Banjir melanda Desa Sei Silau Tua dan Desa Bangun Sari, Kecamatan Setia Janji, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, pada Selasa, 27 Oktober 2026. Luapan Sungai Silau Tua terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu selama satu malam. Air mulai memasuki permukiman warga sejak pagi dan menggenangi rumah serta akses jalan antar desa.
Ketinggian air di Desa Sei Silau Tua dilaporkan berkisar 30 hingga 60 sentimeter dari permukaan tanah. Sementara itu, di Desa Bangun Sari genangan mencapai sekitar 40 hingga 80 sentimeter. Berdasarkan pendataan BNPB, sekitar 3.610 jiwa terdampak, terdiri atas 2.910 jiwa di Sei Silau Tua dan 700 jiwa di Bangun Sari.
Dampak material tercatat pada sekitar 405 unit rumah, dua fasilitas pendidikan, serta akses jalan antar desa yang terendam. BPBD Kabupaten Asahan melakukan kaji cepat, pendataan, dan koordinasi dengan instansi terkait. Petugas juga menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar selama proses penanganan.
Pada pembaruan 28 Oktober, banjir dilaporkan telah surut dan aktivitas masyarakat kembali normal. Meski demikian, warga tetap perlu mewaspadai hujan deras yang dapat meningkatkan debit sungai kembali. Pemerintah daerah diharapkan melanjutkan pemeriksaan kondisi rumah, fasilitas pendidikan, dan infrastruktur serta memperkuat kesiapsiagaan di kawasan rawan luapan sungai.

