Peringatan tsunami di pesisir Timur Laut Jepang telah diturunkan menjadi imbauan (advisory). Namun, aplikasi peringatan darurat NERV menegaskan warga tetap disarankan untuk tidak kembali ke pesisir dan menghindari perairan besar hingga imbauan resmi dicabut.
Pemerintah Jepang bahkan mengeluarkan perintah evakuasi setelah peringatan tsunami awal.
Sekitar 156.000 orang di lima prefektur diminta meninggalkan rumah mereka.
Sebelumnya, otoritas Jepang telah menurunkan status peringatan tsunami di pesisir timur laut menjadi imbauan (advisory).
Menurut Badan Meteorologi Jepang, terdapat tiga tingkatan peringatan tsunami:
- Tsunami Advisory: tingkat paling rendah, dikeluarkan untuk gelombang di bawah 1 meter. Warga diminta segera keluar dari laut dan meninggalkan kawasan pesisir.
- Tsunami Warning: tingkat kedua tertinggi, dikeluarkan bila diperkirakan gelombang mencapai hingga 3 meter. Warga di wilayah ini harus segera mengungsi dari pesisir dan tepi sungai menuju tempat lebih tinggi atau bangunan evakuasi.
- Major Tsunami Warning: tingkat tertinggi, dikeluarkan bila diperkirakan gelombang lebih dari 3 meter akan menghantam berulang kali.
Meski status peringatan telah diturunkan, otoritas menekankan bahwa kewaspadaan tetap diperlukan karena gelombang kecil sekalipun bisa berbahaya.
Awalnya, otoritas Jepang memperingatkan kemungkinan datangnya gelombang tsunami kedua yang lebih besar setelah gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang kawasan lepas pantai Timur Laut negara itu.
Gelombang pertama setinggi 40cm sebelumnya tercatat di Pelabuhan Miyako, Prefektur Iwate.
selengkapnya https://www.bbc.com/indonesia/articles/c4glw4wze2ko

