Berdasarkan penelitian diketahui bahwa orang yang paling beresiko mengalami reaksi stres traumatik yang buruk seperti Posttraumatic Stress Disorder (PTSD) adalah orang yang mengalami paparan terbesar terhadap kejadian traumatis. Korban, keluarga, serta petugas penyelamat. Petugas penyelamat juga dapat secara langsung maupun tidak dengan korban yang hilang atau terbunuh. Petugas penyelamat harus memiliki koping yang kuat dalam mengatasi hal tersebut. National Center for PTSD mengumpulkan informasi dari penelitian tentang berbagai kondisi orang-orang yang berada pada lingkaran kejadian terorisme pada berbagai kejadian terorisme dunia. Masalah depresi, kecemasan dan penggunaan obat biasanya dilaporkan pada orang dengan PTSD.
Informasi selengkapnya Klik Disini


Sebagai key player dalam kejadian kegawatdaruratan, perawat diharapkan dapat memerankan kepemimpinan selama krisis kesehatan. Tidak hanya memberikan perawatan yang berkualitas pada korban, memastikan keamanan diri sendiri juga sangat penting. Agar hal tersebut dapat lebih efektif, tetap up to date terhadap pedoman pemerintah dalam menangani kejadian kegawatdaruratan, termasuk di dalamnya serangan terorisme. Untuk membantu perawat untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi kegawatdaruratan, Mosby mengembangkan ReadyRN: Disaster Nursing and Emergency Preparedness sebagai sebuah kuliah online. Tujuan dari kursus ini adalah untuk memastikan bahwa perawat dapat mempersiapkan dirinya dalam merespon kejadian krisis kesehatan nasional. Terdapat 26 mata kuliah yang ditawarkan untuk menghadapi kejadian seperti sistem surveilans pada bioterorisme, dampak psikososial pada bencana, terorisme biologis dan kimia, dan lain-lain.