Fenomena El Niño ekstrem yang dijuluki “Godzilla” diprediksi mulai berdampak di Indonesia pada 2026, dengan potensi kemarau panjang dan peningkatan suhu signifikan di berbagai wilayah. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga meningkatkan risiko krisis kesehatan seperti dehidrasi, heat stroke, hingga gangguan penyakit kronis pada kelompok rentan. Upaya promotif dan preventif menjadi langkah kunci, mulai dari memastikan kecukupan cairan, menghindari paparan panas ekstrem, hingga memperkuat kesiapsiagaan layanan kesehatan primer di masyarakat. Selain itu, edukasi publik terkait perubahan iklim dan risiko kesehatan perlu ditingkatkan agar masyarakat mampu beradaptasi secara mandiri. Kajian internasional menunjukkan bahwa sistem kesehatan yang tangguh dan berbasis kesiapsiagaan komunitas mampu secara signifikan menurunkan dampak kesehatan akibat bencana iklim ekstrem. Oleh karena itu, integrasi antara informasi cuaca, kebijakan kesehatan, dan perilaku masyarakat menjadi fondasi penting dalam menghadapi ancaman El Niño ke depan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan respons saat krisis telah terjadi.
Selengkapnya:
A. Berita
B. Jurnal

