Jakarta: Sejumlah daerah terus mengantisipasi cuaca ekstrem berdampak terjadinya bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, dan kekeringan. Provinsi Bangka Belitung telah mengantisipasi bencana banjir dan tanah longsor dengan melakukan normalisasi sejumlah sungai dan menyiapkan pompa air.
"Yang bisa kita lakukan saat ini adalah normalisasi sejumlah sungai untuk mengeruk sedimentasi di sungai agar saat musim hujan ditambah dengan pasang air laut, aliran air tidak meluap," kata Kepala Dinas PUPR Kota Pangkalpinang, Suparlan, kemarin.
Menurutnya, pengendalian banjir belum maksimal karena keterbatasan anggaran. Hal serupa juga dilakukan Pemkot Palembang, Sumatra Selatan.
Kabupaten Kudus Tambah Dua Desa Tangguh Bencana
REPUBLIKA.CO.ID, KUDUS--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, segera menambah dua desa tangguh bencana. Sebelumnya, hanya ada tiga desa yang dinobatkan sebagai desa tangguh bencana. Desa tangguh bencana ini sebagai antisipasi dini penanggulangan bencana serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana.
"Tiga desa yang sebelumnya ditetapkan sebagai desa tangguh bencana, yakni Rahtawu, Menawan dan Desa Japan. Sedangkan desa baru yang dipersiapkan menjadi desa tangguh bencana, yakni Kesambi (Kecamatan Mejobo) dan Wonosoco (Kecamatan Undaan)," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Budi Waluyo di Kudus, Senin (4/10).
Ia mengungkapkan dari dua desa yang dipersiapkan menjadi desa tangguh bencana (Destana), hingga kini sudah mulai dipersiapkan. Termasuk melakukan survei lapangan serta mempersiapkan sumber daya manusia (SDM)-nya. Targetnya, bulan Oktober 2021 sudah ditetapkan sebagaidesa tangguh bencana karena penganggarannya untuk Desa Kesambi dari APBD Kudus dan Desa Wonosoco dari APBD Provinsi Jateng.
"Kami juga menargetkan setiap tahun ada tambahan satu desa tangguh bencana, sehingga nantinya semua desa di Kudus memiliki kemampuan mengenali ancaman di wilayahnya dan mampu mengorganisir SDM untuk mengurangi kerentanan dan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana alam," ujarnya.
Dengan menjadi desa tangguh bencana, setidaknya penanggulangan bencana di desa-desa rawan dapat dilakukan dengan cepat serta warganya juga mudah beradaptasi dalam menghadapi bencana. "Kalaupun terjadi bencana yang merusak, tentunya mereka bisa pulih lebih cepat untuk bangkit," ujarnya.
BPBD Kabupaten Kudus sendiri menargetkan semua desa setempat menjadi desa tangguh bencana. Sehingga, nantinya desa yang minim permasalahan bencana alam bisa membantu mengirimkan personel yang sudah dilatih soal kebencanaan untuk membantu penanganan bencana di desa lain yang dilanda bencana. Hal itu, imbuh dia, mempertimbangkan keterbatasan anggaran daerah, sehingga perlu melibatkan semua pemangku kepentingan, terutama pemerintah desa untuk bantu membantu dalam penanganan bencana alam.
More Articles ...
