logo2

ugm-logo

Urban Flood Disaster Management

Pengantar website bencana minggu ini masih membahas terkait bencana banjir. Banjir melanda wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten sejak 1 Januari lalu. Ratusan ribu orang mengungsi dan sejauh ini, sudah tercatat 67 orang meninggal dunia. Tindak lanjut penanganan banjir wilayah Jabodetabek masih terus diupayakan. Banjir yang terjadi menjadi salah satu banjir terbesar dan terburuk yang terjadi dalam sejarah. Banjir kali ini mengakibatkan kerusakan bangunan, infrastruktur serta menelan korban jiwa. Hasil assessment menunjukkan beberapa faktor penyebab banjir ini bisa terjadi adalah bendungan jebol, beberapa pompa tidak berfungsi, dan drainase - drainase yang dangkal. Penelitian berikut menjelaskan konsep, kebijakan, rencana operasi bencana banjir perkotaan dan manajemen risiko bencana. Populasi penduduk di perkotaan cepat meningkat, demikian juga halnya dengan pembangunan sangat cepat sehingga area yang lebih kedap air menjadi sedikit. Langkah - langkah pengendalian yang dapat dilakukan seperti pembangunan bendungan atau tanggul sungai dan tindakan non struktural seperti peramalan banjir dan peringatan, bahaya banjir dan manajemen risiko, partisipasi publik dan penguatan koordinasi lintas sektor.

Selengkapnya KLIK DISINI

Keselamatan Saat Banjir

https://www.law-justice.co/img_post/1/2019/2019-04-27/9ab9096db8d0b4cd96f0fb9b0f95eb30_1.jpeg

Pada 1 Januari 2020, beberapa wilayah di DKI Jakarta, Tangerang, Tangerang  Selatan, Bekasi dan Bogor dilanda banjir. Tentu ini bukan yang pertama terjadi (jurnal terkait), namun hal tersebut mengingatkan kita pentingnya keselamatan saat banjir datang. Beberapa diantaranya: jangan menyentuh kabel listrik yang jatuh, matikan aliran listrik, selalu ikuti peringatan tentang banjir, jangan mengemudi di daerah banjir — mobil atau kendaraan lain tidak akan melindungi kita dari banjir.  Faktanya mobil atau kendaraan lain dapat tersapu atau terhenti di air yang bergerak. Catatan ini dirilis oleh Centers for Disease Control and Preventions.

Selengkapnya KLIK DISINI

More Articles ...