Webinar ini diselenggarakan pada Selasa, 20 Juni 2017 pukul 13.00-15.00 WIB. Pembicaranya adalah dr. Handoyo Pramusinto, SpBS (Ketua PokJa Bencana FK UGM). Berdasarkan INPRES No. 4 Tahun 2013, setiap Kabupaten/ Kota diwajibkan untuk membentuk PSC. Permenkes No. 19 pada 2016 lalu juga membahas tentang SPGDT. Dampaknya adalah Emergency Medical Team (EMT) atau tim medis reaksi cepat akhirnya tidak hanya ditujukan sebagai kesiapsiagaan respon bencana saja, namun bagaimana kecepatan pengiriman tim atau hal lainnya. EMT berperan penting sebagai aspek dari SDM kesehatan yang kompeten untuk penyelenggaraan dua kebijakan tersebut. Hal yang lebih menarik lagi adalah kerangka kerja EMT di Indonesia juga telah dinisiasi oleh oleh Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes dan pihak terkait pada November 2016 lalu. Peraturan baru ini memunculkan gairah baru dalam diskusi tentang kebencanaan di Indonesia. Topik ini dapat disimak melalui webinar yang akan diselenggarakan ini. Penjelasan selengkapnya Klik Disini ![]()


Jepang memiliki banyak pengalaman bencana karena berada di lokasi pacific rim of fire. Jepang juga merupakan target bencana CBRNE yang terjadi pada 1995, kejadian kereta bawah tanah Sarin. Webinar ini akan menceritakan tentang perkembangan yang pesat dari bencana kesehatan, terutama berfokus pada keperawatan bencana di Jepang. Pembicara akan menyimpulkan tentang keperawatan bencana yang terjadi di Jepang dan memaparkan tentang overview sistem organisasi, khususnya pada situasi bencana. Webinar ini diselenggarakan oleh WADEM pada 29 Juni 2017 Pukul 08:30 (ACST/waktu Australia). Pembicara dalam webinar ini adalah dosen Flinders University dan Associate Director dari Torrens Resillience Institute yaitu Dr. Mayumi Kako. Ia mengembangkan ketertarikannya di bidang penelitian bencana kesehatan berdasarkan pengalamannnya sebagai relawan setelah bencana gempa bumi yang terjadi pada 1955 di Jepang. Pembaca yang ingin mengikuti webinar ini dapat melakukan registrasi dengan