr. Kamala Kan Nur Azza, Sp.An., M.Sc | Dokter Anastesi | RSA UGM |
| 8 | Novriadi Herzani.,AMK | Perawat Anestesi | RSUP dr. Sardjito |
| 9 | Agus Damar Septiaji S.Tr.Kep.,Ners | Perawat bedah | RSA UGM |
| 10 | Fendy Mahardhian,Amk | Perawat IGD | RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten |
| 11 | apt. Samsul Alam, M.Clin.Pharm | Farmasi | RSA UGM |
| 12 | Marjudi | Gizi | RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten |
| 13 | Nandang Tri Pujianto | Sanitasi | RSUP dr. Sardjito |
| 14 | Candra Ardian, ST | IPSRS Teknik | RSA UGM |
Jumat, 5 Desember 2025 pukul 08.15 s/d 09.15 perjalanan dari bandara Banda Aceh ke Lhoksukon dan pukul 09.40 perjalanan menuju RS dr Muchtar Hasbi dengan durasi perjalanan sekitar 15 menit. Setibanya di bandara beberapa logistik tidak dapat masuk sehingga didahulukan logistik prioritas, sisanya akan dibawa melalui kapal laut.

Dok. Tim AHS UGM “Pelepasan keberangkatan tim AHS dengan kapal Antares oleh Walikota kota Banda aceh
Tim yang berangkat menggunakan kapal kargo berangkat sekitar pukul 20.00 WIB. Tim diberangkatkan oleh Sekda Aceh.
Tim pertama yang berangkat tiba di RS sekitar pukul 10.00 WIB. Tim berkoordinasi dengan Direktur RS, Kepala Seksi Pelayanan Medik, Kepala IGD, Kepala Rawat Inap dan Petugas IGD. RS dr Muchtar Hasbie adalah RS Tipe D Pratama dengan jumlah bed 28 bed. Tenaga Medis: Dokter umum 6 orang, perawat 53 dan bidan 30, dokter gigi 1, perawat gigi 2, kesling 2, kesmas 1, radiografer 1, fisioterapi 1, analis 2, RM 3, teknis elektromedik 1, apoteker 2, asisten apoteker 2, nutrisionis 1. Jumlah total pegawai kurang lebih 116 personil. Dari semua personil RS tidak lebih dari 30 persen yang bisa bekerja dan membantu RS untuk operasional. RS saat ini sudah beroperasi sebagian saja dengan layanan terbatas, pelayanan oleh dokter umum diatur dalam shift jaga. Buka dari jam 08.00 sd jam 16.00, pelayanan oleh dua dokter umum, dibagi satu dokter umum ke poliklinik dan satu dokter umum di IGD. Untuk perawat IGD dan poliklinik yang jaga tidak ditetapkan dengan jadwal, yg penting ada perawat yg bisa datang jaga sesuai jam pelayanan di jam 08.00 sd 16.00. Di Aceh Utara jam kerja RS lima hari kerja. Sebelum bencana pasien perhari rerata 40 sd 70 pasien perhari. Karena baru membuka layanan per 1 Desember 2025 pasien baru ada per hari ini. Kasus yang paling banyak pasca bencana setelah dibuka Senin, 1 Desember 2025 adalah penyakit kulit, ISPA dan gangguan pencernaan.
Informasi lainnya adalah RS sudah memiliki jaringan dan menginformasikan ke masyarakat terdampak bahwa pelayanan poli dan IGD buka 24 jam. Selama penugasan Tim AHS UGM tinggal di RS. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari RS maka bertugas dibagi 2 untuk melakukan pelayanan kesehatan di RS dan melakukan pelayanan kesehatan mobile, dengan keterangan sebagai berikut :
- Tim Satu: Tiga personil Sp.PD, Sp.A, dan Sp.OT ke daerah Kec Langkahan, Kab Aceh Utara, sekitar 40 km dari RS Muchtar Hasbie. Informasi Tim ini akan ada Ibu Gubernur juga akan mendampingi.
- Tim Dua: Persiapan pelayanan di IGD dan Poli (sudah ada pasien).
Laporan Pelayanan Kesehatan

Dok. Tim AHS UGM “Tim AHS UGM melakukan pelayanan kesehatan di Kec. Langkahan”
Pelayanan medis dilakukan di 2 tempat yaitu di RS dan di kecamatan langkahan. Tim yang bertugas di kecamatan langkahan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat terdampak. Di kecamatan ini masih susah sinyal dan kondisi kesehatan masyarakat sangat memprihatinkan, membutuhkan pelayanan kesehatan rutin. Selama tim melakukan pelayanan terdapat 1 pasien, bayi usia 2 bulan menderita pneumonia ringan dan harus dirujuk ke RS. Tim berkoordinasi dengan tim yang ada di RS untuk menyediakan bangsal untuk 1 orang bayi, 2 orang ibu dan 1 anak umur 6 tahun. Tindakan lanjutan dilakukan di RS Muchtar.
Keterangan pelayanan kesehatan yang dilakukan :
- Jumlah konsultasi rawat jalan : 86 orang ( usia < 5th = 4 L, 5 P ; usia >5t + 37 L, 36 P>5 th)
- Perawatan bedah dan trauma : rawat luka (5 L > 5 th, 1P > 5th)
- Pasien rujukan ke RSUD Muchtar Hasbi : 1 pasien bayi 2 bulan dengan Pneumonia ringan.
- Pengawasan penyakit menular :
- ISPA (P<5th=3, L<5th=4, P>5th=9, L<5th=6)
- Skin infection (P<5th=4, L<5th=3, P>5th=12, L>5th=13) Diare L>5th=1
- Pengawasan Penyakit tidak menular :
- Dyspepsia (P>5th=5, L>5th=4)
- Cephalgia, arthralgia (P>5th=10, L>5th=10)
- Kasus trauma 6
Laporan Tim Teknik dan Sanitasian AHS UGM

Dok. Tim AHS UGM “Tim teknis melakukan pemeriksaan pipa air RS”
Tim teknik bertugas juga di RS Muchtar Hasbie Lhoksukon, laporan dari RS bahwa ketersediaan air bersih tidak ada, namun setelah dilakukan pengecekan masih ada sisa-sisa air yang dapat digunakan di beberapa bak bangsal RS. Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah :
- Pemberantasan jentik nyamuk dan bakteri-bakteri air di penampungan air bawah menggunakan Kaporit
- Pemeriksaan dan perbaikan terhadap penampung air atas, ditemukan saluran pipa hancur dan beberapa titik bocok.
- Melakukan pemeriksaan sumber listrik alternatif di RS. RS memiliki genset dan aki masih baru hanya saja belum paham mengoperasikan genset. Sehingga tim meminta beberapa personil dari RS untuk diajari cara mengoperasionalkan alat tersebut.
Pukul 20.00 WIB, tim AHS yang bertugas dilapangan melakukan koordinasi rutin dengan Pokja Bencana FK-KMK melalui zoom. Rapat dipimpin oleh Sutono melakukan ketua Pokja Bencana FK-KMK. Ketua tim AHS UGM dr. Wahyu Kartiko Tomo menyampaikan update kegiatan tim di lapangan. Informasi lainnya yang disampaikan adalah bahwa laporan dari puskesmas masih sangat lemah dengan kondisi seluruh puskesmas 32 puskesmas terdampak banjir, dimana hanya 17 puskesmas yang beroperasi namun belum maksimal.
Kebutuhan dan Dukungan yang Mendesak :
Kebutuhan logistik makanan (terutama untuk balita), air bersih, pakaian bersih
Rencana Tidak Lanjut :
- Perbaikan saluran air bersih di rumah sakit
- perbaikan genset untuk kecukupan pasokan listrik saat mati
- Perekapan logistik farmasis untuk persiapan sisir 2 lokasi penampungan di daerah jambuaye
- koordinasi dengan dinkes untuk kebutuhan logistik obat
Notulen : Happy R Pangaribuan
Pokja Bencana FK-KMK UGM, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM
Sabtu, 6 Desember 2025
Laporan harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara batch 1
“RSUP dr. Sardjito, RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten, RSA UGM”
Dilaporkan dari lapangan oleh Ketua TCK-EMT AHS UGM 1: dr. R. Wahyu Kartiko Tomo, Sp.B, Subsp. Onk (K)
Laporan Pelayanan Kesehatan


Dok. Tim AHS UGM “Pelayanan Kesehatan di Kec. Langkahan Aceh Utara”
Hari ini mulai pukul 07.00 sudah mulai dilakukan pelayanan di IGD. Ada 2 permintaan wilayah yang diminta Dinkes, tempatnya di langkahan namun dusun nya berbeda. Selain pelayanan kesehatan di RS Muchtar, tim AHS UGM membagi tempat pelayanan kesehatan di dua tempat yaitu di Desa Menasah Belang, Kec. Langkahan dan Dusun Bolamas, Desa Langkahan Kec. Langkahan. Di Kec. Langkahan ada bidan desa yang siaga dan ada tempat khusus pelayanan. kesehatan sampai jam 22.00.Dari hasil identifikasi tim di lapangan sementara masih dibutuhkan dokter Spesialis Anak, dokter spesialis penyakit dalam, dokter umum, dokter bedah atau dokter orthopedi, apoteker, spesialis kulit, gizi. Tim juga mencari obat-obatan untuk pelayanan kesehatan di Langkahan. Keterangan pelayanan kesehatan yang dilakukan :
- Jumlah konsultasi rawat jalan : 103 orang ( usia < 5th = 11 L, 12 P ; usia >5th =34 L, 46 P)
- Perawatan bedah dan trauma : vulnus tindakan rawat luka (P>5th=1, L>5th=10)
- Pasien rujukan ke RSUD Muchtar Hasbi : -
- Pengawasan penyakit menular :
- ISPA (P<5th=5, L<5th=11, P>5th=3, L>5th=6)
- Skin infection (L>5th=1, P>5th=17, L>5th=8)
- Diare (P<5th=3)
- Dyspepsia (P>5th=2, L>5th=1)
- Myalgia (P>5th= 6, L>5th=4)
- dll 3
- Pengawasan Penyakit tidak menular :
Laporan Tim Teknik dan Sanitasian AHS UGM
Perbaikan sistem air di RS juga masih dilanjutkan hari ini. Kebocoran pipa air tidak di satu titik, namun banyak titik. RS tidak punya blueprint aliran air. Namun untuk kasus emergency masih ada sisa air tandon. Kualitas air sudah dicek sanitasi dan sudah di treatment. Kondisi air masih bercampur lumpur, sementara sudah dikasih kaporit. Untuk pasien menggunakan PDAM, namun ada kebocoran sehingga ditarik pakai pompa.
Pukul 19.00 WIB, tim AHS yang bertugas dilapangan melakukan koordinasi rutin dengan Pokja Bencana FK-KMK melalui zoom. Rapat dipimpin oleh Sutono ketua Pokja Bencana FK-KMK. Ketua tim AHS UGM dr. Wahyu Kartiko Tomo menyampaikan update kegiatan tim di lapangan. Informasi lainnya yang disampaikan adalah ketersediaan logistik kebutuhan di RS masih cukup, Puskesmas Langkahan tidak operasional sama sekali, hancur total, mereka hanya menunggu tim medis. Yang paling membutuhkan pelayanan kesehatan di kec Langkahan. Jarak dari RS Muchtar ke Kec Langkahan ke sekitar 40 km. Genset di RS bisa hidup namun panel ke dalam gedung tidak ada. Tim mengusulkan jika tidak berfungsi, bisa membeli Torn yang 6000-10.000, namun belum ada barangnya di Aceh Utara. Sampai instalasi pipa bisa diselesaikan kalau ada itu.
Rencana Tidak Lanjut :
- Melanjutkan pelayanan kesehatan di RS dan Kec. Langkahan
- Melanjutkan perbaikan saluran air bersih di rumah sakit
- Perbaikan genset untuk kecukupan pasokan listrik saat mati
- Koordinasi dengan dinkes untuk kebutuhan logistik obat dan pelayanan di puskesmas terdampak
Minggu, 7 Desember 2025
Laporan harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara batch 1
“RSUP dr. Sardjito, RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten, RSA UGM”
Dilaporkan dari lapangan oleh Ketua TCK-EMT AHS UGM 1: dr. R. Wahyu Kartiko Tomo, Sp.B, Subsp. Onk (K)
Laporan Pelayanan Kesehatan

Dok. Tim AHS UGM “Pelayanan Kesehatan di Desa Bahtya Barat)
Hari ini tim AHS UGM melakukan pelayanan kesehatan di RS dan mobile mobile ke Desa Bahtya Barat. Tim mobile terdiri dari 2 dokter umum, 2 perawat dan 1 farmasi. Tim mobile berkoordinasi dengan staf Puskesmas Sampoiniet dan melakukan pelayanan di Posko Kesehatan Matang Paya. Jumlah pasien yang dilayani hari ini sebanyak 15 orang. Personil yang ditempatkan di RS adalah Dokter Penyakit Dalam, Dokter Anak, Teknik, dan Sanitarian. Untuk pelayanan kesehatan di RS Muchtar tetap dilanjutkan, hari ini juga dilakukan edukasi petugas RS tentang cara menggunakan infus pump.

Dok. Tim AHS UGM “Pelayanan Kesehatan di RS Muchtar Hasbi”
Tim berkoordinasi dengan Ketua HEOC Aceh Utara untuk alur koordinasi dan kegiatan tim medis mobile. Hari ini tim juga melakukan pertemuan dengan Dekan Fakultas Kedokteran UNIMAL dr Sayuti, Sp.B, Subsp.BD(K) dan Sekjen KAGAMA Aceh Prof. Dr. M. Nazaruddin, M.Si dan Dan dr Maidar, M.Kes, Sub Koordinator Fasyankes dan Mutu Dinkes Aceh Utara.

Dok. Tim AHS UGM “Pertemuan dengan Dekan Fakultas Kedokteran UNIMAL dan Sekjen KAGAMA Aceh”
Laporan Tim Teknik dan Sanitarian AHS UGM
Tim teknisi melakukan perbaikan jalur air yang bocor dan masih berupaya utk menghidupkan genset. Pihak RS baru mencoba menghubungi PLN untuk melakukan pemasangan kabel dari genset ke trafo. Tim Teknis memetakan air dan listrik bersama dengan ahli bahwa untuk pengaliran air sebaiknya dibentuk instalasi baru (butuh dana yang cukup banyak). Namun ada alternatif bisa saja diberikan tandon air. Pengaturan air sementara ini memakai penyedot dan selang, selain itu Tandon dari PAM 4 jam sudah habis

Dok. Tim AHS UGM “Tim teknisi melakukan perbaikan genset dan jalur air yang bocor di RS”
Pukul 19.00 WIB, tim AHS yang bertugas dilapangan melakukan koordinasi rutin dengan Pokja Bencana FK-KMK melalui zoom. Rapat dipimpin oleh dr. Sudadi Wakil Dekan FK-KMK UGM dan Sutono ketua Pokja Bencana FK-KMK. Ketua tim AHS UGM dr. Wahyu Kartiko Tomo menyampaikan update kegiatan tim di lapangan.
Rencana Tidak Lanjut :
- Melanjutkan pelayanan kesehatan di RS dan Desa Baktya
- Melanjutkan perbaikan saluran air bersih di rumah sakit
- Koordinasi dengan dinkes untuk kebutuhan logistik obat dan pelayanan di puskesmas terdampak
Senin, 8 Desember 2025
Laporan harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara batch 1
“RSUP dr. Sardjito, RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten, RSA UGM”
Dilaporkan dari lapangan oleh Ketua TCK-EMT AHS UGM 1: dr. R. Wahyu Kartiko Tomo, Sp.B, Subsp. Onk (K)

Dok. Tim AHS UGM “Pelayanan Kesehatan di Dusun Jayaraya, Desa Mataraya, Kec Baktiya Barat”
Laporan Pelayanan Kesehatan
Hari ini pelayanan dilakukan dibagi 2 tim, melanjutkan pelayanan di IGD dan Poliklinik RS Muchtar Hasbi dan pelayanan mobile ke Desa Baktya. Tim yang melakukan pelayanan mobile terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Puskesmas setempat untuk mengetahui pos layanan kesehatan di wilayah kerja puskesmas. Kondisi puskesmas di kec. Bakhtya Barat masih terdapat sisa lumpur namun pelayanan kesehatan dapat dilaksanakan di teras IGD Puskesmas. Sebagian ruangan masih dilakukan pembersihan secara mandiri oleh tenaga kesehatan yang bertugas dan dibantu warga setempat.

Dok. Tim AHS UGM “Pelayanan kesehatan di Desa geulumpang bungkok Kec Baktiya”
Upaya Pelayanan Kesehatan
Pelayanan kesehatan di IGD dan Poliklinik RS Muchtar Hasbi.
Pelayanan di Dusun Jayaraya, Desa Matang Raya Kec Baktiya Barat dengan jumlah pasien yang dilayani 137 orang.
Pelayanan di Desa Geulumpang Bungkok Kec. Baktiya dengan total pasien 150 orang. Terdapat 1 pasien bayi dengan diare akut dan dehidrasi dirujuk ke RSUD Muchtar Hasbie.
Tim mencoba mengaktifkan kamar operasi di RS Muchtar Hasbie dengan menggunakan sumber daya yang ada. Sementara fasilitasi sterilisasi ruangan belum ada. Hari ini tim juga berkoordinasi dengan bidang perencanaan HEOC Dinkes Aceh untuk permintaan tenda pengungsian dan pelayanan kesehatan di luar gedung puskesmas. Untuk pemenuhan kebutuhan logstik obat-obatan, tim berkoordinasi dengan Kebala Bidang Sumber Daya Kesehatan Aceh Utara untuk akses Gudang Farmasi.
Laporan Tim Teknik dan Sanitarian AHS UGM
Hari ini genset RS sudah bisa hidup setelah 7 tahun mangkrak (sejak 2018), masih kurang satu alat namanya ATS (Automatic Transfer Switch) yang disalurkan di Travo PLN sehingga jika listrik mati genset bisa hidup otomatis. Harga ATS masih dalam survey dan sedang diupayakan dana untuk pembelian barang tersebut.
Persiapan Keberangkatan Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara Batch 2
Hari ini siang pukul 14.00 WIB, Tim Pokja Bencana FK-KMK UGM melakukan rapat persiapan keberangkatan tim selanjutnya dengan agenda rapat mengidentifikasi anggota tim yang berangkat dari jejaring RS AHS UGM. Untuk tim selanjutnya akan bergabung dari RS Sardjito, RSA UGM, RSUD Sleman, FKKMK UGM dan Pokja Bencana FKKMK UGM. Jumlah tim yang akan diberangkatkan sebanyak 11 orang. Keberangkatan tim direncanakan penerbangan dari YIA Kulonprogo – Kualanamu Medan, kemudian lanjut via darat ke Lhoksukon.
Rencana Tidak Lanjut :
Melanjutkan pelayanan kesehatan di Rumah sakit, Kec Tanah Pasir dan Samudera.
Selasa, 9 Desember 2025
Laporan Harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara
Batch 1
“RSUP dr. Sardjito, RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten, RSA UGM”
Dilaporkan dari lapangan oleh Ketua TCK-EMT AHS UGM 1: dr. R. Wahyu Kartiko Tomo, Sp.B, Subsp. Onk (K)

Dok. Tim AHS UGM “Pelayanan Kesehatan di Desa Tanah Pasir”
Hari ini pelayanan kesehatan dilakukan di 2 lokasi yaitu di Desa Tanah Pasir (86 Pasien) dan di Masjid Samudera (74 Pasien. Tim teknis melanjutkan perbaikan sarana air dan listrik di RSUD Muchtar Hasbi. IPSRA fokus pada upaya penyambungan genset ke jaringan listrik Rumah Sakit darurat. Usaha ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan pasokan listrik yang stabil bagi peralatan medis."
Gizi, melalui dapur umum (fosku) dadakan yang disiapkan oleh TIM AHS, telah menyiapkan dan mendistribusikan makanan bergizi bagi keluarga pasien serta tim medis yang bertugas."
"Laporan Gizi: Pengolahan makanan selesai dilakukan. Distribusi makan siang/sore/malam telah diberikan kepada seluruh keluarga pasien dan tenaga kesehatan di lokasi yang membutuhkan. Farmasi menyelesaikan pengelolaan dan pengecekan stok obat-obatan serta Alat Bantu Medis Habis Pakai (ABMHP).

Dok. Tim AHS UGM “Pelayanan Kesehatan di Mesjid Samudra
Rabu, 10 Desember 2025
Laporan Harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara
Batch 1
“RSUP dr. Sardjito, RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten, RSA UGM”
Dilaporkan dari lapangan oleh Ketua TCK-EMT AHS UGM 1: dr. R. Wahyu Kartiko Tomo, Sp.B, Subsp. Onk (K)
Hari ini tim kembali ke Jogjakarta, tugas selanjutnya di Aceh Utara akan dilanjutkan Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara Batch 2. Sebelum pulang tim berpamitan dengan Dirut RS Muchtar Hasbi dan jajarannya. RS menyerahkan plakat simbolis ucapan terima kasih dari RS kepada tim. Tim berangkat dari Aceh Utara sekitar pukul 10.20 WIB.
Tim sudah melakukan koordinasi dengan tim yang selanjutnya bertugas untuk hand over di Langsa. Handover dilakukan sekitar pukul 13.30 WIB. Kepulangan tim via darat ke Medan dan esoknya melanjutkan perjalanan penerbangan ke YIA Kulonprogo.

Dok. Tim AHS UGM “Berpamitan penyelesaian penugasan dengan RS”

Dok. Tim AHS UGM “Handover penugasan dengan Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara Batch 2”

Dok. Tim AHS UGM “Tim tiba dengan selamat di Yogyakarta”
Tim Aceh 3: Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara batch 2
Selasa, 9 Desember 2025
Laporan Harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara
Batch 2
“Pokja Bencana FK-KMK UGM, RSUP Sardjito, RSA UGM, RSUD Sleman, PSMK FK-KMK UGM”
Dilaporkan dari lapangan oleh Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara batch 2.
Ketua Tim : Dr. dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT., K-Spine
Pemberangkatan tim :

Dok. Tim AHS UGM “Keberangkatan tim 3 ke Aceh Utara”
Tim yang berangkat sebanyak 11 orang yaitu gabungan tim medis dari RSUP Sardjito (4 orang), RSA UGM (2 orang), RSUD Sleman (2 orang), Pokja Bencana FK-KMK UGM (1 orang) dan PSMK FK-KMK UGM (1 orang). Tim terdiri dari 1 dokter spesial orthopedi, 1 dokter sp anak, 1 dokter umum, perawat 3, IPSRS 1. sanitarian 1, gizi 1, manajemen 1, apoteker 1. Tim ditugaskan dari tanggal 9 Desember-16 Desember 2025.
| No | Nama | Profesi/Jabatan | Asal Instansi |
| 1 | Dr. dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT., K-Spine | Koordinator Lapangan - FKKMK UGM | Pokja Bencana FK-KMK UGM |
| 2 | dr teuku zanadi aulia faza | Dokter Umum 2 | RSA UGM |
| 3 | dr. Raden Yuli Kristyanto, M.Sc., Sp. A | Dokter Spesialis Anak | RSUD Sleman |
| 4 | Setiyo Rahmat, S. Tr. Kep., Ns | Perawat | RSUD Sleman |
| 5 | Hamka Abdi Kusuma | Perawat 2 | PSMK - FKKMK UGM |
| 6 | Sulaiman Zufri Abdul Rozak | Perawat 3 | RSUP Sardjito |
| 7 | Ayu Septyaningrum | Sanitarian | RSUP Sardjito |
| 8 | Erwin Widiyantoro | IPSRS/Tehnik - | RSUP Sardjito |
| 9 | M.Affandi Ramadhan, Amd | Ahli Gizi | RSUP Sardjito |
| 10 | Happy R Pangaribuan SKM MPH | Tim Manajemen TCK EMT - , | Pokja Bencana FKKMK UGM |
| 11 | Apt.Rizal Mahendra | Apoteker | RSA UGM |

Dok. “Tim AHS UGM di Bandara YIA”

Dok. Tim AHS UGM “Briefing Tim”
Pukul 13.00 WIB titik kumpul keberangkatan tim di KPTU FK-KMK UGM. Tim diberangkatkan oleh Wakil Dekan FK-KMK UGM dr. Sudadi dan Ketua Pokja Bencana FK-KMK UGM Pak Sutono. Penerbangan tim dari YIA pukul 16.35 dan tiba di KNO Medan pukul 21.48. Pukul 22.00 tim melakukan briefing malam dipimpin oleh Ketua Tim dr Yudha. Pada briefing dr Yudha menjelaskan fungsi EMT di lapangan dan pembagian tugas masing-masing profesi. Komando tim ada di dr Yudha dan sistem pelaporan ada di Happy. Dalam laporan, setiap tim yang bertugas di lapangan memastikan menuliskan laporan jumlah layanan, daerah cakupan dan kualitas layanan.
Rencana Tindak Lanjut :
* Tim melanjutkan perjalanan ke Aceh pukul 05.00
* Membeli bahan makanan di Pasar Kampung Lalang Medan selama 3 hari kedepan
* Serah terima dengan tim Medis Batch 1
* Koordinasi dengan Direktur RS Muchtar Hasbi setelah tiba di Lhoksukon.
Reporter : Happy R Pangaribuan
Pokja Bencana FK-KMK UGM, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM
Rabu, 10 Desember 2025
Laporan Harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara
Batch 2
“Pokja Bencana FK-KMK UGM, RSUP Sardjito, RSA UGM, RSUD Sleman, PSMK FK-KMK UGM”
Perjalanan menuju Lhoksukon Aceh Utara
Tim berangkat via darat dari Penginapan Hotel Kualanamu Medan pukul 05.00 WIB dan pukul 06.00 WIB belanja perlengkapan stok makanan di pasar kampung lalang. Pukul 13.35 WIB tim melakukan serah terima dengan Laporan Harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara Batch 1. Pesan dari Ketua Tim Batch 1 dr. Wahyu Kartiko Tomo untuk melanjutkan perbaikan listrik dan air. Listrik sudah padam lebih dari 24 jam.


