Menjelang Idul Fitri, mobilitas masyarakat yang meningkat beriringan dengan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir menuntut kesiapsiagaan kesehatan yang lebih optimal. Upaya promotif seperti menjaga kebersihan lingkungan, memastikan akses air bersih, serta membawa perlengkapan kesehatan saat mudik menjadi langkah sederhana namun krusial. Selain itu, masyarakat diimbau untuk mengenali risiko penyakit pascabanjir seperti diare, ISPA, dan infeksi kulit, serta segera mengakses layanan kesehatan jika muncul gejala. Pendekatan preventif juga dapat dilakukan dengan memantau informasi cuaca resmi, menghindari area rawan bencana, serta menjaga daya tahan tubuh melalui pola makan dan istirahat yang cukup selama perjalanan. Kajian internasional menunjukkan bahwa edukasi berbasis komunitas dan peningkatan literasi kesehatan secara signifikan mampu menurunkan risiko dampak kesehatan saat bencana. Momentum Lebaran menjadi kesempatan penting untuk tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga memperkuat budaya siaga dan peduli kesehatan dalam keluarga.
Berikut Link Sumber Utama Informasi:
A. Portal resmi
- BMKG (Informasi Peringatan Cuaca Dini)
- Kemenkes RI (Pusat Krisis Kesehatan)
- WHO (Emergency Preparedness)
B. Jurnal

