logo2

ugm-logo

Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Guncangan hebat ini berdampak luas pada 7 kabupaten di Pulau Flores, yaitu Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Ende, dan Sikka. Bencana ini merusak ribuan infrastruktur permukiman warga, fasilitas umum, hingga fasilitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan data pemantauan awal, puluhan korban jiwa dilaporkan meninggal dunia, ratusan orang luka-luka, dan puluhan ribu warga terpaksa mengungsi ke titik-titik aman, sementara proses pencarian, evakuasi, dan pendataan korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan. 

Dampak bencana terhadap sektor kesehatan terasa sangat berat. Sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan belasan Puskesmas di kabupaten terdampak mengalami kerusakan struktur bangunan skala sedang hingga berat, menyebabkan sebagian area perawatan dan ruang penanganan darurat tidak aman untuk digunakan. Pelayanan medis terpaksa dipindahkan ke tenda-tenda darurat di halaman fasilitas kesehatan demi keselamatan pasien. 

Dinas Kesehatan Provinsi NTT bersama Dinas Kesehatan Kabupaten terdampak telah mengaktifkan Health Emergency Operation Center (HEOC) untuk mengkoordinasikan Klaster Kesehatan yang terintegrasi dalam satu sistem komando penanganan darurat. Sebagai bentuk komitmen dan solidaritas, Pokja Bencana FK-KMK UGM bekerja sama dengan Academic Health System (AHS) UGM dan Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK serta bermitra dengan kapasitas lokal di NTT untuk menerjunkan dukungan medis (medical support) dan dukungan manajemen (management support)

Melalui laman ini, kami hadir untuk membagikan pembaruan informasi secara berkala mengenai situasi penanganan krisis kesehatan, laporan kegiatan tim lapangan, dokumen kebijakan penanganan bencana, hingga infografis pemantauan situasi. Harapannya, informasi ini bermanfaat sebagai referensi berbasis bukti bagi pengambil kebijakan serta bahan pembelajaran untuk penguatan manajemen krisis kesehatan dan ketahanan sistem kesehatan di masa depan.

Laporan Harian

Persiapan

 

Laporan Harian 

Persiapan Keberangkatan Tim EMT-AHS UGM

“Pokja Bencana FK-KMK UGM”

15-18 Agustus 2026

Sabtu (15/8/2026)

Rapat Pokja Bencana FK-KMK UGM melalui Zoom Meeting 

Pemantauan Situasi dan Persiapan Awal Tim


Dok. Tim AHS UGM “Koordinasi Awal Pemantauan Situasi Terkini di  Lokasi Gempa” Pada Sabtu (15/8/2026), Tim AHS-UGM yang dikoordinasikan oleh Pokja Bencana FK-KMK UGM melakukan pemantauan dan penelaahan data terkini terkait situasi gempa di NTT, khususnya kondisi wilayah terdampak dan kebutuhan pelayanan kesehatan. Situasi masih dinamis sehingga tim menunggu pembaruan informasi dalam 1–2 hari berikutnya sebelum menentukan bentuk dan skala respons.

Secara paralel, tim melakukan persiapan awal untuk kemungkinan mobilisasi, termasuk mempertimbangkan akses menuju lokasi, kebutuhan tenaga kesehatan, serta dukungan yang dapat diberikan. Bapak Gde dan Ibu Happy juga berkoordinasi dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan setempat, dan pihak terkait untuk memperoleh informasi mengenai kondisi korban, fasilitas pelayanan kesehatan, kebutuhan tenaga kesehatan, dan respons yang telah berjalan.

Hasil pemantauan dan koordinasi menjadi dasar dalam mempersiapkan personel, logistik, dan kebutuhan operasional serta menentukan langkah respons selanjutnya sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan di lapangan.

Rencana Tindak Lanjut

  1. Mempersiapkan tim asesmen untuk mobilisasi ke lokasi terdampak.

  2. Melakukan asesmen situasi dan kebutuhan kesehatan di lapangan.

  3. Menilai kondisi dan kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan serta kebutuhan tenaga kesehatan.

  4. Melaporkan hasil asesmen kepada Pokja Bencana FK-KMK UGM.

  5. Menentukan kebutuhan dan bentuk dukungan lanjutan berdasarkan hasil asesmen.

  6. Melanjutkan pemantauan situasi dan koordinasi lintas pihak selama 1–2 hari berikutnya.

  7. Memastikan kesiapan personel, logistik, dan operasional untuk mobilisasi.

Reporter : Vina Yulia Anhar
Pokja Bencana FK-KMK UGM, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

Minggu (16/8/2026)

Rapat Pokja Bencana FK-KMK UGM melalui Zoom Meeting 

rapat bencana 2

Dok. Tim AHS-UGM “Instruksi dan Persiapan Tim Keberangkatan Awal”

Instruksi dan Persiapan Tim Medis

Berdasarkan koordinasi dr. Yudha Mathan Sakti dengan Kementerian Kesehatan, RSUP Dr. Sardjito diinstruksikan segera mengirimkan tim medis untuk mendukung penanganan korban gempa di Bajawa, Kabupaten Ngada, NTT, khususnya kebutuhan tindakan operatif.

Komposisi Tim

Tim direncanakan berangkat pada 17 Agustus 2026 dengan 7 personel, terdiri dari 2 dokter orthopaedi, 1 dokter anestesi, 1 dokter bedah, dan 3 perawat, dengan penempatan di RSUD Bajawa.Tim terdiri atas Dr. dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT, Subsp.O.T.B.(K); dr. Sharfan Anzhari, Sp.OT; dr. Nashiruddin, Sp.An-TI; dr. Ratna Sari Kalembu, Sp.B; Lutfi Tomi Ambora, A.Md.Kep; Sigit Prabowo, S.Kep., Ners; dan Nur Ahmad.

