logo

ugm-logo

Agenda Mendatang

  • wadem2017

Pengantar Website Bencana Kesehatan 25 April - 1 Mei 2017


natural disaster

Selamat berjumpa kembali kepada seluruh pembaca di seluruh nusantara. Menjelang akhir bulan April; berbagai kejadian akibat alam, manusia maupun kombinasi keduanya telah menjadi catatan sejarah bencana nasional. Rangkuman kejadian bencana menjadi pembuka dalam Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) tahun ini. Bersama membangun negeri melalui penyebaran pesan kesiapsiagaan bencana harus terus digalakkan di seluruh penjuru nusantara. Salah satu bentuknya adalah penyelenggaraan peringatan HKBN dengan kegiatan-kegiatan yang dapat menumbuhkan dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana. Menurut berita yang dirilis BNPB (22/04/2017) simulasi evaluasi di Padang dilakukan untuk mendukung HKBN, skenarionya adalah gempa bumi 8,8 SR yang akan diikuti oleh 100 ribu orang dari berbagai kalangan masyarakat pada 26 April ini. Terdapat banyak kegiatan lainnya yang dilakukan oleh berbagai daerah dalam memperingati HKBN. Semoga rekan pembaca di seluruh nusantara dapat turut berpartisipasi dalam kegiatan HKBN sebagai bentuk dukungan dan upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana. Minggu ini kami mengadirkan beberapa informasi terkait dengan kesiapsiagaan bencana yaitu :

KONGRES WADEM TENTANG DISASTER AND EMERGENCY MEDICINE PADA 25-28 APRIL 2017

wadem2017

World Association for Disaster and Emergency Medicine (WADEM) tahun ini mengadakan kongres kedua puluh tentang “Disaster And Emergency Medicine” 25-28 April 2017 di Toronto, Kanada. Kongres ini merupakan salah satu pertemuan antar profesi terbesar dengan menghadirkan lebih dari 50 negara. Terdapat berbagai kegiatan yang diselenggarakan berupa presentasi abstrak, aktivitas selain abstrak, workshop penelitian kebencanaan, dan lain-lain. Divisi Manajemen Bencana UGM berpartisipasi dalam kegiatan ini sebagai salah satu peserta dalam presentasi abstrak dari 600 lebih peserta. Reportase kegiatan ini akan dilaporkan secara berkala sesuai kegiatan yang telah berlangsung di kongres tersebut. Kegiatan-kegiatan yang akan berlangsung serta reportase kegiatan tersebut dapat diakses melalui buku program kegiatan. Penjelasan selengkapnya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Learning From Disaster Simulation Drills in Japan

disaster drill japanLatihan simulasi bencana merupakan salah satu cara dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana. Jepang sebagai salah satu negara di Asia yang dikenal dengan kejadian bencana dengan skala yang besar dan sering terjadi, sehingga dapat menjadi tempat pembelajaran yang baik dalam mengadapi bencana. Buku ini bejudul “Learning From Disaster Simulation Drills In Japan” dan merupakan panduan latihan simulasi bencana yang dilaksanakan di Jepang.

Terdapat 4 bagian dalam panduan tersebut, bagian pertama yaitu pendahuluan (chapter 1,2 dan 3); bagian ini menjelaskan tentang kerangka kerja institusional dan legislatif untuk manajemen bencana di Jepang. Peran dan tanggung jawab dari pemerintah nasional maupun lokal didefinisikan secara jelas, begitu pula dengan kerja sama yang relevan dengan stakeholders dari sektor publik maupun private/ swasta. Bagian kedua: latihan simulasi (chapter 4, 5, 6 dan 7). Latihan simulasi nasional dimulai dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi dipaparkan pada bagian ini. Pengalaman bencana gempa yang dialami, latihan simulasi yang dilakukan, regulasi lokal terkait simulasi bahkan pelaksanaan yang dilakukan oleh perusahaan swasta pada wilayah Hyogo, Shizouka dan Tokyo masing-masing dipaparkan dalam 1 chapter. Bagian ketiga : kegiatan berbasis komunitas untuk kesadaran tentang bencana dan resiko komunikasi (chapter 8 dan 9). Peningkatan kesadaran masyarakat dalam mencegah bencana melalui sekolah, Non Government Organization (NGO) dan aktivitas di pusat pembelajaran serta inisiatif komunikasi resiko yang dilakukan di wilayah Kobe dipaparkan. Bagian terakir : kesimpulan (chapter 10). Kesimpulan yang dijabarkan diakhir bagian buku ini terdiri dari 3 hal yaitu pentingnya partisipasi masyarakat dalam latihan simulasi bencana dan dukungan sesama pada kejadian sebenarnya, program pengembangan kapasitas tambahan merupakan bagian yang krusial dalam peningkatan tujuan yang berkesinambungan serta pentingnya anggaran dalam pelaksanaan program yang direncakan. Penjelasan selengkapnya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Disaster, Disability And Difference