- Damkar Makassar Kirim Tim Rescue Bantu Korban Bencana di Luwu
- Petani dan nelayan tak bisa menghadapi pemanasan global sendirian, harus berkelompok
- BMKG Pastikan Suhu Panas Jakarta Melebihi Laju Pemanasan Global
- Mengenal Dampak Pemanasan Global Terhadap Kesehatan Manusia
- Mahasiswa UNY Edukasi Siswa Difabel Rungu Terkait Bencana
- Banjir dan Longsor Melanda Kabupaten Solok Sumbar
- BMKG: Waspada Hujan Lebat, Potensi Banjir di Jakarta Bagian Selatan
- Banjir Bandang di Luwu, Enam Rumah Hanyut
- Banjir Rendam Rumah Warga di Halmahera Barat dan Luwu Utara
- Minahasa Utara Diterjang Banjir Bandang Satu Warga Hilang, Puluhan Rumah Rusak
- Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 di DKI Jakarta
- Waspada Banjir, 49 Titik Tanggul Sungai Citarum di Bekasi Kritis
- 303 Rumah Warga Luwu Utara Masih Terendam Banjir
- BNPB: Sudah disiapkan peringatan dini hadapi bencana hidrometeorologi
- 84 Orang Tewas dalam Bencana Banjir Melanda Sudan
- Antisipasi Potensi Tsunami 28 Meter, Ini Persiapan Mitigasi Bencana Pemkab Pacitan
- Banjir Merendam Permukiman Warga Rangkasbitung
- Banjir Wajo Meluas, Tujuh Kecamatan Terendam Banjir Setinggi 3 Meter
- Atasi Banjir Rob di Demak, Begini Solusi Jangka Panjang BNPB
- BNPB: 2.021 Jiwa Terdampak Banjir di Kabupaten Tanah Laut Kalsel
- BNPB: Banjir Kalimantan Tengah, 13 Kecamatan Terdampak
- Kepala BNPB Lepas Gerakan Mobil Masker di Malang Raya
- Longsor di Bogor, BNPB turunkan mobil satelit dan pemetaan cepat
- Prosedur Mitigasi Bencana Alam: Penerapan dan Tujuan
- Kepemimpinan Indonesia Hadapi Perluasan Risiko Bencana Diungkap dalam Forum UNESCAP
- Jepang akan Buat Sistem Pemetaan Bencana Menggunakan Drone
- Langkah Mitigasi Bencana Kekeringan, Waspada Dampak Hari Tanpa Hujan
- Sri Mulyani Buat Skema Dana Cadangan Bencana, Intip Aturannya
- Skema pooling fund bencana akan dikelola secara otonom oleh badan layanan umum
- Pemerintah luncurkan skema dana bersama bencana dengan modal awal Rp 7,3 triliun
- Masyarakat Diimbau Waspada Potensi Bencana di Sumut
- Korban Tewas Gempa Haiti Capai 1.419 Orang, Bencana Alam Lain Mengancam
- Heboh Ramalan Tsunami, Berapa Dana Penanganan Bencana RI?
- Untuk Indonesia Tangguh Bencana, BPPT Dorong Kebijakan dan Strategi Inovasi Teknologi
- Optimalkan Perekonomian, BPPT Siap Dorong Pencapaian Indonesia Tangguh dan Tanggap Bencana
- Melalui Inovasi, Indonesia Bisa Jadi Negara Tangguh Bencana
- Awan panas guguran Gunung Merapi meluncur sejauh dua kilometer
- Perubahan Iklim dan Kaitannya dengan Perubahan Muka Laut dalam Perspektif Masa Lampau
- 5 Skenario PBB Baik-Buruk Dampak Perubahan Iklim hingga 2100
- Dunia Bersiap soal Ancaman yang Lebih Ngeri dari Covid-19
- Perubahan iklim: Benarkah jadi penyulut memburuknya kebakaran lahan dan hutan di berbagai penjuru dunia?