Dok. Tim AHS UGM “Tim melakukan serah terima dengan Laporan Harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara Batch 1”
Pukul 16.55 WIB tim tiba di RS Muchtar dan diterima oleh dr. Adhani Dirut RS. Tim diterima dengan baik dan direktur utama menyampaikan alur penugasan tim ke pos layanan terdampak. Penempatan tim oleh Dinas Kesehatan dan atas persetujuan oleh Kepala Dinas Kesehatan.

Dok. Tim AHS UGM “Tim tiba dan diterima Direktur RS Muchtar Hasbie”
Gambaran Situasi di RS :
Listrik sudah padam lebih dari 24 jam sementara genset belum bisa menyala. Persediaan air juga sudah menipis.
Pukul 17.30 WIB tim melakukan briefing malam. Melihat kondisi RS dengan listrik belum menyala, sinyal tidak ada, dan air tidak ada makan tim memutuskan untuk ke luar RS mencari sumber air.
Kegiatan IPSRS :
Pukul 17.30 WIB bersama dengan Direktur dan tim maintenance RS melakukan perbaikan genset. Dengan kerja keras akhirnya pukul 20.02 WIB genset dapat menyala dan air bisa jalan ke kamar bangsal.

Dok. Tim AHS UGM “Tim Melakukan Maintenance Sumber Listrik”
Kegiatan lainnya :
Sembari ahli IPSRS memperbaiki genset, tim yang lain membagi tugas. Tim pertama untuk mencari air sebagai persediaan kebutuhan MCK malam ini dan membeli kebutuhan lainnya. Tim kedua menuju kantor PDAM untuk melaporkan keterbatasan air bersih di RS. Dari hasil koordinasi, esok PDAM akan ke RS menyalurkan air bersih. Tim esok kembali ke PDAM membawa surat permohonan ketersediaan air bersih dari RS Muchtar. Pukul 21.00 WIB Tim membersihkan ruangan kamar tidur tim dan unpacking barang logistik dan stok opname.

Dok. Tim AHS UGM “Tim Mengupayakan Ketersediaan Stok Air”
Kendala :
- waktu serah terima dengan tim sebelumnya kurang maksimal sehingga informasi update pelayanan, ketersediaan logistik dan sebagainya disampaikan dengan tergesa-gesa
- Kendala di jaringan kurang stabil selama perjalanan hingga tiba di RS
- Akses air bersih dan listrik
Rencana Tindak Lanjut :
- Ketua Tim bersama Manajemen melaporkan kedatangan ke Dinkes dan berkoordinasi tentang penempatan layanan, mengantarkan surat permohonan ketersediaan air bersih ke kantor PDAM, ke kantor PLN untuk melaporkan kondisi listrik di RS
- Melakukan pelayanan kesehatan di RS dan Pos Pelayanan Kesehatan
Reporter : Happy R Pangaribuan
Pokja Bencana FK-KMK UGM, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM
Kamis, 11 Desember 2025
Laporan Harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara
Batch 2
“Pokja Bencana FK-KMK UGM, RSUP Sardjito, RSA UGM, RSUD Sleman, PSMK FK-KMK UGM”
dilaporkan dari lapangan oleh Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara batch 2.
Ketua Tim : Dr. dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT., K-Spine

Dok. Tim AHS UGM “Pelayanan Kesehatan di Posko Wilayah Kerja Puskesmas Babah Buloh”
Hari ini pelayanan kesehatan dilaksanakan di 3 titik posko pengungsian yaitu pagi sekitar pukul 10.00-11.30 di 2 tim di wilayah kerja Puskesmas Babah Buloh yaitu Posko Gampong Gle Dagang Kec Sawang Aceh Utara dan Posko Gampong Blang Reuling Kec Sawang Aceh Utara. Jarak tempuh ke lokasi tersebut sekitar 1,5 jam dari RS Muchtar Hasbie. Siang sekitar pukul 12.00 tim melakukan pelayanan di Posko Dusun Pasi Gampong (PKM Muara Batu).

Dok. Tim AHS UGM “Pelayanan Kesehatan di Wilayah Kerja Pkm. Muara Batu
Pelayanan Kesehatan
Total seluruh pelayanan di 3 pos pengungsian adalah 254 orang.
Pos Pengungsian Dusun Pasi Total Konsultasi Pasien Rawat Jalan : 79 tdd <5 thn (3 L, 2P dan >5thn (34 L, 40 P)
Posko Gampong Gle Dagang Sawang Total Konsultasi Pasien Rawat Jalan : 101 tdd : <5 thn (4 L, 4 P); >5thn (47 L, 52 P)
Pos Pengungsian Dusun Pasi Total Konsultasi Pasien Rawat Jalan : 79 tdd <5 thn (3 L, 2P), >5thn (34 L, 40 P)
Jenis penyakit menular yang ditemukan di lapangan adalah : ISPA, Diare, Demam. Dan jenis penyakit tidak menular adalah Hipertensi, Artritis.

Dok. Tim AHS UGM “Perbaikan saluran air dan Pengecekan aliran listrik di RS Muchtar Hasbie”
Tim Logistik hari ini melakukan pemberian obat ke pasien di pos pelayanan dan menghitung ketersediaan logistik. Sanitarian melakukan pengecekan lokasi penampungan air di RS dan berkoordinasi dengan kesling RS tentang limbah serta ketersediaan plastik sampah. Hari ini pengisian air dari PDAM ke RS sebanyak 5000L. Tim IPRS melanjutkan perbaikan instalasi listrik dan air bersama dengan Direktur RS. Tim gizi menyediakan kebutuhan gizi tim dan membantu tim lainnya di RS untuk mendampingi PDAM

Dok. Tim AHS UGM “Advokasi dan koordinasi dengan PDAM dan PLN untuk distribusi air dan listrik ke RS Muchtar Hasbie”
Laporan Kegiatan Manajemen
Koordinasi dengan dengan Dinkes Aceh Utara melalui Dirut RS Muchtar untuk penempatan tim
Advokasi dan koordinasi dengan PDAM untuk pengadaan air bersih di RS. Hasilnya PDAM dapat mengisi air 5000 ltr di RS.
Koordinasi dengan pihak PLN untuk masalah listrik di RS. PLN mengirimkan tim untuk pemeriksaan aliran listrik ke RS. Daya listrik belum ada namun jaringan instalasi perkabelan ada. Masih terus dilakukan perbaikan listrik dari pusat.
Melaporkan kegiatan via telpon ke Dinas Kesehatan Aceh Utara dan koordinasi tempat pelayanan selanjutnya.
Gambaran Situasi Umum di lokasi
- Listrik padam sudah 3 hari karena perbaikan sistem listrik di pusat
Kebutuhan dan dukungan yang mendesak
- Ketersediaan listrik dan air bersih
Rencana Tindak Lanjut
- Melanjutkan pelayanan kesehatan
- Memantau ketersediaan air
Reporter : Happy R Pangaribuan
Pokja Bencana FK-KMK UGM, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM
Jumat, 12 Desember 2025
Laporan Harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara
Batch 2
“Pokja Bencana FK-KMK UGM, RSUP Sardjito, RSA UGM, RSUD Sleman, PSMK FK-KMK UGM”
dilaporkan dari lapangan oleh Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara batch 2.
Ketua Tim : Dr. dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT., K-Spine

Dok. Tim AHS UGM “Pelayanan Kesehatan di Posko Lhok Merbo Sawang”
Pukul 07.15 WIB tim melakukan briefing terlebih dahulu sebelum berangkat ke lokasi titik pelayan. Hari ini tim ditugaskan Dinkes ke 2 titik lokasi pelayanan yaitu Posko Lhok Merbo Sawang Aceh Utara dan Posko Paloh Raya, PKM Muara Batu. Pelayanan kesehatan ke 2 posko tersebut didampingi oleh Maedar dari Dinas Kesehatan Aceh Utara.
Pelayanan Kesehatan
Total seluruh pelayanan di 2 posko pengungsian sebanyak 211 orang.
1. Pos Pengungsian Lhok Merbo Sawang : 100 terdiri dari <5 thn (7 L, 1P dan >5thn (48 L, 44 P)
2. Posko Paloh Rawa Pkm Muara Batu : 111 terdiri dari <5 thn (2 L, 4 P); >5thn (48 L, 57 P

Dok. Tim AHS UGM “Pelayanan Kesehatan di Posko Desa Paloh Raya Muara Batu”
Beberapa penyakit menular yang ditemukan di lapangan adalah : ISPA, diare dan penyakit tidak menular adalah Hipertensi, ginjal kronis. Tim Logistik melakukan pemberian obat ke pasien di pos pelayanan bersama tim medis dan mendata kebutuhan logistik untuk pelayanan esok hari. Sanitarian mengawal pemasangan tandon penampungan air bersih di RS dan melanjutkan kegiatan koordinasi dgn kesling RS ttg limbah dan pengelolaan sampah medis. IPSRS melanjutkan perbaikan instalasi listrik dan air di RS Muchtar Hasbi. Gizi menyediakan kebutuhan gizi tim dan membantu tim lainnya di RS untuk pengaturan air bersih dan listrik di RS
Laporan Kegiatan Manajemen
- Koordinasi dengan Dinkes untuk titik pelayanan tim hari ini.
- Diskusi dengan Maedar dari Dinkes Aceh Utara tentang update pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas terdampak Aceh Utara
- Melakukan assessment ke perbatasan Bener Meriah sampai pada Kec. Permata bersama dengan Maedar.
- Melaporkan update kegiatan tim dan hasil assessment kepada Tim Pokja Bencana yang ada di Yogyakarta

Dok. Tim AHS UGM “Assessment perbatasan Bener Meriah”
Gambaran situasi umum di lokasi
- Kondisi listrik dan air belum stabil
Kebutuhan dan dukungan yang mendesak
- Ketersediaan listrik dan air bersih
- Pengelolaan sampah di pos pengungsian
Rencana Tindak Lanjut
- Melanjutkan pelayanan kesehatan
- Melanjutkan koordinasi dengan Dinkes Aceh Utara
Reporter : Happy R Pangaribuan
Pokja Bencana FK-KMK UGM, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM
Sabtu, 13 Desember 2025
Laporan Harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara
Batch 2
“Pokja Bencana FK-KMK UGM, RSUP Sardjito, RSA UGM, RSUD Sleman, PSMK FK-KMK UGM”
dilaporkan dari lapangan oleh Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara batch 2.
Ketua Tim : Dr. dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT., K-Spine

Dok. Tim AHS “Koordinasi dengan Kapus Pkm Lapang untuk pelayanan kesehatan di wilayah kerja Pkm. Lapang”
Hari ini tim melakukan pelayanan di 2 lokasi yaitu Dusun Tanjung Kecamatan Lapang dan Dusun Muara Cangkring Kecamatan Lapang. Tim berangkat ke lokasi pukul 08.45 WIB didampingi oleh Bu Maidar dari Dinkes Aceh Utara. Tim tiba di Puskesmas Lapang pukul 10.00 WIB untuk melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Kepala Puskesmas. Puskesmas Lapang salah satu puskesmas yang terdampak banjir dan longsor. Saat ini Puskesmas sudah dapat memberikan pelayanan seadanya. Informasi dari Kepala Puskesmas Lapang, pada hari terjadinya banjir, kepala puskesmas bersama tim yang sedang berada di Puskesmas langsung berusaha membersihkan air dan lumpur yang masuk sehingga tidak mengendap dan lebih mudah untuk dibersihkan dan Puskesmas dapat memberikan layanan kesehatan seadanya. Petugas puskesmas banyak yang terdampak banjir bahkan terjebak beberapa hari di pengungsian mereka.

Dok. AHS UGM “Pelayanan Kesehatan di Kec. Lapang”
Pelayanan Kesehatan
TOTAL SELURUH PELAYANAN 261 orang yaitu :
- Dusun Tanjung Kec. Lapang Total Konsultasi Pasien Rawat Jalan : 100 tdd <5 thn (6 L, 4P dan >5thn (35 L, 55 P).
- Dusun Muara Cangkring Kec. Lapang Total Konsultasi Pasien Rawat Jalan : 161 tdd : <5 thn 5 L, 3 P); >5thn (48 L, 105 P)
Penyakit kulit banyak ditemukan di pos pengungsian seperti scabies, dermatitic contact dan tinea. Jumlah penderita ISPA juga cukup tinggi. Sementara penyakit kronis yang paling tinggi hari ini di kedua lokasi pelayanan adalah Hipertensi. Tim Logistik melanjutkan kegiatan rutinnya untuk menghitung ketersediaan obat untuk pelayanan kesehatan. Demikian juga Gizi menyediakan kebutuhan gizi tim.
Hari ini sanitarian dibantu oleh IPRS mengoperasikan IPAL RS Muchtar Hasbi, dimana IPAL tersebut belum diaktifkan selama 5 tahun. RS Muchtar Hasbi belum memiliki tenaga penunjang medis, hal ini yang menjadi kendala utama untuk memaksimalkan peran RS dalam memberikan pelayanan medis.

Dok. Tim AHS UGM “Mengoperasikan IPAL RS Muchtar Hasbie”
Laporan Kegiatan Manajemen:
Adanya temuan masalah pelayanan kesehatan di lapangan, hari ini tim manajemen melakukan beberapa koordinasi dengan pihak terlibat. Dimana seluruh koordinasi yang dilakukan hari ini didampingi oleh Bu Maidar dari Dinkes Aceh Utara. Pukul 19.10 WIB melakukan koordinasi dengan Sekda dan Kepala Dinkes Aceh Utara di Pendopo Bupati untuk melaporkan kegiatan yang dilakukan Tim AHS UGM, advokasi pengembangan RS Muchtar Hasbi, rencana kegiatan Tim AHS sampai pemulihan.
Pukul 20.00 WIB tim tidak sengaja bertemu di apotek dengan Dr. Fauzan, S.STP, MPA asisten I sekretariat daerah kabupaten aceh utara. Momen tersebut menjadi hal yang baik bagi tim untuk melaporkan secara informal terkait kegiatan tim AHS UGM dan beberapa permasalahan kesehatan yang ditemukan di lapangan, khususnya dalam hal manajemen penanggulangan bencana kesehatan. Dari pertemuan singkat tersebut, Dr Fauzan mengundang tim 3 untuk melakukan evaluasi Senin, 15 Desember pukul 09.00 WIB di Pendopo Bupati.

Dok. Tim AHS UGM “koordinasi dengan Sekda dan Kepala Dinkes Aceh Utara di Pendopo Bupati (kiri) dan laporan informal dengan asisten I sekretariat daerah kabupaten aceh utara (kanan)
Selanjutnya pukul 21.30 WIB tim melakukan diskusi singkat dengan Dekan FK Malikul Saleh tentang update penanganan bencana dan rencana kerja sama kedepannya khususnya pada fase pemulihan nanti. Dah terakhir pukul 22.00 WIB melaporkan update kegiatan kepada dr. Adhani Dirut RS Muchtar Hasbie bersama dengan tim lainnya.
Gambaran situasi umum di lokasi
- Kondisi listrik dan air belum stabil
- Keterbatasan tenaga penunjang medis di RS Muchtar Hasbi
Kebutuhan dan dukungan yang mendesak
- Ketersediaan listrik dan air bersih
- Pengelolaan sampah di pos pengungsian
Rencana Tindak Lanjut
- Melanjutkan pelayanan kesehatan
- Melanjutkan koordinasi dengan Dinkes Aceh Utara
- Mempersiapkan bahan materi yang akan dipaparkan kepada asisten I sekretariat daerah kabupaten aceh utara Dr. Fauzan, S.STP, MPA dan Dinkes Aceh Utara.
Reporter : Happy R Pangaribuan
Pokja Bencana FK-KMK UGM, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM
Minggu, 14 Desember 2025
Laporan Harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara
Batch 2
“Pokja Bencana FK-KMK UGM, RSUP Sardjito, RSA UGM, RSUD Sleman, PSMK FK-KMK UGM”
dilaporkan dari lapangan oleh Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara batch 2.
Ketua Tim : Dr. dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT., K-Spine

Dok. Tim AHS UGM “Pelayanan kesehatan di Dusun Krueng Alue Kec. Baktiya”
Hari ini tim melakukan pelayanan di 2 lokasi yaitu di Dusun Krueng Alue Dama Kec Baktiya dan Desa Matang Rawa Kec. Baktiya. Sebelum ke lokasi tim terlebih dahulu melakukan koordinasi kepada Kepala Puskesmas Baktiya. Puskesmas Baktiya merupakan salah satu puskesmas terdampak dan sekarang sudah dapat melakukan pelayanan seadanya.
Pelayanan Kesehatan
Total seluruh pelayanan sebanyak 240 orang yaitu :
- Dusun Tanjung Kec. Lapang
Total Konsultasi Pasien Rawat Jalan : 140 tdd <5 thn (7 L, 10P dan >5thn (42 L, 71 P) - Desa Matang Rawa Kec Baktiya
Total Konsultasi Pasien Rawat Jalan : 100 tdd : <5 thn 3 L, 6 P); >5thn (38 L, 53 P) Perawatan bedah & trauma : 1

“Dok. Tim AHS UGM “Pelayanan Kesehatan di Desa Matang Rawa Kec. Baktiya”
Penyakit menular yang ditemukan di lapangan adalah : ISPA, diare cair akut, Tinea dan Dermatitis contact. Penyakit tidak menular adalah Hipertensi, Artritis .
Laporan Kegiatan Manajemen
Hari ini tim melakukan koordinasi dengan Dinkes Aceh Utara melalui Maedar untuk membantu memfasilitasi audiensi dengan asisten I sekretariat daerah kabupaten aceh utara Dr. Fauzan, S.STP, MPA dan dengan Dinkes Aceh Utara. Pukul 22.00 WIB tim menyiapkan materi audiensi serta menyiapkan agenda untuk serah terima tugas pelayanan kepada tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara Batch 3.
Gambaran situasi umum di lokasi
- Kondisi listrik dan air belum stabil
- Penyakit kulit sudah bermunculan di lokasi pengungsian
Kebutuhan dan dukungan yang mendesak
- Ketersediaan listrik dan air bersih
- Pengelolaan sampah di pos pengungsian
Rencana Tindak Lanjut
- Melengkapi laporan harian
- Audiensi dengan asisten I sekretariat daerah kabupaten aceh utara Dr. Fauzan, S.STP, MPA dan dengan Dinkes Aceh Utara.
- Persiapan kepulangan tim
Reporter : Happy R Pangaribuan
Pokja Bencana FK-KMK UGM, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM
Senin, 15 Desember 2025
Laporan Harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara
Batch 2
“Pokja Bencana FK-KMK UGM, RSUP Sardjito, RSA UGM, RSUD Sleman, PSMK FK-KMK UGM”
dilaporkan dari lapangan oleh Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara batch 2.
Ketua Tim : Dr. dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT., K-Spine
Hari ini pukul 06.00 WIB melakukan serah terima dengan tim medis EMT AHS UGM Aceh Utara Batch 3. Pukul 06.30 WIB tim berangkat ke Bandara Malikul Saleh untuk kembali ke Jogja. Tim manajemen menyusul ke bandara karena pukul 08.00 WIB terjadwal kegiatan audiensi dengan asisten I sekretariat daerah kabupaten aceh utara Dr. Fauzan, S.STP, MPA dan dengan Dinkes Aceh Utara.
Kegiatan koordinasi dan Audiensi

Dok. Tim AHS UGM “kegiatan koordinasi dan audiensi dengan Asisten I Bupati dan Dinkes Aceh Utara”
Peserta audiensi adalah Asisten I Bupati, Kadinkes Aceh Utara, Kabid Yankes, Bidang SDK, Bidang Kespro, Dirut RS Muchtar Hasbie. Ketua tim yait dr. Yudha Mathan Sakti didampingi oleh Happy R Pangaribuan memaparkan kegiatan AHS di Aceh Utara, rencana serta implementasi penguatan manajemen bencana kesehatan di Aceh Utara dan penjelasan gambaran peran HEOC. Dari temuan tim AHS di lapangan ada 2 poin rekomendasi yang disampaikan yaitu penguatan kapasitas RS Muchtar Hasbi dalam memberikan pelayanan kesehatan dengan adanya dukungan kebutuhan operasional RS Muchtar Hasbi. Rekomendasi kedua peningkatan kesiapsiagaan dengan pengembangan perencanaan penanggulangan bencana di dinkes, RS dan Puskesmas.
Dari paparan tersebut didapatkan feedback yang baik dari peserta audiensi khususnya dari Dr. Fauzan, S.STP, MPA. Beberapa diantaranya :
- PDAM akan rutin mendistribusikan air bersih ke RS Muchtar Hasbi,
- Sub HEOC Dinkes Aceh Utara dapat dibentuk, Dirut RS Muchtar Hasbi supaya merincikan kebutuhan tenaga non nakes untuk fasilitas penunjang non medis,
- Rekomendasi Kenaikan kelas RS Muchtar Hasbi menjadi kelas C dapat diagendakan,
- Sementara ditunjuk 1 orang yang bertanggung jawab untuk pemetaan relawan kesehatan.
- Tim AHS UGM khususnya ahli manajemen bencana kesehatan dapat membantu memfasilitasi operasi HEOC Dinkes Aceh Utara.
Harapannya kerja sama ini berkelanjutan sampai pada pemulihan dan perbaikan kapasitas Aceh Utara. Mereka sangat mengapresiasi dukungan yang sudah diberikan Tim AHS UGM
Kepulangan Tim

Dok. Tim AHS UGM “Kepulangan Tim ke Jogjakarta”
Penerbangan tim dari bandara Malikul Saleh pukul 10.15 WIB, tiba di Bandara Kualanamu pukul 11.50 WIB dan melanjutkan penerbangan ke YIA Kulonprogo pukul 16.50 WIB. Tim tiba di Yogyakarta sekitar pukul 20.10 WIB. Seluruh tim kembali dengan sehat dan selamat.
Reporter : Happy R Pangaribuan
Pokja Bencana FK-KMK UGM, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM
Tim Aceh 4: Tim Medis AHS UGM Aceh Utara Batch 3
Minggu, 14 Desember 2025
Laporan Harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara
Batch 3
“Pokja Bencana FK-KMK UGM, RSUP Sardjito, RSUP Soeradji Tirtonegoro, RS Mata DR. YAP, FK-KMK UGM”
dilaporkan dari lapangan oleh Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara batch 3.
Ketua Tim : Sutono, S.Kp., Mkep., MSc

Dok. Tim AHS UGM “Keberangkatan tim 4 ke Aceh Utara”
Pemberangkatan Tim:
Tim yang berangkat sebanyak 12 orang yaitu gabungan dari RSUP dr. Sardjito (1 orang), RSA UGM (2 orang), RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten (3 orang), RS Mata DR. YAP (1 orang) Pokja Bencana FK-KMK UGM (1 orang), Prodi Gizi FK-KMK UGM (1 orang), Program Studi Magister Keperawatan (PSMK) FK-KMK UGM (1 orang), dan Program Dokter Spesialis FK-KMK UGM (2 orang). Terdiri dari dari 1 dokter spesialis penyakit dalam, 1 dokter spesialis anak, 1 dokter umum residen obgyn, 1 dokter umum residen DV, perawat 3, IPSRS 1, sanitarian 1, gizi 1, apoteker 1 dan 1 koordinator lapangan. Tim ditugaskan untuk periode 14-22 Desember 2025.
|
No. |
Nama |
Profesi/Jabatan |
Asal Rumah |
|
1 |
Sutono, S.Kp., Mkep., MSc |
Koord Lapangan/Tm Pokja Bencana |
FK-KMK UGM |
|
2 |
dr. Adi Ariffianto, PhD |
Dokter Umum |
FK-KMK UGM |
|
3 |
dr. Taufik Hidayat, Sp.PD, Subsp. G.E.H(K), FINASIM |
Dokter Ilmu Penyakit Dalam |
RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten |
|
4 |
Dr. Cut Aigia Wulan Safitri |
Dokter Spesialis DV |
FK-KMK UGM |
|
5 |
Dr. Muhammad Tsani Arsyad, Sp. A |
Dokter Spesialis Anak |
RSA UGM |
|
6 |
Ahmad Aris Abdul Ghofur, S.Kep., NS |
Perawat 1 |
RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro |
|
7 |
Gondo Sepi Prabongko, S.Kep., Ners |
Perawat 2 |
RS Mata Dr. YAP |
|
8 |
Berliando Toro Betty Runesi |
Perawat 3 |
PSMK FK-KMK UGM |
|
9 |
Hendri Tri Darusman |
IPSRS/Teknik |
RSA UGM |
|
10 |
Satria Perdana |
Ahli Gizi |
Prodi Gizi FK-KMK UGM |
|
11 |
Fauziah Nurhasanah |
Apoteker |
RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro |
|
12 |
Ali Muhkrodi, S.ST, MM |
Sanitasi |
RSUP dr. Sardjito |
Pukul 04.10 WIB titik kumpul keberangkatan tim berada di KPTU FK-KMK UGM. Tim diberangkatkan oleh Asisten Wakil Dekan FK-KMK dr. Nurhadi Rahman, Sp.OG dan tim pokja bencana. Penerbangan tim dari YIA pukul 07.10 WIB dan tiba di KNO Medan pukul WIB. Pukul 11.00 WIB tim berangkat dari bandara KNO Medan menuju RSUD dr. Muchtar Hasbi melalui lintas darat dan tiba pada tanggal 15 Desember 2025 pukul 01.00 WIB.