disaster disabilityPublikasi ini didasarkan pada penelitian yang dilakukan untuk mengetahui secara empiris tentang disabilitas pada gempa Nepal 2015. Penelitian ini mencoba untuk menganalisa dampak bencana pada kelompok sosial yang tidak beruntung dan orang dengan disabilitas atau kecacatan. Orang dengan disabilitas/kecacatan merupakan salah satu kelompok rentan dalam bencana dan terkena dampak yang besar, namun tidak mendapat sorotan yang lebih dari berbagai pihak. Terbatasnya penelitian terkait dengan topik tersebut; penelitian ini juga membuat tematic framework untuk memahami bentuk masalah sosial, ekonomi dan institusional yang spesifik pada kelompok rentan dengan disabilitas di Nepal. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari-Maret 2016 (8 sampai 11 bulan setelah gempa bumi pertama pada April 2015 lalu).

Salah satu bagian yang menarik dari penelitian ini adalah pada bagian 4 yaitu tentang kecacatan dan pengurangan resiko bencana yang dituurunkan atau pengaplikasian dari Sendai framework. Pada bagian ini dipaparkan tentang langkah-langkah yang dapat dilakukan bagi kelompok disabilitas. Pelatihan untuk meningkatkan kesadaran, sharing informasi dan sistem peringatan dini, mengembangkan kapasitas kesiapsiagaan bencana dengan Disabled Persons Organizations (DPOs), perhatian yang dapat diberikan pada kelompok disabilitas dalam fase respon bencana dipaparkan merupakan poin utama yang dijelaskan. Rekomendasi strategi kebijakan yang dapat memberikan keuntungan bagi kelompok disabilitas juga menjadi hal lain yang dapat diperoleh dari penelitian ini. Penjelasan selengkapnya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Kesiapsiagaan Bencana : For Senior By Senior

disaster prepardnessTake responsibility to protect your life! Prepare now for a sudden emergency” merupakan kuotasi yang ingin disampaikan oleh penulis buku ini. Makna yang dimaksud adalah kemampuan secara mandiri setiap orang untuk dapat bertanggung jawab terhadap keselamatannya apabila ada suatu kejadian gawat darurat. Langkah-langkah kesiapsiagaan yang dijelaskan dalam buku ini adalah get a kit, make a plan dan be informed.

Langkah pertama adalah get a kit; ketersediaan peralatan yang dibutuhkan saat bencana terjadi penting untuk setiap orang. Peralatan tersebut dikumpulkan dalam 1 tas/tempat yang mudah dibawa dan dapat memenuhi kebutuhan setidaknya 3 hari dan telah disediakan sebelumnya. Menjaga peralatan tetap up to date seperti waktu expired suatu peralatan harus tetap dicek serta hal-hal lain yang harus disediakan. Langkah kedua adalah make a plan atau membuat rencana. Membuat perencanaan dapat mengurangi kecemasan, sehingga mempersiapkan rencana untuk kejadian yang tidak terduga dan ingat untuk selalu me-review rencana tersebut secara reguler. Perencanaan dapat dilakukan dengan keluarga, teman maupun komunitas. Rencana komunikasi keluarga juga dijelaskan pada tahap ini. Langkah terakhir adalah be informed; yang dimaksud bagaimana kita mengetahui apabila terdapat kemungkinan untuk terjadinya kejadian gawat darurat atau tidak terduga. Penggunaan community hazard assessment atau pengkajian resiko komunitas, community warning system atau sistem peringatan komunitas, door to door warning atau peringatan dari rumah ke rumah dijelaskan. Kelompok yang membutuhkan bantuan lebih saat bencana seperti orang tua harus dibantu dalam setiap langkah yang dijelaskan tersebut. Tips dalam perencanaan setiap langkah yang disebutkan detail dan rasional untuk individu dapat mempersiapkan diri dengan baik, sehingga menjadi salah satu pilihan bacaan bagi pembaca. Penjelasan selengkapnya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Paket Pelatihan dan seminar/workshop