- Perubahan Iklim, Juli 2021 Bulan Terpanas dalam 142 Tahun Terakhir
- Peneliti LIPI Berharap Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi Soroti BRIN
- Perubahan Iklim, Arena Perang Kita Saat Ini
- 25 Desa di Aceh Jaya dan Aceh Besar Banjir, Ratusan Mengungsi
- Banjir Landa Turki Utara Setelah Kebakaran Hutan di Selatan
- Warga Waspada Banjir, BPBD DKI: Bendung Katulampa Siaga 3
- BPBD Sumsel Lakukan Pembasahan Lahan Gambut Cegah Bencana Asap
- Potensi Bencana-Bencana yang Diramalkan BMKG Bakal Terjadi di Indonesia
- Bencana banjir: 'Lebih dari 179 juta jiwa diperkirakan terdampak banjir pada 2030' - Banjir di Kalimantan dan Sulawesi masuk dalam riset
- China Kembali Dilanda Bencana, 440 Ribu Orang Jadi Korban
- Indonesia Rawan Bencana, Kepala BMKG: Budayakan Kesiapsiagaan
- 130 Kali Bencana Alam Terjadi pada Juli
- Antisipasi Bencana di Tengah Pandemi
- BNPB: Bencana hidrometeorologi basah dan kering dominasi bulan Juli
- BNPB: Bencana di Juli 2021 Turun Dibanding Juli 2020
- Jakarta Masuk Daftar Kota di Asia yang Diprediksi Tenggelam
- Korban Tewas Banjir di China Bertambah Menjadi 302 Jiwa
- Bio Farma Telah Produksi 90,1 Juta Dosis Vaksin Covid-19
- Jakarta Mulai Jauhi Kondisi Genting
- Kasus Aktif Covid-19 Menurun
- Satgas Covid-19 Keluarkan Aturan Perjalanan Orang dalam Negeri, Berlaku Mulai 26 Juli 2021
- Tanda Bahaya, Kematian di Jakarta Meningkat Amat Tinggi
- Penyekatan PPKM Darurat Dinilai Tak Efektif Bila Kantor Masih Buka
- Siaga 24 Jam, Berikut Titik Penyekatan di Jawa Tengah Selama PPKM Darurat
- Probolinggo Siapkan Desa Tangguh Bencana
- Palang Merah Internasional: Indonesia di Ambang Bencana Covid-19 Varian Delta
- BNPB: Industri Pariwisata Rentan Terhadap Bencana jika Tak Dikelola dengan Baik
- 1.499 Bencana Melanda Indonesia Sepanjang 2021
- Kepala Ilmuwan WHO: India Berada di Titik Kritis
- Pengungsi Cibokor meninggal dunia karena COVID-19
- Masa Pembahasan RUU Penanggulangan Bencana Diperpanjang Lantaran Belum Ada Titik Terang
- Hujan Deras Diprediksi Masih Akan Guyur DIY, BPBD Sleman Waspadai Potensi Bencana
- Ini Upaya BPBD Jabar Waspadai Bencana Kekeringan Akibat Kemarau
- BPBD Jabar Ajak Warga Kenali Potensi Bencana Lewat Peta Rawan Bencana
- Kasus Corona RI Dinilai dalam Fase Mirip India
- 30 Juta Orang Mengungsi karena Bencana Iklim
- Demi Bantuan Bencana Cepat dan Tepat, Kemensos Gandeng LSM
- Mensos Risma Gandeng LSM Perbaiki Penanganan Bencana
- Waspada, Longsor dan Gerakan Tanah Berpotensi Terjadi di Jaksel-Jaktim Juni 2021
- Mendagri Sebut Penanganan Dampak Bencana Badai Seroja di NTT Belum Tuntas
- Tetap Fokus Krisis Kesehatan dan Potensi Bencana Alam
- Blitar Berpotensi Tsunami, BPBD Minta Warga Siapkan Tas Siaga Bencana
- Lima Daerah Banjir di Kalsel Terima Bantuan
- Pemkab Bogor Buktikan Serius Tangani Penyebab Banjir
- BNPB Belajar Mitigasi Tsunami dari Smong, Kearifan dari Simeulue
- Proses Mitigasi Bencana Kekeringan
- Cilacap jadi tuan rumah peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2021
- Ini Pentingnya Akses Air Bersih di Lokasi Bencana Alam
- Cegah Korban, Peringatan Dini Bencana Akan Disebar Via SMS Blast
- BNPB: 53 Ribu Desa/Kelurahan Rawan Bencana
- Update Bencana NTT: Lebih dari 12.000 Warga Masih Mengungsi
- Hingga Tadi Malam, Terdata 222 Orang Tewas dan Hilang Akibat Bencana Siklon Tropis Seroja
- Viktor Laiskodat Menilai Status Bencana Nasional di NTT Tidak Diperlukan
- Waspadai Hujan Lebat Berdampak Longsor hingga Banjir Bandang Usai Gempa Malang
- Peringatan Jatim Hujan Usai Gempa Malang M 6,1, Waspada Longsor-Banjir
- Korban Tewas Banjir Bandang Flores Timur NTT Bertambah Jadi 54 Orang
- Banjir NTT, 54 Orang Meninggal dan Permukiman Porak-poranda
- Nelayan di Pangandaran Dilatih Penanggulangan Bencana
- Kabar Buruk Vaksin AstraZeneca Lagi, Kini dari Kanada