Dok. “Tim AHS UGM di Bandara YIA”
Reporter: Berliando Toro Betty Runesi
Senin, 15 Desember 2025
Laporan Harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara
Batch 3
“Pokja Bencana FK-KMK UGM, RSUP Sardjito, RSUP Soeradji Tirtonegoro, RS Mata DR. YAP, FK-KMK UGM”
dilaporkan dari lapangan oleh Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara batch 3.
Ketua Tim : Sutono, S.Kp., Mkep., MSc
Tim batch 2 dan tim batch 3 melakukan serah terima dengan laporan harian Tim Medis AHS UGM Aceh Utara pada pukul 06.00 WIB. Pesan dari ketua tim batch 1 Dr. dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT., K-Spine, untuk melakukan pendampingan HEOC Aceh Utara, mendukung pelayanan kesehatan di RSUD dr. Muchtar Hasbi, melanjutkan perbaikan listrik dan air. Serta mendukung mitigasi 20 puskesmas yang terdampak berat.

Dok. “Serah Terima Tim Batch 2 dan 3 ”
Setelah serah terima laporan, tim segera melakukan pengecekkan logistik obat dan makanan, serta menyiapkan kebutuhan untuk kegiatan di posko pengungsian.
Pukul 10.00 WIB, tim diterima oleh dr. Adhani Dirut RS. Tim diterima dengan baik dan menyampaikan lokasi penempatan tim, akan di koordinasi oleh Dinas Kesehatan. Dirut RS juga mengatakan masih sulit terkait jaringan, air dan listrik. Listrik didukung menggunakan generator dengan waktu operasional yang terbatas. Dirut RS dan dr. Ferianto selaku koordinator operasi meminta kepada tim AHS UGM untuk mendampingi dalam mengaktifkan HEOC Aceh Utara.

Dok. Tim AHS UGM “Tim diterima oleh Direktur RSUD dr Muchtar Hasbie”
Kegiatan Manajemen:
Pukul 10.30 WIB, tim yang dipimpin oleh Bapak Sutono memulai persiapan kantor HEOC Aceh Utara, bersama tim HEOC dan tim Puskris Kemenkes. Kegiatan dimulai dengan pembersihan ruangan, pemasangan struktur organisasi, pemasangan peta respon Aceh Utara dan menandai titik lokasi yang sudah dilayani serta koordinasi dengan Kabid Yankes untuk melakukan sosialisasi tentang HEOC dalam penanggulangan krisis kesehatan melalui zoom. Kegiatan melalui zoom dilakukan pada malam hari, sebagai pembicara adalah ibu Bela dengan memberikan penjelasan komprehensif kepada tim HEOC Aceh Utara terkait alur kerja HEOC, mulai dari proses aktivasi, mekanisme koordinasi lintas sektor, pengelolaan informasi dan data, hingga pelaporan dalam kondisi kedaruratan. Penjelasan ini bertujuan untuk memastikan seluruh anggota tim memahami peran dan tanggung jawab masing-masing sesuai dengan struktur dan fungsi HEOC.

Dok. Tim AHS UGM Pemasangan Peta Respons

Dok. Tim AHS UGM Melakukan Pendamping Pada Tim HEOC Aceh Utara dalam Penerimaan Relawan Bencana
Kegiatan IPSRS dan Sanitasi:
Tim IPSRS yang dibantu oleh tim sanitasi pada pukul 10.30 WIB, bersama dengan tim maintenance RS melakukan perbaikan perpipaan dengan melakukan penyambungan tampungan air (toren), yang awalnya hanya 5000 L menjadi 15.000 L, serta penyambungan pipa ke ruangan rawat inap. Selain itu juga tim melakukan koordinasi dengan PDAM Lhoksukon terkait ketersediaan air bersih. Tim juga turut terlibat dalam mendukung operasional generator di RS.

Dok. Tim teknis dari AHS UGM Melakukan Perbaikan Pipa pada Toren Air
Pelayanan Kesehatan:
Pelayanan kesehatan pada pagi hari dilakukan dengan visite pasien rawat inap dengan total 6 pasien dewasa dan 4 pasien anak. Pelayanan selanjutnya dilakukan di posko pengungsian, yang dilaksanakan pada 2 titik posko pengungsian di Simpang Tiga Aceh Utara. Jarak tempuh sekitar 2,5 jam dari RS Muchtar Hasbi. Pelayanan dimulai sekitar pukul 15.30 WIB pada 2 titik posko, dengan total seluruh pelayanan rawat jalan ada 218 orang, dengan rincian:
Total kunjungan usia < 5 tahun L:7 P:10, usia >= 5 tahun L:80 P:121
Jenis penyakit yang ditemukan adalah penyakit menular ISPA, common cold, scabies, tinea dan jenis penyakit tidak menular Hipertensi, DM tipe 2, Artritis, Dermatitis dan pasien trauma. Pasien dengan gejala gangguan mental yaitu depresi ditemui 1 orang.


Dok. Tim AHS UGM Pelayanan di Posko Simpang Tiga, Kec. Sawang, Aceh Utara
Gambaran situasi umum di lokasi:
- Tidak ada jaringan sehingga sulit untuk melakukan koordinasi dengan tim.
- Akses menuju lokasi simpang tiga sekitar 15 km dari jalan utama dan akses rusak berat.
- Belum tersedianya listrik dan air bersih.
Kebutuhan mendesak:
- Ketersediaan listrik dan air bersih
- Edukasi gizi di lapangan.
- Edukasi sanitasi

Dok. Tim AHS UGM di Posko Simpang Tiga, Kec. Sawang, Aceh Utara
Reporter: Berliando Toro Betty Runesi
Selasa, 16 Desember 2025
Laporan Harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara
Batch 3
“Pokja Bencana FK-KMK UGM, RSUP Sardjito, RSUP Soeradji Tirtonegoro, RS Mata DR. YAP, FK-KMK UGM”
dilaporkan dari lapangan oleh Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara batch 3.
Ketua Tim : Sutono, S.Kp., Mkep., MSc
Pelayanan dimulai dengan visite pada pasien rawat inap di RSUD dr. Muchtar Hasbi, pasien dewasa 5 orang dan pasien anak 2 orang. Pelayanan di posko pengungsian dilakukan di Blang Glumpang, Kec. Seunuddon, di tiga posko pengungsian, dengan total pasien
1. Pos 1, Matang Jeulikat
< 5 P : 8 L: 5 > 5 P; 75 L: 29
2. Pos 2, Lhok Puuk 1
< 5 thn L: 10, P: 3, > = 5 thn L:20 P:56
3. Pos 3, Lhok Puuk Pesisir Pantai
< 5 thn L: 5, P: 1, > = 5 thn L:16 P:29
Jenis penyakit menular yang ditemui adalah ISPA, Dermatitis, Common Cold, Rhinofaringitis, Tine dan penyakit tidak menular yang ditemui adalah DM2, HT, LBP, Arthritis dan PPOK

Dok. Tim AHS UGM Pelayanan di Posko Blang Glumpang, Kec. Seunuddon
Kegiatan Manajemen:
Tim Manajemen Bencana Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada melalui Academic Health System (AHS) terus melakukan pendampingan kepada tim Health Emergency Operation Center (HEOC) Kabupaten Aceh Utara. Pendampingan terus dilakukan dalam melakukan pendataan relawan. Serta sosialisasi form pendaftaran dan format laporan harian relawan. Tim Manajemen juga tetap melakukan pendampingan dalam penandaan pada peta respons.

Dok. Pendampingan tim HEOC Aceh Utara
Kegiatan Manajemen
Tim Manajemen Bencana Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada melalui Academic Health System (AHS) terus melakukan pendampingan kepada tim Health Emergency Operation Center (HEOC) Kabupaten Aceh Utara. Pendampingan terus dilakukan dalam melakukan pendataan relawan. Serta sosialisasi form pendaftaran dan format laporan harian relawan. Tim Manajemen juga tetap melakukan pendampingan dalam penandaan pada peta respons.

Dok. Pendampingan tim HEOC Aceh Utara
Kegiatan IPSRS dan Sanitasi:
Tim IPSRS dan sanitasi melakukan perbaikan cold storage di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) B3 dan melakukan pemantauan pengisian air PDAM yang disalurkan. Selain itu juga, Tim IPRS dan sanitasi melakukan pembersihan lingkungan baik dalam RS dan lingkungan sekitar di RSUD dr. Muchtar Hasbi, terkait bekas bakaran sampah yang tidak sempurna dan menyebabkan lalat. Tim melakukan penyemprotan lalat menggunakan bahan mustang, selanjutnya bekas bakaran akan ditimbun dalam lubang yang telah disediakan oleh tim.

Dok. Perbaikan cold storage di TPS B3

Dok. Pemantaun Pengisian Air PDAM

Dok. Pengelolaan Limbah Bekas Bakaran
Kebutuhan dan dukungan yang mendesak
- Ketersediaan listrik dan air bersih
- Tenaga sanitasi di lapangan
Gambaran situasi umum di lokasi
- Bekas bakaran sampah yang tidak sempurna dan menyebabkan berkumpulnya lalat di sekitar RSUD dr Muchtar Hasbi
- Akses jalan berlubang dan berlumpur tapi masih bisa dilalui
- Akses jalan di pos kedua, sebagian titik amblas sehingga membutuhkan akses kapal menuju lokasi utara dari Lhok Puuk
- Keterbatasan air bersih
- Penyakit hipertensi tidak terdeteksi, apakah disebabkan oleh bencana atau sudah ada riwayat
- Lokasi Lhok Puuk, kurang lebih selama 1 minggu, lokasi belum mendapatkan aliran listrik
Reporter: Berliando Toro Betty Runesi
Rabu, 17 Desember 2025
Laporan Harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara
Batch 3
“Pokja Bencana FK-KMK UGM, RSUP Sardjito, RSUP Soeradji Tirtonegoro, RS Mata DR. YAP, FK-KMK UGM”
dilaporkan dari lapangan oleh Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara batch 3.
Ketua Tim : Sutono, S.Kp., Mkep., MSc
Setiap harinya pelayanan kesehatan dimulai dengan melakukan visite pasien rawat inap di RSUD dr. Muchtar Hasbi, yang dilakukan oleh dokter spesialis penyakit dalam dan dokter anak, serta dokter umum residen obgyn, dengan rincian pasien obstetri dan ginekologi (obgyn) sebanyak 1 orang, pasien dewasa sebanyak 2 orang, serta pasien anak sebanyak 2 orang. Kegiatan visite ini dilakukan untuk memastikan kondisi pasien terpantau dengan baik dan mendapatkan asuhan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan medis.
Selain pelayanan di rumah sakit, tim juga memberikan pelayanan kesehatan di lapangan dengan total keseluruhan penerima layanan sebanyak 215 orang. Pelayanan kesehatan tersebut dilaksanakan di Kecamatan Seunuddon, di 3 lokasi titik pengungsian, yaitu:
Pos 1, Lhok Puuk Kadus Barat
< 5 P : 3 L: 3; > 5 P: 20 L: 24
Pos 2, Matang Lada
< 5 thn L: 1; > = 5 thn L:27 P:12
Pos 3, Darul Alam
< 5 thn L: 5, P: 7, > = 5 thn L:30 P: 83
Penyakit yang ditemui terdiri dari penyakit menular seperti ISPA, diare, serta penyakit kulit seperti dermatitis, scabies dan tinea. Penyakit tidak menular yang dijumpai seperti Hipertensi, DM tipe 2, Arthritis dan Myalgia

Dok. Tim AHS UGM Pelayanan di Posko Matang Lada, Kec. Seunuddon

Dok. Tim AHS UGM Pelayanan di Posko Matang Lada, Kec. Seunuddon

Dok. Tim AHS UGM Pelayanan di Posko Darul Aman, Kec. Seunuddon
Kegiatan Manajemen:
Tim Manajemen Bencana Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada melalui Academic Health System (AHS) terus melakukan pendampingan kepada tim Health Emergency Operation Center (HEOC) Kabupaten Aceh Utara. Pendampingan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas daerah dalam kesiapsiagaan dan respons terhadap situasi kedaruratan kesehatan dan bencana. Pendampingan juga difokuskan pada penguatan fungsi HEOC sebagai pusat komando dan pengendali dalam penanganan kedaruratan kesehatan. Tim AHS UGM menekankan pentingnya integrasi HEOC dengan fasilitas pelayanan kesehatan, dinas terkait, serta pemangku kepentingan lainnya agar respons yang diberikan dapat berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan baik.
Kegiatan tim Gizi:
Tim Gizi menyediakan kebutuhan gizi bagi seluruh tim yang bertugas. Penyediaan ini dilakukan dengan agar tetap terjaga selama menjalankan tugas. Selain itu, Tim Gizi juga melaksanakan edukasi gizi kepada masyarakat di posko pengungsian. Edukasi difokuskan pada pemahaman gizi seimbang dalam kondisi darurat, pemilihan dan pengolahan makanan yang aman dan sehat, serta pemanfaatan bahan pangan yang tersedia di posko. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya asupan gizi yang tepat guna mencegah masalah kesehatan selama berada di pengungsian.

Dok. Edukasi Gizi di Posko Pengungsian
Kegiatan Sanitarian dan IPSRS:
Tim Sanitarians bersama IPRSS terus melaksanakan berbagai upaya untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan sanitasi dan kesehatan lingkungan di lingkungan RS, khususnya dalam mendukung kelancaran pelayanan kesehatan kepada pasien dan keselamatan petugas.
Salah satu kegiatan utama yang dilakukan adalah penyediaan air bersih. Tim turut mendampingi sekaligus membantu proses droping air dari PDAM, untuk tetap tersedianya air bersih bagi pasien di ruang rawat inap, pasien dan petugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD), serta untuk petugas Tim Aceh IV. Ketersediaan air bersih ini menjadi prioritas guna menjamin kebersihan, kenyamanan, dan keselamatan seluruh pengguna layanan rumah sakit.
Selain itu, tim melakukan pengaturan Water Level Control (WLC) pada water torn air dari PDAM yang berwarna biru guna memastikan distribusi air berjalan optimal dan terkontrol. Koordinasi juga dilakukan secara intensif dengan tim Kesehatan Lingkungan (Kesling) dan cleaning service RSUD dr. Muchtar Hasbi terkait pembagian tugas dan pelaksanaan kegiatan kesling di lingkungan rumah sakit. Tim juga terus melakukan upaya pembersihan di lingkungan sekitar RS.

Dok. Koordinasi Tim AHS UGM dan Petugas Kesehatan Lingkungan RSUD dr. Muchtar Hasbi
Kebutuhan dan dukungan yang mendesak:
- Tenaga kesehatan lingkungan di lapangan
- Ketersediaan listrik dan air bersih di posko pengungsian
Gambaran situasi umum di lokasi
- Listrik sudah stabil selama 2 hari di RSUD dr Mucthar Hasbi
- Jaringan seluler mulai stabil di lokasi sekitar RS
- Air PDAM mengalir semenjak listrik stabil di RSUD dr Mucthar Hasbi
- Akses jalan di pos Lhok Puuk Kadus Barat mengalami kerusakan berat, sebagain titik amblas sehingga menggunakan akses kapal menuju lokasi
- Akses jalan menuju lokasi Darul Alam mengalami kerusakan
- Tidak memiliki pos pengungsian yang layak
- Keterbatasan air bersih dan listrik di Posko pengungsian

Dok. Perjalanan Tim AHS UGM menuju lokasi Lhok Puuk Kadus Barat menggunakan perahu nelayan
Temuan di Lokasi
Keterlibatan salah satu anggota dewan dalam memfasilitasi kebutuhan BBM untuk penyebrangan menuju lokasi Lhok Puuk Kadus Barat telah dilakukan, namun dalam pelaksanaannya muncul indikasi pemanfaatan kegiatan tersebut yang mengarah pada kepentingan politik.
Kamis, 18 Desember 2025
Laporan Harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara
Batch 3
“Pokja Bencana FK-KMK UGM, RSUP Sardjito, RSUP Soeradji Tirtonegoro, RS Mata DR. YAP, FK-KMK UGM”
dilaporkan dari lapangan oleh Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara batch 3.
Ketua Tim : Sutono, S.Kp., Mkep., MSc
Pelayanan kesehatan pada hari ini dilakukan di RSUD dr. Muchtar Hasbi dan juga di dua desa wilayah kerja Puskesmas Baktiya. Pelayanan kesehatan dimulai dengan melakukan visite pasien di ruang rawat inap dengan total pasien 7, lima pasien dewasa dan dua pasien anak. Visite dilakukan oleh dokter spesialis penyakit dalam dan spesialis anak. Kegiatan pelayanan di lapangan dilakukan di dua desa, yaitu Cot Kumbang dan Alue Bili Rayeuk dengan total 225 pasien, dengan rincian pasien sebagai berikut:
Pos 1, Cot Kumbang
< 5 P : 6 L: 5; ≥ 5 P: 61 L: 19
Pos 2, Alue Bili Rayeuk
< 5 thn L: 5; P:1; ≥ 5 thn L:58 P:70
Tim kesehatan menangani berbagai keluhan penyakit menular yang masih mendominasi, terutama infeksi saluran pernapasan akut dan gangguan kulit seperti dermatitis dan tinea, serta beberapa kasus penyakit pencernaan. Selain itu, ditemukan pula kasus-kasus penyakit tidak menular yang cukup beragam, antara lain nyeri otot, hipertensi, arthritis, dispepsia, diabetes melitus tipe 2, hingga gangguan saraf dan penyakit jantung

Dok. Tim AHS UGM Pelayanan di Posko Alue Bili Rayeuk

Dok. Pemeriksaan kulit menggunakan loop di Posko Alue Bili Rayeuk

Dok. Tim AHS UGM Pelayanan di Posko Cot Kumbang, Kec. Baktiya
Kegiatan Manajemen
Tim AHS UGM, terus melakukan pendampingan pada tim HEOC Aceh Utara, terutama dalam pendataan EMT dan juga rekapitulasi laporan harian dari relawan di lapangan.

Dok. Tim AHS UGM pendampingan HEOC Aceh Utara dalam penerimaan EMT dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh
Kegiatan Sanitarian dan IPSRS
Upaya peningkatan sarana pendukung pelayanan terus dilakukan di RSUD dr. Muchtar Hasbi. Salah satu langkah yang telah dilaksanakan adalah penyambungan water level pada toren air, yang bertujuan untuk memudahkan pemantauan serta mengetahui kapasitas air secara akurat. Selain itu, ruang depan RSUD dr. Muchtar Hasbi kini telah berhasil dialiri air bersih yang bersumber dari PDAM. Tersedianya pasokan air bersih tersebut diharapkan dapat menunjang kenyamanan lingkungan rumah sakit serta mendukung kelancaran pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Selain itu juga tim juga melakukan koordinasi lintas unit terkait pengelolaan limbah medis dan limbah domestik. Koordinasi ini difokuskan pada penguatan sistem pemilahan, pengumpulan, serta pembuangan limbah sesuai dengan standar. Dalam kegiatan lapangan, tim juga turut memberikan bantuan logistik di lapangan sebagai bentuk dukungan terhadap operasional dan kebutuhan pelayanan.

Dok. Tim AHS UGM “Koordinasi Tim AHS UGM dan Petugas Kesehatan Lingkungan RSUD dr. Muchtar Hasbi”
Kebutuhan dan dukungan yang mendesak
- Tenaga kesehatan lingkungan di lapangan
- Ketersediaan air bersih di lokasi pengungsian
Gambaran situasi umum di lokasi
Hari ketiga Listrik , Air bersih dan jaringan seluler sudah stabil di RSUD dr Muchtar Hasbi
Kondisi lingkungan di Kec. Baktya masih berlumpur basah dan ketersediaan air bersih masih terbatas, listrik baru saja berfungsi
Reporter: Berliando Toro Betty Runesi
Jumat, 19 Desember 2025
Laporan Harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara
Batch 3
“Pokja Bencana FK-KMK UGM, RSUP Sardjito, RSUP Soeradji Tirtonegoro, RS Mata DR. YAP, FK-KMK UGM”
dilaporkan dari lapangan oleh Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara batch 3.
Ketua Tim : Sutono, S.Kp., Mkep., MSc
Tim kesehatan melaksanakan kegiatan visite pasien rawat inap di RSUD dr. Muchtar Hasbi dengan cakupan pelayanan terhadap 2 pasien dewasa. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pelayanan kesehatan terpadu yang juga dilaksanakan di lapangan, dengan total keseluruhan pelayanan mencapai 150 pasien di wilayah kerja Puskesmas Muara Batu, Kecamatan Muara Batu, dengan rincian
Pos 1, Pulo Raya, Total 82 pasien
< 5 L : 3 P: 9; ≥ L: 38, P: 32
Pos 2, Kambam, Total pasien 68
< 5 thn L: 2; P:2; ≥ 5 thn L:7 P:17
Secara umum, jenis penyakit yang ditangani didominasi oleh penyakit menular, antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), common cold, dermatitis, tinea, helminthiasis dan konjungtivitis. Untuk penyakit tidak menular (PTM), kasus yang ditemukan meliputi hipertensi, arthritis, dispepsia, myalgia, diabetes melitus tipe 2, serta gingivitis. Pelayanan juga diberikan kepada ibu hamil yang memerlukan pemantauan kondisi kesehatan di posko pengungsian. Serta, tim kesehatan juga menangani 3 kasus trauma yang terjadi akibat bencana, yang memerlukan penanganan medis segera dan pemantauan lanjutan.

