Iklim yang berhubungan dengan hazard adalah banjir, kekeringan, angin topan, dan jenis kejadian lainnya menunjukkan frekuensi dan kepararahan yang semakin meningkat. Beberapa kategori di populasi tertentu dapat menghadapi resiko yang lebih tinggi. Perubahan iklim memberikan dampak yang lebih besar pada populasi tersebut karena letak geografisnya. Contohnya adalah banjir di daerah yang rawan bencana. intervensi untuk adaptasi perubahan iklim dan manajemen resiko harus direncanakan, didesain dan ditargetkan dengan pemahaman yang jelas untuk manfaat berbagai kelompok umur. Berbagai isu dan tantangan saat ini meningkat dalam mendefinisikan dan mapping populasi rentan secara sosial pada perubahan iklim pengkajian resiko. Terdapat berbagai metodologi yang digunakan dunia untuk mengkaji masalah tersebut. Pada publikasi ini dijelaskan indikator pada penelitian yang ingin mengkaji tentang kerentanan sosial pada populasi rentan perubahan iklim. Pendekatan dan instrumen yang dimaksud adalah social vulnerability assessment (SVA). Publikasi ini dapat dijadikan sebagai panduan dalam merencanakan dan membuat program pada area adaptasi perubahan iklim, manajemen resiko iklim dan pengurangan resiko bencana. informasi selengkapnya Klik Disini


Publikasi ini merupakan contoh pelaksanaan tindakan dalam mengatasi kerugian dan kerusakan pada nelayan pesisir akibat perubahan iklim yang dialaminya. Negara yang menerapkan ini adalah Bangladesh. Ekonomi negara ini sangat dipengaruhi oleh sektor yang berhubungan dengan iklim. Sektor perikanan yang merupakan sumber kehidupan 660-820 ribu orang mengalami dampak yang paling buruk akibat perubahan iklim. Kelompok nelayan kecil di negara berkembang akan menghadapi dampak yang kompleks. Terdapat beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi keadaan ini. Bangladesh menerapkan 2 kebijakan terkait retensi resiko yaitu jaringan keamanan sosial dan program keuangan mikro. Jaringan keamanan sosial sangat penting khususnya pada daerah rentan bencana. pemerintah menerapkan program pasca banjir untuk memberikan subsidi bagi sektor agrikultural. Pada kebijakan tentang program keuangan mikro, terdapat beberapa hal yang dilakukan pemerintah. Diversifikasi kesempatan dan kemampuan merupakan salah satunya. Kelompok atau masyarakat mendapatkan pelatihan dalam jangka panjang untuk meningkatkan resiliansi agrikultural serta tindakan-tindakan lainnya. Informasi selengkapnya