logo2

ugm-logo

Merangkul Kepemimpinan Aktor Lokal dan Masyarakat dalam Pengurangan Risiko Bencana di Yogyakarta

img1

Kampung Siaga Bencana (KSB) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah sebuah komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat terhadap bencana melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat. Penelitian ini mengkaji faktor keberlanjutan KSB, yaitu peran kepemimpinan lokal dan kolaborasi pemerintah dalam upaya pengurangan risiko bencana (PRB). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan analisis Strength, Weakness, Opportunity and Threat (SWOT), kemudian menggunakan diamond model untuk memvisualisasikan peran kepemimpinan lokal dan peran pemerintah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pentingnya peran kepemimpinan lokal dalam keberlanjutan KSB. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan KSB DIY antara lain kemandirian, pemenuhan lumbung logistik sosial dan komunikasi dua arah yang efektif antara manajemen KSB dan pemerintah desa (Kelurahan). Studi ini mendukung bahwa kepemimpinan lokal yang efektif dapat memberdayakan masyarakat, mempengaruhi pemanfaatan sumber daya dan memfasilitasi upaya kolaboratif dengan pemerintah desa dan organisasi sukarelawan untuk menangani prioritas penanggulangan bencana.

Selengkapnya

Reportase Seminar Peringatan 20 Tahun Tsunami Aceh

img1

Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala dan Tsunami Disaster Management Center (TDMRC) Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala mengadakan seminar peringatan 20 tahun tsunami Aceh dengan tema “Rekam Jejak Manajemen Bencana Kesehatan Pasca Tsunami: Bagaimana Perkembangan Sistem Manajemen Kesehatan di Indonesia dalam Menghadapi Bencana dan Krisis Kesehatan”. Pada kegiatan kali ini membahas mengenai refleksi dan poin-poin penting yang dapat dipelajari dari peristiwa Tsunami Aceh pada tahun 2004. Pengembangan sistem koordinasi dan komunikasi antara stakeholder menjadi salah satu kunci penting. Selain itu, peran akademisi untuk peningkatan kapasitas dalam manajemen bencana kesehatan juga memiliki andil dalam mitigasi bencana. Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D selaku Guru Besar FK-KMK UGM menyampaikan rumusan dan kesimpulan dari kegiatan ini. Pengembangan kapasitas, knowledge management, knowledge practice, dan knowledge dissemination harus terus dilakukan oleh para akademisi dan civitas akademik di institusi pendidikan tempatnya berada.

Selengkapnya

More Articles ...