Dok. Pemeriksaan Ibu hamil di Posko Pulo Raya

Dok. Tim AHS UGM Pelayanan di Posko Kambam, Kec. Muara Batu

Dok. Tim AHS UGM Pelayanan di Posko Pulo Raya, Kec. Muara Batu
Kegiatan tim Gizi
Selain melakukan pelayanan kesehatan di posko pengungsian, tim gizi melaksanakan kegiatan edukasi di dapur umum posko pengungsian dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai jenis makanan yang dianjurkan serta cara pengolahan makanan yang aman dan sehat. Edukasi ini difokuskan pada pemilihan bahan pangan yang bergizi seimbang dengan memanfaatkan bahan makanan yang mudah diperoleh di situasi darurat.

Dok. Tim Gizi memberikan edukasi di dapur umum Posko Bluka Teubai, Kec. Dewantara
Kegiatan Manajemen
Tim AHS UGM terus melaksanakan kegiatan manajemen dengan melakukan pendampingan intensif kepada Tim HEO Aceh Utara. Pendampingan ini difokuskan pada penguatan sistem pendataan Emergency Medical Team (EMT) dan membagi EMT sesuai titik respon yang ditentukan.
Kegiatan Sanitarian dan IPSRS
Dalam rangka menjaga keberlangsungan pelayanan dan keselamatan lingkungan rumah sakit, tim IPSRS bersama tim Sanitasi melaksanakan serangkaian kegiatan terpadu di RSUD dr. Muchtar Hasbi. Tim IPSRS melakukan pengecekan tampungan air di bangsal, pengurasan toren, serta menyiapkan ketersediaan air bersih untuk mendukung kebutuhan pelayanan. Selain itu, dilakukan pengecekan terhadap perbaikan ground tank air bersih yang tengah ditangani oleh vendor rumah sakit, serta perbaikan pipa air yang melengkung agar tidak berisiko patah akibat tekanan air.
Seiring ditemukannya kondisi air PDAM yang masuk ke sistem rumah sakit dalam keadaan keruh, tim IPSRS dan Sanitasi segera melakukan penjernihan air guna memastikan kualitas air tetap aman digunakan. Proses penjernihan dilakukan melalui kolaborasi lintas tim, termasuk pemberian bahan penjernih pada air di tandon.

Dok. Tim AHS UGM melakukan pemeriksaan dan penjernihan air di RSUD dr. Muchtar Hasbi
Kebutuhan dan dukungan yang mendesak
- Tenaga kesehatan lingkungan di lapangan
- Ketersediaan listrik dan air bersih di lokasi pengungsian
Gambaran situasi umum di lokasi
- Hari keempat Listrik dan jaringan seluler sudah stabil di RSUD dr Muchtar Hasbi
- Air PDAM di RSUD dr Muchtar Hasbi keruh, air yang ada berwarna kuning sehingga dilakukan penjernihan air
- Masyarakat sebagian masih tinggal di rumah pengungsian dan sebagian lainnya mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan rumah
Reporter: Berliando Toro Betty R
Sabtu, 20 Desember 2025
Laporan Harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara
Batch 3
“Pokja Bencana FK-KMK UGM, RSUP Sardjito, RSUP Soeradji Tirtonegoro, RS Mata DR. YAP, FK-KMK UGM”
dilaporkan dari lapangan oleh Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara batch 3.
Ketua Tim : Sutono, S.Kp., Mkep., MSc
Kegiatan pelayanan kesehatan diawali dengan dengan visite pasien rawat inap di RSUD dr. Muchtar Hasbi terhadap 3 pasien dewasa yang terdiri dari 3 laki-laki dan 1 perempuan. Tim kesehatan juga melaksanakan kegiatan visite pasien obstetri dan ginekologi (obsgyn) di PKM Baktiya, Kecamatan Baktiya terhadap 1 pasien rawat inap.

Dok. Dokter residen obgyn visite pasien rawat inap di Puskesmas Baktiya
Serta pelayanan kesehatan terpadu di wilayah kerja Puskesmas Baktiya, total pelayanan kesehatan di lapangan mencapai 235 pasien, yang tersebar di tiga pos pelayanan kesehatan, yaitu
Pos 1, Buket Dara Baro, Total 104 pasien
< 5 L : 10 P: 4; ≥ 5 L: 26, P: 64
Pos 2, Buket Monsukon, Total pasien 104 pasien
< 5 thn L: 4; P:4; ≥ 5 thn L:23 P:73
Pos 2, Pucok Alue, Total pasien 27 pasien
< 5 thn L: 1; ≥ 5 thn L:15 P:11

Dok. Tim AHS UGM Pelayanan di Posko Buket Dara Baro, Kec. Baktiya

Dok. Perawatan luka di Posko Pucok Alue, Kec. Baktiya
Jenis penyakit yang ditangani secara gabungan didominasi oleh penyakit menular seperti ISPA, dermatitis, dan tinea, disertai beberapa kasus diare, scabies, konjungtivitis, varicella, dan otitis media. Selain itu, penyakit tidak menular yang banyak ditemukan meliputi hipertensi, dispepsia, myalgia, arthritis dan cephalgia, serta kasus diabetes melitus tipe 2, hiperlipidemia, gingivitis, urtikaria, dry eye dan tim kesehatan juga melakukan perawatan luka pada pasien post KLL kurang lebih 1 bulan yang tidak mendapatkan perawatan medis.

Dok. Perawatan luka di Posko Buket Monsukon, Kec. Baktiya
Kegiatan Manajemen
Tim AHS UGM melaksanakan kegiatan pendampingan terhadap tim HEOC Aceh utara terkait teknis dalam proses rekapitulasi laporan harian Emergency Medical Team (EMT) sebagai upaya memastikan ketepatan, kelengkapan, dan konsistensi data pelayanan kesehatan di lapangan, sehingga informasi yang dihasilkan dapat digunakan secara akurat sebagai dasar pengambilan keputusan dalam penanganan kedaruratan kesehatan.

Dok. Tim AHS UGM pendampingan HEOC Aceh Utara dalam rekapitulasi laporan harian EMT
Kegiatan IPSRS dan Sanitasi
Tim IPSRS dan Sanitasi melaksanakan kegiatan penanganan dan pemulihan sarana prasarana serta kebersihan lingkungan di RSUD dr. Muchtar Hasbi dan area kerja terkait. Kegiatan diawali dengan pengecekan water toren bangsal yang ditemukan mengalami ambruk akibat dudukan amblas, dilanjutkan dengan evakuasi water toren yang pecah. Tim kemudian melakukan perbaikan jalur pipa PDAM agar suplai air dapat kembali masuk ke bangsal dan digunakan untuk menunjang pelayanan kesehatan. Selain itu, dilakukan pengisian air di area Tim Aceh IV untuk memastikan kesiapan fasilitas sanitasi, dengan penyesuaian kondisi kamar mandi yang berbeda dari vendor RSUD. Kegiatan lainnya meliputi pengelolaan limbah domestik dan melakukan koordinasi dengan tim kesehatan lingkungan untuk berkoordinasi dengan DLH.
Dok. Tim AHS UGM melakukan perbaikan sarana dan prasarana serta kebersihan lingkungan

Dok. Limbah domestik di RSUD dr. Muchtar Hasbi
Kebutuhan dan dukungan mendesak
- Tenaga sanitasi di lapangan
- Ketersediaan air bersih dan listrik di lokasi pengungsian
- Tenda pengungsian
Gambaran situasi umum di lokasi
- Hari kelima Listrik dan jaringan seluler sudah stabil di RSUD dr Muchtar Hasbi
- Toren air berwarna biru mengalami kerusakan karena dudukan amblas
- Limbah medis dikelola oleh tim kesling dan CS RS
- Masyarakat sebagian masih tinggal di rumah pengungsian dan sebagian lainnya mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan rumah
- Kondisi lingkungan posko pengungsian masih berlumpur basah
Reporter: Berliando Toro Betty Runesi
Minggu, 21 Desember 2025
Laporan Harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara
Batch 3
“Pokja Bencana FK-KMK UGM, RSUP Sardjito, RSUP Soeradji Tirtonegoro, RS Mata DR. YAP, FK-KMK UGM”
dilaporkan dari lapangan oleh Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara batch 3.
Ketua Tim : Sutono, S.Kp., Mkep., MSc
Kegiatan diawali dengan visite pasien rawat inap di RSUD dr. Muchtar Hasbi terhadap tiga pasien dewasa (2 laki-laki dan 1 perempuan) serta satu pasien anak (laki-laki). Tim pelayanan kesehatan juga melaksanakan rangkaian kegiatan pelayanan medis di wilayah kerja Puskesmas Baktiya Barat, Kecamatan Baktiya Barat, sebagai upaya memastikan akses layanan kesehatan tetap terpenuhi bagi masyarakat. Selain itu, tim juga melakukan visite pasien obstetri dan ginekologi (obgyn) disertai tindakan ultrasonografi (USG) terhadap satu pasien di Puskesmas Baktiya Barat. Total pelayanan kesehatan yang diberikan di lapangan mencapai 172 pasien, yang tersebar di dua pos pelayanan. Pos pelayanan pertama di Desa Matang Sijuek Teungoh dan Matang Sijuek, dengan rincian:
Pos 1, Matang Sijuek Teungoh, Total 42
< 5 L : 0 P: 2; ≥ 5 L: 18, P: 22
Pos 2, Matang Sijuek Barat, Total 130
< 5 thn L: 4; P:1 ; ≥ 5 thn L:31 P:94

Dok. Dokter residen obgyn melakukan tindakan USG di Puskesmas Baktiya
Kasus terbanyak yang ditangani secara umum meliputi penyakit menular seperti ISPA, dermatitis, tinea, dan konjungtivitis, serta penyakit tidak menular (PTM) antara lain hipertensi, dispepsia, myalgia, arthritis, gingivitis, dan karies gigi.

Dok. Tim AHS UGM Pelayanan di Posko Matang Sijuek Teungoh, Kec. Baktiya Barat

Dok. Tim AHS UGM Pelayanan di Posko Matang Sijuek Barat, Kec. Baktiya Barat
Dalam perjalanan menuju posko pengungsian, Tim AHS menemukan pasien kecelakaan lalu lintas (KLL) di jalur yang dilalui. Sehingga, tim segera menghentikan perjalanan untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban sesuai dengan prosedur kegawatdaruratan.

Dok. Pertolongan Pertama pada Pasien KLL
Kegiatan Manajemen
Tim AHS UGM terus melakukan pendampingan HEOC dalam penerimaan EMT gabungan dari BKK Aceh, BKK Sabang, Poltekkes Aceh dan Labkesmas Aceh. Pendataan bidan desa di setiap lokasi untuk bisa mendukung dan memandu EMT di lapangan.
Kegiatan IPSRS dan Sanitasi
Tim IPSRS dan Sanitasi melaksanakan serangkaian kegiatan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana serta kebersihan lingkungan rumah sakit. Kegiatan IPSRS meliputi pengecekan panel listrik dan generator set (genset) guna memastikan kesiapan pasokan listrik, serta pengecekan suplai air dari PDAM agar distribusi air ke rumah sakit tetap berjalan optimal. Selain itu, tim turut membantu kegiatan sanitasi dengan membersihkan sampah di area rumah sakit.
Tim IPSRS juga melakukan perbaikan instalasi kelistrikan di gedung bangsal yang sedang direnovasi, setelah ditemukan indikasi aliran listrik pada sistem grounding yang berpotensi menimbulkan sengatan listrik dan membahayakan keselamatan.
Sementara itu, tim sanitasi memastikan ketersediaan air untuk keperluan higiene dan sanitasi di UGD, ruang rawat inap, dan ruang petugas, serta melakukan pengelolaan limbah medis dan domestik. Kegiatan lainnya meliputi pembersihan lingkungan rumah sakit
Kebutuhan dan dukungan yang mendesak
- Tenaga kesehatan lingkungan di lapangan
- Ketersediaan listrik dan air bersih di lokasi pengungsian
- Masih ada masyarakat yang membutuhkan pakaian layak dan hunian sementar
Gambaran situasi umum di lokasi
- Hari ke enam Listrik dan jaringan seluler sudah stabil di RSUD dr Muchtar Hasbi
- Masih ada masyarakat sebagian masih tinggal di rumah pengungsian dan sebagian lainnya mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan rumah
- Listrik di Baktiya Barat baru 3 hari dan air PDAM baru mengalir hari ini
Reporter: Berliando Toro Betty Runesi
Minggu, 21 Desember 2025
Laporan Harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara
Batch 3
“Pokja Bencana FK-KMK UGM, RSUP Sardjito, RSUP Soeradji Tirtonegoro, RS Mata DR. YAP, FK-KMK UGM”
dilaporkan dari lapangan oleh Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara batch 3.
Ketua Tim : Sutono, S.Kp., Mkep., MSc
Pada Minggu, 22 Desember 2025, tepat pukul 01.00 WIB, Tim Batch 3 meninggalkan RSUD dr. Muchtar Hasbi dan memulai perjalanan darat menuju Medan sebagai bagian dari tahapan akhir mobilisasi tim. Setelah menempuh perjalanan panjang, tim tiba di Hotel Wing Kualanamu pada pukul 10.30 WIB untuk beristirahat sambil menunggu jadwal keberangkatan selanjutnya.
Pada pukul 15.00 WIB, tim melanjutkan perjalanan menuju Bandara Internasional Kualanamu (KNO) Medan. Penerbangan yang semula dijadwalkan berangkat pada pukul 17.00 WIB mengalami penundaan selama satu jam, sehingga baru diberangkatkan pada pukul 18.30 WIB.

Dok. Tim AHS batch 3 di bandara KNO Medan
Setelah menempuh perjalanan udara, Tim Batch 3 tiba dengan selamat di Bandara Kulon Progo pada pukul 21.00 WIB. Selanjutnya, tim melanjutkan perjalanan darat dan tiba di KTPU FK-KMK UGM pada pukul 23.00 WIB, menandai berakhirnya seluruh rangkaian perjalanan dengan aman dan lancar.

Dok. Tim AHS Batch 3 tiba di KPTU FK-KMK UGM
Reporter: Berliando Toro Betty Runesi
Senin, 22 Desember 2025
Laporan Harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara
Batch 4
“Pokja Bencana FK-KMK UGM, RSA UGM, RSUP Soeradji Tirtonegoro, RSUD Wates, FK-KMK UGM, CPMH Fak. Psikologi UGM”
Pelayanan kesehatan pada pagi hari dilakukan dengan visite pasien rawat inap dengan total 4 pasien. Pelayanan selanjutnya dilakukan di PKM Baktiya Barat. Jarak tempuh sekitar 30 menit dari RS Muchtar Hasbi. Pelayanan dimulai sekitar pukul 09.30 WIB, dengan total seluruh pelayanan rawat jalan ada 41 orang, dengan rincian:
- Total pasien usia ≥ 5 tahun L: 8 P: 33
- Tindakan bedah kecil (hecting) 1 pasien (total 1)
- Obgyn melakukan USG 9 pasien, dan tidak USG 4 pasien (total 13)
- Pengawasan penyakit tidak menular dengan total pasien 13
- Pengawasan penyakit mental dengan total pasien 2

Dok. Dokter residen obgyn Tim AHS UGM mengaktifkan kembali layanan obstetri di di Puskesmas Baktiya Barat, Aceh Utara bekerja sama dengan bidan setempat yang sudah mengabarkan kedatangan tim ke masyarakat

Dok. Dokter residen kardiologi Tim AHS UGM memberikan layanan terfokus pada penyakit-penyakit degeneratif pada lansia di Puskesmas Baktiya Barat, Aceh Utara bekerja sama dengan kepala puskesmas, Bidan Rosalinda yang sudah mengabarkan kedatangan tim ke masyarakat

Dok. Tim AHS UGM di Puskesmas Baktiya Barat, Aceh Utara

Dok. Tim AHS UGM di Puskesmas Baktiya Barat, Aceh Utara

Dok. Tim AHS UGM memberikan layanan berkolaborasi dengan Relawan KEMENKES SDMK di Puskesmas Baktiya Barat, Aceh Utara yang akan ditugaskan dari 22 -29 Desember 2025, tim Relawan KEMENKES SDMK ini diantar oleh Direktur Perencanaan SDMKes Kemenkes RI La Ode Musafin
Kegiatan Manajemen
Tim Manajemen Bencana Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada melalui Academic Health System (AHS) terus melakukan pendampingan kepada tim Health Emergency Operation Center (HEOC) Kabupaten Aceh Utara. Pendampingan terus dilakukan dalam melakukan pendataan relawan. Serta sosialisasi form pendaftaran dan format laporan harian relawan. Tim Manajemen juga tetap melakukan pendampingan dalam penandaan pada peta respons.

Dok. Pendampingan tim HEOC Aceh Utara

Dok. Pendampingan tim HEOC Aceh Utara
Kegiatan Kesehatan Lingkungan
Tim Kesehatan Lingkungan (Kesling) melakukan observasi dan asesmen di gudang penyimpanan alat kesehatan Puskesmas Baktiya Barat bersama Kepala Puskesmas, dan menemukan sejumlah dokumen rusak serta alat uji laboratorium yang tidak dapat digunakan kembali. Dokumen yang terendam air terpaksa dimusnahkan dengan cara dibakar sehingga menimbulkan asap yang cukup mengganggu. Selanjutnya, tim berkoordinasi dengan sanitarian puskesmas untuk melakukan pengecekan dan inventarisasi alat uji kualitas air, wadah limbah, serta peralatan yang masih dapat dimanfaatkan bersama tim relawan Kementerian Kesehatan. Selain itu, tim juga mengunjungi Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara dan berkoordinasi dengan Penanggung Jawab Program Kesling untuk memperoleh gambaran kondisi lingkungan pasca bencana. Hasil koordinasi menunjukkan bahwa beberapa puskesmas dan posko masih dalam tahap pemulihan, kondisi air di sejumlah lokasi masih keruh, serta terdapat penumpukan sampah di beberapa puskesmas dan perkantoran akibat belum optimalnya operasional truk pengangkut sampah. Sebagai upaya pengendalian risiko kesehatan lingkungan, pendistribusian kaporit dan abate untuk sumber-sumber air telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan pada hari yang sama.

Dok. Tim AHS UGM di Puskesmas Baktiya Barat, Aceh Utara

Dok. Tim AHS UGM di Puskesmas Baktiya Barat, Aceh Utara

Dok. Tim AHS UGM di Puskesmas Baktiya Barat, Aceh Utara

Dok. Tim AHS UGM di Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara
Kegiatan Kesehatan Mental
Tim memulai asesmen dengan mengunjungi Dinas Kesehatan bertemu dengan penanggung jawab kesehatan jiwa kabupaten Aceh Utara, Bapak Syafrizal. Meskipun beliau secara pribadi terdampak bencana, koordinasi tetap berjalan untuk memetakan kondisi pelayanan kesehatan jiwa di lapangan.
Hasil Asesmen:
- Status Pelayanan Pasien: Pelayanan rawat inap tersedia di RS Cut Meutia dengan kapasitas 10 bed. Saat ini kurang untuk menampung rujukan yang akan dilakukan oleh puskesmas-puskesmas. Kondisi pasien yang terdampak dan kendala belum terdata, karena programer Puskesmas juga terdampak dengan bencana. Namun melalui grup koordinasi (whatsapp) beberapa programer jiwa melaporkan kondisi pelayanan terhambat seperti home visit, injeksi bulanan dan pemantauan obat. Hal ini berisiko terjadinya lonjakan kekambuhan sedangkan RS tidak mampu menampung.
- Krisis Logistik Obat: Ditemukan risiko putus obat akibat ketidaklengkapan stok di gudang farmasi. Saat ini terjadi kekosongan stok Fluoxetine dan triheyphenidil, sementara obat lain (Risperidone, Haldol, THP, Clozapine, Diazepam) masih tersedia namun terbatas. Untuk permintaan obat tetap seperti biasa dengan permintaan dari Puskesmas.
- Kondisi Psikologis & Faktor Risiko: Laporan dari programer jiwa/observasi di lapangan beberapa masyarakat menunjukkan gejala ansietas dan gangguan tidur, terlebih ketika hujan. Gejala ini juga didukung dengan kondisi saat ini : kekhawatiran dengan kondisi keluarga, kehilangan orang orang yang terdekat, kehilangan barang berharga, terpisah dengan keluarga, kehilangan ternak, gagal panen dan bahkan tidak bekerja dalam 3 minggu terakhir. Selain itu juga berisiko menggerogoti ketahanan keluarga bahkan risiko kekerasan dalam rumah tangga.
- Dampak Sosio-Ekonomi: Di wilayah Langakahn dan Muara Batu (khususnya Desa Cibrik), terjadi kelumpuhan ekonomi akibat rusaknya sawah dan hilangnya ternak. Hingga kini, warga terdampak belum menerima bantuan sosial, yang memperparah kerentanan kesehatan mental mereka.
- Evaluasi Sistem: TPKJM pernah terbentuk Kabupaten namun terhenti sejak pandemi COVID-19. perlu segera diaktifkan kembali. Puskesmas Nisam menjadi percontohan (role model) dalam kemandirian koordinasi lintas sektoral yang perlu direplikasi di wilayah lain.
Rekomendasi Utama: Segera lakukan pemenuhan stok obat yang kosong dan lakukan advokasi lintas sektoral untuk pemberian bantuan ekonomi serta intervensi psikososial bagi pasien maupun nakes yang terdampak.

Dok. Tim AHS UGM. Tim kesehatan Jiwa sedang berkoordinasi dengan Penanggung Jawab Kesehatan Jiwa Kab. Aceh Utara untuk melakukan asesmen Mental Health and Psychosocial Support (MHPSS).
Setelah bertemu dengan Dinas Kesehatan, tim melanjutkan pertemuan dengan programer jiwa Puskesmas Baktiya Barat, Ibu Ila Rosdiana. Dari beliau didapatkan data bahwa saat ini sebagai berikut:
- Gambaran Umum Pelayanan: secara keseluruhan, pelayanan kesehatan jiwa di wilayah kerja Puskesmas berjalan lancar. Saat ini tercatat sebanyak 86 pasien ODGJ yang tersebar di 26 desa, Saat ini, terdapat rencana rujukan untuk pasien dengan kondisi tertentu guna mendapatkan penanganan lebih lanjut. Namun karena keterbatasan bed di Cut Meutia maka pasien belum bisa dirujuk. Pasien sudah dilakukan injeksi skizonoat di hari Jumat (19 Desember) untuk meredakan gejala sementara. Rencana akan dilakukan penjemputan hari Senin menunggu konfirmasi kekosongan bed di RS Cut Meutia.
- Ketersediaan Logistik Obat: Ketersediaan obat-obatan jiwa masih terjaga dengan rincian stok meliputi:
- Oral: CPZ 100 mg, Haloperidol 2 mg, Risperidone 2 mg, Clozapine 25 mg, Diazepam 5 mg, dan Amitriptyline. Semua dalam stok terbatas, sedangkan THP kosong.
- Injeksi: Sikzonoate dan CPZ Injeksi.
- Zulfikar (35 th), Desa Singgah Mata: Dipasung menggunakan balok kayu. Sebelum musibah bencana, sempat ada rencana pelepasan melalui koordinasi dengan Programmer Kesehatan Jiwa.
- Pasien L (40 th), Matang Sijeuk Timur: Sebelumnya dirantai namun tetap bisa berjalan. Pasien dilepas pada 26 November demi keselamatan saat bencana dan kini mengungsi di tempat saudara.
- Kendala Lapangan dan Peran Kader Ditemukan tantangan dalam pengawasan pasien di tingkat desa karena kader desa juga terdampak terutama di Matang Sijeuk Timur, Tengah, dan Singgah Mata. Pasien merasakan tidak nyaman ada di pengungsian. Secara umum cukup berat kondisi bencana untuk ODGJ dan juga keluarga.
- Kasus Pasung dan Evakuasi Bencana Terdapat 2 kasus pasung aktif yang memerlukan perhatian khusus:
- Situasi Pasca-Bencana dan Pengungsian Kondisi pengungsian massal yang ramai tidak kondusif bagi stabilitas mental pasien ODGJ.

