Gunung Sinabung yang kegiatannya meningkat beberapa hari terakhir walhasil meletus pada Sabtu, 28 Agustus, malam.
Fakta yang menarik adalah bahwa sampai beberapa jam sebelum gunung meletus, lembaga yang berwenang mengeluarkan status suatu gunung api bersikukuh bahwa kegiatan Sinabung tidak berbahaya. Berdasarkan informasi ini, otoritas lokal memutuskan tak mengeluarkan perintah mengungsi kepada penduduk yang tinggal di sekitar Sinabung.
Namun, beberapa jam berikutnya, kegiatan gunung api ini meningkat pesat hingga akhirnya meletus pada Sabtu malam. Untungnya, otoritas lokal dibantu sukarelawan berinisiatif mengungsikan warga. Beberapa jam kemudian, staf ahli presiden bidang bencana mengeluarkan pernyataan bahwa pemerintah mengakui telah salah prediksi dalam krisis Sinabung ini.
Gunung Sinabung adalah gunung api—istilah bahasa Indonesia baku untuk volcano—yang terletak di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara. Menurut sebuh situs di internet, gunung api dengan ketinggian 2.460 meter di atas permukaan laut itu masih tergolong stratovulkano. Contoh stratovulkano lain ialah Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Masih menurut situs yang sama, walau tak ada catatan sejarah mengenai letusan gunung ini, pada 1912 diketahui ada kegiatan solfatara di puncak dan lereng sekitar puncak Sinabung. Artinya, Gunung Sinabung sebenarnya hanya tidur panjang sembari mengumpulkan tenaga buat kegiatan seperti saat ini.