Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM
Selasa-Jumat, 6-9 Oktober 2026
PKMK-Yogyakarta. Emergency Medical Team (EMT) atau Tim Darurat Medis (TDM) merupakan pilar krusial dalam respon cepat penanggulangan krisis kesehatan. Sebagai tim kegawatdaruratan yang bersifat multidisiplin, EMT berperan memberikan pelayanan medis langsung kepada masyarakat terdampak bencana guna mendukung stabilitas sistem kesehatan setempat. Tim ini mengintegrasikan berbagai elemen, mulai dari sektor pemerintah (sipil dan militer), akademisi, organisasi non-pemerintah, hingga dunia usaha, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Di luar fungsi klinis, EMT memiliki tanggung jawab manajerial untuk berintegrasi dengan Klaster Kesehatan dan Health Emergency Operation Center (HEOC) melalui mekanisme pelaporan harian yang disiplin serta prosedur kepulangan (exit) yang terstandar.
Pada kesempatan kali ini, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM melaksanakan Workshop “Manajemen Emergency Medical Team (EMT) / Tim Darurat Medis (TDM)” pada Selasa-Jumat, 6-8 Oktober 2026 yang dilaksanakan secara luring di Common Room PKMK FK-KMK UGM. Webinar ini diikuti oleh 30 peserta dari 10 rumah sakit yang ada di DIY.
Kegiatan hari pertama dibuka oleh dr. Muhammad Alif Seswandhana selaku moderator pada workshop hari pertama kali ini. Acara dibuka dengan dr. Alif menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran para peserta pada seminar kali ini. Kemudian dr. Alif juga memperkenalkan narasumber yang akan memberikan materi pada workshop hari ini.

Dok. PKMK “Pembukaan Workshop “Manajemen Emergency Medical Team (EMT) / Tim Darurat Medis (TDM)” oleh dr. Muhammad Alif Seswandhana.
Kegiatan diawali dengan sambutan dan pengantar yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DIY, dr. Gregorius Anung Trihadi, MPH. dr Anung menyampaikan terima kasih kepada peserta yang sudah hadir pada pelatihan ini. Narasumber juga menyampaikan bahwa Indonesia serta wilayah DIY merupakan wilayah rawan bencana sehingga perlu disiapkan tim EMT yang bisa siap sedia untuk diterjunkan bila dibutuhkan. Pelatihan ini menjadi bekal awal untuk pembentukan tim EMT yang ada di wilayah DIY. Terakhir dr. Anung memberikan semangat kepada para peserta untuk mengikuti kegiatan selama empat hari ini.

Dok. PKMK “Sambutan dan Pengantar” oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DIY, dr. Gregorius Anung Trihadi, MPH..
Materi pertama disampaikan oleh dr. Eko Medistianto, M.Epid dari Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dengan judul “Kebijakan Penanganan Krisis Kesehatan”. dr. Eko menyampaikan dasar hukum serta kebijakan nasional mengenai krisis kesehatan, salah satunya peraturan terbaru Permenkes Nomor 1 Tahun 2026 tentang KLB, Wabah, dan Krisis Kesehatan. Ditambahkan pula oleh dr. Bella mengenai ruang lingkup krisis kesehatan serta alur penanganan krisis kesehatan di Indonesia. Selain itu juga dijelaskan mengenai sistem koordinasi kerja lintas sektor dalam penanganan krisis kesehatan. Materi kedua disampaikan oleh apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid dengan judul “Penyusunan Tujuan Bersama Workshop”. Pada kesempatan kali ini Bapak Gde menjelaskan aturan dan mekanisme selama workshop berlangsung. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pembagian kelompok dengan mini games bernama Titanic. Peserta dibagi menjadi 3 kelompok dan diminta untuk menentukan ketua kelompok serta membuat yel-yel.

Dok. PKMK “Pembentukan Kelompok” oleh apt. Gde Yulian Yogadhita, MPH.
Materi selanjutnya disampaikan oleh dr. Bella Donna, M.Kes dengan judul “Prinsip Penanganan Korban Massal dan Triase Bencana”. Pada materi ini dijelaskan mengenai prinsip-prinsip dasar mengenai Mass Casualty Incident (MCI) serta sistem komando penanganannya di lapangan. Kemudian dr. Bella juga menambahkan sistem triase yang digunakan saat bencana menggunakan metode START dimana pasien dikategorikan menjadi merah, kuning, dan hijau. Materi selanjutnya disampaikan oleh Sutono, S.Kp, M.Sc., M.Kep dengan judul “Pelayanan Medis dan Evakuasi Medis Saat Situasi Bencana”. Sutono menjelaskan prosedur penilaian awal pasien pada kondisi bencana, bagaimana cara melakukan stabilisasi serta teknis evakuasi medis baik darat, laut, dan udara yang aman bagi pasien atau korban.