Dok. Tim AHS UGM. Tim melakukan asesmen kebutuhan kesehatan jiwa
di Puskesmas Baktiya Barat

Dok. Tim AHS UGM. Tim membantu penjemputan ODGJ di wilayah kerja Puskesmas Baktiya Barat desa Cot u Sibak.
Kegiatan Surveilans
Tim melaksanakan kegiatan surveilans pasca banjir di Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara yang mencakup evaluasi dan rekapitulasi pelaporan, dengan temuan bahwa sebagian laporan belum lengkap dan format pelaporan masih beragam sehingga menyulitkan analisis data; secara umum teridentifikasi 19 fasilitas kesehatan terdampak berat dan beberapa terdampak ringan yang masih memerlukan validasi. Untuk mendukung pencatatan dan pelaporan, tim telah menyiapkan dashboard pelaporan pasca banjir yang dilengkapi tabel dan grafik analisis serta digunakan untuk merekap data sejak 1 Desember. Pelaporan saat ini difokuskan melalui WhatsApp menggunakan format Kementerian Kesehatan, dan ke depan diperlukan advokasi antara HEOC dan tim relawan agar seluruh unit pelapor menggunakan format yang seragam guna meningkatkan efektivitas surveilans dan pengambilan keputusan.
Pencatatan dan pelaporan dari Baktiya Barat sudah sesuai dengan format yang diberikan. SKDR juga sudah bisa dikirimkan sejak minggu lalu, untuk minggu ini sementara proses pengerjaan dan akan segera dikirimkan.

Dok. Tim AHS UGM di Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara

Dok. Tim AHS UGM di Puskesmas Baktiya Barat, Aceh Utara
Kebutuhan dan dukungan yang mendesak
- Ketersediaan air bersih di Puskesmas Baktiya Barat
- Sanitarian kit dan safety box untuk jarum bekas pakai di Puskesmas Baktiya Barat
- Tempat sampah untuk limbah infeksius
Gambaran situasi umum di lokasi
- Sisa dokumen hardfile di Puskesmas Baktiya Barat yang terdampak banjir menumpuk sebagai sampah, dan sedang dilakukan pembakaran sampah
- Keterbatasan kualitas dan kapasitas air bersih di Puskesmas Baktiya Barat
Reporter: Nyai Harifah Akbar & Fatihatul Husniyah
Tim Aceh 5: Tim Medis AHS UGM Aceh Utara Batch 4
Sabtu, 20 Desember 2025
Laporan Harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara
Batch 4
“Pokja Bencana FK-KMK UGM, RSA UGM, RSUP Soeradji Tirtonegoro, RSUD Wates, FK-KMK UGM, CPMH Fak. Psikologi UGM”
Dilaporkan dari lapangan oleh Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara batch 4.
Ketua Tim : Apt. Gde Yulian Yogadhita, M. Epid

Dok. Tim AHS UGM “Keberangkatan tim 4 ke Aceh Utara”
Pemberangkatan Tim
Tim yang berangkat sebanyak 10 orang yaitu gabungan dari Pokja Bencana FK-KMK (1 orang), RSA UGM (1 orang), RSUD Wates (1 orang), RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten (1 orang), Residen FK-KMK UGM (2 orang) ), Prodi MKM FK-KMK UGM (2 orang), CPMH Fak. Psikologi UGM (1 orang), Fakultas Farmasi UGM (1 orang). Terdiri dari 1 dokter residen obgyn, 1 dokter residen kardiologi, 3 perawat, 1 psikolog, 1 surveilans, 1 apoteker, dan 1 kesling komunitas. Tim ditugaskan untuk periode 21-29 Desember 2025.
| No. | Nama | Profesi/Jabatan | Asal Rumah |
| 1 | Apt. Gde Yulian Yogadhita, M. Epid | Koord Lapangan/Tm Pokja Bencana | FK-KMK UGM |
| 2 | dr. Muhammad Syahriza | Dokter Umum Residen Kardiologi | FK-KMK UGM |
| 3 | dr. Yosy Ridinal Fitra | Dokter Umum Residen Obgyn |
FK-KMK UGM |
| 4 | Endar Triasmaka, S.Tr.Kep., Ners | Perawat | RSA UGM |
| 5 | Perwira Tunjung Mustika | Perawat | RSUD Wates |
| 6 | Septian Gathot Nugroho | Perawat | RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro |
| 7 | Fatihatul Husniyah | Perawat Jiwa | CPMH Fak. Psikologi UGM |
| 8 | Nyai Harifah Akbar | Surveilans | FETP FKKMK UGM |
| 9 | Muhammad Seftian | Apoteker | Farmasi UGM |
| 10 | Dr. Annisa Utami Rauf | Kesling-komunitas | Kesling FKKMK UGM |
Pukul 05.00 AM WIB titik kumpul keberangkatan tim berada di KPTU FK-KMK UGM. Tim diberangkatkan oleh Asisten Wakil Dekan FK-KMK Dr. dr. Sudadi, SpAn-TI, Subsp. N.An(K), Subsp. An. R(K) dan tim pokja bencana. Penerbangan tim dari YIA pukul 07.55 WIB dan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh 14.15 WIB 20 Desember 2025. Pukul 15.00 WIB tim berangkat dari bandara Sultan Iskandar Muda menuju RSUD dr. Muchtar Hasbi melalui lintas darat dan tiba pada 21 Desember 2025 pukul 12.00 WIB.

Struktur Tim Medis IV AHS UGM di Aceh Utara, Dok.
Reporter: Nyai Harifah Akbar SKM
Minggu, 21 Desember 2025
Laporan Harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara
Batch 4
“Pokja Bencana FK-KMK UGM, RSA UGM, RSUP Soeradji Tirtonegoro, RSUD Wates, FK-KMK UGM, CPMH Fak. Psikologi UGM”
Dilaporkan dari lapangan oleh Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara batch 4.
Ketua Tim : Apt. Gde Yulian Yogadhita, M. Epid
Tim batch 3 dan tim batch 4 melakukan serah terima dengan laporan harian Tim Medis AHS UGM Aceh Utara pada pukul 19.00 WIB. Pesan dari ketua tim batch 3 Sutono, S.Kp., M Kep., MSc, untuk melakukan pendampingan HEOC Aceh Utara, mendukung pelayanan kesehatan di RSUD dr. Hasbi Muchtar, melanjutkan pendampingan di HEOC Aceh Utara dan pendampingan Puskesmas Baktiya Barat, serta mendukung mitigasi 19 puskesmas yang terdampak berat.

Dok. “Serah Terima Tim Batch 3 dan 4 ”
Setelah serah terima laporan, tim segera melakukan pengecekkan logistik obat dan makanan, serta menyiapkan kebutuhan untuk kegiatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara dan Puskesmas Baktiya Barat.
Pukul 22.00 WIB, tim diterima oleh dr. Adnani yang merupakan Dirut RS Muchtar Hasbi. Tim diterima dengan baik dan menyampaikan lokasi penempatan tim, akan di koordinasi oleh Dinas Kesehatan. Dirut RS juga menyampaikan terima kasih kepada batch 3 karena sudah membantu menghidupkan rumah sakit dengan bantuan air dan listrik.

Dok. Tim AHS UGM “Tim diterima oleh Direktur RSUD dr Hasbi Muchtar”
Selasa, 23 Desember 2025
Laporan Harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara
Batch 4
“Pokja Bencana FK-KMK UGM, RSA UGM, RSUP Soeradji Tirtonegoro, RSUD Wates, FK-KMK UGM, CPMH Fak. Psikologi UGM”
Kegiatan Manajemen
Tim Manajemen Bencana FK-KMK UGM melalui skema Academic Health System (AHS) secara konsisten melanjutkan pendampingan strategis bagi tim Health Emergency Operation Center (HEOC) Kabupaten Aceh Utara. Fokus utama pendampingan ini adalah memperkuat peran HEOC sebagai pusat komando yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas kesehatan dan dinas terkait, guna memastikan respons darurat yang cepat dan tepat sasaran.

Dok. Tim AHS UGM. Tim manajemen menyambut kedatangan Kepala BKK Aceh Utara
untuk koordinasi pengelolaan bencana banjir di Aceh Utara
Intervensi Tim AHS UGM difokuskan di wilayah Baktiya Barat yang menjadi titik strategis keberlanjutan layanan. Dengan dukungan SDM lokal yang sangat suportif termasuk koordinasi erat dengan Ibu Maidar sebagai ketua HEOC dan para bidan, tim memastikan alat medis seperti USG dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk pelayanan masyarakat.
Kegiatan Kesling
Tim Kesling melakukan diskusi lebih lanjut dengan bagian pengadaan barang Puskesmas Bhaktiya Barat. Diskusi ini fokus pada informasi terkait barang yang biasanya digunakan sanitarian dan ketersediaannya. Dari informasi dan diskusi yang dilakukan bersama sanitarian, ditetapkan beberapa barang yang memiliki prioritas utama yaitu, wadah limbah infeksius, kotak sampah dan alat uji kualitas air. Barang-barang tersebut rutin digunakan Tim Kesling, dilakukan penyortiran agar tidak lembab dan berjamur. Tindak lanjut yang dilakukan adalah mengajukan pengadaan dan pembelian barang spesifik untuk membantu sanitarian di Puskesmas bekerja optimal dan sesegera mungkin.

Dok. Tim AHS UGM. Tim Kesehatan lingkungan sedang melakukan asesmen kebutuhan dengan penanggung jawab kesehatan lingkungan Puskesmas Baktiya Barat.
Kegiatan Kesehatan Jiwa
Perawat jiwa telah mengevaluasi kegiatan penejmputan yang telah dilakukan malam sebelumnya. Dan ketika ke Puskesmas, Programmer Kesehatan Jiwa Puskesmas Baktiya Barat telah melaksanakan kegiatan home visit pasien ODGJ dengan memberikan layanan injeksi bulanan guna memastikan kepatuhan pengobatan dan mencegah kekambuhan di lingkungan masyarakat. Sejalan dengan intervensi lapangan tersebut, telah dilakukan pula koordinasi strategis bersama Kepala Puskesmas (Ibu Rosdiana) untuk melakukan pemetaan pasien di wilayah kerja Baktiya Barat serta menyusun rencana penanganan lanjutan yang komprehensif, demi memastikan setiap pasien mendapatkan pengawasan medis yang optimal dan berkelanjutan. Hal ini akan dikoordinasikan dengan programmer jiwa.
Di sela kegiatan pelayanan, perawat jiwa melakukan pelatihan psychological first aid (PFA) pada tenaga kefarmasian. Materi ringkas diberikan dengan memberikan prinsip PFA yang mudah diingat yaitu Look, Listen, dan Link. Look, peserta diajak untuk mengasah awarness dengan mengobservasi lingkungan, melihat orang-orang yang terdampak dan menskrining dengan cepat kebutuhan mereka. Mengajarkan bagaimana memberikan bantuan yang tepat. Kemudian prinsip kedua, listen, peserta diajak untuk menjadi pendengar aktif dan tidak menjudge sasaran. Terakhir, link, ketika peserta tidak bisa melakukan bantuan lebih, maka disarankan untuk menyampaikan alternatif bantuan (lembaga, profesional atau orang yang dipercaya), dan juga bisa menawarkan diri untuk menghubungkannya.

Dok. Tim AHS UGM. Perawat jiwa melakukan PFA pada tenaga kesehatan Puskesmas Baktiya Barat
Kegiatan Gizi
Berdasarkan pendataan terbaru, dari total 1.847 balita di wilayah kerja Puskesmas Baktiya Barat, teridentifikasi 44 anak mengalami stunting dan 47 anak dengan gizi kurang, di mana 7 di antaranya masih dalam proses penyembuhan namun belum dapat dipantau kembali karena fokus tim saat ini masih pada pelayanan pengobatan darurat. Kondisi operasional di lapangan menghadapi kendala berat akibat dampak banjir yang mengakibatkan kegiatan Posyandu lumpuh, serta rusaknya sarana prasarana di mana hanya alat ukur tinggi badan yang berhasil diselamatkan, sementara alat timbangan hilang atau terendam banjir dan data dari bidan desa belum dapat terhimpun.

Dok. Tim AHS UGM. Anggota tim sedang melakukan asesmen kebutuhan terkait
dengan gizi kesehatan di Puskesmas Baktiya Barat.
Di tengah keterbatasan jaringan internet yang menghambat entri data ke aplikasi Sigizi, intervensi saat ini difokuskan pada edukasi di layanan PTM dan MTBS serta pendistribusian stok biskuit dari Kemenkes, sembari melakukan evaluasi mendalam terhadap 13 Ibu Hamil KEK yang capaian intervensinya masih rendah. Tindak lanjut akan dilakukan usulan pengadaan alat antropometri untuk Puskesmas dan desa yang terdampak.
Kegiatan Surveilans

Kegiatan surveilans yang dilaksanakan meliputi rekapitulasi dan analisis laporan harian pasca banjir yang dihimpun dari 32 puskesmas di wilayah Kabupaten Aceh Utara, dengan fokus pada pengumpulan, penyeragaman, dan pengolahan data kejadian penyakit potensial pascabencana. Data laporan harian yang masuk direkap ke dalam sistem terpusat menggunakan format baku surveilans bencana, mencakup informasi waktu pelaporan, wilayah kerja, serta jumlah kasus penyakit seperti diare, ISPA, ILI, suspek leptospirosis, dan suspek demam tifoid yang diklasifikasikan menurut jenis kelamin dan kelompok umur. Seluruh data tersebut selanjutnya diolah dalam dashboard pelaporan yang menyajikan hasil rekapitulasi dalam bentuk tabel dan grafik untuk memudahkan pemantauan tren harian dan distribusi kasus antar wilayah. Rekap dan analisis ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan data yang akurat, konsisten, dan mudah diinterpretasikan sebagai dasar kewaspadaan dini, pengambilan keputusan, serta perencanaan tindak lanjut respons kesehatan masyarakat pasca banjir di Kabupaten Aceh Utara.
Kegiatan Pelayanan
Setiap harinya pelayanan kesehatan dimulai dengan melakukan visite pasien rawat inap di RSUD dr. Muchtar Hasbi. Dokter yang bertugas untuk visite pada hari ini adalah dokter umum residen kardiologi dan dokter umum residen obsgyn pada 6 pasien yang terdiri dari anak anak 1 orang dengan GEA, dan 5 dewasa dengan Vomitus, GEA, CAP dengan gejala stroke kemudian dirujuk kemana RS Cut Meutia, dan 1 pasien dispepsia yang dipulangkan karena sudah membaik. Dokter melihat kondisi pasien dan mendokumentasikannya di Catatan Perawatan Pasien Terpadu (CPPT). Kegiatan visite ini dilakukan untuk memastikan kondisi pasien terpantau dengan baik dan mendapatkan asuhan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan medis.

Dok. Tim AHS UGM. dr. Syah, residen kardiologi melakukan pendokumentasian
asuhan yang diberikan kepada pasien.
Selain pelayanan di rumah sakit, dokter bergabung dalam tim kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan di Puskesmas Baktiya Barat. Tim kesehatan terdiri dari 1 dokter umum residen kardiologi, 1 dokter umum residen obsgyn, 3 perawat dan 1 apoteker. Adapun rincian pasien yang diberikan pelayanan pada hari ini adalah sebagai berikut:
- RS
< 5 P : 0 L: 0; ≥ 5 : 8 L:
- Puskesmas Baktiya Barat
< 5 thn P : 0 L: 0; ≥ 5 thn L:4 P:20
Penyakit yang ditemui merupakan pennyakti tidak menular yang terdiri dari hipertensi, diabetes, LBP, HNP, dan ada satu pasien skizofrenia. Pemeriksaan di KIA meliputi perawatan luka pada luka post op caesaria, pemeriksaan ANC, USG, dan konsultasi program kehamilan.

Dok. Tim AHS UGM. Dokter melakukan debridement post op caeseria.

Dok. Tim AHS UGM. Dokter sedang melakukan in house training melakukan USG pada bidan

Dok. Tim AHS UGM. Dokter sedang memeriksa pasien.
Pelayanan kefarmasian

Dok. Tim AHS UGM. Apoteker sedang memberikan arahan terkait ketersediaan obat.
Hasil asesmen kondisi pengelolaan persediaan di Puskesmas
Puskesmas hanya memiliki tenaga teknis kefarmasian sebagai penanggungjawab gudang farmasi, tidak ada apoteker. Penanggungjawab sendiri cukup kewalahan dalam menangani beban kerja karena kompetensi D3 farmasi tidak banyak membuka ruang dalam pengelolaan persediaan farmasi.
Terjadi kekosongan stok obat di Puskesmas untuk beberapa obat seperti ambroxol, deksametason tablet, tetes mata, dan suplemen khususnya asam folat
Proses pengadaan obat di puskesmas melalui droping dari gudang farmasi kabupaten maupun pembelian melalui e katalog. Puskesmas tidak bisa melakukan pembelian langsung PBF karena tidak adanya apoteker sehingga tidak dapat mengeluarkan surat pesanan yang sah.
Terdapat kerusakan persediaan yang parah pada persediaan tetes mata dikarenakan formulasi mengharuskan suhu penyimpanan dingin (2-8 selsius) sedangkan selama banjir terjadi mati listrik sehingga obat rusak karena tidak di simpan dalam suhu sesuai selama hampir 1 bulan (25 hari)
Antibiotik utama yang digunakan di Puskesmas adalah Amoksisilin, Ciprofloksasin, dan Eritromisin. Puskesmas tidak memiliki stok Cefadroksil kapsul maupun sirup, dan juga antibiotik untuk infeksi pencernaan terutama sediaan sirup seperti sirup Kotrimoksasol maupun Metronidazol.
Analisis Masalah dan Rekomendasi:
Tidak adanya apoteker membuat pengelolaan persediaan sangat terbatas, sehingga dalam kasus ini diperlukan pendampingan dari stakeholder terkait supaya pengelolaan persediaan tetap bisa berjalan optimal tanpa hadirnya apoteker.Perlu adanya pendampingan dan pelatihan kepada TTK penanggungjawab supaya memiliki kemampuan manajemen persediaan yang memadai
Pemenuhan kebutuhan obat masih menjadi kendala karena ketersediaan obat yang terbatas pada instalasi farmasi kabupaten. Pada kasus puskesmas melakukan pembelian melalui e katalog, anggaran belanja menjadi bottleneck dalam pemastian ketersediaan obat. Oleh karena itu dibutuhkan sebanyak mungkin opsi pembelian obat guna mengoptimalkan anggaran yang ada, salah satunya adalah direct purchase ke PBF.
Namun demikian, pada kasus Puskesmas Sampoiniet yang tidak memiliki apoteker, perlu adanya akomodasi dari puskesmas terdekat yang memiliki apoteker dalam proses direct purchase mengingat harus ada surat pesanan yang sah dengan tanda tangan apoteker penanggungjawab. Opsi pembelian langsung secara bersama untuk beberapa puskesmas dapat membuka peluang menekan biaya pembelian obat terutama bila difasilitasi berbagai program dari principal.
Opsi pembelian bersama ini memerlukan akomodasi dari berbagai pihak. Pada lingkup dasar, perlu adanya fleksibilitas dari Kepala Puskesmas dalam pengalokasian dana sehingga memungkinkan pembelian bersama. Pada tingkat yang lebih tinggi, regulasi seperti peraturan Bupati dapat menjadi payung hukum yang jelas dalam pengaturan pengelolaan persediaan di Puskesmas, terutama pada kasusu khusus seperti tidak adanya apoteker.
Efisiensi pengadaan juga perlu dipertimbangkan. Selama banjir terdapat 120 lebih botol tetes mata kloramfenikol rusak dikarenakan tidak disimpan sesuai petunjuk penyimpanan yakni suhu dingin 2-8 selsius. Berkaca dari kasus ini, baik pengadaan pada instalasi farmasi kabupaten maupun pembelian yang dilakukan puskesmas sendiri perlu mempertimbangkan kondisi simpan dari sediaan. Pada tingkat FKTP seperti puskesmas, sebaiknya dilakukan minimalisasi pengadaan sediaan rantai dingin (Cold-chain product)
Hal ini dikarenakan pada tingkat puskesmas jarang terdapat fasilitas genset yang dapat memastikan kulkas selalu hidup 24 jam. Sediaan kloramfenikol merk lain atau bahkan sediaan dengan zat aktif alternatif yang dapat disimpan pada suhu kamar dapat dipertimbangkan sebagai upaya efisiensi dan efektivitas pengelolaan persediaan.
Pengelolaan jenis antibiotik sudah baik yang mana terdapat 2 antibiotik utama yakni Amoksisilin dan Eritromisin. Keduanya sudah dapat mencangkup kondisi normal maupun alergi beta laktam. Namun demikian pemetaan penggunaan dan juga risk management perlu dilakukan mengingat harga Eritromisin secara signifikan lebih tinggi dibanding Amoksisilin. Risk management yang baik dapat meningkatkan efisiensi pengadaan antibiotik sehingga anggaran yang terbatas tetap bisa dioptimalkan.
Rencana tindak lanjut
Layanan pemeriksaan jantung di Puskesmas Baktiya Barat saat ini telah berjalan mandiri oleh dua dokter lokal, sehingga tim relawan dan tim spesialis diarahkan untuk lebih proaktif turun ke lapangan guna menghindari penumpukan SDM di Puskesmas dan menjangkau lokasi yang belum terjamah layanan spesialis. Koordinasi lintas tim juga telah diperkuat dengan melibatkan tim Kemenkes di UGD untuk aksi lapangan, terutama difokuskan pada pemetaan wilayah terdampak di mana terdapat titik-titik yang belum pulih sepenuhnya seperti Langkahan, Simpang 3, Lok Beringin, Blang Gumpang, dan Babah Buluh. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan distribusi pelayanan kesehatan yang merata dan efektif bagi masyarakat di seluruh wilayah terdampak Aceh Utara.
Reporter : Fatihatul Husniyah
Rabu, 24 Desember 2025
Laporan Harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara
Batch 4
“Pokja Bencana FK-KMK UGM, RSA UGM, RSUP Soeradji Tirtonegoro, RSUD Wates, FK-KMK UGM, CPMH Fak. Psikologi UGM”
Kegiatan Manajemen

Hasil advokasi dari tim manajemen HEOC Dinas Kesehatan Aceh Utara, berupa diberlakukannya SK Bupati terkait Tim HEOC nomor 443.1/1014/2025 yang ditandatangani Bupati hari Senin, kemudian struktur HEOC difasilitasi untuk disusun sesuai dengan Pedoman Nasional Penanggulangan Krisis dengan penyesuaian seperti pada gambar di atas yang sebelumnya sudah diinisiasi oleh tim ke-2 dan ke-3 AHS UGM, Happy Pangaribuan MPH dan Sutono S.Kep., M.Kep. (Link SK Aceh Utara)

Dok. Tim AHS UGM. Tim melakukan koordinasi dengan Kepala Puskesmas Baktiya Barat untuk kegiatan di Puskesmas saat hari libur Natal.
Manajemen Tim AHS UGM telah melakukan koordinasi dengan Kepala Puskesmas Baktiya Barat terkait rencana kegiatan pada hari Kamis, 25 Desember. Mengingat operasional rutin Puskesmas sedang libur, koordinasi dilakukan untuk memastikan efektivitas pelayanan lapangan.
Berdasarkan arahan awal dari Ibu Kepala Puskesmas, akan dilaksanakan kegiatan gotong royong di lingkungan Puskesmas. Namun, dikarenakan sudah terdapat tim dari Kemenkes yang bersiaga (stay) di lokasi, tim UGM awalnya diputuskan untuk dialihkan ke wilayah lain agar pelayanan lebih merata.
Menindaklanjuti arahan terbaru pada sore hari, Tim AHS UGM diminta untuk tetap hadir di Puskesmas Baktiya Barat. Merespons dinamika tersebut, manajemen memutuskan untuk membagi personel menjadi dua tim guna memastikan seluruh target pelayanan tetap terpenuhi:
- Tim 1: Bertolak menuju Sawang untuk melaksanakan pelayanan kolaborasi bersama FK UNS.
- Tim 2: Menuju Puskesmas Baktiya Barat untuk memberikan bantuan selama 1 jam, kemudian segera menyusul ke Sawang untuk memperkuat pelayanan di sana.
Mengingat jarak tempuh dari Lhoksukon ke Sawang yang memerlukan waktu sekitar 2 jam, manajemen menetapkan langkah-langkah efisiensi sebagai berikut:
- Pengerahan pengemudi (driver) dijadwalkan pukul 07.00 WIB.
- Logistik sarapan disediakan langsung di kendaraan agar tim dapat langsung bergerak.
- Target keberangkatan (departure) kedua tim dari titik kumpul adalah pukul 07.30 WIB.
Kegiatan Kesehatan Lingkungan
Tim Kesehatan Lingkungan melakukan koordinasi dengan direktur dan tim sanitarian terkait pengelolaan sampah di lingkungan RSUD dr. Mochtar Hasbi yang belum pernah diangkut pasca bencana. Tim merekomendasikan perubahan frekuensi pengangkutan dari satu kali sebulan menjadi satu kali seminggu seiring dengan mulai aktifnya kembali layanan rumah sakit. Hasil observasi juga menunjukkan belum tersedianya tempat sampah pada titik utama pengumpulan, yang berpotensi meningkatkan risiko kontak limbah dengan tanah dan area persawahan di sekitarnya. Pengadaan tempat sampah utama saat ini sudah diajukan oleh pihak RSUD. Selain itu, tim melakukan diskusi lanjutan bersama tim sanitarian RSUD dan memberikan self-assessment terhadap kondisi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan sistem pengelolaan sampah, yang ditindaklanjuti dengan pemberian informasi dasar terkait IPAL, panduan sederhana pengelolaan limbah rumah sakit, serta rekomendasi course singkat yang diselenggarakan oleh Pelataran Sehat dan sumber lain yang relevan.

