logo

ugm-logo

Di Asia, India disebut menjadi episentrum baru virus corona dengan 742.417 kasus infeksi dengan 20.642 kematian, tertinggi di Asia.

Melansir Times of India, Kamis (9/7/2020), India mencatatkan lonjakan kasus infeksi tertingginya pada Rabu dengan 25.530 kasus.

Negara berpenduduk lebih dari 1,3 miliar ini telah melaporkan rata-rata 22.000 infeksi setiap hari selama seminggu terakhir dengan tingkat pertumbuhan 3,5 persen.

Lonjakan itu datang di tengah peningkatan pengujian di seluruh negeri dalam beberapa hari terakhir.

Sementara itu, negara bagian Benggala Barat telah mengumumkan penguncian ketat di daerah-daerah tertentu dimulai sejak hari ini, Kamis setelah lonjakan kasus baru.

 

Italia

Setelah kasus di China mereda, Italia sempat menjadi episentrum virus corona baru dan menjadi perhatian seluruh dunia.

Saat ini, Negeri Pizza itu telah berada pada tahap pemulihan usai kasus infeksi yang terus melandai.

Penguncian telah dilonggarkan dan aktivitas ekonomi secara perlahan mulai hidup kembali.

Bagaimana dengan Indonesia? 

Sejumlah Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) mengikuti rapid test COVID-19 di Medan, Sumatera Utara, Selasa (7/7/2020). KPU Medan melaksanakan rapid test terhadap 4.292 PPDP yang bertujuan untuk memastikan seluruh petugas dalam keadaan sehat dari virus COVID-19 dan memberikan rasa kenyamanan kepada masyarakat yang ikut memilih dalam Pilkada Kota Medan 2020. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/foc.ANTARA FOTO/SEPTIANDA PERDANA Sejumlah Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) mengikuti rapid test COVID-19 di Medan, Sumatera Utara, Selasa (7/7/2020). KPU Medan melaksanakan rapid test terhadap 4.292 PPDP yang bertujuan untuk memastikan seluruh petugas dalam keadaan sehat dari virus COVID-19 dan memberikan rasa kenyamanan kepada masyarakat yang ikut memilih dalam Pilkada Kota Medan 2020. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/foc.

Pada Rabu, Indonesia melaporkan kasus infeksi harian tertinggi dengan 1.853 kasus, sehingga total menjadi 68.079 kasus.

Angka itu menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara dan Asia Timur di luar China. Sebanyak 31.585 pasien telah dinyatakan sembuh dan 3.359 meninggal dunia.

Sampai saat ini, kasus infeksi di Indonesia belum menunjukkan tanda penurunan tren. Bahkan, laporan harian melebihi angka 1.000 dalam beberapa minggu terakhir.

Pada akhir Juni lalu, Sydney Morning Herald (SMH) memberitakan, Indonesia berpotensi menjadi episentrum virus corona dunia.

Media itu menyoroti tingginya kasus infeksi harian di Indonesia yang mencapai lebih dari 1.000 kasus. Menanggapi hal itu, dosen public health di University of Derby Dono Widiatmoko mengatakan, Indonesia bahkan saat ini sudah menjadi episentrum baru virus corona dunia.

"Menurut saya sudah, bukan cuma bisa, sudah jadi episentrum baru virus corona di dunia," kata Dono saat dihubungi Kompas.com, Kamis (25/6/2020).

Dono menjelaskan, episentrum merupakan pusat terjadinya infeksi virus corona secara massal dalam populasi.

Menanggapi prediksi Indonesia berpotensi jadi episentrum baru, Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan, pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Langkah ini salah satunya untuk mencegah potensi Indonesia menjadi episentrum baru penyebaran Covid-19.