logo2

ugm-logo

Para Relawan Datang, Siapa yang Mengatur? HEOC dan Seni Mengelola Tenaga Kesehatan Saat Bencana

tim ahs NTT h22 1

Ketika bencana terjadi, tenaga kesehatan dan relawan bergerak untuk membantu masyarakat terdampak, tetapi mobilisasi tanpa koordinasi dapat membuat sumber daya tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Pada respons gempa Nusa Tenggara Timur, misalnya, Kementerian Kesehatan memberangkatkan 206 Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) untuk memperkuat layanan di enam wilayah terdampak berat. Di sinilah Health Emergency Operation Center (HEOC) memiliki peran penting dalam mengoordinasikan informasi, sumber daya, penempatan, dan pergerakan tenaga kesehatan agar respons lebih tepat sasaran. Kajian tentang PHEOC di Indonesia juga menunjukkan bahwa pusat operasi kedaruratan kesehatan dibutuhkan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus mendukung mobilisasi sumber daya pada tingkat regional. Karena itu, keberhasilan respons bencana bukan hanya ditentukan oleh berapa banyak tenaga yang dapat dikerahkan, tetapi apakah tenaga dengan kompetensi yang tepat dapat ditempatkan di lokasi yang benar sesuai kebutuhan. HEOC menjadi simpul penting yang mengubah data kebutuhan di lapangan menjadi keputusan operasional.

Selengkapnya:

1.     Berita: https://www.kemkes.go.id/id/kemenkes-terjunkan-206-relawan-tck-pulihkan-layanan-kesehatan-korban-gempa-ntt     

2.     Jurnal: https://doi.org/10.3389/phrs.2023.1604899