Dok. Tim AHS UGM. Pengangkutan seluruh sampah non-infeksius yang menumpuk di lingkungan RSUD setelah berkoordinasi dengan sanitarian, direktur dan manajemen.

Dok. Tim AHS UGM. Tim Kesling dan sanitarian sedang melakukan diskusi terkait kondisi IPAL terkini di RSUD
Kegiatan Surveilans

Dok. Tim AHS UGM. Tim surveilans dan surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara sedang melakukan diskusi terkait atribut surveilans kelengkapan dan ketepatan di SKDR

Dok. Tim AHS UGM. Hasil rekap laporan pasca banjir 10 penyakit menular di Kabupaten Aceh Utara

Dok. Tim AHS UGM. Kelengkapan SKDR minggu 40 sampai 47 sebelum bencana banjir

Dok. Tim AHS UGM. Kelengkapan SKDR minggu 48 sampai 51 setelah bencana banjir

Dok. Tim AHS UGM. Ketepatan SKDR minggu 40 sampai 47 sebelum bencana banjir

Dok. Tim AHS UGM. Ketepatan SKDR minggu 48 sampai 51 setelah bencana banjir
Perbandingan laporan SKDR menunjukkan bahwa sebelum banjir (minggu 40–47 tahun 2025) ketepatan dan kelengkapan pelaporan sangat baik dan merata, sedangkan setelah banjir (minggu 48–51 tahun 2025) terjadi penurunan pada beberapa puskesmas dengan variasi antar wilayah yang lebih besar akibat gangguan operasional dan peningkatan beban layanan. Sebagai tindak lanjut, tim surveilans melakukan pendampingan rekap dan validasi data penyakit pasca bencana di dinas kesehatan serta pendampingan pelaporan SKDR di Puskesmas Baktiya Barat.
Kebutuhan selanjutnya bagi tim surveilans meliputi penguatan kapasitas petugas SKDR melalui pendampingan dan pelatihan singkat, penyediaan tools rekap dan validasi data yang sederhana dan dapat digunakan secara offline/online, serta penyiapan mekanisme pelaporan alternatif saat sistem atau jaringan terganggu. Selain itu, diperlukan dukungan SDM sementara di puskesmas terdampak, penguatan umpan balik rutin berbasis dashboard, dan penyusunan SOP SKDR pascabencana untuk menjaga ketepatan dan kelengkapan pelaporan.
Pelatihan teknis penggunaan alat Ultrasonografi (USG) dan Aspirasi Vakum Manual (AVM)

Dok, Tim AHS UGM. Dokter Yosy sedang melakukan pendampingan penggunaan alat Ultrasonografi (USG) pada dokter umum.
Dalam upaya meningkatkan standar pelayanan kesehatan, RSUD Muchtar Hasbi menyelenggarakan pelatihan teknis penggunaan alat Ultrasonografi (USG) dan Aspirasi Vakum Manual (AVM). Pelatihan ini dipimpin langsung oleh dr. Yosy sebagai instruktur utama, dengan melibatkan peserta yang terdiri dari 2 orang dokter rumah sakit dan 4 orang bidan.
Dalam sesi tersebut, dr. Yosy memaparkan secara komprehensif mengenai mekanisme kerja alat, tujuan penggunaan, teknik pengoperasian yang tepat, hingga cara menginterpretasikan hasil pemindaian secara akurat. Para peserta menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi mengingat materi ini merupakan pengetahuan baru yang sangat dibutuhkan dalam praktik lapangan. Meskipun perangkat USG sudah tersedia di RSUD Muchtar Hasbi, selama ini alat tersebut belum difungsikan secara optimal. Melalui pelatihan intensif ini, diharapkan:
- Kemandirian Tenaga Medis: Dokter umum dan bidan diharapkan mampu melakukan pemeriksaan USG secara mandiri.
- Interpretasi Akurat: Mampu melakukan interpretasi medis sederhana untuk menentukan tindakan klinis yang tepat dan cepat bagi pasien.
- Efisiensi Rujukan: Meminimalkan angka rujukan yang tidak perlu ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut melalui penanganan di tingkat awal yang lebih mumpuni.

Dok. Tim AHS UGM. Dokter Yosy sedang memberikan contoh penggunaan Aspirasi Vakum Manual (AVM) pada dokter dan bidan di RSUD Muchtar Hasbi.

Dok. Tim AHS UGM. Peserta pelatihan penggunaan alat Ultrasonografi (USG) dan Aspirasi Vakum Manual (AVM)
Peningkatan kompetensi ini tidak hanya bertujuan untuk penguatan internal, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat serta volume kunjungan pasien ke RSUD Muchtar Hasbi. Dengan pelayanan yang lebih lengkap dan profesional, RSUD Muchtar Hasbi berkomitmen untuk menjadi garda terdepan kesehatan bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan Pelayanan
- RS
< 5 thn P : 0 L: 0; ≥ 5 thn P: 2 L: 4 - Puskesmas Baktiya Barat
< 5 thn P : 0 L: 0; ≥ 5 thn L:4 P:20 - Puskesmas Lhoksukon
< 5 thn P : 0 L: 0; ≥ 5 thn L:5 P:27 - Homevisit
< 5 thn P : 0 L: 0; ≥ 5 thn L:0 P: 4
Pada hari ini, Tim AHS UGM melaksanakan mobilisasi pelayanan kesehatan spesialis yang dibagi menjadi dua kelompok kerja untuk menjangkau dua lokasi berbeda di wilayah Aceh Utara. Berikut adalah rincian kegiatannya:
1. Pelayanan Spesialistik Kardiologi
Tim Kardiologi memulai kegiatan dengan melakukan koordinasi (kulonuwun) kepada Kepala Puskesmas Lhoksukon, didampingi oleh Ibu Elly dan Ibu Wati dari Dinas Kesehatan setempat. Sebelumnya, informasi mengenai pemeriksaan jantung bagi pasien dengan riwayat penyakit jantung telah disebarluaskan ke masyarakat.

Dok. Tim AHS UGM. Tim AHS UGM kulonuwun ke Puskesmas Lhoksukon.
- Cakupan Pasien: Terdata sebanyak 32 pasien (27 perempuan dan 5 laki-laki) hadir untuk mendapatkan pemeriksaan. Selain pelayanan di Puskesmas, tim juga melakukan home visit (kunjungan rumah) kepada 4 pasien yang memiliki keterbatasan mobilitas.

Dok. Tim AHS UGM. Antrian pengunjung untuk melakukan pemeriksaan kardiologi.
- Karakteristik Klinis: Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan 17 pasien dengan Hipertensi dan 2 pasien Penyakit Jantung Koroner (PJK) dengan riwayat pemasangan ring.
- Temuan Kasus Penting: Ditemukan satu pasien dengan kondisi asites (penumpukan cairan) pada kedua kaki. Meskipun tim telah memberikan saran rujukan ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut, pasien saat ini masih menyatakan penolakan.

Dok. Tim AHS UGM. Tim melakukan pelayanan spesialistik kardiologi di Puskesmas Lhoksukon.
2. Pelayanan Spesialistik Obsgyn
Kelompok kedua melaksanakan pelayanan spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obsgyn) yang dimulai pada pukul 11.00 WIB di Puskesmas Baktiya Barat.
- Cakupan Pelayanan: Tercatat sebanyak 24 pasien mendapatkan layanan medis yang meliputi pemeriksaan Antenatal Care (ANC), pemindaian USG, serta perawatan luka pascaoperasi Caesarea.

Dok. Tim AHS UGM. Tim melakukan pelayanan di KIA Puskesmas Baktiya Barat.
- Transfer Pengetahuan (Transfer of Knowledge): Selain memberikan pelayanan langsung kepada pasien, dokter spesialis pendamping juga melakukan sesi bimbingan teknis (coaching) bagi dokter umum dan bidan di Puskesmas Baktiya Barat. Fokus bimbingan adalah peningkatan keterampilan dalam mengoperasikan alat USG secara mandiri untuk diagnosis kehamilan dan kandungan.

Dok. Tim AHS UGM. Dokter melakukan pendampingan bidan melakukan USG.
Rencana Tindak Lanjut
- Pembagian Tim untuk tanggal 25 Desember 2025, Tim Sawang dan Baktiya Barat
- Cek harga alat usulan pengadaan: sanitarian kit dan antropometri
Reporter Fatihatul Husniyah
Kamis, 25 Desember 2025
Laporan Harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara
Batch 4
“Pokja Bencana FK-KMK UGM, RSA UGM, RSUP Soeradji Tirtonegoro, RSUD Wates, FK-KMK UGM, CPMH Fak. Psikologi UGM”
Total pelayanan:
< 5 thn P : 1 L: 0; ≥ 5 thn P: 3 L: 1
< 5 thn L : 0 P: 1; ≥ 5 thn L: 10, P: 17
Tim dibagi menjadi 2 yaitu
1. Tim 1 terdiri dari dr Yosy, Nia, Annisa, Septian, dan Nyai Harifah
a. Visit Pasien di Rumah Sakit
< 5 thn P : 1 L: 0; ≥ 5 thn P: 3 L: 1
Kegiatan dimulai dengan melakukan kunjungan (visit) kepada pasien di rumah sakit. Tim melakukan pemeriksaan dan pemantauan kondisi terhadap 5 orang pasien, dengan rincian 1 pasien anak-anak dan pasien dewasa.

Dok. Tim AHS UGM. Dokter melakukan visite pasien di Rumah Sakit Muchtar Hasbi
b. Gotong Royong di Puskesmas Baktiya Barat
Setelah menyelesaikan kunjungan di rumah sakit, Tim 1 melanjutkan perjalanan menuju Puskesmas Baktiya Barat.
- Pukul 08.00: Tim tiba di lokasi dan langsung bergabung dalam kegiatan gotong royong pembersihan puskesmas pasca-bencana banjir.
- Kondisi di Lapangan: Tim membantu membersihkan sisa-sisa banjir, termasuk merapikan dokumen dan buku yang terdampak, serta mengangkut sampah yang terbawa arus ke sudut-sudut ruangan.

Dok. Tim ASH UGM. Tim memilah barang dan alat kesehatan yang masih bisa digunakan dan tidak.

Dok. TIm ASH UGM. Tim membersihkan sisa-sisa banjir di lingkungan Puskesmas Baktiya Barat
- Pukul 09.30: Agenda gotong royong selesai dilaksanakan. Lingkungan puskesmas telah lebih tertata, dan tim bersiap untuk melanjutkan perjalanan ke titik pelayanan berikutnya bergabung dengan tim 1.
2. Tim 2 terdiri dari dr Syah, Endar, Perwira, Seftian didampingi Bidan Elly, Bidan Mita.
Perjalanan dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan koordinasi awal. Tim menuju Universitas Malikussaleh (Unimal) untuk persiapan logistik sebelum tim bertolak menuju lokasi terdampak. Sebelum keberangkatan, seluruh anggota tim mengikuti sesi briefing bersama Dekan FK Universitas Malikussaleh (Unimal) serta perwakilan dari tim MER-C dan UNS di Kampus Utama FK Unimal, Reuleut.
Tepat pukul 10.00 WIB, tim gabungan yang terdiri dari Tim V AHS UGM, Unit Kebencanaan FK Unimal, MER-C, dan tim bencana UNS mulai bergerak menuju Desa Gunci, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Perjalanan ini bertujuan untuk menjalankan misi kemanusiaan berupa penyerahan bantuan logistik dan pemberian pelayanan kesehatan bagi para pengungsi. Dalam perjalanan Tim 1 dan 2 bertemu dan dengan semua Tim sebelum turun sungai.

Dok. Tim AHS UGM. Kondisi akses yang digunakan merupakan lahan rumah yang hanyut terbawa arus banjir.
Mengingat akses utama masih terputus akibat jembatan gantung yang hancur diterjang bencana, tim terpaksa mengambil rute alternatif melalui Simpang Leubu, Kabupaten Bireuen. Perjalanan menempuh waktu sekitar 4 jam dengan medan yang tergolong berat. Jalur yang dilalui merupakan wilayah perbatasan antara Sawang dan Bireuen, yang sebelumnya merupakan akses darat di pinggiran sungai kecil. Namun, pasca-banjir bandang, lanskap wilayah tersebut berubah drastis; aliran sungai meluap hebat hingga menghancurkan sedikitnya 5 rumah warga secara total dan membentuk aliran sungai baru yang sangat besar.

Dok. Tim ASH UGM. Tim menuju perjalanan ke Dusun Lhok Pungki bersama Unit Kebencanaan FK Unimal, MER-C, dan UNS
Tim akhirnya berhasil mencapai lokasi pengungsian pada pukul 13.00 WIB. Di lokasi tersebut, tercatat sebanyak 8 KK warga Dusun Lhok Pungki terpaksa mengungsi karena rumah dan lahan milik mereka telah tergerus habis oleh banjir bandang. Setibanya di lokasi, tim segera melakukan koordinasi lapangan dan langsung melanjutkan agenda pelayanan kesehatan serta pendistribusian logistik kepada para pengungsi.
Kegiatan Pelayanan

Dok. Tim AHS UGM. Tim gabungan UGM, Universitas Malikussaleh (Unimal), Universitas Sebelas Maret (UNS) dan MER-C.
Tim bekerjasama dengan Universitas Malikussaleh (Unimal), Universitas Sebelas Maret (UNS) dan MER-C untuk melakukan pelayanan di posko pengungsian Lhok Pungki, gampong Gunci, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, dengan kegiatan sebagai berikut:
Lokasi: Posko Pengungsian Lhok Pungki, Gampong Gunci, Kec. Sawang, Aceh Utara. Personel: Tim AHS melebur bersama tim gabungan (Dokter, Perawat, dan Apoteker).
1. Pelayanan Kesehatan Fisik
Pelayanan dikoordinasi oleh dokter umum dan dilaksanakan di dua titik: Halaman Posko dan Home Visit (pintu ke pintu).
- Data Statistik Pasien: Tercatat total 28 pasien yang ditangani oleh dr. Syah dan dr. Yosy dengan rincian < 5 L : 0 P: 1; ≥ 5 L: 10, P: 17:
- Jenis Kelamin: Laki-laki (10 orang), Perempuan (18 orang).
- Usia: Balita (< 5 tahun): 1 pasien (P).
Anak & Dewasa (≥ 5 tahun): 27 pasien (L: 10, P: 17).
- Profil Penyakit:
- Penyakit Menular: Dermatitis (6), ISPA (4), Konjungtivitis (1).
- Penyakit Tidak Menular (PTM) & Keluhan Lain: Hipertensi (4), DM (4), Febris (4), Arthritis (4), ISK (1), Myalgia (1), serta gangguan asam lambung dan nyeri.
- Kesehatan Ibu (Obgyn): 3 ibu hamil (dilayani secara door-to-door ke tenda pengungsian), salah satunya mengalami Hiperemesis Gravidarum.

Dok. Tim AHS UGM. Tim melakukan dispensing obat untuk warga pengungsi yang melakukan pemeriksaan gratis.

Dok. Tim AHS UGM. Tim sedang menyiapkan obat untuk resep.

Dok. Tim AHS UGM. Dokter dan perawat sedang melakukan asesmen pada warga yang datang untuk berobat.

Dok. Tim AHS UGM. Dokter sedang melakukan pemeriksaan denyut jantung bayi dengan doppler manual.
- Tindakan Khusus & Kendala: Ditemukan satu pasien dengan ulkus Diabetes Melitus stadium tinggi yang membutuhkan rujukan segera. Namun, pasien menolak dirujuk sedangkan jarak ke RS terdekat (RS Arun) memakan waktu tempuh sekitar 2-3 jam.
2. Pelayanan Psikososial
Kegiatan difokuskan pada pemulihan trauma anak-anak di tenda pengungsian dengan pendekatan yang ceria dan interaktif:
- Aktivitas: Diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan bernyanyi dan menari.
- Art Therapy: Anak-anak diberikan media gambar dan pewarna. Anak usia kecil menggunakan gambar pola, sementara yang lebih besar menggambar bebas sesuai kreativitas.
- Penutup: Acara diakhiri dengan menyanyikan lagu edukatif “Menjaga Tubuhku” dan pembagian paket makanan ringan (snack). Anak-anak tampak sangat antusias dan gembira selama kegiatan.

Dok. Tim AHS UGM. Tim bersama tim gabungan dengan Tim UNIMAL melakukan art therapy pada anak-anak dengan menggambar bersama di pegungsian desa PRB.
3. Pelayanan Gizi
Tim mendistribusikan paket makanan bergizi siap santap untuk mendukung pemenuhan nutrisi para pengungsi, yang terdiri dari telur, biskuit dan susu.

Dok. Tim AHS UGM. Bersama tim gabungan Tim AHS UGM membagi makanan tambahan bergizi untuk pengungsi.
Kepulangan Tim
Mengingat waktu telah menunjukkan pukul 15.00 WIB, tim memutuskan untuk segera mengakhiri kegiatan di lokasi pengungsian. Keputusan ini sebagai langkah antisipasi terhadap cuaca buruk, dikhawatirkan hujan turun dan menyebabkan debit air sungai meningkat, yang dapat memutus akses jalan kembali.
Perjalanan pulang menempuh rute yang sama dan cukup ekstrem. Tim harus melintasi jalanan berbatu yang melingkar melewati tepian sungai. Ironisnya, jalur yang dilalui tersebut merupakan area bekas pemukiman warga yang kini hilang dan berubah menjadi aliran sungai akibat banjir bandang sebelumnya. Mobil tim yang berjumlah 10 harus berupaya lebih untuk naik dikarenakan jalan berbatuan. Semua saling membantu untuk mendorong mobil hingga bisa naik ke jalan raya.
Akibat kondisi jalan yang sangat sempit dan medan yang sulit, sempat terjadi insiden kecil di mana dua mobil relawan saling berserempetan saat berpapasan. Meskipun demikian, seluruh anggota tim dan kendaraan tetap dalam kondisi aman dan dapat melanjutkan perjalanan hingga sampai ke tujuan.
Kegiatan Manajemen Pendampingan HEOC
Bersama dengan Imam Mualim staff data dan informasi TCK-EMT Pusat Krisis Regional Bali membantu HEOC dalam mengidentifikasi kerusakan di puskesmas-puskesmas terdampak di Aceh Utara, informasi didapatkan dari Ners Maszhar, Kabid Yankes Dinkes Aceh Utara. Informasi kemudian diolah menjadi laporan ke pusat krisis sebagai berikut:

Hari ini juga mendapatkan beberapa konsultasi dari Kabid SDK, Ita Amelia dan Kabid Yankes, Mazhar terkait tata cara perhitungan kebutuhan dan pencatatan donasi. AHS UGM juga memfasilitasi pencatatan relawan agar dapat memunculkan jumlah relawan kesehatan per profesi yang akan disampaikan dalam laporan situasi.

Dalam masa pendampingan HEOC, tim juga memberikan sharing pengalaman dan advokasi kepada tim TCK-EMT Pusat Krisis Kementerian Kesehatan dari Regional Padang yang dipimpin oleh dr. Agus, karena tim TCK-EMT Komposit dari Pusat Krisis yang sebelumnya sudah bergeser ke Takengon, Aceh Tengah, dan petugas admin tim TCK-EMT Padang, Sabrina, diminta untuk menggantikan peran Imam dari tim sebelumnya sebagai datin.

Dok. Tim TCK-EMT Komposit Pusat Krisis beranggotakan tujuh personel dari berbagai macam profesi dan asal regional pusat krisis, Tim Penguatan HEOC dari AHS UGM berkolaborasi dengan tim TCK-EMT untuk membantu HEOC Dinkes Kabupaten Aceh Utara.

Dok. Struktur Tim TCK-EMT Komposit Pusat Krisis yang beranggotakan tujuh personel dari berbagai macam profesi dan asal regional pusat krisis.
Reporter Fatihatul Husniyah
Jumat, 26 Desember 2025
Laporan Harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara
Batch 4
“Pokja Bencana FK-KMK UGM, RSA UGM, RSUP Soeradji Tirtonegoro, RSUD Wates, FK-KMK UGM, CPMH Fak. Psikologi UGM”
Total pelayanan:
< 5 thn P : 1 L: 0; ≥ 5 thn P: 3 L: 1

Hari Jumat digunakan tim untuk gotong royong membersihkan rumah sakit sebagai tempat menginap. Tim mempersiapkan ruangan untuk kedatangan Tim selanjutnya dan logistik.
Tim terus menjalin komunikasi dengan HEOC untuk rencana berikutnya.
Kegiatan
Tim berangkat ke Kecamatan Langkahan kabupaten Aceh Utara, salah satu kecamatan yang terdampak parah oleh banjir untuk melakukan asesmen awal. Tim bergerak dengan dampingan Bidan Budi, bidan dari Puskesmas Baktiya. Waktu tempuh yang diperlukan sampai Langkahan membutuhkan sekitar 4 jam dikarenakan medan yang rusak parah. Tim sampai di Puskesmas Langkahan dan sempat bertemu dengan Tim dari UNS dan UNPAD. Tim mendengar cerita dari Tim UNPAD terkait kondisi di Langkahan. Namun sayang, pembicaraan tidak berlangsung lama dikarenakan Tim UNPAD akan bertolak kembali ke Bandung sore itu.
Dok. Tim AHS UGM. Tim bertemu dengan bidan dan dokter Puskesmas Langkahan.
Bidan menjelaskan kondisi Puskesmas dan wilayah Langkahan pasca banjir. Terlihat bekas genangan air hingga 3 meter di dinding puskesmas. Saat tim datang Puskesmas gedung UGD sudah dibersihkan. Bidan menyampaikan pembersihan dibantu oleh pemadam dan tim dari kemenkes.
Pada hari itu di depan puskesmas ada mayat yang baru ditemukan oleh tim SAR dan TNI. Seorang anak perempuan usia 12 tahun yang ditemukan di tumpukan gelondongan kayu di Gedung Bak. Mayat dikenali dari rambut panjang dan gelang yang ada di tangannya.

Dok. Tim AHS UGM.