Dukungan Manajemen

Selain tim medis, direncanakan keberangkatan Happy R. Pangaribuan, MPH untuk mendukung koordinasi dan pendampingan HEOC Dinas Kesehatan Kabupaten Bajawa.

Mobilisasi dan Logistik

Persiapan keberangkatan dilakukan dengan mempertimbangkan keterbatasan akses penerbangan menuju Bajawa. Rute yang diupayakan adalah Yogyakarta–Surabaya melalui jalur darat, kemudian dilanjutkan perjalanan udara menuju Bajawa. Tim RSUP Dr. Sardjito juga menyiapkan kebutuhan operasional dan logistik medis, khususnya perlengkapan untuk tindakan operasi.

 rapat bencana 3

Dok. Tim AHS-UGM “Penjelasan Titik HEOC dan Faskes di Wilayah Setempat”

Rencana Tindak Lanjut

  1. Mobilisasi 7 personel tim medis menuju Bajawa pada 17 Agustus 2026.

  2. Melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan RSUD Bajawa setibanya di lokasi.

  3. Melakukan asesmen kondisi pasien dan kebutuhan pelayanan.

  4. Melaksanakan tindakan operatif sesuai indikasi dan prioritas medis.

  5. Melakukan pendampingan dan koordinasi HEOC Dinas Kesehatan Kabupaten Bajawa.

  6. Melaporkan perkembangan dan kebutuhan lanjutan kepada Pokja Bencana FK-KMK UGM.

Reporter : Vina Yulia Anhar
Pokja Bencana FK-KMK UGM, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

 

Senin (17/8/2026)

Rapat Pokja Bencana FK-KMK UGM melalui Zoom Meeting 

Finalisasi Keberangkatan dan Mobilisasi Tim

rapat bencana 4

Dok. Tim AHS-UGM “Persiapan Keberangkatan Tim RSUP Dr. Sardjito ke Kabupaten Bajawa”

Terdapat kendala ketersediaan tiket menuju Bajawa sehingga tim melakukan koordinasi dan pencarian alternatif rute untuk mempercepat keberangkatan. Mengingat kebutuhan tindakan operasi, tim medis RSUP Dr. Sardjito menjadi prioritas untuk segera diberangkatkan. Setelah dilakukan berbagai upaya, seluruh 7 personel tim medis dapat diberangkatkan segera pada Senin (17/8/2026) dengan rute Yogyakarta–Surabaya melalui jalur darat, dilanjutkan Surabaya–Makassar–Labuan Bajo–Bajawa melalui jalur udara, dengan perkiraan tiba di Bajawa pada Selasa (18/82026).

Tim juga menyiapkan perlengkapan medis dan kebutuhan operasional untuk mendukung pelayanan dan tindakan operasi di lokasi. Sementara itu, Happy R. Pangaribuan, MPH bersama dengan Gde Yulian, M.Epid dan Vina Yulia, MPH  direncanakan berangkat menyusul untuk mendukung koordinasi dan pendampingan HEOC Dinas Kesehatan Kabupaten Bajawa. Tim AHS-UGM melalui Pokja Bencana FK-KMK UGM terus memantau proses mobilisasi dan perkembangan situasi lapangan.

Rencana Tindak Lanjut

  1. Melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan RSUD Bajawa setibanya tim di lokasi.

  2. Melakukan asesmen kondisi pasien dan kebutuhan pelayanan kesehatan.

  3. Segera melaksanakan tindakan operasi sesuai indikasi dan prioritas medis.

  4. Melakukan pendampingan dan koordinasi HEOC oleh Ibu Happy R. Pangaribuan, MPH.

  5. Memantau perkembangan kondisi lapangan dan kebutuhan dukungan lanjutan.

  6. Melaporkan perkembangan respons kepada Pokja Bencana FK-KMK UGM.

Reporter : Vina Yulia Anhar
Pokja Bencana FK-KMK UGM, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

 

Selasa (18/8/2026)

Rapat Pokja Bencana FK-KMK UGM melalui Zoom Meeting 

rapat bencana 5

Dok.AHS-UGM “Koordinasi Mobilisasi Tim Manajemen”

Permintaan Dukungan dan Penugasan Tim

Pada Selasa (18/8/2026), Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) Kementerian Kesehatan RI menyampaikan permintaan dukungan kepada Tim UGM untuk mendampingi Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam proses aktivasi dan pendampingan Health Emergency Operations Center (HEOC) sebagai bagian dari penguatan koordinasi respons kesehatan terhadap bencana gempa NTT.

Menindaklanjuti permintaan tersebut, Tim UGM menyiapkan 3 personel untuk diberangkatkan dan melaksanakan pendampingan, yaitu Happy R. Pangaribuan, MPH; Gde Yulian Yogadhita; M.Epid dan Vina Yulia Anhar, MPH. Ketiga personel akan bertugas pada 19–28 Agustus 2026 untuk mendukung proses aktivasi HEOC, koordinasi respons kesehatan, serta penguatan manajemen informasi dan koordinasi penanganan bencana di tingkat Provinsi NTT.

Rencana Tindak Lanjut

  1. Melakukan mobilisasi 3 personel Tim UGM menuju Provinsi NTT.

  2. Mendampingi Dinas Kesehatan Provinsi NTT dalam aktivasi HEOC.

  3. Mendukung koordinasi dan manajemen respons kesehatan selama masa tanggap darurat.

  4. Melaksanakan penugasan selama 19–28 Agustus 2026 dan melaporkan perkembangan pelaksanaan tugas kepada Pokja Bencana FK-KMK UGM.

Reporter : Vina Yulia Anhar
Pokja Bencana FK-KMK UGM, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

 

 

 

#SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, #SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan