logo

ugm-logo

Reportase Hari 1
Selasa, 26 Mei 2015

Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Riset Kebencanaan 2015

Membangun Kemandirian Industrialisasi dan
 Teknologi Berbasis Riset Kebencanaan Indonesia

Gedung Graha Sabha Pramana
Universitas Gadjah Mada


pembukaan-iabi-2015

Pembaca website bencana kesehatan, senang sekali selama tiga hari di akhir Mei ini kita dapat berkumpul dalam suatu event besar penggiat kebencanaan di Indonesia dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan Riset Kebencanaan yang kedua tahun ini. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) dengan UGM, BNPB, dan Kemenristek Dikti yang bersama-sama mengusung tema PIT “Membangun Kemandirian Industrialisasi dan Teknologi Berbasis Riset Kebencanaan Indonesia”

Sejak pagi, Gedung pertemuan terbesar di UGM, Graha Sabha Pramana telah ramai peserta kegiatan yang datang dari dalam dan luar Yogyakarta. Masuk ke lantai dua, kita dapat melihat penuhnya peserta hingga podium bagian atas. Seperti PIT sebelumnya, PIT tahun ini juga dihadiri oleh banyak penggiat bencana baik dari instansi pemerintah, NGO, maupun masyarakat, serta peserta dari universitas-universitas di Indoensia yang bertambah.

Sambutan pertama disampaikan oleh ketua AIBI, Prof. Dr. HA Sudibyakto, MS. Sudibyakto menyampaikan bahwa ia senang sekali penyelenggaraan PIT kedua dapat terselenggara dan UGM bersedia menjadi tuan rumah. Kesadaran masyarakat akan ancaman bencana perlu ditingkatkan selalu, dalam kesempatan ini, IABI memiliki harapan bahwa ke depannya, dapat menggiring arah riset kebencanaan untuk mencapai Indonesia yang tangguh bencana. Riset-riset dari akademisi perlu dimanfaatkan untuk pengurangan risiko bencana di Indonesia.

Sambutan kedua disampaikan oleh rektor UGM, Prof. Dr. Dwikorita Karnawati, MT. Dalam sambutan singkatnya Dwikorita menyampaikan rasa senangnya bahwa UGM mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah. Hal ini seperti keinginan yang bersambut, dimana UGM ini seperti “restoran” yang memiliki banyak “koki” handal tetapi “pembeli” jarang. Dua ribu dosen di UGM seperti layaknya koki yang menciptakan karya-karya di bidang teknologi kebencanaan. Sekitar tiga hingga lima tahun yang lalu, UGM terus berupaya mengusahakan paten untuk karya-karya yang akhirnya bisa digunakan Indonesia untuk Pengurangan Risiko Bencana karena pada tahun 2009 China telah terlebih dahulu menggunakan karya yang dibuat UGM untuk bencana dan UGM tidak mendapat lisensi apapun oleh karena belum ada paten. Maka daripada itu, pertemuan kita kali ini ada dua poin yang perlu kita garis bawahi yakni mengupayakan paten produk UGM untuk bencana dan Pengembangan konsep socioenterpreneur penanganan bencana.

Sambutan dan pembukaan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Prof. Dr. Syamsul Maarif, M.Si. Syamsul menyampaikan bawah kesadaran akan bencana di Indonesia oleh akademisi dan masyarakat sudah cukup baik tetapi pemanfaatan karya-karya bencana memang masih rendah. Sehingga, pertemuan ilmiah dan melalui IABI ini harapannya kita dapat menghimpun karya dan paten teknologi kebencanaan ini untuk menciptakan Indonesia tangguh bencana. Syamsul kembali menekankan bahwa paradigma Indonesia adalah Supermarket Bencana harus diubah menjadi Indonesia adalah Laboratoirum Bencana. Dengan demikian, wawasan ilmiah dan riset itu ada dan memang inilah tujuan kita. “Kita negara yang rawan sekali bencana dan kita juga mampu untuk beradaptasi di dalamnya dengan upaya-upaya pengurangan risiko bencana yang kita upayakan bersama”, ungkap Syamsul. Dengan mengucap puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, Prof. Syamsul Maarif membuka PIT 2015 dengan secara simbolis memukul gong.

Dalam kesempatan ini juga, diluncurkan jurnal kebencaaan Indonesia yakni, Jurnal Riset Kebencanaan Indonesia yang diinisiasi oleh Ikatan Ahli Bencana Indonesia. Jurnal ilmiah ini akan terbit dua kali dalam setahun. Jurnal ini dipersembahkan oleh IABI kepada bangsa Indonesia agar menjadi bangsa yang tangguh bencana. Pada terbitan pertama ini terdapat Sembilan artikel dari berbagai instansi pemerintah dan universitas.

Pembaca website bencana kesehatan, rangkaian kegiatan ini tidak hanya berhenti pada seminar terbuka, tetapi juga masih ada sesi oral presentation per pokja, sesi poster presentation, diskusi per pokja untuk perumusan rencana kerja, dan juga pameran yang terbuka untuk umum mulai pukul 08.00-18.00 WIB hingga Kamis (27/5/2015).

Selengkapnya mengenai jadwal kegiatan dapat mengunjungi website PIT IABI 2015,