Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah pantai barat daya Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu, 4 Oktober 2026 pukul 05.55 WIB. BMKG menyampaikan parameter awal magnitudo 6,1 yang kemudian diperbarui menjadi M5,9. Episenter berada di laut, sekitar 59 kilometer arah barat daya Kodi, pada kedalaman 30 kilometer.
BMKG menyatakan hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa dikategorikan sebagai gempa dangkal yang diduga berkaitan dengan aktivitas sesar aktif, termasuk dugaan asosiasi dengan Sesar Waikabubak. Informasi parameter gempa dapat berubah mengikuti analisis lanjutan lembaga pemantau.
Guncangan gempa dapat menyebabkan kepanikan dan berisiko memperburuk kondisi bangunan yang sebelumnya telah mengalami kerusakan. BMKG mengimbau masyarakat memeriksa kondisi rumah, fasilitas umum, serta bangunan yang menunjukkan retakan. Warga sebaiknya tidak memasuki bangunan yang terlihat rusak sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang atau tenaga teknis.
Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya. Ikuti pembaruan resmi BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah mengenai aktivitas gempa maupun dampak di lapangan. Walaupun tidak berpotensi tsunami, kesiapsiagaan tetap diperlukan, terutama dengan menyiapkan jalur evakuasi, tas siaga, dan komunikasi keluarga.

