Ketika bencana datang secara mendadak, faktor waktu dan ketersediaan pasokan medis menjadi penentu utama antara keselamatan nyawa atau risiko fatalitas yang lebih tinggi. Mengacu pada evaluasi penanggulangan darurat terkini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa logistik kesehatan—mulai dari obat-obatan esensial, oksigen, hingga alat pelindung diri—harus dipersiapkan secara matang bahkan sebelum krisis itu terjadi, bukan baru ditindaklanjuti setelah bencana melanda. Kebijakan ini diperkuat melalui dorongan pembangunan gudang penyangga (buffer stock) dan distribusi logistik daerah agar bantuan awal dapat langsung menjangkau titik-titik pengungsian tanpa terkendala putusnya infrastruktur. Sinergi penguatan rantai pasok medis ini sangat krusial untuk memastikan posko kesehatan di garis depan mampu merespons kebutuhan warga secara cepat dan tepat sasaran. Melalui transformasi tata kelola logistik yang terintegrasi, ketahanan kesehatan nasional diharapkan semakin siap menghadapi spektrum kedaruratan di berbagai wilayah.
Selengkapnya:
2. Jurnal: https://doi.org/10.1108/