Dok. PKMK “Pelayanan Medis dan Evakuasi Medis Saat Situasi Bencana” oleh Sutono, S.Kp, M.Sc., M.Kep
Materi selanjutnya disampaikan oleh dr. Wahyu Kartiko Tomo, Sp.B, Subsp. Onk (K) dengan judul “Manajemen dan Mekanisme Rujukan saat Bencana”. Pada kesempatan kali ini dr. Tomo menyampaikan mengenai komponen rujukan saat bencana karena tidak sama dengan rujukan pada situasi normal. Kemudian disampaikan pula peran EMT dalam pelayanan rujukan saat bencana. dr. Tomo juga menyampaikan pengalaman beliau selama menjadi EMT bersama AHS UGM dan bagaimana melakukan rujukan selama terjadi bencana. Kemudian materi dilanjutkan oleh Sutono, S.Kp, M.Sc., M.Kep dengan judul “Strategi Mobilisasi EMT”, dimana pada materi ini disampaikan mengenai komponen apa saja yang diperlukan dalam penyusunan serta pembentukan EMT, mobilisasi EMT berbasis RHA sehingga dalam penerjunan tim bisa sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Dok. PKMK “Manajemen dan Mekanisme Rujukan saat Bencana” oleh dr. Wahyu Kartiko Tomo, Sp.B, Subsp. Onk (K).
Workshop dilanjutkan pada hari kedua dengan materi pertama disampaikan oleh dr. Bella Donna, M.Kes dengan judul “Koordinasi EMT dengan Pusat Darurat Krisis Kesehatan (HEOC)”. Pada materi ini dr. Bella menjelaskan mengenai struktur, fungsi, dan tata kelola HEOC serta garis koordinasi dan komando yang dimiliki. Kemudian dr. Bella menyampaikan alur pelaporan, birokrasi, serta sinkronisasi data informasi di lapangan sehingga tercipta komunikasi dan koordinasi yang baik antara HEOC dengan EMT yang bertugas di lokasi bencana. Materi selanjutnya diberikan oleh apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid dengan judul “Pengorganisasian Internal Tim Darurat Medis / Emergency Medical Team (EMT)”. Pada materi ini Gde menjelaskan mengenai pengertian EMT, pengorganisasian serta tugas pokok dan fungsi masing-masing personil dalam tim. Kemudian juga menyampaikan mengenai jenis-jenis EMT dan menyampaikan bahwa workshop kali ini adalah untuk mempersiapkan EMT Tipe 1 Mobile yang siap diterjunkan ke lokasi bencana bila dibutuhkan.

Dok. PKMK “Pengorganisasian Internal Tim Darurat Medis / Emergency Medical Team (EMT)” oleh apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Happy R Pangaribuan, MPH dengan judul “Data, Informasi dan Laporan EMT”. Happy menyampaikan metode pencatatan data serta laporan harian EMT. Selain itu disampaikan pula mengenai teknik penyusunan laporan akhir misi (Exit report) serta proses debriefing ketika tim sudah selesai menjalankan tugasnya di lokasi bencana. Materi berikutnya disampaikan oleh pt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid dengan judul “Kesiapan Logistik personal dan Logistik Tim dalam Mobilisasi TCK-EMT”. Pada materi ini Bapak Gde menjelaskan bahwa tim EMT harus mempersiapkan dua macam kebutuhan logistik yaitu logistik operasional dan individu sesuai dengan lamanya penugasan yang diberikan. Selain itu dijelaskan mengenai pengelolaan logistik serta menjaga rantai pasok dari logistik tim. Materi terakhir pada hari kedua disampaikan oleh Happy R Pangaribuan, MPH dengan judul “Peta Risiko dan Peta Respon”. Pada materi ini, Happy menjelaskan pengertian peta risiko dan peta respon, bagaimana cara menyusun peta risiko dan peta respon, serta tujuan dan cara menggunakan peta tersebut.

