logo2

ugm-logo

Reportase “Silaturahmi dan Diskusi Tim Universitas Gadjah Mada dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Barat”

Reportase

“Silaturahmi dan Diskusi Tim Universitas Gadjah Mada dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Barat”

Rabu, 25 Desember 2024


PKMK-Meulaboh. Tim Universitas Gadjah Mada yang terdiri dari perwakilan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan dan Fakultas Psikologi, dibersamai perwakilan dari RSUP Dr. Sardjito berkunjung ke Kabupaten Meulaboh dan melakukan silaturahmi serta diskusi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Barat. Tim Universitas Gadjah Mada yang terdiri dari 22 orang yang sebelumnya telah berkegiatan di Banda Aceh, melanjutkan perjalanan untuk memperingati 20 tahun tsunami Aceh 2004 dan melakukan napak tilas jejak perjuangan dan karya yang telah dihasilkan dalam rentang waktu empat tahun pasca bencana tsunami di Meulaboh.

aceh meulaboh 1

Diskusi dalam pertemuan tersebut dipimpin oleh Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D yang memulai dengan perkenalan seluruh perwakilan UGM yang hadir mulai dari Dekan Fakultas Psikologi, Wakil Dekan bidang Kerjasama Alumni dan Pengabdian kepada Masyarakat FK-KMK UGM, para guru besar, klinisi, dan dosen yang pernah terlibat dalam misi tsunami Aceh 2004-2008. Dalam diskusi tersebut dijelaskan kilas balik perjalanan tim UGM dengan pemutaran video dan penyampaian langsung dari para delegasi yang hadir. Tujuan utama dari kegiatan tersebut untuk menilik kembali hasil kerja tim UGM setelah 20 tahun berkecimpung membantu bangkitnya kembali Meulaboh serta membahas tantangan, peluang, dan solusi untuk pertumbuhan dan perbaikan Meulaboh serta Aceh Barat ke depannya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Aceh Barat diwakili oleh Marhaban, S.E., M.Si yang merupakan Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Barat, Syarifah Junaidah, SKM., M.Si selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat, dr. Ilum Anam, Sp.PD-KGEH selaku Direktur Utama RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh. Disampaikan bahwa hasil karya tim UGM sangat membantu dalam proses rehabilitasi dan restrukturisasi sistem kesehatan yang ada di Aceh Barat, khususnya Meulaboh. Pemerintah Aceh Barat juga menerima dengan tangan terbuka kesempatan untuk terus bekerjasama dan berkolaborasi dengan UGM.

Di akhir acara, tim UGM memberikan kenang-kenangan berupa buku perjalanan misi tsunami Aceh dengan harapan menjadi bukti nyata karya-karya dan upaya yang telah dilakukan oleh FK UGM, RSUP Dr. Sardjito, dan Fakultas Psikologi dalam membangun Meulaboh dan Aceh Barat.

Reporter: dr. Alif Indiralarasati (PKMK UGM)

Reportase “Training Public Health Emergency"

Reportase

Training Public Health Emergency"


11-12 Desember 2024

unhan mbk 1

PKMK-Bogor. National Critical Care and Trauma Response Centre (NCCTRC), sebuah lembaga kesiapsiagaan bencana di bawah Pemerintah Australia bekerja sama dengan MULTHEOR (Multi Country Training and Knowledge Hub for Health Emergency Operational Readiness) Universitas Pertahanan Indonesia mengadakan pelatihan bertajuk “Training Public Health Emergency” pada 11-12 Desember 2024 bertempat di Aula Serbaguna Fakultas Farmasi Militer Universitas Pertahanan RI. Kegiatan ini diikuti oleh 24 partisipan yang berasal dari Unhan RI, Kementerian Pertahanan RI, Kementerian Kesehatan RI, Pusat Kesehatan TNI AD/AL/AU, RSAL Ramelan Surabaya, FKM UI, Fakultas Farmasi UI, RSCM dr. Tjipto Mangunkusumo, Universitas Gadjah Mada, dan BRIN. Sebagai fasilitator kegiatan selama 2 hari adalah Maya Cherian (NCCTRC), Marion (University of Melbourne), Dr. dr. M. Wawan Mulyawan, Sp.BS (FK UI), dan dr. Arief Rachman, Sp.Rad (MER-C Indonesia). Peneliti PKMK FK-KMK UGM, dr. Alif Indira Larasati mewakili Universitas Gadjah Mada dalam kegiatan tersebut sebagai peserta.