Dok. Tim AHS UGM. Tim berusaha untuk terlibat dalam memberikan dukungan psikologis pada keluarga dengan menggunakan prinsip PFA.
Dalam perjalanan pulang Tim menemui warga yang membutuhkan bantuan medis karena luka bakar. Tim memberikan pemeriksaan, pengobatan serta edukasi pada pasien dan keluarganya. Luka bakar dikarenakan tersiram air panas di kaki dengan derajat II. Saat tim datang luka sudah diolesi minyak sebagai pertolongan pertama. Kemudian dokter memeriksa kemudian diberikan salep oles serta mengedukasi agar dikompres air (sebagai substitusi irigasi yang sulit dilakukan dikarenakan keterbatasan air).
Tindak Lanjut
Dari hasil observasi maka Tim merekomendasikan:
- Membuka peluang untuk melakukan pengabdian di wilayah Kecamatan Langkahan
- Mendistribusikan kebutuhan logistik seperti: Selimut, karpet, sanitary kit, pakaian dalam, sarung, dan kelambu.
Reporter Fatihatul Husniyah
Sabtu, 27 Desember 2025
Laporan Harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara
Batch 4
“Pokja Bencana FK-KMK UGM, RSA UGM, RSUP Soeradji Tirtonegoro, RSUD Wates, FK-KMK UGM, CPMH Fak. Psikologi UGM”
Kegiatan Manajemen
- Pendampingan tim HEOC Aceh Utara
- Pendampingan rekapitulasi laporan harian EMT
- Koordinasi pembelian logistic
- Menghitung ketersediaan logistik obat
- Koordinasi pelayanan dengan KAGAMA Aceh Utara untuk pengabdian berikutnya
Pelayanan Kesehatan
- Visite pasien rawat inap di RSUD dr. Muchtar Hasbi, pasien dewasa 5 orang (L:0, P:5), pasien anak 0 orang
- IGD 2 pasien (L:0, P:2) >> 2 pasien on Permanent Pacemaker hasil evaluasi EKG menunjukkan alat masih berfungsi dengan baik
- Total pasien Posko di lapangan 164 orang
Lokasi pelayanan: masjid Blang Teurakan dan
Kuta Batee, Kec. sawang
Penyakit menular: Dermatitis, masalah kulit scabies, jamur > Konjungtivitis 1
PTM: nyeri dan OA > asam lambung > Hipertensi > DM > febris
Kegiatan Kesehatan Jiwa
Tim melakukan pendampingan psikososial pada 80an anak anak korban banjir di Masjid Blang Teurakan. Anak-anak yang mengikuti pendampingan psikososial mulai dari usia 3 tahun yang didampingi oleh orang tuanya hingga usia SMP. Anak-anak dibagi menjadi 3 kelompok: usia balita-TK; kelas kecil (2-4), dan kelas besar (5-SMP). Dukungan Psikososial dimulai dengan berdoa bersama, pembagian kelompok, mengerjakan tugas bersama (mewarnai dan menggambar), ditutup dengan doa.
Gambaran situasi umum di lokasi
- waktu tempuh 4 jam
- jalan banyak masih tertutup lumpur
- banyak daerah yang tertimbun lumpur
- posisi pemberian pengobatan cukup kondusif
- jalan licin dan becek karena hujan.
Rencana Tindak Lanjut
• Pendampingan tim HEOC
• Penguat layanan puskesmas
• penyerahan logistik
Minggu, 28 Desember 2025
Laporan Harian Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara
Batch 4
“Pokja Bencana FK-KMK UGM, RSA UGM, RSUP Soeradji Tirtonegoro, RSUD Wates, FK-KMK UGM, CPMH Fak. Psikologi UGM”
Pelayanan Kesehatan
- Visite pasien rawat inap di RSUD dr. Muchtar Hasbi, pasien dewasa 5 orang (L:0, P:5), pasien anak 0 orang
Kriteria pasien: ibu hamil dengan ispa, DM, GEA, colic abd - Posko di lapangan total 113 orang
a. Lokasi pelayanan: Meunasah Baktiya Barat Kec. Baktiya Barat
Jumlah 36 orang
L = 11; P = 25
Penyakit menular: Penyakit dermatitis akut, infeksi, Ispa, myalgia,
PTM: DM, HT
Masjid sudah bersih namun masih terlihat menyisakan bekas banjir. Halaman penuh lumpur dan licin.
b. Pantai Labu, Kec. Langkahan
Jumlah 27 orang
L = 6 P = 21
Karakteristik penyakit di dominasi oleh demam (febris) batuk pilek dan infeksi kulit
Sayangnya obat bapil anak tidak tersedia
Gambaran lokasi:
Waktu tempuh 2,5 jam.
Jalanan rusak, banyak aspal yang terlepas, jalan yang longsor. Hujan semalam menyisakan jalanan berlumpur. Cukup sulit untuk dilewati.
Jembatan ke pantai labu terputus sehingga harus melewati sungai dengan getek (rakit).
c. Dewantara, pesisir.
Jumlah pasien 50, P: 46 L:4
Dermatitis, tinea, diare
Hipertensi, DM
Ketersediaan oralit dan zink -
Gambaran lokasi: pesisir pantai, 21Kk
MCK 1, tenda semi permanen.
Akses lokasi, jalan ada terputus pakai kayu.
Waktu tempuh 2,5 jam
LAPORAN KEGIATAN MANAJEMEN
1. Pendampingan tim HEOC Aceh Utara, diawali dengan penerimaan tim krisis dinkes dan tim 5 AHS UGM
2. EMT NTB,
3. tim logistik HEOC --> BAST AHS UGM,
4. Pusat krisis,
5. UNFPA-PKBI-Kesga,
6. Kabid Kesmas ngitung persalinan pakai kalkulator PPAM
7. Menyusun laporan
LAPORAN LOGISTIK dan FARMASI
Pemberian obat ke pasien di pos pelayanan
Beberapa obat habis seperti obat simptomatis untuk anak, batuk pilek, dan salep. Hal mendesak perlu dilakukan adalah rekapitulasi stok opname dan asesmen kebutuhan
LAPORAN KESWA
CPMH UGM Terdapat kiriman 200esk komik lilu (Komik PFA untuk anak anak) dan buku saku PFA untuk relawan 70 eks. Akan dikoordinasikan dengan tim selanjutnya dan Bu Maidar selaku ketua HEOC.
PENYERAHAN LOGISTIK
1. Penyerahan logistik dilakukan di Puskesmas Baktiya Barat dengan rincian:
a. Genset
b. Alat antropometri (timbangan dewasa, timbangan bayi, alat ukur TB, berjumlah 5 pcs dibagikan ke puskesmas dan posyandu
2. Pembagian logistik, sanitary kit, tempat sampah infeksius 1 pcs, safety box 12 pcs, alat ibadah, makanan di Langkahan
*Gambaran situasi umum di lokasi*
- waktu tempuh 4 jam
- banyak daerah yang tertimbun lumpur
- posisi pemberian pengobatan cukup kondusif
- jalan licin dan becek karena hujan.
Rencana Tindak Lanjut
• Pendampingan tim HEOC
• Handover dengan Tim berikutnya
• Perhitungan stock opname logistik
dilaporkan dari lapangan oleh Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara batch 4
Ketua Tim : Apt. Gde Yulian Yogadhita, M. Epid
Tim Aceh 6: Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara batch 5
Sabtu, 27 Desember 2025
Laporan Harian
Tim Medis EMT AHS Universitas Gadjah Mada (UGM) Aceh Utara Batch 5
“Pokja Bencana Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM”
Dilaporkan dari lapangan oleh Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara Batch 5.
Ketua Tim : Purwanta, S Kp., M.Kes

Gambar 1. Dokumentasi Tim AHS UGM “Keberangkatan Tim Batch 5 ke Aceh Utara”
Pemberangkatan Tim
Tim AHS Batch 5 yang diberangkatkan ke Aceh Utara sebanyak 7 orang yang merupakan gabungan dari Pokja Bencana FK-KMK UGM (1 orang), FK-KMK (1 orang), RSUP. Dr. Sardjito (1 orang), FETP UGM (1 orang) Prodi Keperawatan FK-KMK UGM (2 orang), dan CPMH Fakultas Psikologi UGM (1 orang). Adapun, komposisi tim terdiri dari 1 dokter spesialis anak, 1 dokter spesialis obgyn, 1 perawat, 1 residen FETP, 2 mahasiswa keperawatan dan 1 psikolog klinis yang ditugaskan untuk periode 27 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026.
Titik kumpul keberangkatan tim di KPTU FK-KMK UGM. Keberangkatan dari KPTU FK-KMK UGM menuju bandara Yogyakarta International Airport (YIA) pada pukul 04.00 WIB terdiri dari 4 orang anggota tim didampingi oleh Asisten Wakil Dekan FK-KMK Bapak Dr. dr. Sudadi, SpAn-TI, Subsp. N.An(K), Subsp. An. R(K) dan diberangkatkan oleh tim pokja bencana Bapak Sutono, S.Kp., M Kep., MSc. Satu anggota tim berangkat ke YIA dari Purworejo, dan dua anggota tim lainnya telah berangkat terlebih dahulu ke Aceh Utara bersama tim logistic. Penerbangan dari YIA pada pukul 06.20, transit di bandara Soekarno Hatta selama 4 jam dan tiba di bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh pukul 15.09 WIB. Perjalanan dilanjutkan melalui lintas darat menuju RSUD dr. Muchtar Hasbi di Lhoksukon kurang lebih selama 8 jam dan tiba di Lhoksukon pada pukul 23.41 WIB.
Tabel 1. Profesi dan Asal Instansi Anggota Tim Batch 5
| No | Nama | Profesi/Jabatan | Asal Instansi |
| 1 | Purwanta, S Kp., M.Kes |
Koord Lapangan/ Tim Pokja Bencana |
FK-KMK UGM |
| 2 | dr. Tri Budi Hartomo, SpA, PhD | Dokter Spesialis Anak | RSUP. Dr. Sardjito |
| 3 | dr.Kuky Cahya Hamurajib, SpOG | Dokter Spesialis Obgyn | FK-KMK UGM |
| 4 | Berlianti Inggrit Pinoa | Surveilans | FETP FK-KMK UGM |
| 5 | Faiz Fadhillah Abhista Putra | Perawat | Prodi Keperawatan FK-KMK UGM |
| 6 | Suryo Bawono | Perawat | Prodi Keperawatan FK-KMK UGM |
| 7 | Wirdatul Anisa, M.Psi., Psikolog | Psikolog Klinis | CPMH Fak. Psikologi UGM |
Gambar 2. Struktur Tim Batch 5

Reporter : Berlianti Inggrit Pinoa, S.K.M
Minggu, 28 Desember 2025
Laporan Harian
Tim Medis EMT AHS Universitas Gadjah Mada (UGM) Aceh Utara Batch 5
“Pokja Bencana Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM”
Dilaporkan dari lapangan oleh Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara Batch 5.
Ketua Tim : Purwanta, S Kp., M.Kes
1. Briefing Keadaan Wilayah, Logistik Farmasi dan Kegiatan
Pada pukul 00.05 tim batch 5 disambut oleh tim batch 4 dan dilakukan briefing terkait kondisi wilayah yang terdampak serta gambaran lokasi posko dan puskesmas binaan. Dalam briefing ini juga dilakukan pembagian tim untuk kegiatan yang akan dilaksanakan, dimana tim batch 5 terbagi dalam 2 yaitu tim 1 yang akan melaksanakan kegiatan di Dusun Ceod Usibak Desa Bluka Teubai Dewantara dan tim 2 yang akan mengikuti serah terima logistic serta pengobatan di wilayah kerja Puskesmas Baktiya Barat dan dilanjutkan dengan pembagian bantuan kepada masyarakat terdampak di Kecamatan Langkahan. Dikarenakan tim 5 tidak memiliki tenaga farmasi maka farmasi tim sebelumnya melakukan briefing terkait logistic dan teknis pelayanan farmasi di lapangan kepada dua anggota tim sebagai pengganti farmasi. Setelah itu tim batch 5 membantu tim logistic mempersiapkan paket bantuan yang akan didistribusikan.

Gambar 1. Dokumentasi Briefing Terkait Wilayah Binaan dan Lokasi Posko oleh Tim Lapangan dan Ketua Tim Batch 4.
2. Melapor ke HEOC
Sebelum memulai kegiatan, tim batch 5 yang didampingi oleh Bapak Dr. dr. Sudadi, SpAn-TI, Subsp. N.An(K), Subsp. An. R(K) melaporkan kedatangan tim di HEOC serta menyampaikan terkait logistic yang akan diserahkan kepada Puskesmas Baktiya Barat dan Masyarakat di wilayah terdampak berdasarkan assessment tim sebelumnya. Beliau juga menyampaikan terkait rencana penguatan RSUD dr. Muchtar Hasbi sebagai bentuk pengabdian masyarakat dimana tim UGM akan melakukan pendampingan spesialisasi untuk penguatan pelayanan spesialis di RSUD dr. Muchtar Hasbi. Tim batch 5 disambut dan diterima oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan bapak Abdurrahman, SKM, M.Si. Tim kemudian diarahkan terkait pembagian wilayah binaan dimana untuk batch 5 lokusnya masih di Puskesmas Baktiya Barat seperti tim sebelumnya dan diharapkan dapat membantu memperkuat sistem dan pelayanan Puskesmas pasca bencana. Dalam kegiatan ini juga dilakukan penerimaan tim dari BKKBN yang rencananya akan membuat tenda kesehatan reproduksi di posko bencana.


Gambar 2. Dokumentasi Pelaporan Kedatangan Tim Batch 6 di Kantor HEOC
3. Kegiatan Serah Terima Logistik di Puskesmas Baktiya Barat
Dua anggota tim batch 5 membersamai tim batch 4 untuk melakukan serah terima logistik di Puskesmas Baktiya Barat bersama Bapak Dr. dr. Sudadi, SpAn-TI, Subsp. N.An(K), Subsp. An. R(K).
4. Pelayanan Kesehatan di Meunasah
Dua orang anggota batch 5 membantu tim batch 4 melakukan pelayanan kesehatan di meunasah Desa Lhok Iboh Kecamatan Baktiya Barat khususnya untuk pelayanan farmasi dan pengkajian keperawatan.

Gambar 3. Dokumentasi Pelayanan Kesehatan di Meunasah Desa Lhok Iboh Kecamatan Baktiya Barat
5. Pelayanan Kesehatan di Dusun Ceod Usibak Desa Bluka Teubai Dewantara
Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh tim Batch 5 di Dusun Ceod dengan rincian sebagai berikut:
● Dilakukan pemeriksaan kesehatan umum kepada masyarakat.
● Total pasien: 50 orang yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 46 perempuan.
● Penyakit terbanyak yang diderita oleh masyarakat yang berkunjung adalah dermatitis, tinea, diare, hipertensi dan diabetes mellitus.
● Kondisi di tempat pelayanan:
Lingkungan sudah bersih dari lumpur tetapi masih berdebu. Jumlah keluarga yang terdampak sebanyak 21 keluarga. Sumber air bersih yang digunakan adalah sumur dan hanya 1 sumur sehingga tidak mencukupi kebutuhan air bersih di dusun tersebut. Penduduk tidak lagi di posko pengungsian tetapi mulai membangun tempat tinggal darurat.



Gambar 4. Dokumentasi Pelayanan Kesehatan di Dusun Ceod Usibak Desa Bluka Teubai Dewantara
6. Pembagian Logistik di Posko Pengungsian Kecamatan Langkahan
Setelah melakukan pelayanan kesehatan, tim 2 (gabungan batch 4 dan 5) melakukan pembagian logistic kepada masyarakat terdampak di Kecamatan Langkahan. Tim mulai memasuki Kecamatan Langkahan kurang lebih pada pukul 14.05 dan mulai membagikan makanan ringan, perlengkapan mandi, makanan, kit untuk bayi, perlengkapan ibadah dan tikar. Paket logistic dibagikan di posko-posko yang ada di Kecamatan Langkahan. Di beberapa titik juga dilakukan pelayanan kesehatan mobile bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.
Kondisi lingkungan di Kecamatan Langkahan masih terdapat lumpur, namun di beberapa lokasi sangat berdebu karena lumpur yang mengering, serta masih dipenuhi sampah sisa-sisa banjir. Keadaan jalan masih rusak parah dan jalan terputus sehingga petugas kesehatan yang akan membagikan logistic dan pelayanan kesehatan harus menyeberang sungai menggunakan rakit. Fasilitas umum di Kecamatan Langkahan masih belum berfungsi. Puskesmas Langkahan masih dalam proses pembersihan lumpur dan sisa-sisa banjir dengan menggunakan bantuan alat berat. Penyakit ISPA dan dermatitis merupakan penyakit terbanyak pasca banjir di wilayah ini.
Tim gabungan batch 4 dan 5 kemudian kembali dari Langkahan kurang lebih pada pukul 18.00, namun masih tersisa 3 orang anggota tim batch 4 yang melakukan pelayanan pada masyarakat di perbatasan Langkahan dan Aceh Timur. Tim kemudian sampai di Lhoksukon kurang lebih pada pukul 20.30.

Gambar 5. Dokumentasi Pelayanan Kesehatan di Beberapa Titik di Kecamatan Langkahan

Gambar 6. Dokumentasi Pembagian Paket Logistik di Kecamatan Langkahan
Reporter : Berlianti Inggrit Pinoa, S.K.M
Senin, 29 Desember 2025
Laporan Harian
Tim Medis EMT AHS Universitas Gadjah Mada (UGM) Aceh Utara Batch 5
“Pokja Bencana Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM”
Dilaporkan dari lapangan oleh Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara Batch 5.
Ketua Tim : Purwanta, S Kp., M.Kes
1. Serah Terima Tim
Serah terima antara tim batch 4 dan 5 dilakukan di pagi hari sebelum kepulangan tim batch 4. Dalam kesempatan tersebut, tim batch 4 menyampaikan hal apa saja yang perlu dilanjutkan oleh tim batch 5 dan logistic yang tersedia untuk dapat digunakan selama tim melakukan penugasan di Aceh Utara.
2. Visite Dokter di RSUD Muchtar Hasbi
Visite pasien rawat inap di RSUD dr. Muchtar Hasbi dengan total pasien rawat inap sebanyak 4 orang pasien dewasa yang terdiri dari 1 laki-laki dan 3 perempuan. Kondisi pasien stabil dengan kasus: vertigo pada ibu hamil, diare pada diabetes mellitus tipe 2, nyeri kepala, pruritus dan ISPA.
3. Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Baktiya Barat
Setelah visite pasien, dilanjutkan dengan pelayanan kesehatan spesialistik di Puskesmas Baktiya Barat untuk pelayanan kesehatan anak. Tim AHS UGM disambut oleh Kepala Puskesmas dan ketua tim melaporkan terkait keberlanjutan kegiatan AHS UGM di wilayah kerja Puskesmas Baktiya Barat. Jumlah pasien yang diperiksa sebanyak 8 orang anak (laki-laki 4 orang; perempuan 4 orang) dengan diagnosis common cold, bronchitis, tinea, varicella dan faringitis bacterial.
Kondisi di Puskesmas Baktiya Barat:
- Tidak ada vaksinasi karena tidak tersedianya stok.
- Beberapa alat untuk pengukuran berat badan dalam keadaan rusak.
- Masih ada keterbatasan air bersih di Puskesmas.

Gambar 1. Penerimaan Tim Batch 5 di Puskesmas Baktiya Barat oleh Kepala Puskesmas

Gambar 2. Kegiatan Pelayanan oleh Dokter Spesialis Anak di Puskesmas Baktiya Barat
4. Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Lhoksukon
Pemeriksaan dan Pendampingan USG Ibu Hamil dilakukan di Puskesmas Lhoksukon dengan total pasien sebanyak 60 ibu hamil. Tim disambut dengan baik oleh pimpinan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa terdapat 10 pasien yang dirujuk dengan kondisi riwayat SC, kelainan letak janin dan hipertensi. Wilayah kerja Puskesmas Lhoksukon terdiri dari 12 desa, dengan kurang lebih 100 ibu hamil.
Kondisi di Puskesmas Lhoksukon:
- Tidak tersedia vitamin kehamilan
- Buku KIA banyak yang rusak
- Banyak ibu hamil mungkin dengan kondisi gangguan kesehatan mental.

Gambar 3. Penyambutan Tim di Puskesmas Lhoksukon

Gambar 4. Kegiatan Pelayanan USG oleh Dokter Spesialis Obgyn di Puskesmas Lhoksukon
5. Pendampingan Surveilans di Puskesmas Bhaktiya Barat
Pendampingan kepada petugas surveilans terkait perekapan data penyakit untuk penginputan SKDR dan penyempurnaan formula perhitungan form rekapan yang digunakan di Puskesmas Baktiya Barat untuk mempermudah rekapitulasi agar ketepatan pelaporan sesuai waktu yang ditetapkan. Penyakit potensial KLB yang paling banyak Adalah ISPA dan dermatitis. Hal ini sesuai dengan faktor risiko yang ditemukan dimana keadaan lingkungan pasca banjir dengan sanitasi yang belum memadai mendukung perkembangan penyakit terutama dermatitis. Selain itu, keadaan lingkungan yang dipenuhi debu pasca lumpur mengering menyebabkan peningkatan kasus ISPA.


Gambar 5. Kegiatan Pendampingan Penginputan SKDR Kepada Pengelola Surveilans
6. Psikoedukasi Selfcare Kepada Tenaga Kesehatan dan Masyarakat di Baktiya Barat
Asesment psikososial dilakukan kepada Bidan Puskesmas Baktiya Barat yang juga merupakan masyarakat terdampak banjir. Dalam kegiatan ini dilakukan relaksasi dan teknik grounding, serta psikoedukasi selfcare. Kegiatan dukungan psikososial untuk tenaga kesehatan Puskesms Baktiya Barat dihadiri oleh 40 orang tenaga kesehatan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan melakukan assessment kepada warga desa Blang Seunong, Kecamatan Baktiya Barat.


Gambar 6. Psikoedukasi Selfcare Kepada Tenaga Kesehatan di Puskesmas Baktiya Barat

Gambar 7. Asesmen Psikososial pada Masyarakat di Desa Blang Seunong
7. Pelayanan Kesehatan Bersama Relawan Kemenkes di Desa Blang Seunong
Kegiatan pelayanan kesehatan dilakukan Bersama tim relawan Kemenkes di Meunasa Blang Seunong, Kec. Baktiya Barat, sekaligus dilakukan survei lingkungan. Keadaan di meunasa sudah bersih namun di sekitar gedung masih ada lumpur dan masih ada keterbatasan akses air bersih.

Gambar 8. Foto Bersama Setelah Pelayanan Kesehatan di Desa Blang Seunong
8. Kegiatan Manajemen
Pendampingan HEOC terkait manajemen dan kendala-kendala dalam struktur HEOC dan penyelesaian masalah serta koordinasi dan administrasi penerimaan dan penyerahan barang.
Reporter : Berlianti Inggrit Pinoa, S.K.M
Selasa, 30 Desember 2025
Laporan Harian
Tim Medis EMT AHS Universitas Gadjah Mada (UGM) Aceh Utara Batch 5
“Pokja Bencana Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM”
Dilaporkan dari lapangan oleh Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara Batch 5.
Ketua Tim : Purwanta, S Kp., M.Kes
A. Kegiatan Tim
1. Visite Dokter di RSUD Muchtar Hasbi
Visite pasien rawat inap di RSUD dr. Muchtar Hasbi dengan total pasien rawat inap sebanyak 2 orang pasien dewasa yang terdiri dari 2 perempuan. Kondisi pasien stabil dengan kasus nyeri kepala dan ISPA.

Gambar 1. Edukasi Kepada Perawat Setelah Melakukan Visite
2. Pelayanan Kesehatan di Meunasah Matang Bayu, Kecamatan Baktiya Barat
Total pasien yang dilayani dalam pelayanan kesehatan di Meunasah Matang Bayu, Kecamatan Baktiya Barat sebanyak 80 orang dengan jumlah pasien perempuan sebanyak 60 orang dan laki-laki 20 orang. Penyakit yang diderita diantaranya tinea, neuralgia, hipertensi, diabetes mellitus tipe 2, scabies, nyeri kepala, bronkhitis, common cold, athralgia, arthritis, gastritis, low back pain, vulnus laceratum, pterygium oculi, paraparesis, dan caries dentis. Berdasarkan hasil surveil lingkungan, keadaan di meunasah sudah bersih dari lumpur, namun area pemukiman masih ada sisa timbunan lumpur.