Dok. PKMK “Data, Informasi dan Laporan EMT” oleh Happy R Pangaribuan, MPH.
Pada hari ketiga dilanjutkan materi yang disampaikan oleh Dr. dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT, Subsp.OTB(K) dengan judul “Kolaborasi Interprofesi dalam EMT Saat Bertugas di Lokasi Bencana”. Pada materi ini dr. Yudha menyampaikan pentingnya peran dan fungsi masing-masing profesi yang diterjunkan ke lokasi bencana, baik itu medis maupun non-medis. Kemudian disampaikan pula bagaimana komunikasi efektif interprofesional untuk mencegah perselisihan dan salah paham di lapangan antar anggota tim. Setelah itu dr. Yudha juga menyampaikan bagaimana strategi membangun tim yang adaptif dan resilien.

Dok. PKMK “Kolaborasi Interprofesi dalam EMT Saat Bertugas di Lokasi Bencana” oleh Dr. dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT, Subsp.OTB(K).
Setelah sesi materi, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian praktek dan simulasi dari materi yang sudah diberikan pada hari pertama dan kedua. Pada praktek pertama dengan topik “Demonstrasi dan Praktek penyusunan pengorganisasian EMT” dipandu oleh dr. Bella Donna, M.Kes, praktek kedua dengan topik “Demonstrasi dan Praktek Persiapan keberangkatan EMT (kebutuhan logistik, surat tugas)” dipandu dr. Muhammad Alif Seswandhana, praktek ketiga dengan topik “Demonstrasi dan Praktek pembuatan peta respon sesuai dengan kasus yang ada” dipandu oleh apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid, serta praktek keempat dengan topik “Demonstrasi dan Praktek pengisian form registrasi, form logistik, form laporan harian, dan exit report sesuai dengan kasus” dipandu oleh Happy R Pangaribuan, MPH. Pada sesi praktek ini peserta mengerjakan tugas-tugas yang diberikan berdasarkan skenario yang sudah disusun oleh fasilitator. Tugas yang diberikan dimulai dari penyusunan pengorganisasian EMT serta tupoksinya, kemudian mengidentifikasi kebutuhan logistik pribadi dan tim sesuai dengan skenario yang diberikan, lalu alur dalam registrasi relawan ketika diterjunkan ke lokasi bencana, penentuan lokasi, penempatan relawan di peta respon, lalu dilanjutkan dengan praktek pengisian form antara lain registrasi relawan, laporan harian, data pasien, dan laporan kepulangan. Selama sesi praktek peserta tampak antusias dan aktif dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Peserta juga aktif berdiskusi dengan fasilitator bila terdapat kesulitan atau kebingungan dalam mengerjakan tugas yang diberikan.



Dok. PKMK “Sesi Praktek pada hari ketiga”.
Workshop dilanjutkan pada hari keempat dengan materi pertama disampaikan oleh dr. Bella Donna, M.Kes dengan judul “Etika, Keamanan dan Keselamatan EMT”. Pada kesempatan ini dr. Bella menjelaskan mengenai etika EMT ketika bertugas, baik ke sesama tim, stakeholder, maupun masyarakat terdampak bencana. Selain itu dr. Bella juga menjelaskan mengenai apa saja yang harus dilakukan serta dipersiapkan untuk menjadi keamanan dan keselamatan EMT.

Dok. PKMK “Etika, Keamanan dan Keselamatan EMT” oleh dr. Bella Donna, M.Kes.
Selanjutnya materi disampaikan oleh dr. R.A. Arida Oetami, M.Kes dengan judul “Anti Korupsi”. Korupsi merupakan tindakan pidana yang merugikan banyak orang. Disampaikan oleh dr. Arida bahwa bencana bisa menjadi salah satu pintu gerbang atau potensi terjadinya tindak korupsi, mulai dari pengadaan alat, obat, dan lainnya. Sehingga dr. Arida menyampaikan pentingnya menjaga integritas dan kejujuran ketika sedang menjalankan tugas apalagi ketika situasi bencana yang berdampak pada banyak orang.

Dok. PKMK “Anti Korupsi” oleh dr. R.A. Arida Oetami, M.Kes.
Kemudian materi dilanjutkan oleh dr. Muhammad Alif Seswandhana dengan judul “Rencana Tindak Lanjut (RTL)”. Pada sesi ini dr. Alif menyampaikan evaluasi kegiatan yang sudah dihimpun pada hari-hari sebelumnya. Selain itu dijelaskan mengenai cara penyusunan RTL dan meminta setiap peserta membuat RTL masing-masing untuk ditujukan kepada institusi tempat para peserta bekerja. Setelah semua sesi selesai kegiatan workshop ditutup oleh moderator.
Dok. PKMK “Rencana Tindak Lanjut” oleh dr. Muhammad Alif Seswandhana.

Reporter: dr. Muhammad Alif Seswandhana (Divisi Manajemen Bencana Kesehatan, PKMK UGM)
SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