Hari 1

Hari pertama kegiatan diawali dengan pembukaan yang dilaksanakan di Aula Serbaguna Lantai 2 Gedung Auditorium Fakultas Farmasi Milier Unhan RI. Sambutan diberikan oleh Prof. Dr. apt. Yahdiana Harahap, MS. selaku Kepala Multheor Indonesia dan Dekan Fakultas Farmasi Militer Unhan RI. Yahdiana menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil dari penandatanganan kerjasama antara NCCTRC dan Multheor Indonesia untuk memperkuat kapasitas penanganan kedaruratan kesehatan masyarakat melalui pertukaran pengetahuan, teknologi, dan pengalaman praktis. Sambutan juga diberikan oleh Maya Cherian selaku koordinator pelatihan dari NCCTRC yang menyampaikan pentingnya kolaborasi global dalam menangani kedaruratan kesehatan. Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Pertahanan Indonesia Letjen TNI (Purn) Dr. Jonni Mahroza, SIP., MA., M.Sc., Ph.D.

unhan mbk 1

Selanjutnya, kegiatan dilaksanakan di lantai 1 ruang kelas FFM Unhan RI. Materi pertama yang disampaikan bertajuk “Introduction to Health Emergencies, global and local disaster landscape” yang membahas mengenai pengertian dan konsep kesehatan masyarakat dan kegawatdaruratan kesehatan berdasarkan definisi WHO, serta profil situasi wabah dan kegawatdaruratan di dunia dan di Indonesia. Materi kedua dibahas mengenai siklus kegawatdaruratan kesehatan masyarakat, pentingnya melakukan analisis risiko, dampak dari bencana dan krisis kesehatan, dan prioritas kesiapsiagaan negara berdasarkan WHO HEPR 2025-2029. Setelah sesi istirahat, materi dilanjutkan dengan pengenalan mengenai WHO IHR (International Health Regulation) 2005 yang di dalamnya mengatur mengenai standar, definisi, dan protap dalam menghadapi PHEIC (Public Health Emergency of International Concerns). Setelah memahami regulasi di tingkat dunia, disampaikan juga materi regulasi sistem kesehatan, kedaruratan, bencana, dan krisis kesehatan di Indonesia berdasarkan peraturan-peraturan yang ada. Sesi pagi hari ditutup dengan penyampaian materi mengenai komunikasi dalam kegawatdaruratan kesehatan masyarakat.

unhan mbk

Selepas istirahat siang, sesi materi dilanjutkan dengan penyampaian mengenai GHSA (Global Health Security Agenda) dan JEE (Joint External Evaluation) sebagai bagian tak terpisahkan antara indikator yang telah disepakati dunia untuk memperkuat ketahanan global dan membantu mencapai serta menjalankan amanah di dalam IHR. JEE sendiri hadir sebagai wadah untuk mengevaluasi capaian terhadap GHSA yang bersifat sukarela. Sesi latihan berikutnya ialah table-top exercise dengan kasus suspek Avian Influenza di area Jawa Tengah, Indonesia. Dari 24 partisipan dibagi menjadi 4 kelompok kecil berdasarkan siklus kegawatdaruratan kesehatan masyarakat, yakni fase prevensi, kesiapsiagaan, respons, dan pemulihan. Di dalam sesi simulasi, dilakukan pemetaan terhadap badan, institusi, organisasi yang terlibat di dalam kegiatan. Kemudian, dipetakan pula siapa yang terlibat di dalam masing-masing fase bencana, alur koordinasi, dan prioritas yang akan dilaksanakan dalam masing-masing fase kegawatdaruratan kesehatan masyarakat.

Kegiatan hari pertama diakhiri dengan wrap up, penyampaian masukan dan evaluasi dari masing-masing fasilitator, dan hasil observasi dari Pusat Krisis Kementerian Kesehatan RI.

Reporter: dr. Alif Indira Larasati.

 

More Articles ...