logo2

ugm-logo

RESILLIANCE RADAR

 Resillience Radar“Bagaimana mengukur resiliansi? Pertanyaan tersebut merupakan hal pertama yang harus dijawab oleh praktisioner dalam mengetahui lebih baik komunitasnya dan dapat menyiapkan komunitasnya lebih baik dalam menghadapi semua hazard yang ada. Resillience radar merupakan sebuah alat yang dapat digunakan oleh praktisioner untuk mengkaji dan mengiilustrasikan level resiliansi dari suatu kelompok target sampai dengan satu/beberapa komunitas yang didukung memalui pengembangan project. Tools ini terdiri dari 5 elemen yaitu kuesioner, supplementary sheet, ilustrasi dari daftar untuk enumerator, sheet untuk analisis data dan manual ini. Untuk mengukur resiliansi dari komunitas target perlu dilakukan survey. Komponen yang harus diperoleh jawabannya melalui survey yang dilakukan adalah kapasitas komunitas, social capital, kesiapsiagaan bencana, Pada manual ini dijelaskan tentang kapasitas komunitas, social capital, air dan sanitasi, manajemen sumber-sumber alami, shelter yang aman, dan lain-lain. Setiap komponen tersebut dijelaskan secara menyeluruh yang termasuk dalam bagiannya. Contohnya komponen kapasitas komunitas meliputi semua aspek seperti kepemimpinan dan efektifitas organisasional maupun terkait masalah publik lainnya. Informasi diperoleh memalui penggunaan kuesioner yang dikembangakan tersebut. Pada manual ini jelaskan pula pengadaptasian tools dapat dilakukan berdasarkan alsan setting lokal dan fokus pada program yang dinginkan oleh pihak yang melakukan pengkajian. Bagaimana cara pengadaptasian tersebut dijelaskan pada bagian akhir manual ini. Penjelasan selengkapnya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Learning From Disaster Simulation Drills in Japan

disaster drill japanLatihan simulasi bencana merupakan salah satu cara dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana. Jepang sebagai salah satu negara di Asia yang dikenal dengan kejadian bencana dengan skala yang besar dan sering terjadi, sehingga dapat menjadi tempat pembelajaran yang baik dalam mengadapi bencana. Buku ini bejudul “Learning From Disaster Simulation Drills In Japan” dan merupakan panduan latihan simulasi bencana yang dilaksanakan di Jepang.

Terdapat 4 bagian dalam panduan tersebut, bagian pertama yaitu pendahuluan (chapter 1,2 dan 3); bagian ini menjelaskan tentang kerangka kerja institusional dan legislatif untuk manajemen bencana di Jepang. Peran dan tanggung jawab dari pemerintah nasional maupun lokal didefinisikan secara jelas, begitu pula dengan kerja sama yang relevan dengan stakeholders dari sektor publik maupun private/ swasta. Bagian kedua: latihan simulasi (chapter 4, 5, 6 dan 7). Latihan simulasi nasional dimulai dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi dipaparkan pada bagian ini. Pengalaman bencana gempa yang dialami, latihan simulasi yang dilakukan, regulasi lokal terkait simulasi bahkan pelaksanaan yang dilakukan oleh perusahaan swasta pada wilayah Hyogo, Shizouka dan Tokyo masing-masing dipaparkan dalam 1 chapter. Bagian ketiga : kegiatan berbasis komunitas untuk kesadaran tentang bencana dan resiko komunikasi (chapter 8 dan 9). Peningkatan kesadaran masyarakat dalam mencegah bencana melalui sekolah, Non Government Organization (NGO) dan aktivitas di pusat pembelajaran serta inisiatif komunikasi resiko yang dilakukan di wilayah Kobe dipaparkan. Bagian terakir : kesimpulan (chapter 10). Kesimpulan yang dijabarkan diakhir bagian buku ini terdiri dari 3 hal yaitu pentingnya partisipasi masyarakat dalam latihan simulasi bencana dan dukungan sesama pada kejadian sebenarnya, program pengembangan kapasitas tambahan merupakan bagian yang krusial dalam peningkatan tujuan yang berkesinambungan serta pentingnya anggaran dalam pelaksanaan program yang direncakan. Penjelasan selengkapnya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

More Articles ...