logo2

ugm-logo

5th ASIAN MINISTERIAL CONFERENCE ON DISASTER RISK REDUCTION
Yogyakarta, October 22-25, 2012

Foto_untuk_Halaman_Depan_Kotak_AMCDRRBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mengadakan Asian Ministerial Conference on Disaster Risk Reduction (AMCDRR) ke lima di Yogyakarta. AMCDRR Pertama dilaksanakan di Beijing, Cina (Agustus 2005), New Delhi, India (November 2007), Kuala Lumpur, Malaysia (Desember 2008), dan keempat di Incheon, Korea (25-28 Oktober 2010). Kegiatan yang akan diselenggarakan pada 22 sampai 25 Oktober ini merupakan konferensi tingkat menteri yang membahas isu-isu pengurangan risiko bencana dan diselenggarakan secara bergantian di antara negara-negara Asia. Dalam acara ini merupakan kesempatan bagi Menteri yang bertanggung jawab atas manajemen bencana untuk menegaskan kembali komitmen mereka terhadap pelaksanaan Kerangka Kerja Aksi Hyogo (HFA) yang diadopsi oleh negara anggota PBB dalam Konferensi Dunia tentang Pengurangan Bencana di Kobe, Jepang pada tahun 2005.

Penguatan Kapasitas Lokal untuk Pengurangan Risiko Bencana merupakan tema umum yang diangkat pemerintah Indonesia pada AMCDRR kelima tahun ini. Hal ini disebabkan oleh Indonesia memiliki banyak pengalaman dalam penanggulangan bencana, dan mengakui pentingnya memperkuat upaya pengurangan risiko bencana (PRB) di tingkat lokal. Dalam enam tahun terakhir, Indonesia telah mencapai tonggak yang signifikan terhadap pelaksanaan PRB di tingkat nasional dan saat ini pemerintah terus berkomitmen dan mendorong semua pemangku kepentingan yang relevan untuk berpartisipasi aktif dalam mempercepat pelaksanaan PRB di tingkat lokal.

Pada kegiatan ini, akan melibatkan banyak partisipan yang akan mengikuti rangkaian kegiatan. Menurut DR Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, bahwa lebih dari 1.200 partisipan termasuk 49 pejabat setingkat Menteri dan delegasi tingkat tinggi dari Asia akan berkumpul Selasa depan di Yogyakarta, Indonesia, dalam acara Konferensi Tingkat Menteri se-Asia untuk Pengurangan Risiko Bencana yang kelima (Fifth Asian Ministerial Conference on Disaster Risk Reduction-AMCDRR). Dampak dan kerugian bencana di seluruh wilayah akan menjadi agenda utama.

Tahun lalu, negara-negara Asia mendominasi daftar negara-negara yang terkena dampak bencana paling tinggi di dunia. Dari total 302 bencana besar, 137 bencana terjadi di Asia dan mengakibatkan kerugian ekonomi lebih dari 294 milyar dolar AS dari total estimasi 366 milyar dolar AS. Peristiwa banjir yang luas telah mengganggu penghidupan jutaan penduduk, terutama di Thailand, Filipina, Pakistan, dan Cina.

Konferensi tersebut adalah pertemuan pertama dari para pejabat setingkat Menteri untuk mempertimbangkan kelanjutan dari persetujuan dunia pertama yang komprehensif dalam pengurangan risiko bencana. Kesepakatan yang dituangkan dalam Kerangka Aksi Hyogo atau Hyogo Framework for Action (2005-2015) itu mempunyai semangat “Membangun Ketangguhan Bangsa-bangsa dan Komunitas-komunitas dalam Kebencanaan.”, disingkat HFA yang mulai berlaku setelah tsunami 2004 di Asia. Konferensi tersebut akan membahas bagaimana meningkatkan aksi di tingkat local dan mendiskusikan persetujuan pasca-2015 yang baru berdasarkan pembelajaran di sejumlah wilayah hingga kini. Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, yang menerima Global Champion untuk Pengurangan Risiko Bencana di bulan November 2011 oleh Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, akan secara resmi membuka Konferensi pada 22 Oktober 2012, yang diselenggarakan bersama oleh UN Office for Disaster Risk Reduction (UNISDR) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia.

Margareta Wahlström, Kepala dari UNISDR, mengatakan: “Banyak dari semangat dan inspirasi untuk persetujuan pengurangan risiko bencana yang pertama kali di dunia diterima secara universal--Kerangka Aksi Hyogo--berasal dari Asia. Persetujuan tersebut ditanda-tangani, diperdebatkan, dan disetujui sebagai tanggapan dari pengalaman tragis dari tsunami Asia. Banyak negara di kawasan ini menunjukkan sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan angka kematian dari bencana akibat cuaca. Namun semuanya masih berjuang dengan kerugian ekonomi dan dampak pada lapangan pekerjaan, perumahan dan tempat tinggal, industri, pendidikan dan kesehatan. Kemajuan yang nyata dalam penurunan angka kemiskinan tergantung pada pembangunan ketangguhan menghadapi bencana.”

Konferensi ini adalah sebuah kesempatan membuat sumbangan yang penting/berarti untuk pengembangan kerangka pengurangan risiko bencana pasca-2015 dan memastikan bahwa selama kita terus melaksanakan HFA kita memiliki dampak yang nyata dalam mengurangi kerugian dan membangun ketangguhan menghadapi bencana di tingkat daerah.”

Konferensi Tingkat Menteri se-Asia yang kelima ini akan membahas tiga tema utama:

  1. Mengintegrasikan pengurangan risiko bencana di tingkat lokal dan mengadaptasikan perubahan iklim ke rencana pembangunan nasional;
  2. Mengkaji risiko di daerah dan pembiayaan; dan
  3. Memperkuat tata kelola risiko daerah dan kemitraan.


Reportase Kegiatan

hari-1-mcdrr hari-2-mcdrr hari-3-mcdrrhari-4-mcdrr

 

Website Resmi: http://5thamcdrr-indonesia.net/