Berikut pelatihan dan pendampingan yang kami selenggarakan sepanjang tahun:

  1. Sosialisasi Penyusunan Perencanaan Penanggulangan Bencana Di Rumah Sakit (HDP)
    Dalam pelatihan ini akan dibahas overview penyusunan perencanaan penanggulangan bencana di rumah sakit secara umum. Selengkapnya Klik Disini
  2. Workshop Penyusunan Perencanaan Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit.
    Kegiatan workshop penanggulangan bencana di rumah sakit akan dilaksanakan selama 2 hari tatap muka dengan pemberian materi penyusunan penanggulangan bencana di Rumah Sakit (HDP) serta pelatihan tentang pembuatan draft awal dokumen HDP rumah sakit. Selengkapnya Klik Disini
  3. In House Training (IHT) Penyusunan Perencanaan Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit (HDP)
    Paket In House Training Penyusunan Perencanaan Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit akan dilaksanakan sebisa mungkin dalam kurun waktu maksimal 3 bulan. Selengkapnya Klik Disini
  4. Simulasi Penanggulangan Bencana Di Rumah Sakit
    Simulasi penanggulangan bencana bertujuan untuk melatih kesiapsiagaan rumah sakit dalam menghadapi bencana sekaligus untuk menguji dokumen perencanaan penanggulangan bencana (HDP) yang sudah disusun rumah sakit. Selengkapnya Klik Disini
  5. Sosialisasi HDP oleh Dinas Kesehatan
    Sesuai dengan Permenkes 64 Tahun 2013 maka salah satu tugas Dinas Kesehatan dalam fase pra bencana adalah menyelenggarakan sosialisasi kesiapsiagaan fasilitas kesehatan di wilayah kerjanya dalam menghadapi bencana, dalam hal ini bentuknya bisa berupa HDP untuk Rumah Sakit atau PHCDP untuk Puskesmas. Selengkapnya Klik Disini
  6. Pelatihan Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana di Puskesmas (Primary Health Care Disaster Plan (PHCDP))
    Tidak hanya rumah sakit, puskesmas sebagai ujung tombak layanan kesehatan di daerah juga harus disiapkan dalam menghadapi bencana. Termasuk juga dalam akreditasi puskesmas saat ini. Selengkapnya Klik Disini
  7. Pengembangan Kurikulum Manajemen Bencana Kesehatan di Perguruan Tinggi Kesehatan
    Mahasiswa kesehatan (calon tenaga kesehatan) harus disiapkan dalam menghadapi bencana dan krisis kesehatan. Bagaimana kurikulum untuk manajemen bencana kesehatan dikembangkan dan diajarkan? SelengkapnyaKlik Disini
  8. Blended Learning Bagian Operasional dalam Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit
    Bagian operasional di rumah sakit untuk penanggulangan bencana merupakan bagian yang paling padat SDM dan tugasnya. Bagaimana perencanaan dalam HDP dan mekanisme pelaksanaannya dibahas dalam paket pelatihan ini. Selengkapnya Klik Disini
  9. Seminar dan Workshop
    Kami juga kerap melaksanakan workshop dan seminar. Daftar seminar 2016 dan 2017, Klik Disini

Website Manajemen

mrsmpk
mjkmpkk

Pengembangan website-website manajemen dilandasi dengan logika berfikir bahwa kebijakan yang baik dapat gagal dalam pelaksanaannya karena buruknya manajemen organisasi dan program. Selengkapnya

Website Isu Prioritas

bencanakiadeskes
mutupel dokter-ruralm aids2
Website-website isu prioritas dikembangkan agar berbagai tujuan utama sistem pembangunan kesehatan Indonesia dapat dicapai dengan lebih cepat. Selengkapnya

Website Terkait

altwhodepkesaltaltaltidrccawbibkkbn