Gambar 2. Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan di Meunasah Matang Bayu
3. Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Jambo Aye
Pemeriksaan dan Pendampingan USG Ibu Hamil dilakukan di Puskesmas Jambo Aye dengan total pasien sebanyak 28 ibu hamil. Terdapat 3 pasien yang dirujuk dengan kondisi kehamilan riwayat SC, superimposed preeklamsi dan hydrocephalus. Wilayah kerja Puskesmas Jambo Aye terdiri dari 40 desa yang merupakan puskesmas terdampak banjir. Kondisi di Puskesmas Jambo Aye:
- Beberapa area Puskesmas belum dapat digunakan karena masih berlumpur dan sedang dibersihkan oleh TNI dan Masyarakat.
- Buku KIA banyak yang hilang dan rusak karena lumpur.
- Obat-obatan untuk ibu hamil tidak tersedia.
- Belum bisa melakukan pelayanan persalinan.


Gambar 3. Kegiatan Pelayanan USG oleh Dokter Spesialis Obgyn di Jambo Aye

Gambar 4. Pembersihan Puskesmas Jambo Aye
4. Pendampingan Surveilans di Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara
Pendampingan kepada petugas surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara dan ditemukan bahwa masih ada puskesmas yang belum memenuhi kriteria ketepatan pengiriman pelaporan. Selain itu, terdapat kesulitan dalam melakukan perekapan data karena perbedaan format pencatatan dan pelaporan dari relawan, puskesmas dan Dinas Kesehatan. Penyakit terbanyak pasca bencana adalah ISPA dan Dermatitis.
Penguatan surveilans penyakit potensial pasca bencana masih diperlukan di wilayah Kabupaten Aceh Utara. Beberapa Puskesmas terdampak masih terlambat dalam pencatatan dan pelaporan dikarenakan sarana dan signal yang terbatas untuk melakukan pelaporan. Saat ini pelaporan dapat menggunakan WhatsApp, namun di beberapa Puskesmas masih terkendala signal.


Gambar 5. Kegiatan Pendampingan Penginputan SKDR Kepada Pengelola Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara
5. Kegiatan Manajemen
- Pendampingan HEOC.
- Koordinasi kegiatan yang akan dilakukan sesuai dengan arahan HEOC.
B. Kebututuhan Mendesak
- Buku KIA bagi ibu hamil.
- Obat-obatan seperti vitamin untuk ibu hamil.
- Penguatan sistem surveilans di tingkat Puskesmas yang terdampak banjir.
C. Rencana Tindak Lanjut
Melakukan advokasi dan follow-up agar format pelaporan untuk tiap relawan diseragamkan dengan Dinas Kesehatan agar mempermudah proses perekapan data.
Reporter : Berlianti Inggrit Pinoa, S.K.M
Rabu, 31 Desember 2025
Laporan Harian
Tim Medis EMT AHS Universitas Gadjah Mada (UGM) Aceh Utara Batch 5
“Pokja Bencana Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM”
Dilaporkan dari lapangan oleh Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara Batch 5.
Ketua Tim : Purwanta, S Kp., M.Kes
1. Visite Dokter di RSUD Muchtar Hasbi
Visite pasien rawat inap di RSUD dr. Muchtar Hasbi dengan total pasien rawat inap sebanyak 3 orang pasien dewasa yang terdiri dari 1 laki-laki dan 3 perempuan. Kondisi pasien stabil dengan kasus: vertigo pada ibu hamil, diare pada diabetes mellitus tipe 2, nyeri kepala, pruritus dan ISPA.


Gambar 1. Visite Dokter di RSUD Muchtar Hasbi
2. Pelayanan Kesehatan di Posko Desa Matang Sijuekteungah
Setelah visite pasien, dilanjutkan dengan pelayanan kesehatan di Desa Matang Sijuekteungah yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Baktiya Barat. Jumlah pasien yang diperiksa sebanyak 94 orang terdiri dari 19 orang laki-laki dan 74 orang perempuan Umumnya penyakit yang diderita seperti common cold, bronchitis, tinea, varicella dan faringitis bacterial.
Gambar 2. Kegiatan Pelayanan di Desa Matang Sijuekteungah
3. Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Baktiya
Pemeriksaan dan Pendampingan USG Ibu Hamil dilakukan di Bidan praktik mandiri yang juga merupakan bidan desa Puskesmas Baktiya. Kondisi USG Puskesmas Baktiya dalam keadaan rusak karena tergenang air dan kondisi puskesmas masih belum bisa digunakan untuk pelayanan USG oleh karenanya kegiatan pelayanan dilakukan di Nama Bidan dengan total pasien sebanyak 44 orang. Wilayah kerja Puskesmas Baktiya terdiri dari 57 desa, dengan kurang lebih 200 ibu hamil. Dalam kegiatan ini hanya diambil 1-3 orang perwakilan ibu hamil dari 32 desa. Terdapat 2 pasien yang dirujuk dengan kondisi riwayat SC dan kelainan letak janin.
Saat pelayanan ditemukan beberapa hal :
● Tidak tersedia vitamin kehamilan
● Buku KIA banyak yang rusak
● Pelayanan ibu hamil masih belum bisa dilakukan di Puskesmas.

Gambar 3. Pelayanan USG oleh Dokter Spesialis Obgyn di Wilayah Kerja Puskesmas Baktiya
4. Pelayanan Kesehatan di Desa Gampong Blang
Setelah melakukan pelayanan di Kecamatan Baktiya Barat, tim melanjutkan pelayanan hingga pukul 19.05 WIB di salah satu rumah warga yang ada di Desa Gampong Blang. Secara umum kondisi lingkungan sudah bersih karena merupakan wilayah terdampak banjir yang tidak separah wilayah lainnya. Jumlah pasien yang dilayani sebanyak 30 orang yang terdiri dari 8 orang laki-laki dan 22 perempuan, dengan diagnosa seperti


Gambar 4. Pelayanan Kesehatan di Desa Gampong Blang
5. Kegiatan Manajemen
• Pendampingan HEOC terkait manajemen
• Koordinasi terkait logistic yang akan diberikan oleh berupa panel surya dan penjernih air.
● Koordinasi dengan Plt. Kepala Dinas terkait alat kesehatan yang rusak di puskesmas maupun Dinas Kesehatan yang telah dilakukan pengusulan lewat aplikasi ASPAK.
Reporter : Berlianti Inggrit Pinoa, S.K.M
Kamis, 1 Januari 2026
Laporan Harian
Tim Medis EMT AHS Universitas Gadjah Mada (UGM) Aceh Utara Batch 5
“Pokja Bencana Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM”
Dilaporkan dari lapangan oleh Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara Batch 5.
Ketua Tim : Purwanta, S Kp., M.Kes
A. Kegiatan Pelayanan
1. Visite Dokter di RSUD Muchtar Hasbi
Visite pasien rawat inap di RSUD dr. Muchtar Hasbi dengan total pasien rawat inap sebanyak 3 orang pasien dewasa perempuan yang dirawat dengan diagnosa abses, abdominal discomfort dan suspek demam tifoid.
2. Pelayanan Kesehatan di Posko Desa Tanjong Jawa Kecamatan Langkahan
Pelayanan kesehatan di lakukan di depan rumah salah seorang warga. Tim berangkat dari Lhoksukon pada pukul 10.26 WIB dan tiba di Desa Tanjong Jawa pada pukul 12.15 WIB. Kondisi jalan masih rusak, berlumpur di beberapa bagian dan penuh debu. Selain melakukan pelayanan di area posko, tim medis juga melakukan kunjungan rumah pada 2 pasien. Pelayanan selesai pada pukul 14.30 WIB. Adapun rincian pelayanan yang dilakukan:
- Total pasien: 55 orang terdiri dari 33 orang perempuan dan 22 orang laki-laki.
- Penyakit yang diderita: hipertensi, scabies, tinea, ISPA, diare, LBP, HNP, dermatitis kontak alergi, rhinitis alergi
- Beberapa obat yang dibutuhkan tidak tersedia.
- Pelayanan kesehatan juga dilakukan bersama relawan dari komunitas pecinta kopi dari Lhokseumawe.

Gambar 1. Kegiatan Pelayanan Kesehatan di Desa Tanjong Jawa

Gambar 2. Kegiatan Pelayanan Home Visit di Desa Tanjong Jawa

Gambar 3. Foto Bersama Komunitas Pecinta Kopi Lhokseumawe
3. Pelayanan Kesehatan di Posko Desa Matang Linya Kecamatan Baktia
Setelah melakukan pelayanan kesehatan di Desa Tanjong Jawa Kecamatan Langkahan, pelayanan dilanjutkan di Desa Matang Linya Kecamatan Baktiya. Tim tiba di lokasi pada pukul 15.15 WIB dan selesai pelayanan pada pukul 18.55 WIB. Kondisi jalan masih rusak, penuh sampah dan berdebu. Di posko pengungsian masih terdapat 12 kepala keluarga. Adapun rincian pelayanan yang dilakukan :
• Total pasien: 46 orang, dengan pasien perempuan sebanyak 37 orang dan laki-laki 9 orang.
• Penyakit yang diderita : hipertensi, ISPA, diare, dermatitis.
• Beberapa obat yang dibutuhkan tidak tersedia.

Gambar 4. Pelayanan Kesehatan di Posko Desa Matang Linya Kecamatan Baktia
4. Kegiatan Manajemen
- Pendampingan HEOC
- Koordinasi terkait kegiatan di Tanjong Jawa dan logistik yang akan dibagikan berupa pakaian bayi dan Al-Quran.
B. Kebutuhan Mendesak
Obat-obatan untuk penyakit tidak menular khususnya obat untuk penderita hipertensi.
C. Rencana Tindak Lanjut
- Pendampingan tim HEOC.
- Melakukan pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas lain yang sudah jarang dikunjungi relawan untuk pelayanan kesehatan.
- Melengkapi logistik obat yang habis.
Jumat, 2 Januari 2026
Laporan Harian
Tim Medis EMT AHS Universitas Gadjah Mada (UGM) Aceh Utara Batch 5
“Pokja Bencana Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM”
Dilaporkan dari lapangan oleh Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara Batch 5.
Ketua Tim : Purwanta, S Kp., M.Kes
A. Kegiatan Pelayanan
1. Visite Dokter di RSUD Muchtar Hasbi
Visite pasien rawat inap di RSUD dr. Muchtar Hasbi dengan jumlah pasien dewasa 3 orang yang terdiri dari 1 orang laki-laki dan 2 orang perempuan. Kondisi pasien stabil dengan kasus : asma bronkial dengan nyeri kepala dan gastritis, abdominal discomfort, suspek demam tifoid.

Gambar 1. Visite Dokter di RSUD Muchtar Hasbi

Gambar 2. Visite Dokter di RSUD Muchtar Hasbi
2. Pelayanan Kesehatan di Posko Desa Lang Nibong, Kecamatan Baktiya Barat
Pelayanan kesehatan di lakukan di meunasah desa Lang Nibong. Kondisi jalan baik namun berlumpur di beberapa tempat. Pelayanan dimulai pada pukul 10.00 WIB dan selesai pada pukul 12.15 WIB. Adapun rincian pelayanan yang dilakukan:
- Total pasien: 99 orang terdiri dari 22 orang laki-laki dan 77 orang perempuan.
- Penyakit yang diderita: tinea, xeroderma, faringitis, dispepsia, nyeri kepala, myalgia, dan hipertensi.
- Beberapa obat yang tidak tersedia disediakan oleh puskesmas Baktiya Barat

Gambar 3. Kegiatan Pelayanan Kesehatan di Desa Lang Nibong
3. Kegiatan Manajemen
- Pendampingan HEOC.
- Koordinasi terkait kegiatan di Lang Nibong bersama Puskesmas Baktiya Barat.
- Koordinasi terkait pemetaan wilayah untuk pelayanan kesehatan.
B. Rencana Tindak Lanjut
- Pendampingan tim HEOC.
- Melakukan pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas lain yang sudah jarang dikunjungi relawan untuk pelayanan kesehatan.
- Melengkapi logistik obat yang habis.
Tim Aceh 7: Tim Closing Aceh Utara
Jumat, 2 Januari 2026
Rapat Koordinasi Persiapan Keberangkatan Tim
Seiring dengan akan berakhirnya masa tanggap darurat di Provinsi Aceh pada 8 Januari 2026 dan di Kabupaten Aceh Utara pada 5 Januari 2026, maka tim Pokja Bencana FK-KMK UGM dan AHS UGM memutuskan untuk tidak lagi mengirimkan tim relawan kesehatan atau TCK-EMT ke lokasi terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh.

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM “Timeline keseluruhan Tim AHS-UGM dari tim 1 hingga tim terakhir”
Tercatat sudah sembilan tim diberangkatkan, kemudian diputuskan pemberangkatan tim terakhir untuk melakukan penutupan proyek tanggap darurat. Jumlah personil yang direncanakan berangkat sebanyak tiga orang dengan keterangan sebagai berikut :
| No | Nama | Jabatan di Operasi Tanggap Darurat Pokja Bencana FKKMK UGM | Instansi |
| 1 | Sutono, S.Kp., M.Kep., M.Sc. |
Ketua Pokja Bencana Ketua Tim Aceh Utara 3 |
FK-KMK UGM |
| 2 | apt. Gde Yulian, M.Epid. |
Tim Asesmen I, II, Ketua Tim Aceh Utara 4 |
FK-KMK UGM |
| 3 | Kaldhea Putripiya | Tim Infografis | FK-KMK UGM |
Senin, 5 Januari 2026
Keberangkatan Tim Manajemen dan Rapat Koordinasi Harian

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM “Identifikasi sisa logistik medis untuk diserahterimakan ke RSUD Muchtar Hasbi”
Pada pukul 05.00 WIB, tim terakhir EMT AHS–UGM diberangkatkan dari Yogyakarta menuju Lhoksukon dengan rute penerbangan Yogyakarta–Medan menggunakan maskapai Lion Air, yang kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat selama kurang lebih delapan jam. Setibanya di Lhoksukon pada pukul 18.00 WIB, tim disambut oleh Ramlan, driver sekaligus guide lokal tim EMT AHS-UGM dari tim ke-1 hingga tim ke-5, untuk bergegas ke RSUD Muchtar Hasbi karena dikabarkan ruangan logistik yang digunakan oleh tim ke-5 ternyata digunakan oleh tim EMT dari Dinkes Provinsi Aceh. Sesampainya di RSUD Muchtar Hasbi, tim bertemu dengan anggota tim EMT dari Dinkes Provinsi Aceh dan berdiskusi untuk memohon pengertian untuk dapat mengkondisikan ruangan penyimpanan sebelum dilakukan inventarisasi logistik dan akan dilakukan serah terima ke direktur RSUD, dr.Adnani sebagai simbolis bahwa operasi tanggap darurat tim Pokja Bencana FK-KMK UGM dan AHS-UGM resmi diakhiri.
Selasa, 5 Januari 2026
Inventarisasi Logistik dan Serah Terima Sisa Obat
Pada Selasa pagi, tim bergegas ke RS untuk menyelesaikan inventarisasi akhir logistik dan pembekalan medis yang digunakan selama masa operasional. Kegiatan ini mencakup pendataan secara menyeluruh terhadap alat medis, sisa obat-obatan, dan bahan habis pakai, serta penyusunan daftar inventaris yang akan diserahterimakan secara resmi kepada Direktur RSUD Muchtar Hasbi, dr. Adnani. Selain obat-obatan dan bahan medis habis pakai, tim juga melakukan identifikasi terhadap perlengkapan milik EMT AHS–UGM yang dinilai tidak feasible untuk dibawa kembali ke Yogyakarta, baik karena keterbatasan transportasi, efisiensi operasional, maupun pertimbangan kebermanfaatan bagi fasilitas kesehatan setempat. Perlengkapan tersebut kemudian dicatat secara rinci dan dimasukkan ke dalam daftar serah terima untuk selanjutnya dimanfaatkan oleh RSUD Muchtar Hasbi sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan. Inventarisasi ini juga dibantu oleh tim dari RSUD yakni apt.Fitri, Ns.Muammar dan Ns.Nazar.
Form Serah Terima Serah Terima Sisa Obat & Perlengkapan AHS-UGM

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM “Stok opname terakhir obat-obatan dan bahan habis pakai untuk kemudian diserahterimakan ke pihak RSUD Muchtar Hasbi”
Pada sore hari, tim melaksanakan kegiatan silaturahmi dengan Bidan Nurul Fitri, S.Tr.Keb., selaku perwakilan tim pendamping HEOC. Kegiatan ini diisi dengan penyerahan cinderamata sebagai bentuk apresiasi dan penguatan hubungan kerjasama antara EMT AHS-UGM dan tim pendamping HEOC. Rangkaian kegiatan hari tersebut ditutup dengan kegiatan buka bersama, yang dilaksanakan dalam suasana kebersamaan dengan menikmati hidangan khas setempat berupa mie aceh rebus.

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM “Penyerahan cinderamata dari Bidan Nurul Fitri, S.Tr.Keb., sebagai perwakilan tim pendamping HEOC yang dibentuk dari bidan-bidan senior IBI Aceh Utara dan penyerahan kekurangan rompi Pendamping HEOC dilanjutkan dengan buka puasa bersama mie aceh rebus”
Rabu, 7 Januari 2026
Diskusi Dengan Inspektur
Tim berpamitan secara resmi dengan inspektur Aceh Utara, Andria Zulfa, S.E., M.Si., Ph.D., CGCAE. Kegiatan ini berlangsung dengan disaksikan oleh Direktur RSUD Muchtar Hasbi, dan Kabid SDMK Dinkes Aceh Utara, Ita Amelia, SKM., M.Kes. serta Wakil Ketua HEOC, Dr. Maidar, M.Kes. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penutupan operasional tim EMT AHS–UGM, sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban dan penghormatan kepada para pemangku kepentingan daerah yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tanggap darurat selama masa penugasan.


Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM “Tim Pokja Bencana AHS-UGM bersama Inspektur ”
Form Exit Report Tim 1 EXIT REPORT TIM II ACEH (REVISI I) Donwload
Form Exit Report Tim 2 R3 - Exit Report Emergency Medical Team Batch 2 Donwload
Form Exit Report Tim 3 Exit Report EMT Team 3 Aceh Utara Donwload
Form Exit Report Tim 4 EXIT REPORT TIM IV ACEH Donwload
Form Exit Report Tim 5 coming soon Donwload
Setelah berpamitan secara resmi dengan inspektur Aceh Utara, tim menerima dan mendonasikan kesehatan berupa Automated External Defibrillator (AED), patient monitor, dan ambu bag untuk mendukung peningkatan kapasitas pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Muchtar Hasbi. Penyerahan alat kesehatan ini dimaksudkan sebagai upaya kontribusi berkelanjutan dari tim EMT AHS–UGM kepada fasilitas pelayanan kesehatan setempat.
Kegiatan donasi alat kesehatan dilaksanakan secara terstruktur, diawali dengan pembukaan kemasan serta verifikasi kelengkapan untuk memastikan kelengkapan dan kondisi alat, lalu dilanjutkan dengan uji fungsi serta percobaan penggunaan alat bersama tenaga kesehatan RSUD Muchtar Hasbi. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh alat yang diserahterimakan berada dalam kondisi layak pakai dan dapat langsung dioperasionalkan sesuai standar pelayanan kegawatdaruratan. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan alat kesehatan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh UGD RSUD Muchtar Hasbi dan memberikan dampak positif terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Aceh Utara.

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM “Tim Pokja Bencana AHS-UGM melakukan serah terima dan pengecekan AED, Ambu Bag, dan Patient Monitor bersama pihak RSUD Muchtar Hasbi”
Form Berita Acara Serah Terima FORM BAST EMT AHS UGM-RSUD MUCHTAR HASBI (AED) Download

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM “Tim Pokja Bencana AHS-UGM bersama IBI Aceh Utara mengidentifikasi titik lokasi pembangunan 100 rumah hunian sementara oleh Teknik UGM bersama dengan Rumah Zakat di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, donasi penjernih air rencananya akan didekatkan dengan hunian ini”
Kegiatan selanjutnya dilaksanakan oleh Tim Pokja Bencana AHS–UGM bekerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Aceh Utara melalui kegiatan identifikasi dan peninjauan lapangan terhadap titik lokasi rencana pembangunan 100 unit rumah hunian sementara. Pembangunan hunian sementara tersebut merupakan program kolaboratif antara Teknik UGM dan Rumah Zakat yang berlokasi di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan. Dalam kegiatan tersebut, tim juga melakukan kajian awal terkait penempatan sarana pendukung, khususnya rencana penyaluran dan pemasangan unit penjernih air. Penjernih air tersebut direncanakan untuk ditempatkan di area yang berdekatan dengan lokasi hunian sementara guna memudahkan akses masyarakat terhadap sumber air bersih dan mendukung pemenuhan kebutuhan dasar selama masa pemulihan pasca bencana.
Kamis, 8 Januari 2026
Berangkat ke Banda Aceh
Tim berangkat ke Banda Aceh pada jam 8.00 dengan estimasi enam jam perjalanan dari Lhoksukon ke Banda Aceh, mampir sejenak untuk makan siang di Sigli dalam kondisi hujan deras sepanjang perjalanan, tidak ada kemacetan di penyeberangan Kuta Blang, tetapi beberapa titik di Bireuen dan Pidie Jaya terpantau air sudah mulai meluap ke jalan nasional. Tim sampai di Banda Aceh sekitar jam 15.40 waktu setempat dan menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dan pamit undur diri atas nama tim TCK-EMT AHS UGM ke HEOC Provinsi Aceh, bertemu dengan dr.Rais dan dr.Hilda.
Harapan mereka pasca tanggap darurat yang sedianya masih diperpanjang hingga tanggal 20 Januari 2026, tim UGM masih akan tetap membantu mendampingi baik Dinkes Provinsi Aceh maupun RS dan Puskesmas di kabupaten terdampak. Lebih lanjut dr. Hilda juga berharap UGM dapat memberikan rekomendasi kebijakan terkait pemanfaatan TCK yang lebih cost effective dengan memanfaatkan tenaga lokal alih-alih mendatangkan tenaga kesehatan dari luar Sumatera yang memakan banyak biaya. Menyambut positif kebutuhan Dinkes Provinsi Aceh, tim UGM mencoba mempersiapkan rekomendasi kebijakan singkat terkait pengelolaan HEOC dan TCK-EMT dari hasil observasi lapangan tim.
Rekomendasi Kebjakan Policy_Brief_ACEH

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM “Tim Pokja Bencana AHS-UGM melaporkan kepulangan tim ke HEOC Provinsi”
Di malam harinya, tim bersilaturahmi dengan dr. Arifatul Korida, MPH, FISQua, Wakil Direktur SDM RSUD Zainoel Abidin Aceh yang telah memfasilitasi tim asesmen pertama hingga ditempatkan di Aceh Utara serta menyambungkan komunikasi dengan Sekda Aceh yang juga Ketua KAGAMA Aceh sehingga tim TCK-EMT AHS UGM yang pertama pimpinan dr. Wahyu Kartikotomo SpB-Onk dapat difasilitasi penerbangan Pegasus ke Point A Lhoksukon. Dalam kesempatan malam itu dr.Rifa meminta tim UGM untuk dapat mendampingi RSUD dr. Muchtar Hasbi dan Dinkes Aceh Utara dalam menyusun RP3B atau Jitupasna Kesehatan.

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM “Jamuan dr.Arifatul di Sate Matang Apaleh Geureuok sambil mendiskusikan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi kesehatan di Aceh Utara dan kemungkinan penyaluran bantuan melalui Bang Ramlan ”
Terakhir tentu saja tim tidak lupa mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Ramlan Febriansyah, Agusdianto dan Syamsul Samuel yang telah membersamai tim TCK-EMT AHS UGM sebagai fasilitator lokal dan driver.

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM “Perpisahan dengan Bang Ramlan, driver lokal Lhoksukon yang telah mengantarkan tim ke titik-titik pengungsian mulai dari tim batch pertama hingga kelima, dengan mencicipi durian tangse di Peunayong”
Reporter : Gde Yulan Yogadhita
Pokja Bencana FK-KMK UGM, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM
SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur
SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan


